Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
tutug oncom.


__ADS_3

"kamu benar-benar ingin tahu?"ucap Anggara setengah berbisik di telinga Renita.


Renita menjauh kan wajah nya dari wajah Anggara yang mendekat pada wajah nya merasa gugup dengan sikap Anggara yang aneh menurut nya.


"iya"jawab nya polos.


Anggara tersenyum miring


"aku menuntaskan hasrat ku yang kamu tidak tuntas kan sayang"


ucap Anggara terus terang dan berkata begitu saja tanpa dosa. sembari mengerlingkan matanya nakal.


mata Renita membola mendengar jawaban Anggara yang fulgar hingga cubitan kecil namun terasa pedas mendarat di lengan solid Anggara.


auww!, sayang sakit" keluh Anggara merasakan cubitan Renita.tapi setelah itu di susul dengan gelak tawa Anggara.


"aisssh.. Anggara!" pekik Renita terdengar manja.


"iya, sayang.." sahut Anggara merespon ucapan manja Renita.


"kok, kamu bisa bertetangga dengan Paula sih?"


"aku nggak tahu"


"lho kok gitu?"


"karena aku duluan yang tinggal di sini"


"oh, jadi Paula yang mengikuti kamu untuk tinggal di sini?"


Anggara hanya mengangkat kedua bahunya.


"dan seperti nya kamu menyukai nya"


"menyukai apa?"


"di perhatikan oleh wanita itu"


Anggara tersenyum kemudian menangkup kedua pipi chubby Renita dan memandang lekat wajah cantik gadis pujaan nya.


"kamu cemburu?" ucap Anggara pelan.


Renita menepis kedua tangan Anggara yang ada di wajah nya. lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.Anggara terkekeh halus merespon tingkah Renita yang menurutnya menggemaskan.


"kita keluar yuk" ajak Anggara seraya menarik dagu Renita untuk mensejajarkan wajah nya.


"ngapain?" tanya Renita


"kita cari makan,di sekitar apartemen ini ada sebuah resto steak nya enak lho, mau?" tawar Anggara.


"mau" jawab Renita cepat karena dia sangat suka yang namanya steak


eh, tunggu dulu, steak? Renita jadi teringat kembali drama steak ayam tadi siang.


"oh jadi benar kata Paula, kamu memang sangat suka steak buatan Paula. memakan nya jadi memang itu makanan favorit mu ya?!" ucap Renita ketus tiba-tiba hati nya berubah panas dan tidak berselera dengan steak.

__ADS_1


"lho kok jadi kesitu lagi urusan nya.. karena memang cuma ada resto itu saja yang dekat dengan apartemen ini, dan kebetulan steak nya terkenal karena kelezatan nya" jelas Anggara agar Renita tidak salah paham.


"aku nggak mau steak" rajuk Renita.


Anggara hanya tersenyum tipis.


"baik lah, kita ketempat lain, mungkin rada jauh dari apartemen ku"


"kalau begitu,kita sekalian saja balik ke Jakarta jadi nggak capek-capek lagi bolak-balik ke sini" ucap Renita coba menyarankan.


"tidak masalah bolak-balik, karena kita akan menginap di sini semalam"


sahut Anggara santai.tapi tidak dengan Renita gadis itu kaget.


"APA?? me_menginap semalam di sini?"


"iya"


"aku nggak mau!" balas Renita tegas.


"lho kenapa?" tanya Anggara tanpa beban.


Renita terdiam sejenak menatap Anggara dengan tatapan aneh.


"bukan kah mas Adam menyuruh ku pulang cepat? karena ada acara keluarga kan kamu tahu sendiri" ucap Renita.


Anggara menggaruk tengkuknya yang tidak gatel seraya tersenyum tipis menatap Renita.


Renita melihat sikap Anggara yang seperti itu menjadi curiga.


"apa itu semua bohong?!" tebak Renita


mata Renita membola mendengar ucapan Anggara.


"astaga Anggara.. kamu kok gitu sih, bisa-bisanya ngajak mas Adam buat membohongi aku, aku nggak suka!!" Renita memalingkan wajahnya dari Anggara.


"apa kamu tidak suka, karena kamu tidak bisa memenuhi janji mu pada lelaki berkacamata itu??"


ucap Anggara sedikit sensi.


"dan sekarang kamu malah menolak aku ajak menginap semalam di apartemen ku, apa kamu lebih suka berkumpul menginap dengan orang yang tidak kamu kenal!?"


"kamu kok gitu sih ngomong nya?" protes Renita tidak senang Anggara punya prasangka jelek terhadap nya.


"ya, terus apa lagi alasan mu tidak senang aku melarang mu pergi ke acara met party itu?! kalau bukan si pria berkacamata itu!" ucap Anggara sewot.


Renita diam, rasanya dia sudah kehabisan kata-kata nya untuk mendebat Anggara.


"pokoknya malam ini kita istirahat di apartemen ku, jangan ada penolakan" final Anggara.


"aku takut"jawab Renita dengan wajah memerah.


"takut? takut apa? bukan kah ada aku disini?"


"ya, justru takut nya sama kamu Anggara..." ucap Renita sembari mengerucut kan bibir nya.

__ADS_1


"aku?" tanya Anggara sesaat pria itu tidak mengerti dengan maksud ucapan Renita tapi tak lama pria berparas tampan itu tergelak merespon ucapan Renita.


"issh, malah tertawa tambah aku takut tahu" timpal Renita buru-buru beranjak dari tempat duduknya untuk menjauh dari Anggara.


"eits, mau kemana kamu?!" Anggara gerak cepat meraih pinggang Renita.


"Anggara, lepasin ah, aku mau pipis"kilah Renita.


"apa yang kamu takut kan dengan calon suami mu ini HM?"


"takut khilaf seperti tadi" ucap Renita malu tertunduk tidak berani menatap Anggara karena pria itu menatap Renita sedemikian rupa seperti ingin menelan nya.


Anggara menghela nafasnya pelan


"baik lah, memang tadi aku khilaf.terbawa suasana, hampir saja aku membobol gawang Emirate Arab" timpal Anggara dengan wajah mesum nya.sukses membuat mata Renita membola sekaligus bergidik karena ucapan Anggara yang absurd .


"Astaga Anggara.. bicara mu"


Anggara Terkekeh halus lalu..


cup


Anggara mengecup sekilas bibir ranum Renita.


"jangan protes terus sayang.. ayo, kita keluar cari makan, mumpung masih di kota Bandung"


Anggara melepaskan pelukannya pada pinggang gadis nya dan menggenggam tangan Renita untuk mengikuti langkah nya keluar dari apartemen.


*


Renita sangat antusias melihat pemandangan kota Bandung di malam hari gadis itu terus memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil memperhatikan sepanjang jalan kota Bandung.


Anggara hanya tersenyum tipis melihat tingkah gemas Renita.


tak lama Anggara membelokkan arah mobil nya ke parkiran luas sebuah restoran khas Sunda.


"tutug oncom?" ucap Renita setelah membaca nama resto khas Sunda


"iya, kamu pernah makan tutug oncom?" tanya Anggara setelah berhasil memarkirkan mobilnya dengan sempurna.


"tidak" sahut Renita memang dia tidak pernah tahu.


"enak lho Ren, tapi kalau kamu tidak suka, masih banyak kok.menu yang di tawarkan oleh resto ini" Anggara membuka pintu mobil nya kemudian turun, lalu berjalan ke arah pintu mobil yang di sisi lain nya. lalu membuka pintu mobil itu untuk Renita.


"ayo, kamu mesti suka" ucap Anggara tersenyum seraya mengulurkan tangannya untuk di raih oleh Renita.dan gadis itu menyambut tangan kokoh Anggara kemudian turun dari mobil tersebut.


Anggara masih menggenggam tangan Renita masuk ke resto tersebut dan mencari tempat duduk yang mengusung gaya lesehan.


"untuk berapa orang pak?" seorang pramusaji pria menghampiri Anggara dan Renita yang sibuk mengedar kan pandangan nya untuk mencari tempat duduk


"dua orang"jawab Anggara cepat.


"baik, lewat sini pak" pramusaji pria itu meminta Anggara mengikuti langkah nya untuk mendapatkan tempat duduk dan setelah sampai pada sebuah tempat yang letaknya sedikit di sudut, pramusaji tersebut mempersilahkan Anggara dan Renita.karena memang resto yang ramai dengan pengunjung, beruntung Anggara mendapatkan tempat yang tidak terlalu banyak di lewati oleh pengunjung.


"silahkan pak mau pesan apa?" tanya pramusaji pria itu bersiap mencatat pesanan Anggara dan Renita.

__ADS_1


*


...to be continued.....


__ADS_2