Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Maaf Raga..


__ADS_3

setelah melepas kepergian Anggara di terminal Tiga keberangkatan bandara Soeta,Renita membalikkan badannya di ikuti oleh pak sokip yang akan mengantarkan nya pulang.


Renita sudah dapat izin dari Adam kakak lelaki nya untuk pulang telat, mengantar kan Anggara ke bandara


Pak sokip berjalan mendahului Renita, untuk membukakan pintu mobil untuk calon nyonya muda keluarga Subianto.


tapi sebelum Renita masuk ke dalam mobil Renita menghentikan langkahnya dan berkata pada pak sokip.


"pak sokip, tunggu sebentar ya, saya mau ke minimarket itu untuk beli air mineral" Renita menunjuk ke arah minimarket yang tak jauh dari tempat mobil keluarga Anggara terparkir.


"biar saya ajah yang beli ya non" tawar pak sokip


"eh, tidak usah pak, biar saya ajah kebetulan saya mau beli yang lainnya" tolak Renita jujur memang ada sesuatu yang mau dia beli karena dia merasa kan ada sesuatu yang merembes di balik kain segitiga milik nya.


'ah, aku seperti nya dapet nih CK, kenapa lagi di jalan sih, nggak pas di rumah gitu" gerutu Renita dalam hati


ya,selain ingin membeli air mineral,Renita seperti nya juga harus membeli pembalut dan sekalian ke toilet setelah nya.


pak sokip terpaksa menyetujui keinginan sang nona, dan membiarkan sang nona muda itu berjalan menuju mini market.


Renita pun pergi meninggalkan pak sokip di parkiran untuk Menuju mini market yang berada tidak jauh dari tempat dia berdiri.


Renita berjalan seraya tangan nya memegangi perutnya yang mulai terasa sakit, berjalan masuk ke dalam mini market tersebut, mencari kebutuhan yang dia cari


"Renita?" suara lelaki menyapa Renita dari posisi belakang Renita berdiri yang sedang sibuk memilih barang. dan seketika Renita membalikkan badannya menoleh ke arah sumber suara itu..


"Raga?"


pria itu tersenyum ternyata dia tidak salah menyapa orang.


"ngapain kamu di sini malam-malam begini? apa kamu dari perjalanan?"


"tidak, aku habis mengantar Anggara" sahut Renita lagi kemudian dia melanjutkan kegiatan yang tadi tertunda.dengan Santai nya Renita mengambil dua buah bungkus pembalut di rak minimarket itu. Raga yang melihat apa yang sedang Renita pegang, pria itu menjadi canggung dan berdehem


"kheem,, oh gitu ya.dengan siapa kamu kesini?" tanya Raga mencoba biasa saja


Renita tidak segera menjawab pertanyaan Raga gadis itu berjalan mengitari rak minimarket untuk lagi mencari barang yang sedang dia cari tanpa peduli dengan Raga yang terus mengekori langkah nya


Renita menghentikan langkahnya karena rasanya lama-lama dia merasa risih dan menoleh ke arah Raga.


"kamu di sini ngapain?" tanya Renita karena seharusnya orang yang masuk ke minimarket itu pasti lah untuk berbelanja tapi, Renita tidak menemukan belanjaan apapun di tangan Raga. pria itu tersenyum canggung merespon pertanyaan Raga.


"ah, aku mau beli ini" Raga menyambar sembarang barang yang ada di dekat nya di rak minimarket.

__ADS_1


mata Renita melebar melihat apa yang di ambil Raga.


"k_kamu mau apa beli itu Raga? kamu kesini dengan wanita?"


tanya Renita masih dengan wajah terkejut tepat nya dengan tatapan horor pada Raga.


"wanita? tidak?!"


"apa kamu sedang ada janjian dengan seorang wanita? CK,ah, sudah lah,, itu urusan mu" ucap Renita semakin risih melihat apa yang dia lihat dia pun berjalan menuju kasir karena barang yang dia cari sudah di dapatkan semua


"maksud mu apa Ren? aku tidak dengan siapa-siapa, wanita siapa maksud mu?" cecar Raga merasa tidak paham dengan pertanyaan Renita .


Renita merasa risih dengan tingkah Raga yang terus mengekori nya sambil terus saja bicara.dengan cepat Renita kembali berbalik ke arah Raga dan menghela nafasnya pelan.


"maaf, bukan nya aku ikut campur ya, aku juga tidak peduli apa yang akan kamu lakukan, jangan salah paham! aku hanya sekedar bertanya saja kalau kamu tidak mau menjawab silahkan, aku juga mungkin salah menanyakan satu privasi hidup kamu maaf" terang Renita sedikit gusar.kentara dengan dengusan kasar nafas nya sambil matanya, menyorot tajam ke arah apa yang sedang Raga pegang, dan Raga mengikuti arah pandang Renita


betapa kagetnya Raga setelah menyadari apa yang sedang dia genggam di tangan nya


reflek dengan cepat Raga, meletakkan sembarang tempat barang yang sedang dia genggam sedari tadi.


"astaga,,i_ni bukan yang seperti kamu pikir kan Renita, aku tidak seperti itu percaya pada ku.. tadi aku hanya gugup saja karena kamu bertanya aku tidak membeli apapun


jadi aku tadi hanya sembarang ambil" jelas Raga panjang lebar karena yang tadi dia ambil ternyata


'sial! kenapa aku nggak lihat lagi yang aku ambil tadi malah barang sialan itu!" batin Raga terus saja mengumpat merutuki dirinya.


Renita hanya menaikan kedua bahunya merespon penjelasan Anggara seolah tidak perduli apapun yang pria itu lakukan karena dia pikir tadi hanya refleks keterkejutan spontan saja.lalu dia pun menyerahkan semua barang yang dia ambil tadi pada kasir untuk di bayar.


"jadi berapa mbak?" tanya Renita pada sang kasir.


"dua ratus dua puluh lima ribu rupiah kak"


"oh, baik lah" Renita mengambil uang di dalam dompet nya sebanyak jumlah yang akan dia bayarkan untuk belanjaan nya pada kasir itu.


setelah menyelesaikan pembayaran


Renita pun keluar dari mini market tersebut dengan membawa kantong plastik yang berisi belanjaan nya.


Raga yang sedari tadi mengekori nya dengan langkah nya yang lebar menyamai langkah Renita untuk berjalan bersisian dengan gadis itu.


"Ren"


"HM?" sahut Renita menoleh ke arah Raga sambil terus berjalan.

__ADS_1


"kita duduk di cafe sana dulu yuk" ajak Raga menunjuk salah satu cafe di sekitar bandara yang nampak dari pandangan Raga.Renita menghentikan langkahnya.


"maaf Raga, aku harus buru-buru pulang, aku hanya izin dengan kakak ku untuk mengantar Anggara ke bandara saja"


"sebentar Ren.. aku kangen ingin ngobrol dengan mu" bujuk Raga terus saja. sejenak Renita diam menatap sebentar pria tampan berkaca mata yang ada di hadapan nya.lalu membuang nafas nya pelan.


"maaf ya,Raga.. bukan aku tidak sopan dengan mu, tapi aku tidak bisa, aku harus segera pulang karena sudah malam. permisi"


akhirnya nya Renita memutuskan untuk segera pulang tanpa lagi memperdulikan keberadaan Raga yang memanggil dirinya.


"Ren, Renita.. ayolah Ren.. hanya sebentar" teriak Raga yang terus mengekori langkah Renita


tapi gadis itu tetap diam tak menjawab.Renita terus saja melangkah mendekati mobil keluarga Subianto yang di samping nya sudah berdiri pak sokip sedang menunggu dirinya.dengan Sigap Pak sokip membukakan pintu mobil untuk Renita.


"silahkan nona" ucap pak sokip mempersilahkan Renita masuk ke dalam mobil dengan sopan tapi melirik tajam ke arah Raga yang terus saja memanggil Renita.


"Ren!" Raga dengan cepat meraih pergelangan tangan Renita sebelum gadis itu benar-benar masuk ke dalam mobil tersebut.


Renita maupun pak sokip yang masih berdiri di samping mobil, terkejut dengan sikap Raga.


"Raga! apa yang kamu lakukan?? lepasin tangan aku!" pinta Renita mencoba menghempaskan tangan nya agar terlepas dari cengkraman tangan Raga.


"sebentar Ren, aku hanya ingin bicara padamu" ucap Raga sambil melepaskan tangan nya dari tangan Renita.


"apa yang akan kamu bicarakan? bicara lah di sini cepat aku dengarkan" ucap Renita menatap tajam Raga.


Raga melirik ke arah pak sokip.pria berbadan besar berusia empat puluh tahun itu menatap tak suka pada Raga.


"nona, sebaiknya anda masuk ke dalam mobil, anda harus cepat pulang karena sudah malam"


Renita mengangguk


"maaf Raga, aku harus pulang mungkin lain waktu kita bicara"


setelah itu Renita masuk ke dalam mobil tanpa peduli dengan Raga yang nampak kecewa.Pak sokip pun masuk ke dalam mobil setelah Renita masuk ke dalam mobil itu


Renita menurunkan kaca mobil setelah mobil itu dengan perlahan melaju menjauh dari tempat Raga berdiri.


"maaf Raga" ucap Renita lirih


yang masih di dengar oleh pendengaran Raga pria itu masih berdiri terpaku Memandangi kepergian mobil mewah yang membawa Renita pergi dari lingkungan bandara.


*

__ADS_1


TBC.


__ADS_2