
pagi menyapa,sinar mentari yang masih terasa basah menyelinap masuk di antara gorden bewarna peach blossom flower menyorot Sinar nya yang masih enggan. dua pasang insan manusia yang masih dalam keadaan polos masih tergeletak di atas ranjang di balik selimut berwarna putih.
perlahan mata besar Renita mengerjap tak kala sinar matahari menyapu kelopak matanya dengan kehangatan nya.
"hhh.. sudah pagi kah?" gumam nya dengan suara yang serak karena baru saja terbangun dari tidurnya.
perlahan tapi pasti setelah merasa sudah mengumpulkan kesadaran nya yang terpencar Renita berusaha bangun dari ranjang tapi ketika ingin menggerakkan tubuhnya, terasa berat seperti ada yang menindih bagian pinggang dan kaki nya.
dia pun meneliti keadaan itu tatapan matanya turun ke arah pinggang dan kakinya yang terasa berat dan..mata nya seketika melotot .
AAAA!!
Renita kaget bukan main ada tangan kekar yang melingkar erat di pinggang nya, kaki kekar dan berotot menggamit seperti sebuah guling menjepit erat.dia pun menoleh ke arah belakang tubuh nya ada seorang pria tampan tidur dengan lelap nya dengan wajah di lesakan ke punggung polos nya.
polos? apa?? Renita menyadari kalau tubuh nya tidak mengenakan selembar benang apapun itu di tubuh nya dan kembali dia berteriak
"AAAA!!! pekik nya dan kali ini teriakannya berhasil menembus ke alam bawah sadar Anggara dengan mata yang susah payah dia buka karena suara Renita yang memekakkan telinga nya.
"ya Tuhan..ada apa sayang? kenapa kamu berteriak HM? ini masih pagi dan aku masih ngantuk, tidur lagi ya?" pinta Anggara dengan suara khas orang bangun tidur berat, dan serak so sexy terdengar di telinga.
melihat penampilan Anggara yang bertelanjang dada oh, tidak. bukan hanya sekedar bertelanjang dada, tapi keadaan polos.iya polos apa lagi selimut yang menyelimuti tubuh kekar berotot nan polos Anggara hanya tertutup selimut sebatas pinggulnya ya, hanya sebatas pinggulnya sehingga nyaris bulu-bulu halus yang melingkupi pusaka nya terlihat dan Renita menelan Saliva nya karena pemandangan Anggara yang hot.
__ADS_1
astaga Renita... kenapa pikiran mu pagi-pagi menjadi mesum Renita... dan seperti nya pikiran Renita belum konek sepenuhnya karena dia kembali panik melihat Anggara tidur bersama nya dalam keadaan polos sama seperti nya.
oh,my God!! pekik Renta dalam hati
"Anggara...k_kenapa kamu tidur di sini ha? dan di mana ini dan k_kenapa kita berdua dalam keadaan..oh ya Tuhan apa yang sudah terjadi!!" serentetan kalimat panik keluar dari mulut Renita dia menatap horor pada Anggara dan tak lupa menyahut selimut dengan cepat lalu membelitnya ke seluruh tubuh nya untuk menutupi tubuh polos nya. Anggara yang sudah dalam keadaan duduk hanya memandangi wajah istrinya lekat-lekat dengan senyuman mengulum karena istri nya bertingkah seolah amnesia.
"kenapa kamu tersenyum Angga?" tanya Renita dengan wajah tak senang karena Anggara seperti itu seperti sedang mengejeknya.
Anggara menggeser posisi duduknya lebih merapatkan tubuhnya pada Renita dan Renita secara bersamaan menggeser tubuhnya untuk menjauh dari Anggara. dengan tatapan waspada.
tapi dengan cepat Anggara meraih pinggang istri nya lalu langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas pangkuan nya dengan mudah nya seolah seringan kapas.
dan tentu saja Renita panik, semakin kencang dia mencengkeram ujung selimut yang melilit tubuhnya agar tidak terlepas sedang kan Anggara masih bertahan dengan senyuman mengulum nya menahan tawa yang rasa-rasanya ingin meledak.
tanya Anggara dengan lembut nya satu tangan nya yang bebas menyentuh pipi mulus istrinya dengan lembut, membelai turun naik. tanpa mengalihkan pandangannya pada netra coklat terang milik istri nya.
"amnesia?? apa maksud mu Anggara?" tanya Renita.
'ah, ayolah sayang apa karena kamu terlalu letih karena bajakan aku semalam? mm.. baiklah aku perjelas lagi" Anggara menjeda ucapan nya bola mata biru nya bergerak liar menyapu wajah cantik sang istri. lalu kembali melanjutkan ucapannya dengan menangkup pipi sebelah kanan sang istri dengan telapak tangan besarnya.
"kamu, Renita Khadijah. sekarang ini sudah menjadi istri sah dari Anggara pramuja Subianto dan semalam kita baru saja melewati malam pertama kita penuh dengan gairah sayang.. apa sekarang kamu ingat?!" terang Anggara yang sejujurnya heran karena sikap Renita yang seolah amnesia bisa-bisanya istri nya tidak mengingat nya membuat dirinya tak habis pikir dengan istri pintar nya ini yang sayang nya sekarang kecerdasan nya tidak berfungsi saat ini.
__ADS_1
Renita terdiam, mencerna ucapan Anggara. dan.. seketika semburat merah merona menghiasi wajah nya yang putih bersih itu.
"oh ya Tuhan.. Kenapa aku jadi bodoh begini" lirih Renita buru-buru menutup wajahnya dengan kedua tangan nya karena merasa malu dengan kebodohan nya. bisa-bisanya dirinya tidak ingat kalau dia dan Anggara sudah menjadi sepasang suami istri yang sah, dan tentu saja keadaan yang terjadi saat ini adalah wajar. tapi..
tentu saja Renita malu, karena dia terbangun dari tidurnya dalam keadaan tubuh polos bersama Anggara dalam satu kamar, bahkan satu ranjang, satu selimut.
"sayang" ucap Anggara suaranya terdengar berat dan parau. mata nya nampak berkabut menatap Renita seperti ingin memangsanya.
jakun nya terlihat turun naik.
"ada apa bang?" sahut Renita sudah kembali setelan mode sebenarnya dan memanggil suaminya dengan panggilan Abang. menatap bingung pada suami nya yang terlihat... aneh menurut nya. tidak tahu kah Renita Kenapa suaminya seperti itu?
Renita tidak menyadari selimut yang tadi melilit tubuhnya terlepas karena kedua tangan nya pindah ke wajah nya hingga selimut itu melorot dari tubuh nya dan.. terpampang jelas tubuh bagian atas nya terbuka hingga pinggang nya. dua bukit kembarnya nan kenyal milik nya yang sudah tidak polos lagi karena ada corak polkadot buatan Anggara semalam, melambai di depan mata Anggara ingin kembali di jamah, di remat, di sesap oh nikmatnya tubuh Anggara sudah merinding dari ujung kaki sampai ujung kepala menahan gejolak hasrat nya yang kembali berkobar.
"sayang, aku mau lagi ya? boleh??" tanya Anggara meminta izin istri nya untuk kembali mengulang pembajakan nikmat ladang lembab milik sang istri.
"a_apa? mau apa?" tanya Renita masih bingung tapi Anggara tidak membiarkan istrinya lama berpikir
tanpa basa-basi lagi Anggara langsung menyambar bibir bewarna pink pucat namun ranum nan menggoda milik istri nya dengan rakus. Renita yang mendapatkan serangan mendadak itu hanya bisa pasrah dan kembali melayani suami nya yang sedang di Landa gairah yang tak terbantahkan.
apa kah Renita bisa menolak? jawaban nya tidak, karena dirinya pun sangat menikmati keberingasan nafsu liar sang suami berondong nya yang terus berkobar tak kenal waktu. pagi yang dingin, di tambah pendingin ruangan yang dingin nya mungkin sudah maksimal ternyata tidak mampu mendinginkan tubuh yang sedang memanas itu yang terus bergulat liar membuat ranjang berukuran king size itu menjadi terasa sempit karena gerakan random kedua nya dengan jeritan, rintihan dari mulut keduanya merasai kenikmatan yang tiada Tara nya. hingga ketika kedua tubuh yang lengket bagi perangko itu saling melenting, mengerang saling meneriakkan nama pasangan dengan lirih tanda tercapai nya puncak kenikmatan itu di raih dengan sempurna dan luar biasa.
__ADS_1
*
TBC..