
semua masih terdiam.terutama Anggara.wajah sang Arjuna bule itu, nampak khawatir.
"duh, gimana ya ummi? sudah sejauh ini Angga melupakan satu hal tersebut,Angga terlalu fokus pada hal lain nya" ucap Anggara pelan.
"apa kamu ajak kesini saja Renita nya Angga, bagaimana?" Aisyah coba kasih saran.
"begitu ya ummi? baik lah Angga coba, hari ini kami akan ketemu di kampus, dan mungkin sepulang dari kampus Angga coba ajak kesini"
Anggara mencoba menuruti saran dari ummi Aisyah.
"bagus kalau begitu, ummi nanti yang telpon Adam"
"baik, ummi.kalau begitu Angga berangkat dulu" kemudian Anggara beranjak dari duduknya tak lupa sebelum pergi Anggara pamit.
"assalamualaikum.. ucap Anggara sebelum pergi.
dan ucapan salam nya pun di jawab bersamaan, oleh keempat orang yang masih duduk di dekat meja makan itu. memandangi kepergian Anggara dengan tatapan harap harap cemas.
_______
Renita baru saja hendak melaju kan motor Scoopy andalan nya, keluar dari halaman rumah Adam, tiba tiba sebuah mobil Honda CRV.berhenti di depan jalan, tepat menghalangi jalan nya.Renita mengerutkan keningnya melihat jalan nya tiba-tiba terhalang oleh mobil itu.
tak lama, kaca mobil itu terbuka.
tampak seorang pria muda berpakaian seragam coklat, tersenyum pada Renita dan menyapa nya.
"good morning Renita..."
"pak Darwin?"
"kamu baru mau berangkat Ren?"
"iya pak"
"bareng saya saja" tawar Darwin
"nggak usah pak,kan saya bawa motor, lagi pula kita nggak searah " jawab Renita dengan nada malas.
dan memang benar, yang dia tahu begitu. karena Darwin dan kakak lelaki itu satu tempat pekerjaan, jadi Renita tahu, dia tidak searah.
"nggak masalah Ren, kebetulan saya lagi ada urusan, yang kebetulan juga searah dengan kamu"
"terimakasih pak, atas tawaran nya.saya lebih nyaman pake motor saya, lebih cepat" Renita berusaha menolak halus ajakan Darwin karena itu tidak mungkin.Renita pikir seperti itu.
Darwin berdecak pelan, rupanya pria itu terlihat kecewa karena usaha nya untuk mengantar kan Renita ke kampus gagal, alih-alih ingin pendekatan.
sedangkan Renita tampak kesel, karena mobil Darwin masih saja menghalangi jalan nya.
"pak,bisa mobil nya nyingkir dikit? saya nggak bisa lewat nih pak.. dan saya udah kesiangan"
"oh, baik"
akhirnya Darwin sedikit melajukan mobilnya untuk memberikan jalan pada Renita.
__ADS_1
"terimakasih pak, saya duluan"
setelah itu, Renita pun melaju perlahan ke jalan utama dengan motor kesayangan nya. tapi pas di persimpangan jalan lampu merah, Renita melihat dari kaca spion motor nya, mobil milik Darwin ada di belakang nya.
"ah, mungkin nanti dia belok ke kiri, nggak mungkin kan dia ngikutin" gumam Renita berusaha berpikir positif.melihat mobil Darwin tepat di belakang nya.tak lama lampu berubah hijau, Renita langsung ngegas motor nya.dia sudah tidak peduli keadaan di belakang nya, saat ini fokus pandangan nya tertuju pada jalanan di depan nya.
selang Kurang lebih setengah jam perjalanan.Renita sampai di depan jalan kampus nya.dia pun membelokkan motor nya hendak masuk ke dalam area kampus.
"Ren!" seseorang memanggil nya
membuat Renita memberhentikan motor nya dan menoleh ke arah suara itu.
"pak Darwin?" ternyata benar, dugaannya,, kalau pria itu mengikuti nya sampai ke kampus.
"kurang kerjaan" gumam nya.
"pak Darwin ngapain di sini?" tanya Renita penasaran walaupun dia menduga Darwin mengikuti nya.
"nganterin kamu" ucap nya enteng, pria itu tersenyum manis menatap Renita.
"nganterin saya? loh,saya kan naik motor sendiri pak? tapi whatever lah, saya sudah terlambat nih pak, permisi"
"Ren... tunggu dulu!" teriak Darwin, yang baru saja hendak membuka pintu mobilnya untuk turun menghampiri Renita.tapi gadis itu malah terus melajukan motornya masuk ke dalam area kampus.
Darwin hanya menggeleng pelan kepala nya.ada gurat kecewa di wajah nya.
tanpa bicara lagi Renita langsung kembali melajukan motornya ke dalam area kampus tepat nya ke area parkiran motor.tanpa memperdulikan lagi Darwin yang sudah menyita waktunya, karena hari ini, adalah hari pertama mengajar sebagai dosen di kampus x ini.di tambah ada jam kelas pagi yang harus dia isi.
Renita menghela nafasnya beberapa kali, ketika dia sudah berdiri di depan pintu kelas yang akan dia isi itu.
lalu dengan di awali membaca bismillah dalam hati, Renita menarik handle pintu ruangan kelas itu dan masuk ke dalam nya.suara yang sedikit riuh para mahasiswa mahasiswi yang berada di dalam kelas, tiba tiba saja hening, karena sebagian perhatian mereka tertuju pada Renita yang baru saja masuk ke dalam ruang kelas itu,dan berdiri di depan, di tempat biasa seorang dosen berdiri untuk mengajar.tatapan heran sekali gus memuji terdengar di telinga Renita.
"kamu mau ngajar? apa mau di ajar?" tanya salah satu mahasiswa yang hadir di kelas itu.karena pertanyaan yang di ajukan pada dirinya memang sesuai.Renita tersenyum menanggapi ucapan salah satu mahasiswa itu.
"baik lah, mungkin biar tidak ada bertanya tanya lagi,saya akan perkenalkan diri saya dulu"
kemudian dengan bahasa yang formal, serta pembawaan yang tenang Renita memperkenalkan diri nya dan sebagai apa kedudukan nya di kampus itu,di depan kelas nya, yang di dominasi oleh kaum Adam itu.
"wow, kejutan nih,ada dosen wanita yang ngisi jurusan kita bro" ucap salah satu mahasiswa bicara dengan teman di sebelah nya.dengan sangat antusias.
"bener, ini sih bisa bikin gue betah belajar kalau Dosen nya cantik dan muda gini" ucap temannya menimpali ucapan nya.
"baik lah, saya sudah memperkenalkan diri saya di sini, sekarang saya akan mengabsen kalian satu persatu"
Renita memulai kelas nya dengan mengabsen mahasiswa dahulu.sebelum dia memberikan materi pelajaran.kasak,kusuk para mahasiswa itu pun di abaikan saja oleh Renita.
______
setelah dua jam berlalu, akhirnya Renita selesai mengisi kelas jam pertama nya. satu persatu para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di ruangan itu keluar, meninggalkan kelas nya.setiap para mahasiswa yang melewati diri nya yang masih duduk di depan kelas.menatap nya intens, seolah penuh minat.
tak terkecuali salah satu gadis yang hadir di kelas nya tadi.mendekati dirinya.
"ternyata anda seorang dosen toh, saya nggak tahu kalau anda ini seorang salah satu dosen yang mengajar di kampus ini" ucap gadis itu. Renita yang sedang sibuk dengan beberapa lembar kertas yang ada di meja nya.menoleh pada seseorang yang tiba-tiba saja bicara pada dirinya.
__ADS_1
"gladis?" ucap Renita, ternyata gladis, gadis yang dia temui tempo hari di parkiran motor.
"iya bu, saya gladis,maaf kalau waktu itu saya nggak sopan" ucap gladis tersenyum ramah pada Renita.
"tidak masalah,maaf kan saya juga tidak memperkenalkan diri saya dengan baik ke kamu"
"iya Bu,sama sama kalau gitu" sahut Gladis dengan senyum semringah nya.
"kita tetep bisa berteman loh" ucap Renita lagi.
"yang bener Bu?" ucap Gladis nampak senang.
"iya"
"wah,senang bisa berteman dengan anda kalau begitu bu, kalau begitu saya permisi dulu" dengan sedikit canggung Gladis berlalu dari hadapan Renita.
dentingan ponsel nya tanda pesan masuk.Renita mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya.di lihat nya pesan masuk dari tampilan layar ponselnya.
"pimpinan yayasan" gumam nya.
nama Anggara yang tercantum di kontak HP nya.
lalu Renita pun membaca pesan singkat dari Anggara.
(pimpinan yayasan)
"Ren nanti pulang bareng ya, aku mau ngajak kamu ke satu tempat, sekalian ada yang mau aku jelasin ke kamu".
wajah Renita langsung berubah bingung ada perasaan berdebar ketika dia membaca pesan dari Anggara yang ingin mengajak dirinya ke satu tempat.lalu dia membalas pesan Anggara.
(Renita)
mau kemana emangnya pak? tapi kan saya bawa motor"
(pimpinan yayasan)
nggak apa-apa aku ngikutin kamu dari belakang, atau kamu tinggal kan saja motor kamu di kampus"
(Renita)
nggak bisa begitu dong pak, besok saya berangkat pake apa? kalau motor saya tinggal di kampus"
(pimpinan yayasan)
"gampang Ren.. besok kamu bisa aku jemput,tiap hari aku jemput kamu juga aku nggak keberatan kok.. sudah, buruan aku tunggu di parkiran ya"
"issh, seenaknya nih orang" gerutu Renita yang akhirnya melangkah ke luar dari ruangan kelas itu.berjalan menuju parkiran.
"
"
to be continued.
__ADS_1