Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Sisi lain Anggara.


__ADS_3

"ke_kenapa pintu nya kamu kunci?"


tanya Renita panik melihat Anggara menutup dan mengunci pintu ruangan nya.sedangkan Anggara berjalan santai kembali mendekati Renita yang nampak Panik.


"kenapa kamu takut"tanya Anggara tanpa beban.mendekati Renita dan langsung mengangkat tubuh kecil Renita dan di dudukan ke atas meja kerja nya.


AAA.. Anggara!!" pekik Renita terkejut


"diam! kamu mau orang sekampus mendengar suara mu hm?"


ucap Anggara pelan namun terkesan tegas membuat Renita diam.


Anggara berdiri di depan Renita, yang duduk di atas meja kerja nggara.netra kebiruan itu menatap lekat wajah cantik Renita.


"awas Anggara, aku mau keluar" Renita berusaha mendorong tubuh tegap Anggara dari hadapan nya.namun itu hanya sia sia karena tubuh kokoh itu tidak sama sekali bergeming.jemari Anggara bermain main di wajah lembut Renita, membelai lembut pipi, hidung, hingga berakhir di bibir seksi Renita.


Anggara terus memainkan jemarinya di atas bibir gadis itu.gerakan Anggara yang sedemikian rupa membuat darah Renita mendesir, tubuh nya meremang.ingin sekali dia marah, protes dengan perlakuan Anggara, namun tubuh nya bicara lain, tubuh nya merespon setiap sentuhan lembut Anggara.matanya terpejam tak kala tangan besar Anggara terus bermain liar di setiap inci kulit nya.Anggara tersenyum kemenangan melihat respon Renita yang menerima sentuhan nya.dan itu cukup bagi Anggara untuk melaksanakan niatnya


untuk membuai gadis pujaannya.


tanpa aba-aba lagi,


Anggara langsung menyambar bibir ranum milik Renita, menyesap lembut namun liar.menjelajah lebih dalam ke dalam rongga mulut Renita.


"Anggara...Renita melenguh di sela ciuman sang Arjuna bule.


Anggara melepas cumbuan nya di saat Renita kehabisan pasokan udara, namun itu hanya sebentar karena Anggara dengan cepat kembali menyambar dengan rakusnya bibir Renita tanpa memberikan kesempatan untuk Renita menghindar.tak cukup di situ saja Anggara yang sudah tersulut gairah nya mendorong tubuh Renita hingga tubuh gadis itu sedikit rebah sedangkan tangan Anggara mulai turun ke kedua benda bulat nan kenyal milik Renita, dan sedikit memberikan remasan di kedua benda bulat itu.membuat Renita terkesiap merasakan sensasi aneh yang menjalar ke seluruh tubuh nya, sekaligus kaget dengan gerakan tangan Anggara yang menurut nya terlalu jauh.ingin rasanya dia mengumpat Anggara tapi tubuhnya merespon lain, membiarkan tangan Anggara bermain di area dadanya.


puas dengan bermain di bibir Renita,kini bibir Anggara turun ke leher jenjang nan mulus milik Renita, Anggara menyesap lembut leher putih Renita hingga suara indah nan syahdu lolos dari mulut Renita.membuat pria berwajah bule itu tersenyum puas,di sela cumbuan nya.dan menghentikan kegiatan nya.


dengan nafasnya kedua nya yang memburu, tatapan mata mereka yang sudah berkabut gairah.Anggara langsung memeluk erat tubuh Renita serapat rapat nya hingga tak ada jarak sama sekali di antara mereka.

__ADS_1


"maafkan aku sayang" ucap Anggara lembut di tengah nafasnya yang masih memburu."jangan kamu menghindar aku lagi hm? aku tidak kuat kamu menghindari aku beberapa hari ini, tidak menjawab telepon ku, pesan ku, aku tidak bisa kamu seperti itu Renita..aku sudah membereskan kesalah pahaman Anita pada diri ku.jadi kamu jangan khawatir, dan jangan pernah mengabaikan diri ku aku tidak mau sayang" ucap Anggara bicara panjang lebar seraya terus mengecup kening Renita.kemudian mengurai pelukan nya agar bisa melihat reaksi wajah Renita dengan penjelasan nya tadi.


Renita manatap sendu wajah tampan Anggara.mereka saling menatap dalam diam.


"apa kamu yakin?"tanya Renita


"maksud mu?"


"mau meneruskan hubungan ini?"


tanya Renita bertanya yang membuat Anggara terbawa arus.


"ya ampun sayang.. memang nya selama ini aku berniat main main dengan mu hm?!"


"kamu masih muda Angga, mungkin kamu belum siap menjalani hubungan serius, apalagi pernikahan.satu hubungan yang akan mengikat mu seumur hidup mu"


"tentu saja, aku sudah siap lahir batin!


Renita diam, menatap lekat Anggara.


"tetap lah di sisi ku Renita, mungkin masih ada lagi wanita, wanita yang lain yang akan berusaha merusak hubungan kita.tapi satu yang aku pinta dari mu, tetap lah di samping ku, dan percaya pada ku" Anggara terus berusaha meyakinkan Renita.


"seperti aku berusaha menguatkan hati ku, si saat ada lelaki yang mencoba mendekati mu" Anggara terus berbicara karena Renita masih setia dengan ke bisuan nya.


"tapi aku tidak pernah tertarik pada setiap pria yang mendekati ku" kilah Renita.


"baik lah aku percaya padamu, begitu juga kamu, harus percaya pada ku hm?" ucap Anggara berusaha bijak.


di tengah keseriusan obrolan mereka berdua, Anggara tersenyum simpul men, scan penampilan Renita yang nampak berantakan karena ulah nya.rambut Renita yang sedikit berantakan, bibir merah dan sudah tidak merah lagi karena telah hilang lipstik itu karena lahapan bibir Anggara tadi di bibir yang nampak sedikit bengkak akibat perbuatannya Anggara.dan terakhir kancing kemeja yang Renita pakai terbuka tiga buah sehingga nampak terlihat dua buah benda kembar putih nan mulus itu sedikit menyembul keluar terlihat oleh mata tajam Anggara.membuat Anggara menelan saliva nya berkali-kali karena pemandangan indah di matanya itu.


Renita diam menatap aneh wajah Anggara yang nampak memerah seperti menahan sesuatu di diri nya.Renita mengikuti arah pandang Anggara dan seketika Renita..

__ADS_1


'Anggara!! mesum kamu!!" pekik Renita.Reflek kedua tangannya di silang kan di atas dadanya berusaha menutupi area dadanya yang sedikit terbuka akibat perbuatannya Anggara.


"mesum, tapi kamu tadi menikmati nya sayang" ucap Anggara santai kemudian tanpa dosa kedua tangan Anggara menjulur ke arah dada Renita.membuat mata gadis itu melebar.


"mau apa kamu!?'


"aku hanya membantu mu mengancingkan kemeja mu" ucap Anggara dengan tenang nya jakun nya turun naik. walaupun di dalam hati nya Anggara merutuki perbuatan nya yang spontan itu.dengan gila nya ingin mengancingkan kemeja Renita yang jelas jelas di tolak mentah-mentah oleh Renita.


"tidak perlu! aku bisa sendiri!" tolak Renita langsung mengancingkan kemeja nya sendiri.tapi Anggara tidak berhenti di situ saja,di saat Renita sibuk mengancingkan kemeja nya kedua tangan Anggara berpindah ke rambut Renita, pria tampan itu merapikan rambut panjang Renita yang berantakan dengan perlahan.


"ngapain sih kamu Angga"kembali Renita ingin menolak Anggara yang merapikan rambut nya.


"diam Renita.. biar aku saja kalau ini"


ucap Anggara dengan fokus nya pria bule itu merapikan rambut panjang gadis nya.dan kali ini Renita diam membiarkan tangan Anggara bergerak merapikan rambut panjang nya yang berantakan.


"sudah" Anggara tersenyum memandangi hasil karya nya.


"beneran rapi nih?" tanya Renita Ragu dengan hasil kunciran Anggara pada rambut nya.


"tentu saja, aku sudah biasa menguncir rambut Madina kalau mau pergi sekolah sewaktu masih SD, karena ummi sibuk menyiapkan sarapan buat kami" ucap Anggara tersenyum Bangga.


"benarkah?" Renita menatap dalam wajah Anggara. tersenyum simpul tak percaya pria macam Anggara bisa sebegitu perhatian nya pada adik perempuan nya sampai sampai mau menguncir rambut nya. Renita baru tahu sisi lain Anggara.


"


to be continued.


terimakasih sudah mampir ke cerita saya 😊


di tunggu like n comen nya

__ADS_1


serta vote nya 😊🙏


__ADS_2