Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
cemburu bang?


__ADS_3

sejenak Anggara diam memandang lekat wajah istrinya dan tersenyum tipis dengan kedua tangan nya saling menggenggam erat pada istrinya. lalu tak lama ia pun tersenyum tipis, mengalihkan pandangannya pada Salma dan Robert yang masih setia duduk di hadapannya nya dengan pandangan teduh tertuju pada Anggara tapi mungkin bisa di artikan pandangan itu lebih seperti pasrah. ya, Salma pasrah pada apapun keputusan Anggara tapi ia pun sangat berharap putra tampan nya itu mau menerima nya dan bisa memaafkan dirinya dari segala kebidanan nya pada masa lalu.


dengan berat Anggara menghela nafasnya kemudian perlahan Anggara melepaskan genggaman tangan nya pada genggaman istri nya lalu mengalihkan pandangannya pada kedua pasangan yang ada di depan nya sekarang ini masih dengan tatapan datar.


"baik lah... Anggara menjeda kalimatnya rasanya seperti ada yang mencekat tenggorokan nya susah sekali dirinya mengeluarkan kata-kata tapi sepertinya memang saat ini harus jelas semua nya dan Anggara pun melanjutkan ucapannya yang sempat tertahan tadi.


"aku memaafkan mu mama"


terdengar lirih kata yang keluar dari bibir Anggara sangat pelan namun cukup terdengar oleh pendengaran Salma hingga wanita cantik usia kepala empat itu tak bisa menahan diri dari rasa bahagia nya. Salma dengan spontan langsung berdiri dari duduknya dengan senyuman lebar nya.


"benar kah Anggara? ah mama sangat senang Kamu bisa memaafkan mama!?" terlalu senang sampai-sampai Salma sedikit menjerit saking senangnya. dengan kedua tangan nya berada di dada nya dengan keadaan mengepal erat seolah menahan rasa yang membuncah begitu dahsyat nya menggempur di dalam dadanya. Anggara, Renita dan Robert sempat kaget karena sikap Salma yang begitu exatis hanya karena ucapan Anggara yang berkata seperti itu.


"darling come down oke?"


ucap Robert, pelan dengan senyum tipisnya menarik tangan istrinya untuk duduk kembali agar bersikap tenang. tapi sepertinya Salma tak menggubris ucapan suaminya itu dia tetap dengan sikap nya yang terlihat exatis memandang Anggara dengan tatapan berbinar.


"mm, maaf. mama seperti ini karena sangat bahagia. terima kasih kamu mau memaafkan mama Anggara. mama berjanji akan menebus setiap hari-hari mu yang telah Mama sia-siakan"


terlihat sekali Salma bicara dengan nada sangat menggebu-gebu mengatakan segala apa yang ada di hati nya.


tapi sepertinya Anggara bersikap seperti biasa saja menyikapi sikap mama nya. lelaki berwajah bule, bernetra biru itu berusaha bersikap biasa saja walaupun sejujurnya dia akui kalau saat ini dirinya rasa nya ingin berteriak memanggil mama nya.


"baik lah kalau begitu aku permisi dulu. kurasa pertemuan ini sudah cukup. ayo sayang kita pergi"


senyum yang terpampang di wajah Salma seketika meredup karena sikap Anggara yang nampak nya tidak ada perubahan sama sekali, datar tidak ada expresi apapun apa lagi setelah Anggara memutuskan untuk pergi begitu saja menarik tangan Renita pergi dari tempat itu meninggalkan Salma dan Robert yang hanya diam tak percaya dengan sikap Anggara namun kedua orang tersebut berusaha memahami posisi mereka saat ini. hanya bisa memandang dalam diam melihat putra nya dan istri nya berjalan semakin menjauh dari pandangan Salma dan Robert walaupun saat itu Renita tersenyum canggung pamit dengan rasa tak enak hati karena suami nya masih saja bersikap dingin meskipun bicara sudah memberi maaf pada Salma notabene nya mama mertua nya.


*


sudah satu Minggu Anggara sudah balik dari Lombok banyak cerita yang terjadi di sana.


semenjak pertemuan nya dengan mama nya di Lombok, hubungan Anggara dengan Salma sedikit ada perkembangan walaupun tidak banyak karena memang Anggara merasa gengsi menunjukkan sikap kangen nya dengan Salma.


di apartemennya tempat Anggara dan Renita tinggal, kedua insan itu sedang menyantap sarapan pagi nya dengan penampilan mereka yang sudah rapih siap berangkat ke tempat kerja masing-masing. Renita yang akan ke kampus hari ini tapi kali ini mereka tidak bersama pergi ke kampus sudah satu Minggu ini Anggara mengurus perusahaan milik keluarga nya dan karena itu Anggara lebih sibuk dari pada waktu ia masih mengurus yayasan. Anggara sering pulang larut malam. hingga sering kali Anggara menemukan istrinya dalam keadaan tertidur di sofa karena menunggu nya pulang.


"sayang. hari ini mama Salma mengajak ku ke mall boleh aku pergi dengan mama mu?"

__ADS_1


sedikit ragu Renita meminta izin pada suami nya. Anggara yang sedang menyuap satu sendok nasi goreng ke mulut nya, menghentikan laju sendok itu dan menoleh ke arah istrinya.


"kapan?"


hanya itu yang terucap dari mulut Anggara lalu kembali memasukan satu sendok nasi goreng ke dalam mulut nya yang sempat tertunda tadi.


"nanti jam makan siang" jawab Renita memperhatikan suami nya yang asik makan nasi goreng seafood buatan nya. Renita tersenyum tipis melihat suaminya sangat lahap dengan nasi goreng buatan nya.


"emang kamu tidak ada jam ngajar lagi?"


"tidak. kebetulan hari ini aku hanya ada bimbingan dua orang mahasiswa saja setelah itu aku bebas?"


"kamu jadi dosen pembimbing? mahasiswa? kenapa bukan mahasiswi?" Anggara yang sudah selesai dengan sarapan nya dengan cepat mengambil segelas air putih yang sudah di sediakan oleh istri nya lalu meminum nya hingga tandas lalu Anggara memutar posisi duduknya agar menghadap istri nya yang duduk di sebelah nya.


Anggara memberikan tatapan tak suka pada Renita.


"kenapa bang? apa ada yang salah?"


kedua alis Renita beradu karena dirinya di tatap seperti itu oleh Anggara.


dengan cepat Anggara menjawab ucapan istrinya.


"apa?" tanya Renita yang memang tidak paham kenapa sikap suami yang terlihat marah?


Anggara mendengus kasar karena kesal istri nya tidak peka.


"ganti" Anggara menatap lekat saat bicara.


"ganti? apa yang ganti Abang..."


tanya Renita tambah tidak mengerti sekaligus menjadi gusar karena suami nya bicara tidak jelas.


"ganti dengan mahasiswi, jangan mahasiswa" Anggara menjelaskan maksud ucapan nya yang sedari tadi membuat kepala Renita pening pagi-pagi. dan tentu saja mata Renita membola setelah mengerti maksud ucapan suaminya.


"kenapa harus ganti bang? tidak segampang itu kamu tahu itu. kalau aku main ganti mahasiswa yang aku bimbing apa kata mereka, pasti mereka menanyakan alasan nya"

__ADS_1


Renita tak habis pikir dengan kemauan suami nya yang seenaknya.


"aku tidak perduli sayang.. pokok nya kamu nggak boleh membimbing mahasiswa"


"mana bisa!" sanggah Renita


"tentu saja bisa, kamu lupa siapa suami mu HM?"


setelah bicara seperti itu dengan santai nya Anggara mengambil ponsel nya yang ada di saku celana bahan nya dan menelpon seseorang


'halo pak Agus, tolong rubah susunan dosen pembimbing untuk mahasiswa jurusan IT tingkat akhir khusus nya untuk istri saya Renita saya ingin istri saya hanya boleh membimbing mahasiswi bukan mahasiswa paham pak??!


ucap Anggara di panggilan telepon nya dengan orang yang bernama Agus sesuai kepentingan nya.


lalu Anggara memutuskan sepihak panggilan telepon nya setelah menyampaikan maksud sekaligus perintah mutlak pada staf kampus di mana istri nya mengajar.


mata Renita membola karena itu, tak percaya dengan sikap yang di ambil oleh suami nya.


"astaga Abang..kok kamu jadi semena-mena gitu sih dengan kuasa mu?!" tak terima rasanya Renita suami nya menggunakan kekuasaan nya seenaknya.


"itu karena aku tidak rela kamu mempunyai waktu khusus pada seorang mahasiswa sayang"


"apa? kamu ini sedang cemburu bang?" akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut Renita yang sedari tadi sebenarnya dia ingin berucap seperti itu tapi dia tidak mau kepedean tapi akhirnya Renita bisa menyimpulkan kalau suami tampan nya ini sedang cemburu karena mahasiswa yang akan dia bimbing


"menurut mu?"


ucap Anggara sambil melengos ke arah lain. wajah nya memerah


Renita tersenyum tipis melihat suaminya yang ternyata cemburu tapi ada rasa gemas juga dengan sikap suami nya yang terlalu berlebihan.


Anggara di buat kaget dengan tindakan berani istri nya yang tiba-tiba saja naik ke atas pangkuan nya dengan dua kaki nya yang mengangkang menggamit pinggang kekar nya. dengan kedua tangan Renita yang melingkar di leher suami.


glek


"sayang kamu...

__ADS_1


TBC..


__ADS_2