
Reina segera menuju halaman depan rumah, dimana Bu Rumi dan Pak Makruf berjemur bersama princess di sana. Entah kenapa, Reina begitu sangat senang melihat wajah berbinar mertuanya yang sudah lanjut usia itu. Sejak kemarin, setelah kelahiran cucu mereka, senyum di wajah keduanya bahkan tidak pernah nampak surut sama sekali.
"Sudah sarapannya nduk?" tanya Bu Rumi saat melihat kedatangan Reina.
"Sudah Bu."
"Wes cepet di mandiin, sudah cukup Ini berjemurnya."
Reina langsung mengambil alih princessnya. "Iya Bu."
"Iso to?"
"Rere bisa Bu. Kalau begitu, Rere masuk duluan ya Bu."
Reina segera masuk ke dalam rumah lebih dulu, kemudian menuju kamarnya.
"Mau mandikan princess?" tanya Hendri saat keluar dari kamar mandi. Ia melihat Qai yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Iya, Mas." Sepertinya ke dongkolan di hati Reina belum hilang perkara tadi.
"Aku sudah siapkan air hangat, kamu mandikan princess, biar aku yang siapkan pakaian gantinya."
__ADS_1
Hati Reina jadi menghangat saat mendengar ucapan Hendri barusan. Bisa-bisanya tadi Reina kesal karena Hendri membantunya mengurus Princess.
"Maafin aku ya Mas."
Hendri langsung balik badan menghadap Reina kembali saat ingin mengambil pakaian bayi. "Kenapa kamu minta maaf sayang. Aku yang seharusnya meminta maaf karena telah menyinggung perasaan mu tadi, tapi aku nggak bermaksud demikian."
Reina terkekeh karna mereka berdua meminta maaf tentang masalah yang berbeda. Jika Reina membahas soal tadi subuh, berbeda dengan Hendri yang membahas hal di ruang makan.
"Kenapa malah tertawa?"
"Nggak apa-apa Mas. Aku sudah maafin Mas kok." Reina lebih memilih memaafkan kesalahan Hendri ketimbang membahas ke salah pahamannya. Pokoknya perempuan tidak pernah salah.
Tok ... tok ... tok ...
"Selamat pagi bos." Sapa Hendri saat mengetahui bocah kecil berseragam yang telah mengetuk pintu.
"Pagi Mas. Princess sudah selesai mandi belum?"
"Itu masih mau mandi, ayo masuk."
Tentu saja Zen langsung lari menghampiri Reina yang mau masuk ke dalam kamar mandi. "Kak, Zen mau lihat dedek mandi."
__ADS_1
Reina menatap adiknya yang sudah rapih dengan pakaian sekolah. "Adek hanya lihat saja ya?"
"Iya Kak."
Meskipun terasa kaku karena ini adalah pengalaman pertama bagi Reina yang tidak akan terlupakan, dengan hati-hati Reina memandikan princess.
"Princess suka main air ya kak." Ucap Zen. Bayi mungil itu nampak kesenangan berada di dalam air.
"Sepertinya begitu dek."
"Kalau Zen libur sekolah, princess mau Zen ajak berenang bareng ya Kak. Kalau di kolam renang pasti Princess semakin senang Kak."
Reina tergelak tawa karena ucapan polos Zen. "Kalau saat ini belum boleh dek, princess berenang di kolam renang. Kalau princess sudah dibolehkan berenang sama dokter, baru Zen sama princess sama-sama berenang ya."
"Yaaahhh ... masih lama dong Kak. Padahal Zen pengin ke kolam renang sama princess Minggu depan."
Reina langsung menutup tubuh princess dengan handuk saat sudah selesai memandikan. "Nanti kalau princess sudah besar, Zen puas-puasin berenang sama princess. Ayo, biar princess ganti baju dulu."
Setelah selesai mengganti pakaian, Reina langsung mengajak Zen keluar dari kamar. "Nanti dulu ya nak ASI-nya. Sudah ditunggu Opa sama Oma kamu nak."
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ