Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 43 KELAKUAN MANTAN DUDA KARATAN


__ADS_3

"Jadi sekarang kita cukup tidur saja?"


"Iya. Aku butuh istirahat mengumpulkan tenaga agar nanti malam berhasil buat adik untuk Zen."


"Ih mas ini." Reina memukul dada Hendri pelan. Lalu ia berlalu menuju kamar mandi untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Hendri justru terkekeh melihat Reina yang kini salah tingkah. Hendri langsung mengambil kaos untuk ia kenakan agar lebih nyaman.


Sudah dua puluh menit Reina di dalam kamar mandi. Ia bukannya tidak ingin cepat istirahat seperti ucapannya tadi. Tapi kini Reina terjebak dengan Gaun yang ia kenakan sendiri.


"Aku yang merancang kenapa aku jadi kesulitan seperti ini sih." Gerutu Reina kesal saat menyadari kesalahannya sendiri. "Dasar Rere bodoh, harusnya pakai resleting kenapa kamu buat pake modelan kancing begini, mana hampir sampai bawah lagi. Terus gimana aku bukanya, mana susah banget lagi." Gerutu Reina sambil terus mencoba membuka kancing yang tidak sampai pada tangannya.


Tok... tok... tok...


Reina terkejut saat pintu kamar mandi di ketuk tiba-tiba.


"Re. Kamu nggak ketiduran di dalam kamar mandikan?" Tanya Hendri sedikit berteriak.


"Enggak mas." Jawab Reina cepat. "Aduh gimana ini." Gumamnya.


"Apa kamu benar-benar nggak mandi tadi pagi jadi sekarang kamu mandi kembang tujuh rupa?"


Klek...


Reina langsung membuka pintu kamar mandi karena merasa tidak ada pilihan lain. Sedangkan Hendri dibuat heran karena istrinya masih mengenakan gaun acara pernikahan mereka tadi.


"Kenapa masih pakai gaun ini. Apa kamu mau tidur dengan penampilan seperti ini?"


"Mas, tolong lepaskan kancing bagian belakang. Aku nggak bisa buka sendiri."


"Astagfirullah. Sejak tadi kamu lama di dalam hanya karena ini?" Reina tentu langsung mengangguk. "Sudah tahu susah kenapa nggak minta tolong sih Re." Gemas juga Hendri jadinya.


Hendri langsung menarik tangan Reina agar keluar sempurna dari kamar mandi. Hendri membawa Reina berdiri di depan kaca Rias yang ada disana. Tanpa perlu berpikir lagi, Hendri langsung membuka satu persatu kancing gaun yang membuat Reina betah di dalam kamar mandi.


Menatap punggung mulus yang tercetak jelas di depan mata, tentu membuat Hendri tahan nafas. Pemandangan indah dari seorang wanita yang sudah lama tidak pernah ia lihat.

__ADS_1


(Lanjut baca setelah buka puasa bagi yang menjalankan πŸ™)


Hendri tetap membungkuk walau pekerjaannya sudah selesai. Tangannya kembali memegang gaun Yang masih menempel di tubuh Reina. Membuka gaun agar ia bisa melihat sedikit pinggang Reina.


"Belum selesai ya mas?" Tanya Reina setenang mungkin walau pikirannya sudah melayang entah kemana.


Bukannya menjawab pertanyaan Reina. Hendri justru tetap diam lalu mendaratkan bibirnya di pinggang Reina.


"Mas..." Pekik Reina dengan suara bergetar dan pelan. Serangan yang di lakukan Hendri tiba-tiba kini menjalarkan rasa aneh pada tubuhnya.


Pelan-pelan sambil menikmati momen yang ada. Hendri terus memberikan kecupan pada punggung Reina. Bahkan sentuhan seperti itu mampu membaut Reina merintih pelan. Membuat Hendri semakin gencar bergerak lambat.


Naik... naik... naik...


Sampai akhirnya Hendri sudah berdiri. Sedangkan bibirnya masih mendarat di pundak Reina.


"Mas..."


Hendri menyibak rambut Reina agar ia memiliki celah untuk menelusuri pundak Reina sampai pada lehernya.


"Iya." Reina menjawab pelan.


"Tubuh kamu wangi sekali, padahal kamu belum mandi. Kamu pakai apa?"


"Namanya juga perempuan cantik spek bidadari mas, tentu saja aku tetap wangi meski nggak mandi." Ucap Reina dengan kepercayaan diri yang ia punya.


Di pantulan kaca, Hendri tersenyum sambil menatap lekat Reina.


"Benar. Kamu memang cantik. Sangat sangat cantik bahkan."


Tangan Hendri bergerak bebas menjatuhkan gaun Reina yang kini merosot ke lantai.


"Mas Hen..." Ucap Reina saat kedua tangannya dicekal Hendri saat Reina ingin menutupi dua aset yang masih aman dengan pelindungnya.


Hendri langsung membalik tubuh Reina. Tanpa pikir panjang, tanpa ucapan kata pembuka. Hendri langsung nyerobot bi*bir Reina begitu saja.

__ADS_1


Perlakuan tiba-tiba itu tentu membuat Reina terkejut sampai kedua mata Reina membulat.


"Apa mas Hen mau mengajak sekarang." Batin Reina.


Reina langsung memejamkan mata lalu menyeimbangi perbuatan Hendri. Saling memagut seperti yang pernah mereka lakukan waktu itu.


Namun sekarang tentu terasa berbeda. Karena waktu itu melakukan hal yang jelas salah. Kalau sekarang apapun pasti di benarkan karena mereka sudah terikat hubungan yang sah.


Tubuh Reina terasa melayang saat Hendri tiba-tiba menggendongnya tanpa memutus sambungan keduanya.


Pelan tapi pasti, Hendri merebahkan tubuh Reina diatas ranjang yang di hiasi kelopak bunga bersimbol cinta.


Reina benar benar dibawa hanyut dengan aktivitas mereka saat ini. Apalagi kini posisi mereka yang sangat pas, karena kini Hendri sudah menguasai Reina yang berada di bawah kuasanya.


"Kenapa mas?" Tanya Reina saat Hendri sudah melepaskannya. Dan tubuhnya jatuh kesamping.


"Kita istirahat dulu Re. Bukankah kamu tadi bilang butuh istirahat. Aku juga mengantuk sekali."


Meski Reina kesal namun ia harus memahami Hendri. Karna memang nampak jelas kalau mata Hendri butuh istirahat.


"Iya kita istirahat saja mas." Hendri langsung membawa Reina dalam pelukannya. "Mas boleh nggak kalau mas telanjang dada." Cicit Reina tanpa rasa malu.


Hendri tersenyum lalu mendaratkan kecupan sekilas pada bibir Reina. "Tentu." Hendri langsung bangun sejenak untuk membuka kaos oblongnya. Kemudian ia tidur kembali sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Kemudian Hendri memeluk Reina erat.


"Kita istirahat dulu Ratu bekicot."


Tak butuh waktu lama, Hendri langsung lelap begitu saja. Bahkan ia tak terusik walau Reina merabai dada bidangnya.


"Dasar mantan duda karatan. Bisa-bisanya di tidur lelap tanpa rasa bersalah setalah buat aku salah kaprah. Dan bikin ngantuk ku hilang." Gumam Reina sambil menatap wajah lelap Hendri.


Bersambung...


Ah aku sudah bisa pastikan kalian nunggu part haramπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ atau pending dulu sampai habis lebaran πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️

__ADS_1


__ADS_2