
Assalamualaikum...
Selamat pagi semuanya βοΈ semoga kita semua sehat selalu π₯° Pagi-pagi begini kalian lagi pada ngapain sih?
Kita sudah di puncak cerita ya, artinya kisah Reina dan Hendri sudah sampai di sini. Semoga kalian semua suka dan terhibur dengan kehaluan yang aku buat ini.
Aku pribadi meminta maaf akibat dari kehaluan otak aku yang Blinger, sukanya salah arah, bikin kalian semua suka over thinking karena bab sesad dan haram yang aku buat. Sumpah deh aku jujur aku tu sengaja buatnya π£ aku hanya menyampaikan imajinasi kepolosan otak ku yang suciπ€«
Aku juga meminta maaf ya, karena tulisan aku ini masih acak-acakan, kadang salah tulis dan lain sebagainya yang memang masih ancur puebi nya π aku masih perlu belajar kepenulisan π
Aku ucapkan terimakasih juga buat yang selalu kasih like dan komen. Jujur ya, aku tu suka nungging kalian komentari tulisan aku, ayo dong di novel selanjutnya pada kasih komentar siapa tahu dari komentar kalian semua bisa nambah ide baut aku.π€ padahal mah aslinya otak aku aja yang suka tiba-tiba ngeblank π
Aku ucapkan banyak terimakasih juga buat yang sudah kasih hadiah dan votenyaπ padahal aku nggak minta tapi kalian dengan sangat baik kasih penghargaan buat novel iniβ€οΈβ€οΈπππ€β€οΈβ€οΈππ
Pokoknya Aku sayang banget sama kalian semua yang sudah mendukung aku dalam bentuk apapun. Sekalipun nggak pernah tinggalkan jejak tapi kalian para reader sudah setia pantau karya akuπ
Sekali lagi terimakasih semuanya β€οΈππ€
Mulai besok aku mau fokus nyelesaiin novel 2 RASA YANG TERSISA π₯° bismillah ... kasian itu novel terbengkalai π£ mampir yuk yang belum mampir π
__ADS_1
Aku kasih spoiler novel yang insya Allah mulai akhir bulan ini, ditunggu ya
Ini hanya judul sementara ya soalnya aku buat judul "my little wife" ternyata di noveltoon sudah banyak banget yang pake judul itu jadi aku buat judul yang super pede seperti karakter Zen yang kelewatan pede over dosis π€£
spoiler cuplikan yang mungkin akan ada di novel nanti π€π€π€
"Aku mau bicara sesuatu," ucap Ruby setelah menghampiri Zen yang sedang duduk santai.
"Bicara saja, aku akan dengarkan dengan senang hati."
Tanpa berucap lagi, Ruby langsung melangkah menuju lantai atas. Tentu saja Zen langsung mengikuti langkah Ruby hingga mereka berdua sudah masuk ke dalam kamar.
Ucapan Ruby barusan tentu sangat mengejutkan Zen. Tapi, Zen berusaha tetap tenang walau hatinya bergetar mendengar ucapan yang menakutkan bagi siapapun.
"Apa alasan mu sampai mengatakan hal itu?" tanya Zen tenang. kedua matanya menatap wajah Ruby. Wajah yang setiap waktu membayangi Zen.
"Karena aku tidak hamil, perkara kejadian malam itu."
Zen tersenyum mendengar jawaban Ruby. "Jadi, kalau kamu hamil, kamu akan meminta pertanggung jawaban dari ku?"
__ADS_1
"Tentu saja." Jawab Ruby cepat tanpa pikir panjang. "O-om mau a-apa?" tanya Ruby panik saat melihat perubahan ekspresi lelaki yang telah menjadi suaminya. Kaki Ruby melangkah mundur karena Zen terus melangkah kearahnya. Sampai kedua kakinya terhenti karena tubuh Ruby sudah membentur pinggiran ranjang.
"Menurut mu aku mau apa?" tanya Zen kembali sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ruby.
Ruby terduduk untuk menjauhkan wajahnya dari Zen. "Jangan macam-macam ya Om sama aku."
"Kamu bilang tadi kalau kamu hamil baru meminta pertanggung jawaban ku kan?" tanah Zen untuk memperjelas kembali ucapan Ruby tadi.
"Iya. Karena aku nggak hamil maka aku minta kita berce ... Om mau apa?" tanya Ruby cepat, karena Zen terus mendekatkan wajah mereka. Membuat Ruby secara spontan menghindar dan kini tubuhnya sudah mendarah pada kasur kamarnya.
Tentu saja posisi yang pas itu membuat Zen langsung mengunci pergerakan istrinya yang menatapnya dengan rasa kesal.
"Aku akan buat kamu hamil, agar kamu tidak mengatakan hal itu lagi."
"Aku teriak nih kalau Om berani macam-macam sama aku."
"Kamu teriak sekencang apapun, apa kamu pikir ayah dan bunda akan menolong mu? apa lagi beliau tahu aku sudah pulang."
Zen sampai menelan ludahnya secara kasar karena merasakan reaksi tubuhnya saat berdekatan dengan Ruby seintens ini.
Zen mendekatkan wajahnya dan Ruby langsung memalingkan wajah. "Aku rasa kamu cukup tahu By. dari ujung rambut mu sampai ujung kaki, semua itu halal untuk ku." bisik Zen.
__ADS_1
Udah ah... tunggu rilis aja ya πππ semoga sabar menunggu π€π€
Sampai jumpa Akhir bulan para pecinta keturunan Bapak Yusuf β€οΈ