Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 132 AJAK DIVYA KE KANTOR


__ADS_3

Nissa duduk di sebuah kursi tak jauh dari kolam renang yang ada di sana. Ia hanya melihat bagaimana serunya Yusuf, Zen, dan Divya berenang.


Balita yang menggunakan pelampung itu sangat kegirangan setiap kali diajak berenang seperti ini. Divya terus bergerak aktif saat mendapatkan instruksi dari Yusuf dan juga Zen.


"Ayo sini Divya sudah berenangnya," karena sudah setengah jam berenang, Nissa segera mengambil Divya untuk segera di mandikan.


"Yaaahhh kok sudah sih Nda. Sebentar lagi lah," ucap Zen karena masih ingin berenang dengan Divya.


"Sudah setengah jam Om, Vy berenangnya. Besok lagi ya."


"Setelah ini Zen lomba sama Ayah," ucap Yusuf setelah mendekatkan Divya kearah Nissa.


"Tuh Adek di tantang sama Ayah tuh, jadi Divya mandi duluan ya," Nissa langsung menggendong Divya. Nissa sudah dapat menebak kalau suaminya berniat menjahili anaknya.


"Ok siapa takut. Yang menang harus dapat hadiah ya Ayah," ucap Zen karena yakin ia akan menang seperti biasanya.


"Memang Adek kalau menang minta apa?"


"Zen ingin liburan sekolah nanti kita pulang ke Malang ya Ayah."


"Oke. Tapi kalau Ayah yang menang, malam ini adek injek-injekin badan Ayah ya."


"Oke. Ayo ayah nggak usah pake lama."


.


.


.

__ADS_1


"Huuufffttt ..." Reina menghela napas pasrah. Melihat jalanan yang selalu macet setiap kali pulang kerja begini. "Sepertinya kita harus coba naik motor saja Mas, biar bisa nyelip-nyelip kalau macet begini," gerutu Reina yang sudah tidak sabar sampai ke rumah.


"Sabar sayang."


Ocehan Reina seperti ini sudah setiap hari Hendri dengar setiap kali pulang kerja.


"Eh Mas, gimana kalau besok kita bawa Vy ke kantor saja."


"Jangan sayang," tolak Hendri cepat tanpa pikir panjang.


"Loh kenapa?"


"Sayang jangan lupa, waktu kita bawa Vy ke kantor dulu."


Seketika tawa Reina pecah, menggelegar memenuhi ruangan mobil yang masih melaju menuju rumah Yusuf.


Hendri tidak akan lupa saat mereka membawa Divya ke kantor untuk pertama kalinya. Niat hati, adanya Divya sebagai semangat dan pengobat penat saat pekerjaan menumpuk. Tapi ternyata, Pekerjaan Hendri bukannya terasa ringan tapi malah semakin berat. Hal itu terjadi karena Yusuf yang dengan semangatnya menjaga Divya dan membiarkan Hendri melakukan segala hal sendiri. Bahkan baby sitter yang Reina ajak sekaligus ke kantor juga jadi menganggur karena Yusuf.


Hendri dan Reina langsung keluar dari mobil begitu sudah sampai.


"Assalamualaikum ..." Salam Reina dan Hendri.


"Waalaikumsalam ... Tuh Mama dan Papa Vy sudah pulang," ucap Nissa.


Balita mungil itu tentu nampak sedang saat melihat Reina dan Hendri. "Mamama ..." celotehnya sambil menggerakkan kaki dan tangan.


"Loh Papanya mana?" tanya Hendri sambil membungkuk menatap anaknya yang kesenangan dalam gendongan Nissa.


"Mamama ..." celotehnya lagi.

__ADS_1


Reina cekikikan karena Divya hanya memanggilnya saja. "Mama ke atas dulu ya sayang," ucap Reina yang sudah ingin segera mandi dan menggendong anaknya.


"Iya Mama," jawab Nissa mewakili Divya.


"Ayah dimana Nda?"


"Ada di ruang kerjanya."


Reina lebih dulu ke atas sedangkan Hendri ke ruang kerja Yusuf. Tentu saja tujuannya memberikan beberapa berkas yang seharusnya di periksa dan di tanda tangani Yusuf. Opanya Divya yang kabur dari kantor meninggalkan beberapa pekerjaan begitu saja.


.


.


.


"Kok nggak kerasa sih Dek," ucap Yusuf.


Sudah sejak tadi Yusuf dan Zen di ruang kerja. Bukan untuk bekerja tapi untuk minta di injek-injekin Zen, karena tadi kalah saat berenang.


"Zen lompat-lompat nih kalau tetap nggak kerasa." Zen mulai kesal karena sudah sejak tadi ia selesai berhitung dari satu sampai seratus tapi Yusuf masih minta di injek-injek.


"Tambah hapalan surat-surat pendek ayo, nanti kalau sudah selesai hapalan ayah janji sudah injek-injekinnya." Yusuf yang keenakan melakukan negosiasi.


"Katanya nggak kerasa tapi Ayah masih mau Zen injekin terus." Komplain Zen sambil terus jalan injek-injek tubuh Yusuf.


"Fungsinya lama injek-injek biar kerasa Dek."


"Kalau begitu Zen tetep mau liburan ke Malang. Ayah kan sudah melewati batas waktu injek-injeknya.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2