Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 90 GULA KAPAS


__ADS_3

Dua jam sudah berlalu. Kini Hendri sudah mengemudikan mobil untuk segera pulang ke rumah. Di samping kursi kemudi, ada Zen yang nampak sangat ceria. Sama sekali tidak ada wajah yang panik atau ketakutan saat tadi akan memasuki ruang sunat. Bahkan tidak nampak sedang kesakitan. Sedangkan Yusuf duduk di kursi belakang.


"Sakit nggak nak?" Biar bagaimanapun, tentu Yusuf sangat khawatir jika anaknya merasa sakit.


"Enggak kok Yah. Kan tadi kata dokter, anak laki-laki harus kaut, karna sakitnya hanya sebentar. Kalau hanya seperti ini saja, Zen harusnya dari lama minta sunat biar dari dulu juga kak Re kasih adik."


Adik terus yang jadi bahan pembahasan Zen. Membuat Hendri dan Yusuf menggeleng keheranan.


"Ayah harus menepati janji Ayah ke Zen sekarang."


Tentu saja Zen menagih janji yang dibuat Yusuf saat Zen mau sunat.


"Zen mau minta apa sama ayah?"


"Tapi Ayah harus tepati apapun permintaan Zen."


"Tentu nak."


"Janji Yah."


"Janji anak pinter."


"Ehm... Zen mau gula kapas Ayah."


"Apaaa..." Pekik Yusuf.


Gula kapas adalah jajanan kesukaan Zen. Nissa dan Yusuf jelas keheranan kenapa bisa sesuka itu Zen pada gula kapas. Menurut Nissa dan Yusuf masih banyak makanan enak lainnya. Tapi herannya, Zen begitu menyukai jajanan itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Yusuf dan Nissa melarang Zen makan gula kapas lagi. Karena secara diam-diam Zen membeli gula kapas saat istirahat sekolah, tentunya tanpa sepengetahuan Nissa.


Entah berapa gula kapas yang dihabiskan Zen. Hingga akhirnya membuat Zen batuk parah sampai muntah-muntah dan mengakibatkan harus di opname. Sejak saat itu Zen tidak pernah lagi makan gula kapas.


"Ayah sudah janji akan menuruti apa yang di mau Zen."


"Tapi tidak dengan gula kapas Zen." Yusuf sudah mulai kesal dengan permintaan sang anak.


Sampai tanpa terasa mobil sudah memasuki halaman rumah. Hendri dan Yusuf sama-sama bergegas keluar dari mobil untuk membantu Zen. Tapi mereka kalah cepat karena Zen secara hati-hati lebih dulu keluar dari mobil.


"Hua... Kakak..." Tangis Zen kuat sambil melangkah tertatih ingin menaiki anak tangga.


"Sini Ayah bantu."


Zen menyempar tangan Yusuf. "Ayah tukang PHP. Ayah tukang ingkar janji. Zen bisa sendiri."


Yusuf terdiam melihat anaknya. Hatinya seperti diiris saya anaknya memilih di tolong Hendri daripada dirinya. Ia cukup sadar, dalam beberapa hal. Ia memang sangat overprotektif, apa lagi jika itu terkait dengan kesehatan anaknya.


Tanpa pikir panjang lagi, Yusuf kembali memasuki mobil untuk mencari hal yang di mau anaknya.


"Kakak... Hua..." Bukanya menangis dan memanggil Nissa. Zen lebih memilih memanggil Reina. Karna ia sangat tahu kalau Ndanya sama saja seperti ayahnya.


Reina dan Nissa tentu lari ke depan saat mendengar suara tangis Zen yang menggelegar.


"Adek kenapa?" tanya Nissa dan Reina bersamaan.


"Mana yang sakit nak?" Nissa sudah berderai air mata karena anaknya menangis sekencang ini. Ia jadi berpikir pasti Zen sangat-sangat kesakitan.

__ADS_1


"Ayo ke ruang keluarga saja." Tutur Hendri.


Hendri langsung mendudukkan Zen di salah satu sofa yang ada disana. Nissa dan Reina langsung duduk jongkok di depan Zen.


"Sakit ya nak ya?" Nissa sudah tak hentinya ikut menangis.


"Nggak apa-apa dek. Kan adek sudah besar. Tahan sebentar sakitnya ya, nanti juga sembuh." Reina mulai menenangkan Zen.


"Ayah jahat Kak. Ayah ingkar janji."


"Memangnya ayah ingkar janji apa sama Zen?" tanya Nissa.


Zen menatap Nissa sejenak. Mana mungkin ia mengatakan apa maunya pada Nda nya yang pasti sama seperti ayahnya. Tidak akan menuruti maunya.


"Ayah sudah janji nurutin maunya Zen, kalau Zen sunat. Tapi ayah nggak mau kasih."


Reina jadi berpikir keras. Benda apa yang di mintai Zen sampai membuat ayah mereka tidak menuruti permintaan bocah kecil hingga menangis seperti ini. Apa sampai menghabiskan aset kekayaan ayah mereka hingga membuat Yusuf tidak menuruti maunya Zen.


"Memangnya adek minta apa sama ayah?" Reina menatap serius Adiknya.


"Gula kapas kak."


"Apaaa..."


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️

__ADS_1


__ADS_2