Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 74 OM ME*SU*M


__ADS_3

"Kenapa dengan Rere." Tanya Yusuf dengan wajah yang terlihat ingin tahu.


"Memangnya kenapa dengan Rere pak?" tanya balik Hendri gelagapan.


Seandainya bisa menghilangkan diri, mungkin itu yang akan di lakukan Hendri saat ini. Wajah Hendri bahkan sangat jelas kalau ia nampak panik. Bingung harus jawab apa dengan pertanyaan bos sekaligus mertuanya yang kini ia panggil pak karena berada di lokasi kantor.


Yusuf langsung berdiri. "Owalah Hen, Hen. Masih pagi kok sudah melamun." Aslinya, Yusuf ingin sekali tertawa karena melihat wajah panik suami Reina ini. Tentu Yusuf juga bisa menduga dengan gelagat Hendri saat ini.


"Sudah selesai laporan yang kata kamu harus aku tanda tangani?"


"Eh iya, itu pak apa... em anu..."


"Anu anu anu apa?" tanya Yusuf. Bingung dengan jawaban gelagapan Hendri saat ini.


"Maaf pak. Saya belum selesai mengecek semuanya." Ucap Hendri pasrah. Ia akan terima jika saat ini Yusuf akan mengomelinya karena tidak profesional seperti biasanya.


"Ya sudah. Oh... iya, aku mau keluar dulu. Kalau ada yang ingin bertemu kamu urus semua ya."


"Baik pak."


Yusuf langsung keluar dari ruang kerja Hendri. Dengan cepat ia menuju ruang kerjanya dan tak lupa Yusuf mengunci pintunya.


"Huahahah..." Lepas sudah tawa Yusuf yang sejak tadi ia tahan.


Sebenarnya Yusuf tadi sudah mengetuk pintu ruang kerja Hendri terlebih dulu. Pengalaman memergoki Hendri dan Reina, membuat Yusuf harus bisa menghargai anak dan mantunya.


Yusuf tadi langsung membuka pintu karena berpikir Hendri tidak ada. Dan begitu terkejutnya Yusuf ternyata ia melihat Hendri yang sedang fokus dengan lamunannya sendiri.


"Ada apa ayy kok tiba-tiba ketawa?" Nissa jadi ingin tahu kenapa Yusuf sampai terbahak.


Nissa sendiri berada di kantor karena permintaan sang suami. Jadi setelah mengantar Zen sekolah Nissa langsung menuju kantor pusat.

__ADS_1


"Nggak apa-apa sayang, biasalah mantu kita lagi lawak." Tentu Yusuf memilih tidak menceritakan apa yang baru terjadi. Karena apa yang di rasakan Hendri tentu pernah terjadi terhadap Yusuf juga.


"Ayy." Nissa dibuat terkejut karena Yusuf langsung memeluknya dari belakang


"Aku kangen sayang. Main disini yuk." Ajak Yusuf merayu.


"Ayy, ini waktunya kerja ayy, bukan buat begituan. Apalagi ini masih pagi."


Sebenarnya bukan hal aneh bagi Nissa dengan ajakan Yusuf saat di kantor. Hanya saja, Nissa menuruti maunya Yusuf saat sudah jam istirahat.


Yusuf yang beberapa malam ini berpuasa. Puasa karena Nissa selama satu minggu sedang bulanan. Ditambah sudah empat hari berturut-turut Zen tidur bersama mereka.


"Pokoknya aku mau buka puasa." Ucap Yusuf sambil menggendong Nissa untuk ia bawa kedalam kamar yang ada di ruang kerjanya.


"Dasar om om mes*um nggak tahu waktu." Pekik Nissa. Ucapan hanya sebuah ucapan. Karena nyatanya Nissa tidak memberontak dan malah mengeratkan kedua tangannya melingkar di leher sang suami.


.


.


.


Beberapa model pun nampak bergantian bergaya di depan kamera untuk di ambil potret terbaiknya.


"Ngapain kamu lihatin bu Reina seperti itu?" tanya Gita yang mendapati Andi sedang menatap atasan mereka.


"Bu Reina sekarang semakin terlihat cantik dan elegan ya bu." Puji Andi sesuai dengan penilaiannya sendiri.


Bug...


Gita langsung memukul punggung Andi dengan berkas yang ia pegang.

__ADS_1


"Jangan macam-macam ya kamu sama Bu Reina." Ancam Gita.


"Astagfirullah Bu Gita. Saya mana mungkin mau macam-macam sama anak pimpinan, apalagi suaminya pak Hendri."


Bagi kebanyakan orang, pasti akan banyak yang menilai jika Hendri lebih menyeramkan daripada Yusuf.


"Bagus. Bekerja saja dengan baik biar kamu aman nggak seperti teman kamu yang banyak tingkah itu."


"Iya bu."


"Heh, kamu nggak bocorkan tentang pernikahan bu Reina sama pak Hendri kan?" Selidik Gita yang tiba-tiba saja penasaran.


"Aman Bu. Hanya sajaaa..."


"Apa?" Tanya Gita cepat karena Andi menggantung ucapannya.


"Bayu meminta tolong saya untuk mengatakan ke bu Reina kalau dia ingin masuk ke dunia entertainment lagi bu." Dan akhirnya, dengan keberanian ekstra Andi menyampaikan apa yang di minta Bayu pada Gita. Karena jika pada Reina langsung, tentu Bayu tidak memiliki keberanian itu.


"Apaaa..." Pekik Gita tidak menyangka Bayu masih tidak tahu diri setelah apa yang telah dia lakukan.


"Ada apa mbak Git, An?" tanya Reina menatap Gita dan Andi bergantian dengan rasa keponya.


"Itu bu, Ba... Awww..." Pekik Andi kesakitan karen kakinya di injak Gita tiba-tiba.


Reina tersenyum menatap keduanya. Membuat Gita dan Andi bingung mengartikan senyuman dan tatapan aneh pada mereka berdua.


"Kalian kencan ya?" tebak Reina asal.


"Apa..." Pekik Gita dan Andi bersama karena tidak menduga dengan ucapan Reina barusan.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2