
Baru saja Andi keluar dari mobilnya yang sudah terparkir di sebuah restoran, beberapa gadis menghampirinya. Meskipun tak seterkenal Bayu, Karena dari segi tampang Bayu memang lebih ok. Namun bukan berarti Andi yang bertubuh tegap itu tidak memiliki fans.
"Mas Andi ya." Tanya Salah satu dari tiga orang gadis yang baru mendekati Andi.
"Iya betul." Andi menyapa dan tersenyum ramah.
"Wah ternyata mas Andi lebih ganteng di lihat secara langsung." Puji yang lain. Membuat Andi jadi malu-malu sendiri karenanya.
"Kami kira ganteng mas Bayu saat kami pernah foto dengannya sebulan yang lalu." Timpal yang satunya lagi.
"Kami boleh minta foto bareng kan mas."
"Boleh. Tapi kita foto langsung bareng saja ya. Bukannya sok sibuk tapi aku harus menemui seseorang disana."Jelas Andi lebih dulu.
Beberapa waktu lalu saat Andi usai menjadi model video klip band ternama. Ada beberapa orang yang menjadi fansnya mengajaknya foto.
Andi yang pengalamannya baru secuil di dunia entertainment menurut saja saat para gadis mengajaknya foto masing masing. Dan belum lagi pengulangan foto jika hasilnya tak sesuai harapan. Membuat Andi yang kala itu kelelahan sendiri.
Andi langsung memasuki restoran. Meski menjadi pusat perhatian. Tapi tidak ada seorang pun yang berani menyapa apa lagi meminta foto dengannya. Sesuai dengan peraturan dari pihak restoran, demi kenyamanan bersama tidak boleh membuat keramaian yang menimbulkan ketidak nyamanan bagi yang lainnya.
"Maaf aku baru datang." Ucap Andi yang sudah memasuki ruangan khusus yang telah di pesan.
__ADS_1
"Sibuk banget ya sekarang." Entah sebuah pertanyaan atau sindiran yang di lontarkan Bayu barusan.
Andi menghela nafas, menyiratkan tatapan tidak sukanya terhadap Bayu jika di sadari.
"Kamu bukannya tidak tahu kegiatan yang aku jalani. Ada apa mengajakku bertemu?" Andi langsung ke topik yang sudah pasti menjadi alasan Bayu ingin bertemu.
"Bantu aku masuk ke dunia entertainment lagi dong Di. Aku bingung mau kerja apa sekarang."
"Bukannya kemarin kata kamu, rekening mu sudah di pulihkan sama pak Yusuf. Itu uang kamu jumlahnya nggak sedikit Bay. Kamu tinggal pulang kampung buka usaha akan lebih baik."
"Yang di pulihkan hanya uang hasil jeri payah ku sendiri, Sedangkan uang kompensasi pernikahan dan uang apartemen dari Reina masih tetap di bekukan." Bayu menghela nafas kasar. "Dan uang ku itu sebagian sudah aku kirim ke ibu ku."
"Ayolah Di. Sampaikan hal ini ke Reina, katakan ke dia kalau aku nggak akan mengulangi kesalahan ku. Aku hanya akan bekerja dan fokus dengan pekerjaan ku." Bayu tengah memohon dengan sangat.
"Akan aku coba bicarakan ke bu Gita lebih dulu."
Lagi pula mana mungkin Andi berani menemui Reina langsung. Apalagi untuk menyampaikan perihal tentang Bayu. Andi lebih sayang pekerjaannya yang kini bisa membuatnya membantu memperbaiki perekonomian keluarganya di kampung. Ia tidak ingin bertindak gegabah sehingga berimbas fatal nantinya.
"Apa susahnya kamu sampaikan hal ini ke Reina, saat kamu bertemu dia. Kalau melalui Gita sudah pasti tidak dia sampaikan ke Reina."
"Kalau memang mudah, kenapa bukan kamu sendiri yang menyampaikan keinginan mu ke bu Reina."
__ADS_1
.
.
.
Sudah sore hari. Karena anak-anak sudah tidur siang, Nissa dan Luna mengajak Zen, Qia, dan Amira pergi ke pusat perbelanjaan.
Karena besok Semua keluarga sudah harus kembali ke Malang, Jadi Nissa harus menyenangkan Qia dan Amira. Dua keponakan yang sangat Nissa sayang seperti anak sendiri.
Setelah anak-anak puas bermain. Nissa dan Luna menganjak tiga anak beda usia itu untuk mencari makan. Karena sudah dapat di pastikan dia jam asik dengan beberapa permainan tentu membuat mereka semua kelaparan.
"Nda. Itu bukannya kak Re."
Nissa langsung mengikuti arah tunjuk Zen. Belum sempat menanggapi Zen, Nissa sudah melihat anaknya lari ngebut menuju ke arah Reina dan Hendri.
"Zeeennn..." Pekik Nissa sambil mengejar anaknya.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1