
Nama Bayu Hardityan seketika menjadi topik hangat dalam berbagai macam media sosial dan beberapa infotainment gosip.
...Gagal jadi mantu pimpinan DS Group, Bayu Hardityan nekat mencemarkan nama baik keluarga Dzuhairi Sucipto....
...Model yang tengah viral, Bayu Hardityan dituntut untuk mengembalikan uang hasil penjualan rancangan dari R-DS Fashion....
...Kacang lupa kulitnya. Bayu Hardityan, model yang kini menjadi idaman banyak wanita telah kehilangan banyak pekerjaan akibat ulahnya sendiri...
...OKB, Bayu Hardityan seperti lupa daratan setelah berubah nasib setelah bergabung dengan dengan DS Group....
Masih banyak topik hangat yang kini menjadi pembahasan mengenai Bayu.
Bayu yang bingung karena membutuhkan uang, untuk orang tuanya di kampung. Ia langsung menghubungi temannya, Andi.
Andi yang memang tidak memiliki jadwal pemotretan, ia langsung datang menuju apartemen Bayu saat ini.
Meski Andi juga tak kalah terkenal seperti Bayu, tapi Andi masih tetap hidup sederhana.
Reina juga sempat menawarkan untuk mengambil hunian di apartemen yang di tinggali Bayu saat itu, namun Andi tidak mengambil tawaran Reina.
Andi lebih memilih pindah mencari kost yang lebih lengkap fasilitasnya, dan tentunya masih mampu ia bayar setiap bulannya.
Sejujurnya Andi juga ingin menerima tawaran Reina, namun karena Andi ingin segera membangunkan rumah yang lebih layak untuk orang tuanya. Jadi Andi harus bisa memilah gaya hidup di ibu kota.
"Ada apa?" Tanya Andi setelah Bayu membukakan pintu apartemen.
"Aku butuh uang An." Ucap Bayu tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Bukankah kamu dapat kompensasi tiga kali lipat dari pak Yusuf. Lalu dapat uang ganti dari Bu Reina?"
"Semua uang itu ada di rekening ku An. Dan sekarang semua akun bank yang aku gunakan di bekukan pihak Reina." Jujur Bayu terus terang.
Andi menatap serius Bayu. "Apa kamu benar-benar menjual rancangan bu Reina dan menyebar luaskan berita kemarin?" Bayu mengangguk lemah. "Gila kamu Bay. Nasib kita jadi lebih baik itu karena Bu Reina, bisa-bisanya kamu melakukan hal itu dengan keluarganya." Pekik Andi tidak habis pikir.
"Siapa suruh dia membatalkan pernikahan yang kurang beberapa hari lagi."
"Kalau aku jadi Bu Reina pun pasti melakukan hal itu juga Bay. Kamu sama sekali tidak menghormati pak Yusuf sebagai ayah Bu Reina. Dan aku juga tahu kalau uang kamu incar itu bukan bu Reina tapi harta warisannya nanti kan?"
Bayu terkejut dari mana Andi bisa tahu niat terselubungnya. Padahal Bayu merasa tidak pernah mengatakan hal itu pada orang lain.
"Dari luar pak Yusuf memang terlihat sangat baik dan sabar. Tapi memang itu sikap asli beliau. Namun jangan kamu pikir orang sabar akan tetap diam saat harga diri beliau kamu injak-injak Bay. Seharusnya kamu cari lawan yang sepadan, agar kamu tidak rugi seperti ini. Apa kamu tidak pernah liat gosip para karyawan DS Group yang keluar dari perusahaan dengan tidak hormat karena membuat kesalahan fatal. Mereka sampai kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualitas diri mereka sebenarnya." Nasihat Andi panjang lebar.
"Mau kemana kamu An?" Tanya Bayu cepat saat Andi beranjak dari sofa.
.
.
.
Setelah sarapan bersama keluarga. Reina langsung menuju kamarnya. Ia langsung mengambil ponselnya dan langsung menghubungi lelaki yang telah melakukan panggilan video dan tidak terjawab.
Hendri : "Dari mana?"
Reina : "Menurut mas aku dari mana jam segini."
__ADS_1
Hendri : Hendri tersenyum menatap wajah Reina di layar ponselnya. "Makan yang banyak biar kamu punya banyak tenaga."
Reina : "Nggak mau ah. Aku takut nanti waktu nikah baju aku nggak muat gara-gara aku gemukan." Tutur Reina manja.
Hendri : "Yang jadi masalah memangnya kamu bisa gemuk Re?"
Reina : "Bisa sajalah mas. Aku nggak mau gemuk biar mas gak jelalatan lihat cewek seksi diluar sana."
Hendri : Hendri mengangguk. "Bener juga kamu Re."
Reina : "Jadi diluar sana masih ada perempuan cantik dan seksi yang bisa bikin mas jelalatan? Padahal aku ini sudah spek bidadari loh mas." Reina mulai menyikapi serius candaan Hendri dengan tingkat kepedean yang ia miliki.
Hendri : "Mungkin."
Reina : "Awas saja ya mas, kalau sampai berani main mata. Aku congkel itu mata mas nanti."
Hendri : "Belum jadi istri saja sudah ganas begini. Kok jadi serem ya." Hendri sok merinding sambil bergidik ngeri.
Reina : "Biar mas nggak berani macem-macem terus kabur tinggalin aku." Sumpah Reina bucin tanpa sadar.
Hendri : "Aku cinta kamu sejak dulu Re, mana mungkin aku melakukan hal bodoh yang membuat aku kehilangan kamu."
Reina jadi salah tingkah sendiri saat mendengar ucapan Hendri barusan. Belum lagi tatapan Hendri yang lekat menatapnya walau melalui sambungan video call.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1