Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 37 KEHANCURAN BAYU


__ADS_3

Setelah mengemasi semua barang-barang pribadinya. Bayu langsung segera pergi meninggalkan apartemen yang sudah beberapa bulan terakhir menjadi tempat tinggalnya.


Walau berat hati Bayu meningkatkan tempat tinggal salah satu apartemen terbaik di ibu kota, tentu Bayu tidak merasakan berat hati terlalu dalam. Karena ia mendapat kompensasi tiga kali lipat dari pimpinan DS Group. Lalu tadi ia mendapatkan ganti rugi biaya apartemen dari Reina.


Bayu langsung mencari apartemen yang tak beda jauh mewahnya.


"Sekalipun aku kamu pecat Rei, apa kamu pikir aku tidak bisa mempertahankan kehidupan yang kini aku miliki." Gumam Bayu setelah merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Bayu menatap langit-langit kamar barunya. Meskipun masih mewah apartemen milik DS Group, tapi ini masih sangat-sangat layak dari pada tempat tinggalnya dulu saat ia menjadi ojek online sambil mencari pekerjaan kesana kemarin. Tidak dapat di pungkiri hidup di ibu kota memang harus kuat mental.


"Ini kejutan untuk mu Reina Dzuhairi Sucipto." Gumam Bayu. Jarinya terus menari indah pada layar ponselnya.


"Mari kita lihat, seberapa malunya keluarga kaya raya mu itu."


Hingga tanpa terasa Bayu tertidur, tentu ia sangat lelah karena semalam ia bergadang bersama perempuan yang selalu menghangatkan ranjangnya.


Entah berapa jam Bayu lelap dalam tidur nyenyak. Bayu bangun saat waktu akan magrib. Senyum jelas terbit di wajah Bayu saat melihat bagaimana keramaian di setiap media sosial saat ini.


"Boom..." Gumam Bayu. Ia lalu melempar ponselnya secara asal.


Baru saja bayu akan beranjak dari tempat tidurnya. Ponsel Bayu berdering.


Bayu : "Halo bu." ucap Bayu setelah menerima panggilan suara dari ibunya.


Ibu Bayu : "Le bapakmu masuk rumah sakit."


Sederet kata yang kini membuat Bayu terkejut. Baru saja ia mendapat masalah, kini ia harus menerima kabar kurang baik dari kampung.

__ADS_1


Bayu : "Bapak kenapa bu, lah kok bisa?"


Ibu Bayu : "Tadi bapakmu tiba-tiba ambruk. Ibu bawa ke puskesmas di periksa ternyata darah tinggi. Sama kena serangan jantung. Sekarang di rujuk ke rumah sakit le."


Bayu : "Bayu kirim uang sekarang Bu. Tapi Bayu sepertinya belum bisa pulang sekarang. Karena satu minggu ini banyak jadwal pemotretan."


Setelah mengakhiri sambungan telepon dengan ibunya. Bayu bergegas membersihkan diri. Setelah itu, Bayu segera mengirim uang ibunya melalui beberapa aplikasi bank yang ia miliki.


"Kok nggak bisa." Gumam Bayu heran. Sudah tiga kali ia mencoba menggunakan aplikasi bank namun tetap gagal.


Bayu segera keluar dari apartemennya untuk mencari mesin ATM terdekat.


Sudah tiga kali Bayu menggunakan masing-masing benda pipihnya. Mencoba untuk bertransaksi namun tetap tidak bisa. Bahkan sekedar cek saldo pun tidak bisa.


"Ini kenapa sih?" Gumam Bayu mulai kebingungan.


.


.


.


Keesokan paginya, seolah dunia sudah terjungkir balik. Semua artikel yang berkaitan dengan keluarga DS Group sudah berhasil tenggelam. Apa lagi saat pihak yang membeli rancangan Reina memberikan klarifikasi di media sosial. Dan seketika itu para netizen memburu model yang tengah viral akhir akhir ini.


Para wartawan langsung memburu sosok yang sedang menjadi raja di hati para wanita yang memiliki wajah menarik nan tampan.


Awalnya masih banyak wartawan mencari keberadaan Bayu di apartemen yang ia tinggali. Namun semua wartawan harus menelan pil pahit karena telah di beri tahu pihak apartemen, bahwa Bayu sudah tidak tinggal di apartemen milik DS Group lagi.

__ADS_1


Di apartemen, Bayu menatap nanar layar televisi yang kini menayangkan klarifikasi pihak yang telah membeli rancangan Reina.


"SIAAALLLL..." Teriak Bayu mulai kehabisan akal.


Setelah kemarin ia mengetahui bahwa seluruh nomor rekening bank yang ia gunakan telah di bekukan, kini ia harus menerima kenyataan pahit di layar televisi.


Belum cukup disitu, baru saja manager Bayu memberi kabar bahwa semua jadwal pemotretan yang sudah bekerja sama dengannya telah di batalkan. Dan Bayu juga di tuntut untuk mengembalikan seluruh uang yang sudah ia terima dari hasil menjual hasil rancangan Reina.


.


.


.


Reina Tersenyum menatap layar ponsel. Ia terus berjalan menuju halaman depan rumah dimana adik-adiknya berada disana.


"Punya calon suami yang bisa diandalkan dalam semua hal adalah sebuah keberuntungan." Gumam Reina setelah melihat bagaimana ramainya semua media saat ini.


"Ck ck ck. Bayu, Bayu. Apa kamu pikir aku akan diam saja saat kamu menginjak injak keluarga ku seperti ini? ini baru aku dan mas Hen yang bertindak, Bagaimana kalau ayah ku yang baik hati sudah keluar sikap ganasnya. Ditiup saja kamu sudah jadi abu, duuhhhh lebai banget akuuu..." Gumam Reina membanggakan ayahnya.


"Tunggu penjara menanti mu mantan." Batin Reina.


"Kak Re ayo..." Teriak Zen mengajak Reina untuk lari mengelilingi halaman depan rumah mereka.


Reina tersenyum melihat Zen, Amira, dan Qia. " Ayo..." Reina langsung ikut lari mengejar ketiga adiknya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2