
Setelah dari pabrik, Reina langsung pulang ke rumah diantar Gita. Ke rumah Hendri. Semenjak mereka pulang dari honeymoon Reina dan Hendri belum bermalam di rumah Yusuf.
"Mbak Gita, besok kita bareng ya ke studionya. Aku ingin lihat langsung pemotretan produk terbaru kita."
"Baik bu."
"Mbak langsung pulang saja. Hati-hati ya mbak."
"Iya bu. Terimakasih."
Setelah Reina keluar dari mobil, Gita langsung mengemudikan kembali mobilnya untuk segera pulang ke rumah. Jarang-jarang bisa pulang lebih awal seperti ini.
Reina langsung memasuki rumah Hendri. "Assalamualaikum." Salamnya sambil membuka pintu. Reina celingukan karena tidak nampak orang disana.
"Mungkin bapak sama ibu masih di belakang." Batin Reina sambil terus melangkah menuju kamar Hendri yang kini menjadi kamarnya juga.
Belum sempat kakinya menaikkan anak tangga. Hidung Reina mencium aroma lezat yang begitu menggugah selera.
"Ibuuu..." Pekik Reina sambil lari menuju dapur. Sikap Reina memang tidak terlihat menjaga image di depan mertuanya. Reina tetaplah Reina. Anak pak Yusuf yang super manja dengan sikap kekanakan yang di milikinya.
"Astagfirullah nduuukkk... Ngagetin ibu." Ucap bu Rumi sambil mengelus dadanya. "Salam nduk bukanya ngagetin ibu."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Ibu masak apa sedap banget aromanya?" Tanya Reina sambil mengendus dan mengintip apa yang ada di kuwali.
__ADS_1
"Ini ibu buat daging sapi pedas manis. Rere sudah makan apa belum?"
"Sebenarnya Rere tadi sudah makan. Tapi kok jadi laper lagi."
"Ya sudah cepat bebersih lalu makan. Ibu temani." Ucap Rumi. Ia sangat senang karena Reina ternyata menyukai apapun yang ia masak.
"Rere ke atas dulu ya bu."
.
.
.
Sedangkan di sebuah kamar hotel. Terdapat sepasang anak manusia tanpa busana yang tengah mereguh kenikmatan.
Setiap sudut kamar itu, Terus di penuhi dengan suara de*sah si perempuan yang terus mendapatkan hujaman begitu kuat.
"Lebih cepat sa...yang." Pintanya terbata.
Si lelaki tersenyum senang. Senang bukan karena servis yang ia berikan membawa kenikmatan untuk perempuan yang tengah menikmati hujamannya dari belakang.
Ucapan lebih cepat akan membuatnya menerima uang lebih banyak lagi. Karena perempuan yang Boko**ngnya terus ia rem*as itu terus meracau keenakan.
Hingga pada akhirnya, keduanya sampai pada puncaknya. Tubuh sang lelaki langsung ambruk begitu saja. Nafasnya masih terengah, ia menutup mata menikmati sisa-sisa percintaan mereka.
Sedangkan si wanita langsung menyambar tissu yang ada di atas nakas. Ia harus membersihkan lelehan cairan yang keluar banyak dari inti tubuhnya. Cairan yang menjadi saksi bagaimana ia mendapatkan kenikmatan.
__ADS_1
"Kapan suami mu pulang?" Tanya si laki sambil menarik perempuan masuk kedalam pelukannya. Perempuan yang nampak puas dengan aktivitas mereka tadi.
"Nanti malam, dia sudah sampai rumah." Jawabannya seperti tidak senang.
"Aku pasti akan sangat merindukan mu." Ucap si lelaki basa basi. Padahal ia sendiri seneng jika suami si perempuan ini pulang. Karena itu artinya ia istirahat tidak melayani bagaimana kehilangan naf*sunya.
"Apa lagi aku. Si tua itu tidak bisa membuat ku melayang seperti mu."
"Kamu pun tua bagi ku. Aku yang masih muda tentu saja lebih energik." Batin si lelaki.
"Setelah ini kamu harus segera pulang. Kasian anak mu, takut nyariin kamu kalau kelamaan di tinggal."
Tangan si perempuan menjalar memberikan sentuhan sensual dari dada sampai pada pusat yang kini sudah kembali tegang dengan gagahnya.
"Aku mau sekali lagi, untuk bekal ku pulang ke rumah." Bisik si perempuan dengan penuh permohonan.
"Dengan senang hati."
Jika sudah meminta tambahan begini. Entah seberapa banyak uang yang akan si lelaki terima setelah usai memberikan pelayanan.
Walau sebenarnya ia malas, Namun demi uang yang mudah ia dapatkan, maka ia harus semangat ekstra.
Dan kini, Kamar hotel ini di penuhi dengan suara de*sah nikmat dari aktivitas yang mereka ulang lagi.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1