Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 52 CARA MEMBANGUNKAN ISTRI


__ADS_3

"Euhhhggg..." Reina melenguh sambil menggeliatkan tubuhnya saat merasakan seperti ada bayi yang tengah menyu*su padanya.


Reina langsung terjaga saat kedua kelopak matanya terbuka sempurna. Ia langsung menunduk melihat pelaku yang tengah menyesap kuat secara bergantian. Belum lagi remasan tangan lelaki yang seolah tengah membangkitkan rasa yang berujung kepuasan.


"Mas..." Rintih Reina memanggil.


Hendri langsung mengangkat wajahnya. Mengakhiri kelakuan mulutnya yang seolah tengah kehausan. Begitu pro aktif seolah tidak ingin menganggurkan kedua gundukan yang terpampang didepan mata saat selimut yang menutupi tubuh polos Reina melorot begitu saja.


"Morning." Ucap Hendri. Ia tersenyum menatap Reina lembut sambil mengusap wajah Reina penuh dengan sayang.


Reina memejamkan mata menikmati sejenak usapan tangan Hendri. Tangan Reina memegang pergelangan tangan Hendri yang tengah mengusap wajahnya. Lalu Reina mengarahkan telapak tangan Hendri kearah mulut Reina.


Cup


Meski hanya sebuah kecupan tangan yang di berikan Reina. Tapi hal itu sungguh berhasil membuat Hendri tergugah. Tapi Hendri masih bisa menahan rasanya. Mengingat bagaimana kelakuan mereka semalam. Pasti sudah sangat menguras seluruh energi.


"Morning mas."


"Ayo mandi, aku sudah siapkan air hangat untuk kita."


"Memangnya sekarang jam berapa?"


"Masih jam setengah empat."


"Belum subuh mas. Aku tidur sebentar lagi ya." Sepertinya Reina masih ingin bermalas-malasan.


krucuk... krucuk... krucuk...


Seketika Reina membuka kedua matanya kembali setelah mendengar dendang lagu perutnya sendiri.

__ADS_1


"Mas. Makanan kita semalam belum kita makan Lo." Pekik Reina setelah teringat dengan makanan yang di antar ke kamar mereka saat Hendri keluar.


"Itu sudah tidak enak untuk di makan. Aku sudah memesankan makanan yang baru. Makanya ayo kita mandi lebih dulu."


"Mas mau ngapain?" Tanya Reina saat Hendri akan mengangkat tubuhnya.


"Gendong kamu ke kamar mandi."


"Ck. Aku bukan anak kecil yang harus di gendong menuju kamar mandi mas."


Hendri hanya diam melihat Reina yang mulai bangun dari posisi tidurnya. Menatap Reina yang menahan rasa sakit saat menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang secara perlahan.


"Aw..." Ringis Reina menahan rasa sakit di pangkal tubuhnya yang menjadi pusat pergulatan mereka semalam. Tangan membelitkan selimut untuk menutupi tubuh yang polos tanpa lekat benang.


Hendri hanya menatap Reina yang mulai melangkah pelan. Sangat jelas terlihat wajah Reina yang menahan rasa sakit.


"Sudah menyerah."


"Bukan aku menyerah. Tapi ini benar-benar sakit." Reina berkata dengan wajahnya yang sudah nampak manja.


"Jadi sekarang butuh bantuan aku?" Hendri langsung mendekati Reina setelah mendapatkan jawaban dari anggukan kepala Reina. "Tapi beri aku ciuman terlebih dahulu."


"Jorok ih mas. Aku kan belum mandi."


"Aku juga."


"Mas kecanduan sama bibir aku ya."


"Bahkan setelah malam itu. Aku sulit tidur saat mengingat bagaimana bibir kita saling mengikat."

__ADS_1


"Ah itu juga karena inisiatif aku. Mas benar-benar nggak mau nyerobot duluan." Cibir Reina.


"Jika saja aku melewati batas saat ingin mendapatkan mu. Dan tahu kalau kamu akan terima aku. Mungkin aku sudah melakukan hal itu sejak lama. Tapi jika sampai kamu tidak menerima ku, maka aku akan kehilangan semuanya."


"Mau ciuman?"


Hendri yang mendapatkan tawaran Reina langsung menyerbu bibir yang masih nampak menebal. Sisa pagutan mereka semalam bahkan masih tercetak jelas.


Tangan Reina langsung mengalung pada leher Hendri. Seketika itu selimut yang menutupi tubuh polos Reina langsung lolos tergeletak di lantai.


Tanpa melepaskan cecapan pengantin baru, Hendri menggendong Reina untuk menuju kamar mandi.


Hendri langsung memasukkan Reina ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat dan juga sabun serta aroma terapi.


"Mas." Panggil Reina saat tautan benda kenyal mereka berpisah.


"Kita Berendam disini dulu." Ucap Hendri sambil melempar bathrobe yang menutupi tubuhnya.


"Aku mau pi*pis dulu mas." Cicit Reina yang sudah tidak tahan dengan sesuatu yang ingin cepat keluar dari dalam tubuhnya.


Bersambung...


Ya Allah ini kenapa part Reina sama mas Hendri doang πŸ˜‚ berasa yang lainnya ngontrak deh🀭 semoga gak bosan ya di suguhi pasangan ini mulu πŸ˜† jalan pelan yang penting berasaπŸ˜‰


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


Mampir yuk ke Hujan beri aku cinta πŸ₯° disana ada sekuel Zen. Nanti bakal menjadi kisah versi dia bujang 🀭


__ADS_1


__ADS_2