Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 41 IJAB QABUL


__ADS_3

Setelah semua orang hadir, rangkaian acara pun di mulai. Berbagai macam sambutan di sampaikan dari perwakilan panitia dan keluarga Dzuhairi Sucipto sebagai tuan rumah.


Hendri langsung pindah ke kursi depan diaman ijab qabul akan ia ikrarkan. Hendri melirik kursi kosong di sebelahnya, karena kini ia dan semua orang yang berada di sana sedang menanti mempelai pengantin wanita memasuki tempat acara.


"Huuufffttt..." Hendri membuang nafas mencoba menenangkan jantungnya yang sudah bergemuruh tidak menentu. "Kamu seperti baru pertama kali menikah saja Hen, Hen." Gumam Hendri pada diri sendiri.


Padahal dulu saat Hendri menikahi mantan istrinya, ia tidak sampai segrogi ini. Tapi entah apa yang terjadi, kali ini malah membuatnya salah tingkah dengan diri sendiri. Sungguh aneh tapi ini nyata.


"Re. Ayo cepat tunjukkan wujud mu dan kita selesaikan ini secepat mungkin. Aku bisa gila sendiri kalau seperti ini." Batin Hendri sudah meracau tidak karuan.


Semua orang langsung menatap pintu khusus yang baru saja terbuka lebar. Menampilkan lima orang perempuan yang berpakaian elegan.


Namun diantara kelimanya, tentu terdapat satu orang yang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana.


Gadis dengan riasan cantik dengan gaun pernikahan berwarna putih yang sangat nampak elegan dan mewah. Diapit dua orang perempuan yang menggandengnya. Serta diikuti dua perempuan berusia yang berada di belakangnya.


Reina terus menundukkan wajahnya. Jelas ia merasa kini menjadi pusat perhatian. Reina mencuri pandang dimana Hendri berada. Lelaki yang akan menjadi suaminya pun masih menundukkan kepalanya.


"Hai calon suami. Bisa-bisanya anda tidak menatap ku yang sudah cantik spek bidadari ini." Batin Reina bergelut kesal.


Setelah Reina duduk di samping Hendri, Nissa, Luna, Wati, dan Jumiasih duduk dimana tempatnya berada.


Reina sedikit menyampingkan tubuhnya agar dekat dengan Hendri.


"Mas aku cantik loh." Bisik Reina.


"Aku tahu." Hendri ikut berbisik.


"Aku serius mas."

__ADS_1


"Aku juga serius."


"Kapan mas lihat aku?"


"Saat pintu terbuka lebar."


"Wah sepertinya mempelai pengantinnya sudah tidak sabaran ya. Sejak tadi sudah bisik-bisikan." goda wali hakim yang akan menikahkan Reina dan Hendri.


Tentu hal itu membuat keduanya tersipu malu. Terlebih lagi Reina yang kini menundukkan wajahnya.


"Mas Hendri sudah siap?"


Hendri langsung menatap wali hakim. "Siap."


"Perlu latihan atau tidak?" Tanyanya sekali lagi.


"Wah sepertinya sudah sangat siap ya menikahi mbak Reina."


Kini tangan Hendri sudah saling berjabat tangan siap melakukan ikrar untuk mengikat Reina dalam sebuah hubungan yang sakral.


"Hendri Artha Wijaya."


"Saya." Hendri menatap yakin wajah wali hakim.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Reina Dzuhairi Sucipto binti Erlin Naura Hidayat dengan mas kawin seperangkat alat solat dan emas 118 gram di bayar tunai."


Reina benar-benar terkejut dengan mas kawin yang disebutkan wali hakim barusan. Karena sejak awal ia hanya meminta seperangkat alat sholat saja. Spontan Reina menatap Hendri.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Reina Dzuhairi Sucipto binti Erlin Naura Hidayat dengan mas kawin tersebut tunai."

__ADS_1


"Bagiamana para saksi sah?"


SAH


Seketika perasaan Reina dan Hendri melega. Detak jantung yang sejak tadi berpacu kencang, kini sudah mulai terasa bekerja dengan normal.


Reina langsung mencium punggung tangan Hendri setelah doa-doa selesai di bacakan. Hendri langsung mencium kening Reina.


"Mas aku tadi nggak mandi loh." Bisik Reina saat Hendri mencium keningnya.


Dasar pengantin prik, bisa-bisanya Reina mengatakan hal konyol saat suasana sedang haru dan hikmat seperti ini. Membuat Hendri ingin tertawa namun masih di tahan.


"Nanti kita mandi bareng." Balas Hendri ikut berbisik.


Jelas saja kata mandi bareng membuat otak Reina yang bersih dan suci kembali memikirkan hal yang ehm ehm.


Hendri tersenyum menatap Reina yang menggelengkan kepalanya pelan mengusir isi kepalanya yang hadir tanpa bisa di cegah. Teringat bagaimana sixpacknya tubuh Hendri saat mereka video call waktu itu.


Setelah itu, rangkaian acara setelah ijab qobul di lanjutkan kembali.


Tidak ada resepsi besar-besaran seperti rencana awal. Karena kini, acara hanya di langsung beberapa jam saja sampai seluruh tamu undangan mulai meninggalkan ruangan acara yang sengaja dibuat tertutup. Itu sudah sesuai dengan keinginan Reina dan Hendri sendiri.


Bersambung...


*Mohon untuk di koreksi tentang ijab qabul jika memang tidak tepat. Aku menulis sesuai dengan apa yang aku ketahui. Mohon di maklumi karena ilmu agama ku masih cetekπŸ™πŸ™πŸ™


*Untuk mas kawin. Apa ada yang seperti Reina minta hanya seperangkat alat sholat eh tiba-tiba ada tambahan. aku punya cerita realnya maka aku tuangkan disiniπŸ™πŸ€­


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️

__ADS_1


__ADS_2