Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 70 MELAKUKAN HAL YANG SAMA


__ADS_3

"Mas..." Lirih Reina tertahan saat bagian inti percintaan mereka mendapatkan kecupan pertama kali dari bibir lembut Hendri.


Kedua tangan Hendri mencengkram erat di setiap sisi pa*ha Reina. Hendri bahkan dapat merasakan tubuh Reina yang bergetar.


Hendri menghirup dalam-dalam aroma kewa**nita*an yang mengurkan wangi yang sangat khas. Hendri kembali mendaratkan beberapa kecupan disana membuat des*ah nafas Reina semakin kuat.


Gelombang panas didalam tubuh Reina seolah menggulung teratur dengan kecepatan tinggi tiada henti. Membuat Reina seolah menghentikan kinerja paru-parunya, karena nafas yang tercekat. Tubuhnya terasa kaku karena merasakan tegangan tinggi.


Kedua mata Reina membulat sempurna karena rasa terkejutnya. Kedua tangan Reina mencengkram erat seprai. Jari-jari kakinya bahkan seolah ikut mencengkram erat seprai. Saat merasakan tindakan Hendri yang tak terduga.


"Mas..." De*sah Reina saat bibir Hendri menyesap di bawah sana. Reina kira Hendri hanya ingin memberikan kecupan di sana lalu masuk ke permainan utama.


Namun sungguh di luar dugaan Reina, Hendri menyesap inti tubuhnya seolah Hendri tengah berperang dengan bibir Reina.


Tubuh Reina semakin bergetar hebat saat merasakan li*dah Hendri mulai bergerak untuk memperjelas permainan.


Tubuh Reina seketika menggeliat. Rasanya ingin melepaskan diri namun Reina juga merasa tidak rela jika semua ini berakhir begitu saja.


"Ahhhggg... masss..." Reina menggeliat seolah akan kabur dari jerat Hendri saat permainan mulut dan lidah Hendri semakin kuat menye**sap.

__ADS_1


Cengkraman kedua tangan Hendri semakin kuat saat Reina ingin memberontak.


Satu kaki Reina mendarat pada lutut Hendri. Lalu bergerak naik mengusap pa*ha Hendri. Hal itu justru membuat Hendri semakin menjadi.


Li*dah Hendri semakin bergerak kuat seolah ingin menyusup masuk lebih dalam lagi. Mengobrak abrik area surga kenik*matan.


Sedangkan wajah Reina mendongak keatas. kedua kelopak matanya terus terpejam menikmati bagaiman dahsyatnya perlakuan yang diberikan Hendri saat ini.


"Euhhhggg... masss... a...aku... nggak ku...kuat lagi." Tutur Reina terbata saat ia merasakan sudah akan sampai.


Hendri dengan jelas mendengar ucapan Reina barusan. Namun kedua telinganya seolah tuli. Bukannya Hendri melepaskan Reina dan mengakhiri perbuatannya. Hendri malah semakin cepat menggerakkan li*dahnya naik turun. Menelusup kuat mengobrak abrik lorong percintaan. Dan menyesapnya kuat-kuat seolah besok sudah tidak kebagian lagi.


"Masss..." Pekik Reina kuat dengan da*da membusung keatas tanda Reina sudah sampai pada puncaknya yang begitu hebat.


Dengan cepat Hendri mengambil Tissu yang ada di atas meja. Ia langsung mengusap li*dah dan mulutnya. Setelah melempar bekas Tissuenya secara asal, Hendri kembali mengambil beberapa lembar tissue untuk mengusap area inti yang ia nikmati barusan.


Hendri menatap lekat area inti di depannya. Mengusap pelan untuk membersihkan lelehan cairan kenik**matan.


Hendri tersenyum samar karena telah mendapatkan apa yang ia mau.

__ADS_1


"Masss..." Lirih Reina pelan, saat Hendri kembali mendaratkan kecupan dibawah sana.


Hendri menatap lekat area tubuh yang begitu nampak indah, dengan tumbuhan lembut yang nampak telah di potong pendek. Area yang sedikit gelap dan warna pink kemerahan yang nampak pekat di bagian tengahnya.


Hendri merangkak naik keatas tubuh Reina yang nampak masih lemas. Kedua mata Reina terpejam menikmati sisa sisa puncak yang sungguh luar biasa hingga membuat tubuhnya kini lemah tanpa tenaga.


Reina langsung membuka kedua matanya saat merasakan tangan Hendri mengusap wajahnya yang penuh dengan peluh yang membasahi tubuh.


"Bagaimana. Bukankah ini lebih indah?" Tanya Hendri. Tangannya terus bergerak mengusap peluh dari wajah, leher, hingga ke da*da. Senyum Hendri terus mengembang di wajahnya karena merasa bangga sudah membuat Reina tidak berdaya.


"Mas benar-benar diluar perkiraan." Ucap Reina pelan. Napasnya kini mulai berangsur normal. "Ini sangat luar biasa." Meski malu, tapi harus di akui kalau ini benar-benar sangat luar biasa indah.


"Sudah siap ke pertandingan inti?" Hendri langsung menautkan kedua alisnya karena Reina menggelengkan kepalanya. "Kenapa? apa kamu sudah lelah?"


"Karna aku ingin melakukan hal yang sama." Dengan sekuat tenaga yang Reina miliki. Ia menjatuhkan tubuh besar Hendri kesamping. Dengan cepat Reina bangun dan langsung naik ke atas tubuh Hendri.


Bersambung...


Oh noooo... Reinaaaa... jangan banyak tingkah tolongπŸ˜’ othor ini masih polos belum cukup umur Reee...

__ADS_1


Belum selesai guysπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ masih part haram bikin sesak napas berakhir otak sesadπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† sediakan selalu air suci πŸ‘ kalau gak ada air, debu pun jadi😁


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2