
Pernikahan yang masih dapat di sebut pengantin baru. Karena usia pernikahan saja baru satu bulan lebih. Tentu hubungan di antara Hendri dan Reina masih hangat-hangatnya.
Sehangat hubungan mereka di atas ranjang yang setiap hari mereka lakukan tanpa rasa bosan dan mengabaikan rasa lelah.
Disaat dua tubuh tanpa balutan benang itu menyatu sempurna, disaat itulah rasa cinta di hati keduanya seolah semakin membara dengan begitu besar walau tanpa sebuah kata untuk mengungkapkan.
Seperti malam ini, Kedua insan yang masih di mabuk asmara dengan kehangatan sentuhan kulit mereka, mampu membuat dua insan itu mengeluarkan peluh bersama dengan suasana yang semakin panas walau pada kenyataannya kamar itu terdapat pendingin ruangan yang sudah aktif.
Ciu*man Hendri dan Reina yang tadinya begitu lembut seolah menyampaikan bagaimana dalamnya rasa cinta yang mereka miliki. Kini ciu*man itu berubah semakin liar dan menuntut.
Satu Tangan Reina terus membelai punggung Hendri dan dengan usilnya sesekali jari lentik itu mere*mas dengan rasa gemas bo*kong Hendri. Sedangkan Tangan satunya Reina gunakan untuk mengusap kepala Hendri. Bahkan sesekali dengan sengaja Reina menekan kepala Hendri agar pergulatan lidah mereka semakin dalam.
Diantara bibir Hendri dan Reina, sudah jelas bibir Reina lah yang kini terasa kebas karena secara bergantian Hendri menyesap kuat bibir bawah dan atas.
__ADS_1
Bersama dengan aktivitas benda kenyal mereka, di bagian bawah, pusat percintaan mereka. Hendri dengan sengaja menyentuhkan junior pentingnya pada gawang lawan. Merasakan hal itu membuat des*ah napas Reina tertahan.
Setelah puas dengan bibir yang terus nampak menggoda, yang sudah dapat di pastikan kini membengkak akibat ulah Hendri yang menyesap kuat. Kini Hendri berpindah mengabsen leher Reina dengan kulit halus terawat.
"Mas Hen..." Rintih Reina saat Hendri menyusuri lehernya dengan li*dah seolah tengah merasakan kulit mulus tersebut. Belum lagi tangan Hendri yang terus menggenggam kuat dua lembah yang nampak kembar identik.
Sudah tidak dapat di pungkiri, Hendri selalu bisa membuat Reina seolah melayang tinggi dengan permainan yang terus Hendri lakukan.
Lenguhan Reina semakin kuat saja apa lagi kini Hendri sudah mulai bermain dengan dua gundukan menggunakan mulutnya yang pro aktif.
Reina melihat kebawah saat Hendri dengan kuat meng*hisap dan menggigit secara bergantian dengan mata terpejam. Belum lagi kedua tangannya yang terus menggenggam dengan gemasnya.
"Sumpah demi apapun, mas Hen se*ksi banget." Puji Reina dalam hati.
__ADS_1
Tangan Reina mengusap kepala Hendri. Dengan sengaja Reina menekan kepala Hendri agar hisa*pan yang di lakukan mulut Hendri semakin dalam dan penuh.
Setelah puas dengan dua benda kenyal tersebut. Kecupan Hendri turun pelan-pelan hingga sampai pada perut Reina. Hingga membuat seluruh tubuh Hendri tertutup di bawah selimut.
Tubuh Reina seketika menegang, seolah darahnya mendidih dengan desiran aneh yang baru kali ini Reina rasakan. Hingga membuat Jantung Reina bekerja lebih ekstra lagi, tidak seperti biasanya. Hingga membuat seluruh tubuh Reina bergetar hebat.
"Mas..." Lirih Reina tercekat. Saat merasakan bibir lembut Hendri yang biasanya berperan dengan bibirnya. Bibir Hendri yang biasanya membuat jejak pada tubuhnya. Kini mendarat memberikan kecupan di bagian inti percintaan mereka untuk pertama kalinya.
Bersambung...
Tolong jangan tegang, bernafas lah dengan normal πππ lanjut nanti tengah malam yaπππ
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1