
Hendri langsung mendudukkan Reina di tepi tempat tidur. Hendri langsung balik badan dengan cepat. Ia duduk jongkok di hadapan Reina untuk mengunci pergerakannya, siap yang tahu kalau dia bakal kabur dari janji mereka tadi.
"Mau langsung atau bagaimana?" Tanya Hendri sambil menarik tali piyama bagian luar yang di kenakan Reina.
"Tadi katanya aku disuruh nonton film azab di kamar. Mas suka banget ngelupain omongan sendiri."
Tangan Hendri langsung meraih remote yang ada di atas nakas dekat ranjang mereka. Lalu menekan tombol on off untuk menghidupkan televisi yang ada di kamar. Hendri langsung mencari channel yang menayangkan acara azab.
"Tuh masih iklan."
"Sebentar lagi pasti mulai mas." Reina nampak masih antusias. Namun sayangnya Hendri sepertinya tidak mau kalah dengan acara tersebut.
"Janji adalah hutang sayang." Ucap Hendri sambil menarik tali piyama bagian dalam.
"Mas yang bikin aku berhutang."
"Lagi pula siapa suruh meminta aku menebak. Tentu aku harus meminta imbalan jika jawaban aku benar." Jelas Hendri sambil menanggalkan piyama Reina. Kini Tubuh Reina bagian atas hanya mengenakan benda yang sering di sebut kaca mata. Untuk mengurung dua aset yang kini menjadi hal favorit Hendri.
Tangan Hendri membelai punggung Reina. Tangannya melepas pengait untuk menanggalkan benda yang menurut Hendri nyeriweti mata.
"Mas ini modelnya sekarang sat set ya. To the point kalau masalah kaya gini." Ucap Reina setelah benda berbentuk kaca mata sudah terlepas dari tubuhnya. Dan Hendri langsung melemparnya saja.
__ADS_1
"Mau basa basi takut kelamaan." Ucap Hendri. Kedua matanya menatap dua buah yang kembar nampak sangat kencang dan menantang. Senyum Hendri terbit menyimbolkan isi kepalanya sudah kemana-mana.
Hendri menatap Reina yang nampak fokus pada televisi. Padahal sudah jelas masih iklan. "Kita lihat saja, aku atau televisi yang kalah." Batin Hendri.
"Tuh film azabnya main mas." Ucap Reina terdengar antusias saat baru saja Hendri buka mulut ingin melahap salah satu yang begitu nampak mengesankan.
"Hem..." Gumam Hendri begitu saja.
Satu tangan Hendri meraba punggung Reina untuk menahan tubuh Reina agar tidak ambruk. Satu tangannya sudah bertengger memainkan manik berwarna pink. Dan mulut Hendri sudah melahap satu manik pink yang begitu imut.
Seketika itu tubuh Reina terasa seperti mendapatkan sengatan. Jantungnya berdegup kencang dan nafasnya mulai tertahan.
Kedua tangan Reina mencengkram erat seprai. Hendri melihat Reina yang sudah terlihat tidak fokus dengan acara televisi meskipun wajahnya masih menghadap kesana.
Hendri kembali memejamkan matanya. Ia langsung mempercepat perbuatan mulutnya. Menye*dot dengan kuat dan memberikan gigitan disana. sedangkan tangan Satunya Hendri gunakan untuk mempermainkan benda kenyal satunya.
Terkedang Hendri hanya memelintir pucuknya saja, kadang menarik seperti mainan. kadang juga dengan kuat telapak tangan Hendri menggenggam erat dengan sangat sensual.
Euuuhhh...
Dan pada akhirnya Hendri menang. Hendri melihat kembali wajah Reina yang sudah mendongak ke atas, sudah pasti Reina merem melek menikmati perihal pekerjaannya saat ini.
__ADS_1
"Masss... pelan mas." Rintih Reina saat merasakan sedo*tan mulut Hendri semakin kuat dan berganti kekiri dan ke kanan.
Hendri membawa tubuh Reina untuk berbaring tanpa melepaskan pekerjaan mulutnya yang seperti tengah mengemut permen.
Hendri merangkak naik ke atas Ranjang saat kaki Reina mendorong tubuhnya agar naik ke atas ranjang dengan sempurna.
Lenguhan Reina semakin menjadi karena Hendri tiada henti bertingkat seperti bayi yang kehausan setelah seharian berpuasa. (emang ada bayi puasa?)
Tangan Hendri merambat turun dengan pergerakan pelan seolah mengabsen seluruh tubuh Reina. Sampai pada akhirnya tangan Hendri menyusup di dalam balik celana, lokasi utama yang begitu mamabukkan rasa.
"Mas stop dulu mas." Ucap Reina cepat saat jari Hendri mulai mengusap pusat utama percintaan.
"Kenapa?" Tanya Hendri dengan suaranya yang tercekat.
"Aku ingin Pi*pis."
Ohhh Reinaaa... Hendri rasanya ingin berteriak. Seketika suasana menjadi awrkawrkawrk.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1