Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 134 POSITIF


__ADS_3

Bukannya cepat mengambil alat tes kehamilan yang di ulurkan dokter Rudy, Reina malah mundur satu langkah.


Ingatan Reina kembali ke hari-hari satu bulanan lebih semenjak ia dan Hendri berhubungan tanpa pengaman saat di kantor.


"Tapi semenjak melahirkan Vy, Rere kan belum kedatangan tamu dok, mana mungkin Rere hamil," Reina masih menolak perkiraan dokter Rudy.


"Dalam beberapa kasus, semua ini bisa saja terjadi Re."


"Di tes wae nduk, ben weruh hasile," ucap Bu Rumi.


"Nggak perlu takut kak. Kalau pun hamil toh ada suami," Nissa ikut meyakinkan Reina.


Reina menatap Divya yang nampak ceria di gendong Opanya. "Vy masih kecil Nda. Vy masih Asi, bagaimana dia nanti kalau Rere beneran hamil?" seketika Reina begitu sangat menyesal karena ceroboh hingga sampai kebobolan seperti ini.


"Masalah itu, nanti bisa di konsultasikan ke dokter kandungannya Re," ucap dokter Rudy.


"Sudah sekarang lebih baik di cek dulu biar kita semua tahu hasil sebenarnya."


Semua orang langsung keluar dari ruang kamar setelah Reina menerima alat tes kehamilan.


"Bagaimana ini Mas?" Reina belum berani menuju kamar mandi. Ia masih belum percaya dengan keadaan saat ini


"Lebih baik cepat di tes dulu sayang, biar tahu hasilnya."


"Tapi aku takut kalau hamil beneran Mas."

__ADS_1


"Kenapa harus takut? kan ada aku."


"Iiihhh Mas nggak ngerti perasaan aku." Reina melangkah menuju kamar mandi dengan langkah kesalnya.


Brak ...


"Astagfirullah ..." Hendri sampai mengelus dada karena terlalu terkejut dengan suara pintu yang di banting Reina.


Reina sadar, tidak seharusnya dia kesal seperti ini. kalau pun memang ia hamil, itu bukan hanya kesalahan Hendri tapi itu atas kesalahannya yang ikut terbuai.


"Bagaimana ini?" gumam Reina saat melihat hasil tes pack nya. Tanpa terasa, air mata Reina jatuh begitu saja. Ia sangat merasa bersalah pada Divya. "Maafin Mama sayang."


Hendri langsung berdiri dari posisi duduknya saat Reina keluar dari kamar mandi.


"Positif Mas ... hik ... hik ... hik ..."


"Alhamdulillah ..."


"Kok Mas seneng banget aku hamil lagi? Vy masih kecil Mas." Entah kenapa Reina benar-benar kesal dengan apa yang terjadi sekarang.


"Astagfirullah sayang." Hendri mengusap wajah Reina yang sudah basah. "Ini rezeki, kita harus bersyukur walau kita tidak merencanakan menambah anak secepat ini. Disini aku yang salah, maaf."


Reina langsung menghambur ke dalam pelukan Hendri. Menangis untuk meluapkan isi hatinya. "Aku nggak tega sama Vy, Mas."


"Nggak tega bagaimana hem?"

__ADS_1


"Aku takut kalau nantinya perhatian kita hanya berfokus pada adiknya, bikin Vy merasa tidak di utamakan kita lagi. Aku nggak mau nanti Vy berpikir kita nggak sayang dia. Aku takut aku yang nggak adil ke anak-anak kita Mas."


"Jangan pernah berpikir seperti itu sayang. Kita berikan seluruh kasih sayang yang kita punya, terbagi secara adil untuk anak-anak kita. Vy nanti juga akan mengerti, kenapa dia sudah memiliki adik."


Setelah Reina merasa tenang, Hendri langsung mengajak istrinya untuk segera turun dan segera mengabarkan kabar baik saat ini.


"Pye nduk?" tanya Bu Rumi yang sudah sangat penasaran.


"Positif Bu ..."


"Alhamdulillah ..." ucap semua orang secara bersamaan.


Hendri mengusap lengan Reina untuk tetap tersenyum saat melihat tatapan sendu Reina. Semua orang nampak bahagia, lalu kenapa Reina merasa sedih seperti ini.


"Yeee ... Opa mau punya cucu lagi. Vy ingin adik laki-laki apa perempuan?" tanya Yusuf pada cucunya yang sejak tadi masih ia gendong.


Nissa yang paham dengan perasaan anak sambungnya, langsung mendekati Reina dan memeluknya.


"Nda ..."


"Ini rezeki kak. Kita semua pasti bantu Kakak mengurus anak-anak. Jangan sedih lagi, kasian baby nya kalau Mamanya sedih seperti ini."


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️

__ADS_1


__ADS_2