Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 49 MAU LAGI


__ADS_3

Hendri menyusupkan wajahnya kedalam ceruk Reina. menghirup aroma manis yang kini sudah bercampur dengan keringat yang mereka hasilkan bersama.


Hendri menghirup dalam-dalam aroma percintaan yang sudah lama tidak ia rasakan. Tubuhnya terasa merekah walau hanya karena aroma tubuh Reina. Mulut Hendri menyesap kuat leher Reina dan menyusuri seluruhnya.


"Ahhh... mas..." Rintih Reina pelan karena tubuhnya yang terasa lemas dan remuk namun juga membuatnya menggila dengan rasa yang baru pertama kali ia nikmati bersama sang suami.


Reina memejamkan matanya menikmati sentuhan yang Hendri berikan lagi. Tangannya terus membelai kepala hingga ke punggung Hendri yang benar-benar lembab oleh keringat.


Sesekali Reina mencium pucuk kepala Hendri. Lelaki yang masih betah dengan posisinya saat ini.


Walau di timpa tubuh besar Hendri. Walau terasa begitu pengap dan berat. Tapi anehnya di tindih Hendri seperti ini membuat Reina merasakan sensasi yang berbeda. Karena rasa hangat yang menjalar begitu saja.


Belum lagi di pusat tubuh mereka yang masih betah menyatu, Rasanya masih enggan memisahkan pusat kenikmatan yang masih memberikan rasa kedutan sisa puncak pelepasan mereka. Sisa yang masih mereka nikmati bagaimana puncak yang begitu indah.


Hendri kembali menyesap bibir Reina yang kini sudah menjadi candu. Walau Reina terkejut namun ia mengikuti maunya Hendri.


Tangan mereka terus bergerilya memberikan sentuhan sensual. Saling berusaha memberikan sentuhan menegangkan.


"Ehsss..." Desis Reina tertahan, saat merasakan miliknya kembali terasa penuh. Sama seperti saat mereka melakukan pergulatan mereka berdua.

__ADS_1


Hendri yang menyadari hasratnya kembali tergugah, ia langsung menarik benda pusaka tumpul tanpa karat dari sarang ternyamannya.


Seketika itu semburan cairan hangat milik Reina dan Hendri yang sudah bercampur menjadi satu, keluar. Meleleh membasahi kedua paha Reina sampai ke seprai karena sangking banyaknya.


"Kenapa mas?" Tanya Reina saat Hendri melepaskan diri dan hendak beranjak dari atas tubuhnya.


"Aku menginginkan mu lagi sayang." Ucap Hendri parau sambil membelai tubuh polos yang lembab akan peluh. "Tapi aku nggak mau egois, karena aku tahu kamu masih merasakan sakit disana." Jelas Hendri sambil menggesekkan pusaka Hendri pada milik Reina yang mulai berdenyut dan basah kembali.


"Ahhh... masss..." Desis Reina sambil memejamkan mata menikmati gesekan yang Hendri lakukan. Tubuhnya kembali terasa panas dan semakin menegang.


Hendri tersenyum melihat wajah sendu Reina yang sarat meminta untuk di puaskan lagi. Sejujurnya Hendri ingin Egois, Menerobos Reina lagi. Namun ia cukup sadar karena ini masih yang pertama bagi Reina dan sudah pasti tubuh Reina terasa remuk, sakit berkeping keping.


Sampai Hendri tersenyum puas kala tubuh Reina terkulai lemas setelah melepaskan sesuatu yang tertahan di dalam tubuh Reina. Belum lagi suara indah Reina saat meneriakkan nama Hendri lagi.


Nafas Reina masih terasa berat dan tidak beraturan, membuat da*da Reina naik turun dengan sangat cepat.


Hendri yang gemas melihat dua benda kembar bergerak ke atas dan kebawah, ia langsung melahap seperti bayi yang menemukan pusat dahaganya.


Menyesap kuat seperti bayi yang tengah kehausan. Sedangkan tangan Hendri terus saja meremas dengan gemas dan juga sesekali memelintir pucuknya saja. Perlakuan yang Hendri lakukan secara bergantian.

__ADS_1


Tubuh Reina langsung terkesiap karena menegang kembali dengan perlakuan Hendri saat ini. Reina benar-benar seolah tak di izinkan untuk istirahat walau sejenak.


"Kenapa berhenti mas?" Tanya Reina saat Hendri mengakhiri aktivitas mulutnya tanpa melakukan hal lain yang memanggil hasrat selanjutnya.


"Aku nggak mau kamu kesakitan." Hendri mengusap wajah Reina yang penuh dengan peluh. Sambil menyingkirkan rambut yang menempel pada wajah sang istri.


"Tapi aku mau lagi." Cicit Reina pelan menahan rasa malunya.


Sejujurnya inti tubuhnya memang masih terasa sakit, linu, yang seolah terkoyak. Tapi entah bagaimana ceritanya Reina, ia begitu jujur karena menginginkan pergulatan panas seperti tadi.


"Jangan menyesal jika besok kamu hanya bisa tidur di dalam kamar ini karna tidak bisa jalan." Bisik Hendri sensual.


Tubuh Hendri bahkan terasa menegang hebat karena permintaan Reina yang ingin kepu*asan lagi.


Tancap gas lanjuuuttt...


Bersambung...


Banyak-banyak nyebut πŸ˜“ sudah berapa bab coba aku nulis yang bikin otak traveling 😫 mau khilap kok keterusan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2