Dikira Janda

Dikira Janda
BAB 71 KELAKUAN REINA


__ADS_3

"Sudah siap ke pertandingan inti?" Hendri langsung menautkan kedua alisnya karena Reina menggelengkan kepalanya. "Kenapa? apa kamu sudah lelah?"


"Karna aku ingin melakukan hal yang sama." Dengan sekuat tenaga yang Reina miliki. Ia menjatuhkan tubuh besar Hendri kesamping. Dengan cepat Reina bangun dan langsung naik ke atas tubuh Hendri.


Hendri dibuat terkejut dengan tingkat Reina. Apalagi ucapan Reina yang ingin melakukan hal yang sama seperti perlakuannya tadi.


"Boleh kan mas?" tanya Reina dengan wajah polosnya. Tapi sebenarnya itu sebuah kata godaan yang sengaja ia lontarkan. Reina sepenuhnya tahu, Hendri akan menerima apapun perlakuannya. Apalagi jika itu berkaitan dengan hal yang begitu menantang adrenalin.


Hendri menarik tangan Reina agar tubuh mereka merapat. "Lakukan sesukamu." Bisik Hendri dengan suara beratnya.


"Apa mas tidak suka?" tanya Reina berbisik dengan suara yang terdengar sensual bagi Hendri.


"Aku suka. Apapun yang akan kamu lakukan sekarang, aku pasti suka."


"Deal." Ucap Reina.


Reina mencium daun telinga Hendri. Membuat desiran aneh di dalam tubuh Hendri seketika tergugah.


Kedua mata Hendri terpejam menikmati lembutnya bibir Reina yang mengabsen rahangnya. Hingga sampai bibir mereka saling bertemu. Saling menarik seolah tiada rasa bosan. Saling berbelit li*dah agar pertukaran saliva semakin liar dan dalam.


Kinerja otak keduanya sepertinya hanya fokus pada adegan saat ini. Tanpa memperhatikan waktu yang terus berjalan.

__ADS_1


Kecupan Reina turun, mengabsen leher kokoh Hendri. Tidak cukup hanya dengan kecupan disana, Reina yang hanya memikirkan kenik**matan kini mulai menghi*sap kuat dan sesekali menggigit leher Hendri. Reina dengan keahlian yang dia punya membaut beberapa jejak disana. Membuat Hendri melenguh dengan mata yang tertutup karena menikmati setiap sentuhan yang Reina berikan.


Kedua tangan Hendri mengusap pa*ha Reina yang ada di setiap sisi tubuhnya. Bergerak pelan membuat Reina yang tengah fokus menikmati tubuh Hendri seketika melenguh. Belum lagi kedua tangan Hendri yang kini sudah bertengger pada bo*ko*ng Reina. Dengan gemas tangan Hendri mengusap dan mere*mas dengan gerakan sensual.


Reina semakin bergerak turun, mengabsen dada bidang yang selalu membuatnya nyaman dalam dekapan sang suami.


Deru nafas Hendri tidak beraturan lagi saat Reina mulai bermain dengan manik hitam yang memiliki saudara kembar. Menghi*sap deng kuat, menggigit dengan gemas.


Tangan Hendri terus mengusap kepala Reina. Rasanya ingin terus di perlakukan seperti ini lebih lama lagi.


Aktivitas Reina semakin turun. Kecupannya kini mengabsen perut yang berbentuk seperti roti sobek. Reina langsung mengangkat wajahnya saat bibirnya sudah hampir sampai pada pangkal.


Reina menatap benda tumpul yang nampak koko berdiri tegak dengan wibawanya. Jika jari lentiknya sudah terbiasa menyentuh benda yang selalu membuatnya melayang tinggi ke angkasa raya. Tapi kini ia akan melakukan hal baru.


Reina pindah menatap Hendri. Tatapan lelaki yang sudah nampak sarat akan tindakan selanjutnya.


"Jika belum yakin, bisa kita lakukan lain waktu." Ucap Hendri dengan suaranya yang tercekat akan gai*rah.


Reina melayangkan senyum menggoda. "Mas terlalu meremehkan ku." Tutur Reina sambil menyentil benda yang nampak menantang. Hendri sudah tidak heran lagi dengan perbuatan Reina yang seperti ini.


"Owh... Reee..." Pekik Hendri tiba-tiba.

__ADS_1


Reina mulai menyentuh senjata kebanggaan Hendri. Memberikan pijatan pelan sambil memberikan kecupan.


Tubuh Hendri terasa menegang hebat, darahnya seperti mendidih saat dengan santainya Reina mengabsen dari pangkal hingga ke ujung menggunakan li*dah yang selalu berperan di dalam mulut Hendri.


Hendri semakin menggeram dengan tubuh menegang saat merasakan bagaimana hangatnya saat Reina mulai mengulum penuh.


Hendri di buat kewalahan dengan perlakuan yang di berikan Reina kali ini. Padahal ini yang pertama kalinya, tapi Reina bermain seperti aktris profesional. Bergerak naik turun dengan cepat dan memberikan sedikit gigitan sehingga menimbulkan sensasi aneh yang menjalar di dalam raga Hendri.


Keduanya sepertinya hanya menggunakan insting naf*su yang semakin membara. Untuk meraih bagaimana raga terpu*askan dengan aktivitas mereka malam ini.


Hendri langsung bangun untuk mengakhiri perbuatan Reina yang sebenarnya masih ingin ia rasakan lebih lama. Namun sesuatu yang ingin keluar membuat Hendri menahannya.


Dengan gerakan cepat Hendri mengubah posisi mereka. Membuat Reina dalam kuasa Hendri saat ini.


Kini ruang kamar itu terasa begitu semakin panas. Suhu AC bahkan tidak bisa mengalahkan rasa panas yang dirasakan sepasang manusia yang sudah masuk dalam permainan inti.


Kamar itu bahkan kini ramai dengan des*ah nafas Reina dan Hendri yang berpadu menjadi satu. Bergerak dengan cepat dan dalam hingga akhirnya keduanya telah sampai pada puncak yang begitu memu**askan raga.


Bersambung...


Awalnya niat hati mau aku perpanjang adegannya. Tapi berhubung aku ingin jadi anak yang solehah jadi aku stop sampai siniπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ Aku mau kembali ke Zen ajalah 😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya ❀️


__ADS_2