
Satu jam sudah Reina dan Hendri berada di dalam kamar mandi. Berendam berdua di dalam bathtub menggunakan air hangat. Hal itu bahkan mampu membatu rasa sakit di pangkal paha Reina terasa lebih relaks.
Ternyata berendam saja tidak cukup bagi Reina, terlebih lagi Hendri. Setelah berendam beberapa menit, dan tubuh mereka terasa lebih enakan. Kedua pasang mata yang saling memandang dengan binar penuh cinta mengandung hasrat. Mereka melakukannya lagi di dalan bathtub. Pergerakan keduanya bahkan sampai membuat air yang merendam tubuh mereka kocar kacir ke lantai kamar mandi.
Tidak cukup sampai disitu, Reina dan Hendri mengulang itu lagi saat mereka membilas tubuh mereka di bawah shower. Seolah melupakan rasa sakit dan linu di pangkal tubuh Reina, Keduanya lebih fokus untuk melepaskan naf*su yang tersulut begitu saja.
Rumah kamar mandi itu penuh dengan Suara air shower yang turun deras seperti air hujan. Berperang dengan suara khas percintaan Reina dan Hendri.
Apakah mantan duda akan berlaku seperti suami Reina. Seolah terus semangat tanpa batas. Tak kenal lelah dalam melakukan aksinya. Entahlah...
Namun yang pasti Reina sangat menikmati momen ini. Walau sejujurnya kewalahan dan tak menyangka akan seperti ini perlakuan Hendri. Tapi Reina sangat menyukainya.
Setelah raga mereka terpuaskan dengan aktivitas pagi yang luar biasa. Hendri langsung membantu Reina membersihkan dirinya lagi. Menyabuni seluruh tubuh Reina lalu membilas dengan air yang terus jatuh dari shower.
Reina keluar dari kamar mandi lebih dulu. Karena Hendri tidak ingin Reina jatuh sakit akibat keganasan mereka berdua barusan.
__ADS_1
Reina berjalan pelan mendekati ranjang yang sudah tidak berbentuk. Senyum Reina mengembang di wajah cantiknya. Wajahnya bahkan langsung memerah kala mengingat kegiatan mereka berdua yang begitu antusias.
Kelopak bunga sudah berhamburan dilantai. Bantal dan guling sudah tergeletak jauh dari ranjang. Selimut pun tergeletak disana. Sedangkan seprai sudah morat marit tak berbentuk.
Reina mengambil seprai lalu melebarkan kembali di atas ranjang. Ia ingin tahu, adakah bercak tanda penyerahan mahkota seorang gadis perawan.
Reina dengan jeli mengamati seprai berwarna putih, sudah di bolak balik pun ia tidak menemukan tanda darah keperawanan. Reina hanya menemukan lelehan cairan bekas percintaan mereka semalam yang jelas sudah mengering.
"Apa mas Hen akan mempermasalahkan hal seperti ini." Gumam Reina sambil meremas seprai dalam cengkeraman tangannya.
Reina langsung menoleh saat ia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Lalu menampilkan wujud lelaki yang beberapa saat lalu membuatnya melayang lagi.
Hendri melangkah mendekati Reina sambil mengusap rambutnya menggunakan handuk kecil. Membuat Reina semakin mematung. Ekspresi wajah yang bercampur menjadi satu. Antara terkesima dengan tubuh Hendri yang hanya terbalut handuk yang melingkari pinggangnya dan juga panik jika Hendri menanyakan hal itu.
"Kamu kenapa Re, kok tegang begitu?" Hendri bertanya dengan sangat santai namun ia tetap menelisik Reina.
__ADS_1
"Mas aku... ehm... aku..."
"Aku aku kenapa?" Tanya Hendri sambil merebut seprai yang jelas kotor bekas peluh dan puncak pelepasan mereka semalam. Niat Hendri ingin meletakkan seprai tersebut kedalam keranjang Londry yang tersedia di sana.
"Nggak ada jejak darah di sana mas." Pekik Reina cepat.
Hendri yang sedang melebarkan seprai ingin melipatnya asal agar terlihat lebih rapih dan tidak tergulung-gulung langsung mengerutkan keningnya. Menatap Reina dengan rasa bingung.
"Maksudnya apa Re?"
Bersambung...
Besok pagi aku mau otw pulang ke kota rantau. Mohon doanya ya agar kami selamat sampai tujuan. Naik motor bertiga dari Semarang ke Serangπ₯° Semoga Allah kasih kesehatan dan Rezeki yang lancar serta berkah, halal untuk kita semua aamiin πππ.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ
__ADS_1