Dinikahi Bocil

Dinikahi Bocil
BAB 112


__ADS_3

Ruangan di dalam apartemen milik Ana dan Bara tampak sepi dan sunyi. Gladys celingukan mencari sahabatnya, Ana. Namun sesampainya ia di depan pintu kamar. Terdengar seperti suara musik. Gladys memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu, dan membukanya secara perlahan.


Tok tok tok


Kriek!


“Ana?” panggil Gladys. Namun tak ada sahutan.


‘Besar banget kamarnya. Pantas saja, Ana betah di apartemen. Aku juga mau minta ke Arka, ah. Tinggal di apartemen kayak Ana. He he he!’ gumam Gladys dalam hati. Sembari melihat-lihat ruangan di dalam kamar Ana.


Saat memasuki pintu kamar, langsung terhubung pada lorong dan perpustakaan kecil. Gladys melihat banyaknya buku-buku disana. Lalu berjalan lagi dan bertemu pada Sofa santai, juga lemari, serta tempat untuk berganti pakaian. Di sebelahnya ada kamar mandi dalam. Gladys berjalan lagi sedikit.


Dan akhirnya, ia bisa melihat Ana yang tengah duduk selonjoran di atas kasur. Seraya menonton acara drama Korea di televisi yang tergantung pada dinding itu. Tepat berada di depan ranjang Ana. Televisi berukuran besar, lengkap juga bersama dengan WIFI di sampingnya.


“Pantas aja, kamu nggak dengar suaraku, An. Ternyata kamu lagi asyik nonton drakor, toh?” suara Gladys seketika membuyarkan lamunan Ana terhadap tontonan yang ada di depannya.


“Gladys? Loh, kamu kapan datang? Kok nggak kasih kabar dulu ke aku?” ucap Ana terkejut. Saat menyadari Gladys memasuki kamarnya.


“Baru kok, Arka juga ada di luar.” Balas Gladys sambil duduk di sebelah Ana. Tangannya terangkat mengelus-elus perut Ana yang besar.


“Sehat terus ya, An. Aku jadi nggak sabar, deh. Mau liat baby twins kamu lahir ke dunia. Eh, tapi, aku mau tanya sesuatu deh. Boleh, kan?” lanjut Gladys berucap. Ana menaikkan kedua alisnya.


“Tanya apa, Dys?” tanya Ana.


“Hm... sebenarnya agak gimana gitu, sih. Sama pertanyaan aku ini. Tapi kalau nggak bertanya sama kamu, sama siapa lagi?” tutur Gladys menjawab.


“Kayaknya penting banget, nih.” Balas Ana.


“Penting, An. Ini soal rumah tanggaku dengan Arka.” Ana tampaknya sangat antusias mendengarkan Gladys. Ana lantas mengangguk pelan.


“Jadi begini...” Gladys mulai menceritakan satu persatu pada Ana.


Di sisi lain, Arka dan Bara kelihatannya juga sama. Tengah membicarakan sesuatu, yang tak bisa di dengar oleh Ana maupun Gladys secara bersamaan. Keduanya berada di tempat yang berbeda. Bara dan Arka ada di luar apartemen. Sementara Gladys dan Ana tampak mengobrol santai di dalam kamar.


Wajah Arka sepertinya agak merona. Pertanda bahwa ia sebenarnya malu. Dengan pertanyaannya yang diajukan pada Bara.


“Makanya, jangan kebanyakan baca buku bisnis. Buat menyentuh Istri aja caranya nggak tahu.” Ledek Bara seraya terkekeh kecil. Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Pelan-pelan, ngomongnya. Kalau Gladys dengar gimana?” Arka mendelik tajam menatap Bara.


“Gak bakal, dia ada di kamar sama Ana.” Balas Bara santai. Arka sontak mengelus dadanya.


“Ya udah, terus gimana?” Arka lanjut bertanya.


“Gimana apanya?” Bara malah berbalik tanya.

__ADS_1


Jadinya gimana sih, ini? Keduanya malah saling tanya.


Aih, mereka benar-benar, ya. Hahay!


Eh.


“Ish, ya itu... eeee... caranya b-buat s-sentuh Istri. Terus... bagian-bagian mana aja? Yang sensitif buat disentuh. D-dan lagi, s-supaya Gue nggak g-grogi juga pas menyentuhnya.” Sambung Arka dengan wajah merahnya bak kepiting rebus.


“Pffftt!” Bara terkekeh seraya menahan tawa.


PLAK!


Arka lantas menjitak kepala sahabatnya. Bara langsung berubah datar dan diam. Sembari mengelus-elus dahinya yang sakit. Akibat bogem-an dari Arka barusan.


“Gue serius, kampret!” ujar Arka mendengus sebal. Bara membuang napas kasar.


“Baca komik dan novel adult romance. Nanti juga Lo bakalan tahu. Gue masuk!” ucap Bara membalas pertanyaan dari Arka secara singkat, padat, dan jelas. Seraya berjalan masuk ke dalam apartemen. Dan meninggalkan Arka yang masih berdiri sendirian di koridor yang dekat dari apartemen Bara sendiri.


“M-maksudnya dia, Gue disuruh baca novel dan komik 21+, gitu? Ide macam apa itu? Memangnya dengan Gue baca komik dan novel begitu, semuanya bakalan langsung dapat pencerahan, gitu?” gumam Arka sambil mengusap wajahnya berulang kali. Lalu mengambil ponsel yang ada di saku celananya.


Tak tik tak tik


Arka tampak mengetik sesuatu di layar ponselnya. Sepertinya ia mengirim pesan pada seseorang.


《Sayang, aku mau pergi sebentar. Ada sesuatu yang harus ku urus sekarang. Kamu yang betah, ya. Di apartemen Ana.》 -Arka


1 menit kemudian...


《Kamu mau ke kantor? Astaga, Arka.. kamu kapan luang-in waktu buat aku? Masa aku ditinggal sendirian disini?》-Gladys


《Sebentar aja kok, Dys. Aku nggak akan lama, kok.》 -Arka


《Ya udah, tapi belikan aku fried chicken dan minuman boba!》 -Gladys


Arka sudah mengira, Gladys akan meminta sesuatu. Dalam hati ia terkekeh kecil. Setelah membaca pesan dari Istrinya itu. Ya, Gladys sangat berbeda jauh dengan Ana. Arka sempat membayang-bayangkan bila Ana yang ada di posisi Gladys.


Ana dengan Arka? No, no, no. Bukan jadi pasangan romantis. Melainkan jadi tsundere!


《Iya.》 -Arka


Tak ada lagi jawaban dari Gladys. Arka langsung pergi meninggalkan apartemen. Kakinya melangkah berjalan keluar dari gedung bertingkat itu.


.........


Sebuah mobil hitam berhenti di sebuah pusat perbelanjaan dan Mall. Seseorang keluar dari dalam mobil itu. Dan orang itu adalah Arka.

__ADS_1


Tunggu! Untuk apa Arka datang ke tempat itu sendirian?


Arka berjalan memasuki tempat itu. Pandangannya melihat-lihat sekeliling. Saat menatap ke arah eskalator, Arka mulai menaiki tangga berjalan itu.


Sesampainya di lantai dua, Arka terlihat memasuki sebuah toko. Ada banyak sekali buku-buku di dalamnya. Matanya mulai menelaah dan melihat satu persatu buku-buku yang ada disana. Hingga tertuju pada satu susunan buku yang ia pilih.


‘komik dan novel’ gumam Arka dalam hati. Sambil mengambil salah satu buku di depannya.


Sebuah buku novel bergenre adult romance dan 21+ ia ambil. Detik kemudian, Arka mengambil satu buku komik. Bergenre yang sama seperti novel yang ia pilih tadi. Lalu pandangannya tidak sengaja melihat buku berjudul ‘Menjadi Suami yang Baik’. Arka tampak tersenyum kecil. Saat memperhatikan buku itu dengan nanar.


Setelah dirasa cukup, Arka keluar dari dalam toko buku itu. Membawa satu papper bag di tangannya. Berisikan buku-buku yang ia pilih tadi. Arka lalu berjalan menuruni tangga eskalator itu lagi. Dan melihat-lihat semua toko yang ada di depan matanya.


Kakinya melangkah mengikuti koridor di dalam Mall itu. Dan berhentilah di sebuah restoran cepat saji. Yang menyajikan ayam serta burger dan kentang di dalamnya.


“Mbak, ayam nya 4, burger 4, lengkap dengan kentang juga minumannya.” Ujar Arka berkata pada petugas pelayanan di restoran itu.


“Untuk minumannya, mau pesan yang apa, Kak?”


“Yang satu varian milk boba. Selain itu minuman dingin biasa. Di sama ratakan aja.” Ucap Arka sambil mengambil senilai uang di dompetnya.


“Totalnya 350 ribu ya, Kak.”


Arka memberikan uang senilai 400 ribu.


“Kembalinya, Kak!”


“Buat Mbak nya saja.” Balas Arka.


“Eh, t-terima kasih, Kak.”


“Sama-sama, Mbak.” Arka tersenyum ramah seraya mengambil pesanannya yang telah jadi.


Di sisi lain, Mbak-mbak tadi terus memperhatikan Arka karena kebaikan hatinya.


Kayaknya, ada yang baper, nih! Eh.


Singkat cerita, Arka kembali lagi ke apartemen Bara. Sembari membawa dua belanjaan di kedua tangannya. Di sisi lain, Gladys tampaknya sudah tidak tahan berada di dalam apartemen Ana. Karena...


“Sayang... masih ada Gladys disini,” bisik Ana pada Bara. Yang terang-terangan bermesraan di depan Gladys. Wajah Gladys sudah begitu masam dan jenuh.


“Memangnya kenapa? Kan dia ada Arka. Kalau aku, punya kamu.” Tutur Bara seraya mengecupi pipi Ana.


‘Sialan, Arka! Dia kenapa lama banget, sih?!’ gumam Gladys dalam hati.


Gladys, yang sabar, ya. Eh!

__ADS_1


__ADS_2