Dinikahi Bocil

Dinikahi Bocil
BAB 81


__ADS_3

Arka menemui Bara di kamarnya. Memasuki ke dalam kamar dan tak lupa untuk mengunci pintu. Takut bila ada seseorang yang menguping obrolannya dengan Bara. Kelihatannya dia sudah hampir pulih dari pasca operasi. Arka menatap nanar dari kejauhan.


“Ehem!” Arka berdehem. Sontak membuat Bara sadar akan kehadiran seseorang. Yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


“Siapa?” tanya Bara tidak mengenali.


“Ini Gue, Arka.”


“Arka? Gak kenal.” Jawab Bara dengan wajah datar.


“Huh, amnesia bikin orang melupakan segalanya. Termasuk orang yang paling penting di hidupnya.” Perkataan Arka membuat Bara memberikan tanda tanya di kepalanya.


“Apa maksudmu? Kalau hanya ingin mengusik ketenanganku, silakan keluar!” Bara justru mengusirnya. Merasa tidak nyaman berada di dekat Arka.


“Bar, Gue sahabat Lo. Stop ngomong pake bahasa baku, muka Lo gak cocok buat ngomong begitu.”


“Terserah! Pergi sana!” usir Bara lagi.


“Kalau bukan karena Lo amnesia, Gue bakal bikin muka Lo jadi babak belur sekarang.” Celoteh Arka tak terima.


“Ya sudah sana, pergi!”


“Lo gak kangen, sama Ana?” tanya Arka berusaha mengingatkannya pada Ana.


“Ana? Siapa?”


‘Sialan, dia benar-benar gak ingat.’ Gumam Arka kesal dalam hati.


“Ana itu, Istri Lo. Dia lagi hamil sekarang.”


“Istri? Saya baru mau menikah dengan Sofie.”


“Sofie lagi, wanita itu berbahaya. Dulunya dia pernah terlibat skandal dengan seorang pebisnis. Jangan kaget, karena Lo sendiri mungkin gak akan percaya. Tapi itulah kebenarannya.” Jelas Arka membongkar rahasia Sofie pada Bara.


Namun Bara hanya diam tanpa menjawab. Ia mungkin berpikir dan mencerna ucapan Arka barusan.


“Lupa ingatan bukan berarti jadi orang yang gak punya perasaan. Ikuti kata hati Lo, bukan dari apa yang dilihat dari mata telanjang. Tapi lihat dari sini.” Sambung Arka sembari menyentuh ke arah dada nya.


“Lo percaya kalau Sofie adalah tunangan Lo? Tandanya Lo bodoh karena udah tertipu! Kalau Lo ada butuh bantuan, telepon aja ke nomor Gue. Tapi ingat, jangan kasih tahu siapa pun. Termasuk Sofie!” sambungnya lagi seraya beranjak bangun. Dan melangkahkan kakinya pergi ke keluar.


Arka tidak tahu, rencananya akan berhasil atau tidak. Setidaknya ia sudah mencobanya.


‘Kak Ana, aku udah coba membantu. Sisanya hanya Bara sendiri, yang mampu mengendalikan semuanya.’ Gumam Arka dalam hati. Seakan ia tengah berbicara dengan Ana.


Setelah keluar dari dalam kamar Bara. Arka mengajak semua pasukannya untuk pergi dari sana. Karena ia berpikir, tugasnya sudah selesai di rumah utama ini. Sekarang saatnya untuk melihat keadaan Ana.


‘Lama-lama ini Gue malah jadi detektif. Ikut campur urusan orang pula. Sama Gladys aja gak nikah-nikah. Aih!’ gumam Arka dalam hati.


Arka, waktunya untuk menikah sekarang. – Author


.........


Hari pertama dan kedua, setelah Arka memberikan nomornya pada Bara. Belum ada tanda-tanda bahwa Bara menghubungi nomornya. Arka semakin cemas dan overthinking.


“Lima hari lagi, mereka bakak mengadakan pernikahan. Bagaimana ini?!” ucap Arka pada dirinya sendiri.


Di sisi lain, Ana dan Gladys sibuk dengan hobi baru mereka. Yakni membuat beberapa olahan kue. Ana begitu bersemangat melakukan hobi barunya.


“Ana, kamu gak berminat buat buka bisnis cake ini?” tanya Gladys.


“Mau, tapi bingung mikirin modalnya.” Jawab Ana. Sontak hal ini membuat Gladys bertanya-tanya.


“Lah, bukannya kamu wakil CEO BARNA Corp? Masa gak punya uang, sih.”

__ADS_1


“Uangnya di pegang Bara semuanya.”


“Kok bisa?”


“Ya bisa, dia kan Suamiku.”


“Aih, benar-benar deh. Cinta boleh, bodoh jangan.” Gladys menyentil kening Ana pelan.


“Awh! Gladys, sakit tahu!” gerutu Ana.


“Biarin, biar kamu sadar.”


“Terus aku harus gimana sekarang?”


“Aku bakal telepon Arka, supaya uang perusahaan masuk ke rekening kamu. Ada ATM kan, kamu?” ujar Gladys.


“Ada.”


“Nah itu, punya. Terus saldonya?”


“Ya gak banyak, Cuma ada 500juta.”


“Berarti uang miliaran perusahaan, semuanya masuk ke rekening Bara?”


Ana mengangguk pelan.


“Astaga! Udah, kamu tenang aja. Ini gak bisa di biarkan, pokoknya semua aset harus jatuh ke tanganmu.”


“Hm, terima kasih, Dys. Kamu udah banyak bantu aku.”


“Sama-sama, Ana.”


-


Hari ketiga, Arka masih menunggu kabar dari Bara. Namun tetap sama, tidak ada tanda-tanda apa pun mengenai Bara. Para pengawal yang di utus oleh Arka pun belum mendapat info apa-apa lagi.


Arka mengirimkan sebuah pesan pada Gladys, menanyakan kabar Ana.


Via whatsapp


[Sayang, lagi apa? Gimana kabar Ana?] -Arka


Beberapa menit kemudian...


[Cih, giliran tanya soal Ana sok manggil aku sayang. Basi!] -Gladys


“Aih, Gladys cemburu rupanya ha ha ha.” Arka terkekeh melihat balasan pesan dari Gladys.


[Enggak, aku benaran sayang sama kamu, Gladys-Ku. Jangan cemburu lagi, ya. Ana udah aku anggap seperti Kakakku sendiri. Believe me! 💓] -Arka


Setelah membalas pesan itu, tidak ada jawaban dari Gladys. Padahal Arka sudah menunggu notifikasi balasan darinya.


“Dia baca gak sih, pesanku tadi?” tanya Arka pada dirinya sendiri.


20 menit kemudian...


1 pesan baru from Gladys


[Arka!!!] -Gladys


“Gak ada romantis-romantisnya banget ini cewek, heran! Kenapa berbanding terbalik sama Ana, sih?” gerutu Arka kesal.


Ya beda atuh, beda orang, beda nama, beda tanggal lahir, and beda segalanya. Gimana sih, palpale palpale, Eh.

__ADS_1


.........


Di Apartemen Ana, Gladys terus menerus tidak teriak-teriak tidak jelas. Serta melompat-lompat kegirangan. Entah apa yang dia alami. Hingga membuatnya jadi begitu.


“Dys, kamu kenapa? Duduk sini, gak capek lompat-lompat melulu?” tanya Ana heran.


“Ih, Ana... aku lagi senang nih. Lagi berbunga-bunga gitu. Ha ha ha ha!” balas Gladys terkekeh seraya tertawa renyah.


“Ada apa? Cerita dong.”


“Hm, kalau aku cerita, kamu bakalan marah atau enggak?”


“Kenapa aku harus marah? Kan kita gak ada masalah.”


“Iya, maksud aku, kamu bakal marah gak? Kalau aku cerita tentang someone.”


“Siapa? Arka ya? Hayo, ngaku!” Ana menduga-duga.


“Eh.. ini.. kok tahu sih?” Gladys heran kebingungan.


“Ya tahu dong, kan kamu Cuma sama Arka doang, dekatnya. Terus siapa lagi kalau bukan Arka? Yang bikin kamu jadi begitu.” Ana menggeleng pelan menatap Gladys keheranan.


Sementara Gladys tersenyum menyeringai seraya berguling-gulingkan badannya ke lantai


...Memang ya, orang kalau udah kena pelet cinta. Kadang-kadang bisa berubah jadi gak normal. Aih, cinta sangat berbahaya rupanya....


*****************************


Hallo, assalamualaikum!


Gimana kabarnya? Semoga baik dan sehat selalu. Ini kayaknya banyak banget yang komplen tentang Bara yang berubah karena amnesia.


..."Thor, aku sampe sini aja baca ceritamu."...


Iya, gak apa-apa, terimakasih kak. Sudah berkenan dan menyempatkan diri untuk membaca novel ini.


..."Ceritanya makin banyak konfliknya. Jadi gak seru. Kapan bahagianya Ana kalo gitu, thor?"...


Sabar kak, semuanya memang butuh proses. Novelku bahkan belum ada ratusan Bab, tapi sudah ingin menyerah para pasukannya. :(


..."Ceritanya berbelit-belit, jadi malas baca."...


Terimakasih, kak.


..."Konflik mulu, kayak sinetron indosiar. Ah jadi malas baca."...


Baik, terimakasih, kak.


Dan masih banyak lagi komentar lainnya. Aku juga sebenarnya gak pengen nulis sampe berbab2. Hingga puluhan ribu kata.


Kalau aku mau, mungkin 50bab pun sudah tamat. Tapi karena berhubung sudah lulus kontrak. Mau tidak mau harus bisa memanfaatkan ini dengan sebaik mungkin.


..."Kok sekarang jarang UP ya kak?"...


Iya, saya lagi banyak pikiran. Jadi buka hp pun cuma main medsos aja. Bikin status, dsb. Kadang-kadang juga kehabisan ide.


Awalnya saya mengira, menulis novel itu mudah. Namun saat saya merasakannya sekarang. Kata 'mudah' sudah tidak lagi di benak saya.


Butuh konsisten, serta tanggungjawab yang besar. Karena sudah melibatkan banyak pihak. Pembaca, maupun dari pihak platform.


Saya berharap kedepannya akan selalu mendapat dukungan serta perhatian. Dari para pembaca sekalian. Berhubung setelah novel DB ini tamat. Author sudah menyiapkan cerita baru. Yang mungkin tidak kalah serunya dengan novel ini.


Maaf, kakak-kakak semua. Kalau saya belum bisa memuaskan para pembaca. I hope all of you can understand.

__ADS_1


Terimakasih atas perhatiannya. Semoga sehat selalu dan lancar terus rezekinya. aamiin.


- Salam Author Terkasih 🙏💓🌈


__ADS_2