Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 125: Mungkin saja dia.


__ADS_3

Chapter 125: Mungkin saja dia.


 Setiap detik jantung terasa berdetak tak beraturan sakit dengan suara suara yang datang itu ini bukan lagi tentang sebuah rasa takut lagi wajah pucatnya berkeringat dingin lari dan lari melawan melawan sesuatu yang tak nyata tapi itu nyata dari matanya melihat makhluk berkabut itu yang baru saja meledak di udara kembali mencari mencari lagi bagian dari energi yang membuat ia tetap kembali. 


  Kata apa yang harus dikatakan dalam kondisi ini. 


  Kabut hitam kembali lagi berkumpul menyatu lagi di udara menunjukkan bahwa dirinya tidak mudah untuk hancur dan dihancurkan oleh apapun. 


 Rambutnya basah akibat keringat dan tak beraturan menerpa wajahnya yang terbawa oleh angin laut. 


  Dia sudah tidak begitu memikirkan rasa sakit yang dia rasakan dari luka kakinya yang terluka berdarah setelah berlari melewati berbagai tempat di hutan kemarin.


 Ran dari balik awan gelap melihat sesuatu yang terlihat dan hilang seperti bayangan ada di bibir pantai. 


"Berharap bahwa semua ini harus secepatnya diselesaikan secepat mungkin" kata Flow.


"Dunia ini bukan milikmu" kata Flow.


  Sebuah tamparan yang nyata tentang kehidupan yang ia jalani setiap hari dan kali ini sama juga seperti dengan hari harinya yang ia jalani dan ini jauh berlipat lipat lebih dari hari harinya yang ia sudah lewati. 


"Kenapa kau tak mengambil nyawaku saja?" tanya Flow.


  Dia melihat ke arah langit.


"Apakah hidupku masih berguna bahkan untuk orang lain?" tanya Flow lagi. 


 Mode tak terlihat sudah tetap belum berubah dan dia disana dan tidak dapat terlihat lagi oleh Ran bahkan dalam bayangan.


 Jimmy datang di dekat tubuh asli Ran. Dia ada di sebelah kanan ia berdiri di atas pepohonan hutan. 


 Telapak tangan kanannya mengarah cepat menepuk leher belakang Ran.


"Depp!"


 Tubuh pengganti milik Ran langsung kembali datang di depan tubuh aslinya masuk dengan cepat di raga Ran.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jimmy.


"Kau juga ada disini?" tanya Ran.


"Jangan sembarangan melepas tubuh penggantimu. Kau bisa cepat mati di sini!" kata Jimmy.


"Aku hanya melakukan tugasku" kata Ran.


"Tugas. Bukankah kamu sedang cuti" kata Jimmy.


 Jimmy teringat sesuatu tentang sebuah alasan penyebab Ran datang dalam dimensi ini. 


 Jimmy melihat Ran begitu juga sebaliknya.


"Sudahlah. Kita tidak perlu bertengkar" kata Jimmy.


"Apa sesuatu telah mengubahmu lagi?" tanya Ran.


"Aku. Aku memang seperti ini" kata Jimmy.


  Jimmy menghitung energi yang dimiliki oleh Ran.


 Sudah menghitung energi temannya itu lalu dia tak ingin memberitahu kebenaran ini.


"Berapa persen level energi ku?" tanya Ran.


"Hitung sendiri" kata Jimmy.


"Katakan tidak!" kata Ran.


"Tidak" kata Jimmy.


"Katakan!" kata Ran.


"Tujuh puluh delapan persen. Puas!" kata Jimmy.


"Pokoknya jangan sembarangan membagi energi mu di sini!" kata Jimmy. 


"Terima kasih sudah menyelamatkan ku" kata Ran.


"Aku memang baik. Kau tahu itu" kata Jimmy.


 Ran tidak merespon lebih lagi setelah mendengar kata kata itu dari Jimmy.


 Jimmy kembali menepuk leher belakang Ran dan membawanya agar berkumpul bersama dengan Ben dan Marid.


 


"Ya ampun!" kata Ben.


 Marid juga terkejut dengan kedatangan Ran disana bersama dengan Jimmy.


 Ben berdiri juga Marid setelah melihat Ran datang.


"Kenapa dia juga ada di sini?" tanya Marid.


"Dia akan bergabung dengan kita" kata Jimmy. 


 Ben mengamati kondisi yang sedang dialami oleh Ran. 

__ADS_1


 Geleng geleng kepala melihat mantra yang sedang diterima oleh Ran. 


 "Dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri tanpa perlu bantuanku" kata Ben.


 Bayangan kabut itu mulai mendekat menjadi utuh kembali menggumpal pekat mencari keberadaan Flow lagi dengan gerak lambat tapi mematikan. 


 Dia melewati sebagian bebatuan besar pantai dan lihat apa yang dilakukan kabut asap yang ia miliki memiliki energi penghancur yang kapan saja ia inginkan maka dia bisa menghancurkan apapun yang ia mau begitu juga dengan bebatuan tebing dekat pantai yang baru saja ia lewati rapuh hancur dalam satu kali terselimuti bagian dari wujudnya yang sekarang.


 Remuk batu itu dengan mudah hancur menjadi seperti butiran butiran batu pasir pantai berwarna hitam.


 Flow melangkah mundur satu dua langkah dengan apa yang ia lihat tapi dia tidak bisa pergi berbalik arah untuk lari lagi.


  Dia masih tidak terlihat oleh makhluk misterius ini. 


 Kabut asap berterbangan diantara Flow dan didepan wajahnya tanpa bisa memberi senyum sapa untuk berniat menjadi kawan itu mustahil untuk menjadi sebuah kesempatan.


 Apakah ini sebuah keadilan untuk keduanya lalu apa makna dari pertemuan mereka setelah apa yang Flow terima dari perlakuan makhluk misterius ini kepada Flow tentu itu adalah kebencian jika di lihat dari kesimpulan umum tapi sekali lagi Flow sedang berpikir apa arti makna mereka berdua ada disana.


 Makhluk misterius ini mulai mencari lagi menyebarkan mantra di sekitar tempat ini dengan membagi bagian wujudnya menjadi banyak bagian bahkan memperbayak kabut asap disekitarnya lagi dari bagian wujudnya yang baru saja terbagi. 


 Sulit dimengerti tentang makhluk misterius yang ada di sekitar disetiap Flow melihat dengan sifatnya yang berubah ubah tanpa aturan yang pasti dia dengan mudah mengatur kondisi wujudnya sekarang yang dengan mudah menembus raga wanita ini sedangkan di waktu sebelumnya dia bisa meledak disaat ketika melukai Flow dan disaat itu pula raganya dalam mode tak terlihat. 


 Gumpalan kabut asap hitam terlihat lebih dominan diantara kabut asap yang menyebar diantara udara di lingkungan pantai laut ini. Dia terlihat lebih gelap kemudian melintas dibagian arah kanan raga wanita bersetelan baju merah ini. 


"Kreesshkk" 


 Suara gerak kaki dari Flow yang mulai bisa menggerakkan kakinya diatas pasir putih itu. 


 Kabut asap itu datang ke arah pasir tempat Red akan berjalan meninggalkan tempat ini.


 Flow berhenti lagi. 


 Makhluk itu seperti mulai menyadari adanya Flow disana kabut asap memutar mengitari raga Flow menembus raga Flow lagi. 


 Tak ada apa apa tak ada efek yang berakibat fatal ketika ia mengalami hal itu.


 Makhluk misterius ini belum juga pergi dari sekitar Flow. Ini membuat Flow belum bisa bernafas lega lagi.


 Di dimensi manusia Bob sedang masih berada didepan kaca dan memperhatikan dirinya apakah dia harus pergi ke dokter atau tidak dengan alasan apa yang ia lihat sekarang berbeda dengan waktu sebelumnya mulai ragu dengan detik ini setelah berpikir seperti lehernya sudah tidak terdapat jerat hitam dan luka luka di kedua lengan nampak juga menghilang.


 Bob memeriksa lagi bekas jerat yang tadi terlihat menghitam berubah menjadi baik baik saja begitu juga dengan luka yang sama yang Flow dapat saat ini.


"Apa yang terjadi?" tanya Bob.


  Dia membuka lengan melipatnya ke atas.


 Luka luka yang tadi terlihat di lengan juga makin memudar dan menghilang. 


 Bob melihat ke arah cermin yang menempel di dinding dalam ruang kerjanya membalik cermin tinggi tersebut dan terlihat sebuah foto. Sebuah foto berukuran yang sama dengan cermin ini gambar Flow menempel di balik cermin.


  Tangan menembus gambar Flow.


 Terkejut menarik kembali jemari tangan keluar dari dalam gambar Flow.


 Serbuk seperti pasir berwarna kristal ikut terbawa oleh jemari tangan kanan Bob berjatuhan ke lantai juga terbawa udara angin lembut ruangan kerja.


 Bob penasaran dengan kejadian yang baru saja ia lihat dan dia mengulang kembali apa yang ia lakukan sebelumnya.


 Dia mulai memasukkan tangan dan sebagian kemudian dia masuk kedalam dimensi selain dimensi manusia.


 Kupu kupu berwarna kuning dengan tepi sayap hitam muncul bersamaan datangnya Bob. Dia menutup wajahnya dengan lengan kanan melewati ratusan kupu kupu yang terbang keluar dari pintu masuk Bob datang. 


 


 Pintu itu hilang.


 Pria berkemeja putih dan celana biru gelap ini mulai melangkah melihat dimensi baru ini yang baru ia lihat dengan kupu kupu yang berterbangan pergi menjauh anggun menghilang terbawa angin. 


  Bob melihat ke arah sekitar.


 Suara ombak datang dan pergi bau pantai tercium sangat khas.


"Dimana ini?" tanya Bob.


"Apa tidak ada orang disini?" tanya Bob. 


 Udara sangat lembab dengan kabut asap dimana mana disetiap Bob melihat di area bibir pantai ini.


"Huaaaaaahhhh!" 


 Bob menguap mulai mengantuk. Tapi, dia mengusahakan agar tidak tidur.


"Apa ada orang disini?" tanya Bob.


 Dia menelusuri tiap tiap sedikit langkah bibir pantai ombak pantai menyentuh sepatu hitam yang ia pakai ia sedikit menjauh dari bibir pantai lagi.


 Bibir pantai dengan gua yang terbentuk di sana serta batu karang yang ada di sekitar pantai berwarna hijau kuning berbagai warna dengan warna merah bata yang terlihat lebih mencolok.


 Sudah dua puluh meter dia berjalan di bibir pantai ini ia belum menemukan tanda tanda kehidupan disini.


 Mencari sesuatu mencari sesuatu yang bisa ia temukan setidaknya untuk membantu menjawab pertanyaan dirinya. 


 Gerimis datang jatuh dari atas Bob mengenai seluruh bawah di area pantai.


  Bob mencari tempat berteduh berlari menuju mulut gua.

__ADS_1


 Bob menyadari bahwa hujan kali ini berbeda dari hujan biasa baju kemeja yang dia pakai memerah seperti darah memberi warna kemeja putih yang ia pakai. 


 Udara sangat panas benar benar panas padahal hujan sangat deras jatuh membaur dengan pasir pantai putih menjadi merah.


 Sebelum hujan.


 Kabut tebal hitam itu sedang ada di langit mendorong awan hitam dalam beberapa detik saja dan ini ia lakukan dengan tujuan agar Flow bisa ditemukan.


 Flow tanpa ia rencanakan tentang ini dia bisa mengetahui kemana makhluk misterius ini pergi dalam bayangan terpotong potong tidak lengkap.


 Benar dari tiap tetes air hujan yang jatuh mengenai raganya membuatnya terlihat kembali segera dia pergi lari dari kejaran makhluk itu yang mulai datang kembali mendatangi dirinya dari atas awan hitam.


 Langit seperti kilatan kuning hitam menyala terang saat makhluk itu kembali mengejar dan Flow berlari lagi dalam atmosfer yang berubah dalam waktu yang tidak bisa diramal.


 Flow semakin terlihat dengan mode tak terlihat sedang tidak aktif lagi karena hujan berwarna merah tersebut.


  Dia berlari terus berlari.


 Berhenti dari jarak tempat yang ia lihat menjadi harapan baru untuk dirinya menyelamatkan diri. 


 Jarak sembilan meter dari tempat ia berdiri.


  Dia melanjutkan berlari lagi. 


  Dia masuk ke dalam mulut gua.


 Makhluk misterius itu datang dalam sekejap di depan mulut gua itu.


 Flow tidak terlihat sama sekali bahkan ada Bob disana juga disebelah kanan persis Flow makhluk itu tidak bisa melihat keduanya ada disana.


 Masuk ke sebuah tempat yang membuat mereka  tidak bisa terlihat. Namun, keduanya bisa melihat kedatangan makhluk ini dengan sangat jelas kabut tebal mulai masuk ke mulut gua.


 Flow dan  Bob menghindar dari makhluk ini yang lewat di tengah diantara mereka berdiri di mulut gua. Keduanya berbalik ke arah belakang melihat makhluk itu untuk Bob dia masih dalam tahap menganalisa apa yang sedang ia lihat sedangkan bagi Flow ia anggap ini sebagai keberuntungan sekali lagi. Namun, dia tetap harus terus waspada dengan kondisi ini. 


 Makhluk itu kembali lagi melewati kedua orang dewasa ini di jalan yang sama mulai masuk dari mulut gua. 


 Flow sedang berusaha tenang menjaga sikap agar dia tetap dalam mode tidak terlihat. 


 Dia, makhluk itu pergi mencari lagi Flow pergi keluar dari dalam gua itu naik ke atas gua.


"Huuuuffftttttt"


  Flow menghela nafas.


  Bob mendengar baru saja ada seseorang yang menghela nafas mundur satu langkah ke belakang dia tentu terkejut.


 Melihat ke sekitar gua tak ada seorangpun disana dan dia tetap dengan itu.


 Flow masih berjaga jaga dengan berbagai kondisi yang bisa saja terjadi di luar kapasitas daya pikirnya. 


 Sedangkan Bob sedang mulai masuk kedalam gua mencari sumber suara tadi yang berasal dari suara nafas Flow. 


 Sepuluh langkah dan dia berhenti dari gua yang makin gelap dari setiap langkah ia terus maju ke dalam tempat ini.


"Terlalu beresiko jika aku masuk kedalam sana tanpa pengetahuan lebih tentang tempat ini" kata Bob.


 Bob kembali lagi berjalan ke mulut gua tadi di sana masih ada Flow yang sedang menunggu hujan berhenti turun juga sedang mendengar suara hujan yang menyegarkan dalam suhu tubuh yang sangat panas. 


 Bob berdiri di sebelah kanan Flow dan tetap sahabatnya tidak melihatnya begitu sebaliknya sedang melihat hujan turun belum berhenti di luar gua.


"Aku belum sarapan tadi perutku jadi sakit" kata Bob.


 Flow tersentak dengan suara seseorang yang sudah lama ia tidak dengar. 


 Dia mencari dimana suara itu masih ditempat yang sama berputar kesegala arah gua berharap menemukan sumber suara. 


"Bob!" panggil Flow.


"Flow!" panggil Bob.


"Flow B" kata Bob.


"Bob" kata Flow.


 Keduanya terlihat sangat senang dengan pertemuan ini tapi ekspresi wajah Flow berubah sesaat ia tersenyum setelah mendengar seseorang seperti suara Bob memanggilnya. 


"Aku Bob" kata Bob.


"Tidak mungkin. Kau juga percaya aku Flow?" tanya Flow.


"Ayo kita saling membuktikan bahwa kita benar benar kita!" ajak Bob.


"Aku di dekat mulut gua dengan dinding langit berlumut hijau" kata Bob.


 Dia kemudian mengambil batu yang berbentuk agak runcing di bawah kakinya lalu segera menuliskan namanya di langit gua.


 Flow melihat tulisan nama Bob diatas sana.


 Flow tidak mengiyakan ide dari Bob.


"Perkataan mu benar. Kenapa aku harus langsung percaya padamu" kata Bob.


"Mungkin saja dia sudah tidak ada" kata Flow.


 

__ADS_1


__ADS_2