Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 138: Tatapan Menakutkan.


__ADS_3

Chapter 138: Tatapan Menakutkan.


"Kau sudah kembali?" tanya Radan.


 Radan memeluk Flow dengan perasaan senang karena dia bisa melihatnya lagi.


 Flow atau Radan tidak terbakar saat itu juga berbeda dengan Bob ketika memegang pergelangan tangan Flow.


 Cemburu tapi juga tidak bisa berbuat apa apa itu yang terjadi saat ini.


 Radan menggunakan teleportasi datang setelah mendapat sinyal keberadaan Flow kembali.


 Dia dengan energi penyembuh yang ia miliki langsung segera menyembuhkan Flow didepan Bos dan Asisten pribadinya.


 Energi hitam menyusup cepat menyembuhkan semua luka yang dimiliki oleh Flow. Dia benar benar melakukan hal ini bahkan gaun yang Flow pakai bisa utuh lagi seperti baru dipakai dari dalam lemari baju.


"Tunggu!" kata Bob.


"Itu semua sudah cukup" kata Bob.


 Bob menarik lengan tangan kiri Flow.


 Tangannya dan Flow terbakar lagi.


"Kau melukainya" kata Uri.


"Melukainya?" tanya Bob.


 Bob mulai bingung dengan situasi ini apalagi dengan asisten pribadinya yang sedang menjaga diri agar tidak pingsan sedari tadi.


"Aku pergi ke luar sebentar" kata Asisten pribadi Bob.


 Kedua pria di sisi Pemilik raga dari Flow yang dirasuki hantu bernama Uri yang merupakan hantu dari mendiang pacar Radan.


"Jelaskan, apa yang tidak aku tahu?" tanya Bob.


 Flow menahan tangan kanan Radan sebagai kode bahwa dia tidak harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Dia dirasuki hantu pacarmu lagi?" tanya Bob.


 Tanpa diduga pertanyaan ini diutarakan oleh Bob.


 Dia mulai dengan sifat aslinya marah dan terlihat tidak terima dengan apa yang dialami oleh orang yang ia sayang.


"Kau tidak bisa jelaskan?" tanya Bob.


"Pacarku ada didalam raga Flow. Aku berhak melindunginya" kata Radan.


"Itu terdengar lucu" kata Bob.


"Lalu apa maumu?" tanya Radan.


"Dia harus ikut dengan ku" kata Bob.


 Perdebatan di depan kamar hotel dengan suara pelan namun sangat menekan satu sama lain dari setiap kata yang mereka keluarkan. Sedangkan, hal lain sedang terjadi lagi oleh Flow saat ia menjadi seseorang yang dapat terlihat lagi  diantara keduanya yang sedang berdebat.


 Kedua tangannya kembali menghilang tak terlihat perlahan.


 Lima detik kemudian yang terjadi adalah Flow benar benar hilang lagi tanpa jejak.


"Uri!" kata Radan.


"Kemana dia pergi?" tanya Bob.


  Dia kembali lagi di dimensi misterius lagi.


 Dia dengan segala dirinya saat ini memanggil pemilik raga yang dirasuki olehnya.


 Dia ada diatas pohon besar.


"Kau tidak mendengarku lagi ya" kata Uri.


"Aku takut aku membuatmu terjebak disini selamanya" kata Uri.


"Kenapa kau diam saja. Aku memanggilmu?" tanya Uri pada Flow yang tidak menjawab pertanyaan.


 Uri sedang memegang salah satu ranting pohon yang ia duduki cabang besarnya.


 Bau asap dari sesuatu yang terbakar tercium olehnya.


"Apa yang aku lakukan?" tanya Uri pada diri sendiri.


 Dia sudah membakar salah satu cabang pohon besar disisi lain pohon yang ia duduki.


 Merasakan hal aneh lagi.


 Dia dibuat bingung.


 Masih tidak percaya tapi dia mulai tersenyum dengan perubahan yang ia alami saat ini.


 Sebagai hantu dia merasa ini adalah keuntungan lain yang bisa digunakan untuk bertahan diri.


 Dia sudah bisa berdiri diatas udara disaat secara tak sengaja jatuh dari atas pohon yang ia duduki barusan.


 Dari atas kepalanya cahaya biru keluar dan menembus rindangnya pepohonan.


 Dari lain tempat masih area tempat Flow dan Uri ada disana Ran melihat cahaya ini menembus udara menuju langit.


"Energi itu berhasil menemukannya" kata Ran.


 Dia sengaja mengirim energi kekuatan yang biasa ia berikan kepada para hantu yang bersedia untuk bekerja sama membantu Presdir Ma dalam menyelesaikan misi ada kekuatan juga ada larangan yang tidak boleh dilarang oleh hantu yang bekerja sama dengan Presdir Ma begitu juga dengan Uri meski ia belum memiliki sebuah perjanjian dengan Presdir Ma.


 Apakah dia tahu bahwa itu adalah Uri hantu pacar kakaknya dulu, ya. Dia memberi nama energi itu dengan nama hantu itu yang berbentuk berlian merah gelap menghilang sendiri mencari dimana keberadaan Uri dan hanya akan mencari serta untuk Uri tidak untuk hantu manapun.

__ADS_1


 Ini alasan kenapa dia bisa datang kemari ada yang harus ia selesaikan dan seseorang yang harus ditolong dalam misi baru ini.


 Jun sedari dua menit yang lalu masih dengan pikiran curiga dengan orang di sebelah kanannya itu.


"Kau tahu tempat keluar dari tempat ini kan?" tanya Jun.


"Kenapa aku masih disini?" tanya Ran.


"Kau sedang berbisnis dengan siapa?" tanya Jun.


"Jun kembali dengan dirinya" kata Ran.


"Dugaan ku benar" kata Jun.


"Dugaan apa?" tanya Ran.


"Segalanya?" tanya Jun.


"Keuntungan apa yang aku dapat?" tanya Ran.


"Kau jauh lebih tahu" kata Jun.


 Untuk Uri yang sudah menikmati energi kekuatannya sedang diatas tanah dengan ketinggian lima belas meter wajahnya sangat senang dengan perubahan ini.


 Dia jatuh dari ketinggian lima belas meter kebawah dengan cepat lalu bertahan diatas tanah berjarak tiga puluh sentimeter.


"Buggggg!"


 Kemudian, jatuh beneran.


"Lumayan" kata Uri.


 Dia terbangun dari atas tanah dengan ranting dedaunan menempel di bagian wajah dan bagian tubuh lainnya.


 Bangun kaki berpijak diatas tanah dengan tegak lurus dan pandangan ke depan.


 Uri berjalan cepat lagi.


"Ooooooooooohhhhhhh!" teriak Uri.


"Bugggggg!" 


 Jatuh tersungkur ke bawah.


 Dia akan jatuh ketika niatnya hanya berjalan tapi malahan lari sangat cepat.


 Batu berlian merah menyala keluar dari mulut Uri dan terbang melayang di depan matanya sendiri.


"Apa itu?" tanya Uri.


 Tubuh Uri ataupun Flow tidak sepenuhnya mau menerima energi yang diberikan oleh Ran reaksi yang wajar yang normal dan ini sudah disadari oleh Ran yang juga sering mendapatkan tugas ini untuk memberikan energi semacam energi yang  diberikan kepada Uri yang membedakan adalah bahwa yang dia lakukan tidak dengan tanpa  perjanjian yang dilakukan dia dengan Uri ataupun Flow.


 Ini ia lakukan karena terpaksa dan sementara tidak akan bertahan lama sampai misi ini berakhir karena tidak ada perjanjian tertulis diantara mereka sehingga energi itu akan kembali kepada Ran.


"Dia melepas energi itu lagi" kata Jun.


"Untuk apa dan siapa?" tanya Jun.


"Siapa hantu itu selain Bling dan Doe?" tanya Jun.


"Dia seperti ini, tugas atau memang seperti ini?" tanya Jun.


  Ran melihat ke arah Jun.


"Apa kau menyimpan hal yang ingin kau tanyakan?" tanya Ran.


"Apa kita berjalan sendiri sendiri saja?" tanya Jun.


"Kalian berdua sama saja selalu menganggapku seperti itu" kata Ran.


"Maksudmu gadis incaran kita?" tanya Jun.


 


"Ya. Aku selalu ingin dia percaya padaku" kata Ran.


"Makanya dia belum mau menerimaku" kata Ran.


"Dia juga belum menerima ku" kata Jun.


 Red sedang menggantikan Radan menyalurkan energi penyembuh untuk Sima dirumah sakit bersama dengan Jimmy di sekitar depan ruang rawat gadis itu dan Wayne sepupunya sendiri.


 Red berpikir lagi tentang dia, Flow, dan Jun tentang bagaimana jalan hidup mereka. Apakah akan sama dengan apa yang dijalani oleh orang lain ini membuatnya frustasi menghitung hari yang baginya sangatlah lama untuk dilalui tetapi singkat untuk sisa umur mereka.


"Beri aku jawaban dari semua ini?" tanya Red.


 Tidak berhenti berpikir dan berpikir bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Dia tak ingin mengakhiri karena yang dia inginkan adalah tak ingin menyerah.


 Jimmy melihat Red sedang sangat serius dengan tugas pekerjaannya.


"Boleh aku mengganggumu?" tanya Jimmy.


"Sudah terbiasa" kata Red.


"Ini luar biasa" kata Jimmy.


"Kamu selalu luar biasa" kata Red.


 Pipi Jimmy menjadi memerah karena kata kata Red.


 Dari balik sebuah kamar rawat lain seseorang sedang mengawasi kedua remaja ini yang sedang bertugas. Ya, dia adalah Wayne yang ada di kamar rawatnya sendiri yang juga masih dengan pengobatan luka yang sama yang dialami oleh Sima.


 Red tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan namun saat ini bahkan lantai rumah sakit sampai dibuatnya retak menjadi banyak bagian retak di bagian sekitar lantai tempat ia sedang duduk bermeditasi.

__ADS_1


"Bawa dia pergi dari tempat ini" kata Wayne.


 Wayne berfirasat kalau Red akan meruntuhkan seisi rumah sakit jika terus di rumah sakit.


 Dinding mulai ikutan retak dibuat oleh Red.


 Langsung saja Jamie yang baru saja datang untuk menemui Sima dan Wayne membawa Red cepat keluar dari sana.


"Ayo kita pergi" kata Jamie.


 Dia tidak peduli rupanya.


 Tapi untuk kali ini separuh matanya yang sudah berubah menjadi memerah menghitam di bagian kornea mata.


 Jamie menahan energi dengan menyentuh dahi  temannya ini menyalurkan energinya untuk Red.


"Sadar. Kau akan berakhir!" kata Jamie.


 Dia membawa raga Red cepat meninggalkan tempat  tersebut.


  Berpindah tempat di atap sebuah gedung.


 Mata Red berubah menghitam penuh di seluruh bola mata.


 Menengadah tersenyum ke atas kemudian menunduk rambutnya tergerai  ke sebagian muka yang semakin pucat.


"He he" 


  Red tertawa sedikit memantul ke udara.


  Menatap seseorang, seseorang itu adalah Jamie.


 


 Tatapannya berubah dingin.


 Suasana  menjadi berubah.


 Jamie kedua tangan diarahkan ke arah depan tepat tiga meter dari tempatnya mengendalikan bara api milik Red.


 Udara sekitar dingin dengan angin malam cukup kencang datang di sekeliling mereka.


 Roh roh jahat merayap perlahan kabut asap menuju raga Red mereka datang dengan sukarela mendekat kepada gadis ini. Nyawa nyawa hantu itu berhenti melihat ke arah Jamie yang siap dengan perangkap yang akan di sebar olehnya.


 Ratusan kelopak bunga mawar merah muda  disebar oleh Jamie mengikat semua hantu yang akan masuk kedalam raga Red.


 Arwah mereka tertahan dan langsung masuk ke dalam charm charm berbentuk kelopak bunga mawar. 


 Kelopak kelopak bunga itu terbang melayang dan masuk kedalam tas kulit coklat yang diselempangkan di dada Jamie terserap menjadi satu dengan suara suara perlawanan terkurung mereka di dalam sana tanpa bisa keluar tanpa seizin pemilik kelopak bunga.


 Angin belum berhenti berhembus ada di udara tanpa tahu maksud dari semua ini secara tidak langsung gadis ini makin terserap energi kekuatan yang ia miliki oleh kekuatan jahat yang sedang bekerja di dalam raga temannya yang bermata hitam.


 Hantu hantu yang masuk ke dalam kelopak kelopak bunga milik Jamie termasuk hanya beberapa saja yang ada didalam raga gadis itu dan sekarang mereka dari sebagian yang tersembunyi itu muncul kembali merayap pada gadis itu seperti kabut merah gelap menggigit dan menggigit memakan raga gadis itu dengan mudah dan santai keluar darah di tiap tiap gigitan raga Red dan dia tidak merasakan sakit apapun disaat hal seperti ini terjadi justru dia tersenyum jahat ada pada setiap senyuman yang ia perlihatkan kepada Jamie. Raga Red yang tergigit oleh para arwah terganti oleh arwah mereka menyusup kedalam saling mengikat.


"Kenapa aku hanya bisa melihatnya tidak bisa mencegah mereka?" tanya Jamie.


 Arwah hantu hantu yang masuk ke dalam kelopak kelopak bunga miliknya tadi sedang mengendalikan kekuatan yang ada di dalam raganya menyerap energi melalui dadanya dari hantu hantu yang ada didalam tas selempang yang ia pakai.


 Wajah sinis terlihat oleh Jamie.


 Tangan kanan mencoba meraih semua kelopak kelopak bunga yang ada di dalam tasnya lalu mereka semua diambil oleh tangan Jamie dalam genggaman mereka hancur tanpa suara diremukkan oleh Jamie dari genggaman tangannya sendiri menjadi darah yang terlihat wujud mereka terbawa angin kemudian pergi.


 Selain itu di tempat yang sama dia menahan sedari tadi menarik dari belakang raga Red yang tertahan dari belakang oleh kelopak kelopak bunga menahan rencana Red yang sedang terjebak dalam situasi seperti ini.


 Sedangkan mata hitam Red menatap mata Jamie belum berhenti.


 Merah.


 Normal kembali.


 Merah kembali.


 Normal kembali.


 Raga Jamie makin terhisap kekuatannya dan apa yang dia lihat tentang dimensi dunia berubah warna merah dari apa yang ia lihat berubah lagi kemudian selayaknya dunia seperti sedia kala lalu kembali lagi memerah begitu selanjutnya dalam ritme waktu bergantian yang cepat.


 Waktu terhenti namun tidak keduanya dalam arah tatapan yang sama.


 Jamie mengamati wajah Red yang ikut berubah disaat energinya ikut terkuras oleh kekuatan Red berpikir ada yang aneh dalam kasus ini bahwa tidak seharusnya dia memiliki dampak yang sama atas apa yang Jamie alami sedangkan disini jelas terlihat bahwa energi yang dimiliki oleh Jamie terus diambil oleh energi jahat Red.


"Kenapa wajahnya dan tangannya menua seperti apa yang aku alami?" tanya Jamie.


"Sebenarnya apa niat dari energi jahat ini?" tanya Jamie.


 Dia berada dalam sebuah keraguan dan kebingungan dalam reaksi energi ini tentang siapa yang menjadi korban dan dikorbankan.


"Aku terluka tapi dia juga terluka" kata Jamie.


"Dan lucunya ini konsisten" kata Jamie.


"Aku tak selemah itu" kata Red.


 Jamie tersenyum dingin membalas kata kata dari gadis yang sedang tidak dalam penguasaan dirinya.


"Apa yang telah aku perbuat?" tanya Jamie.


 Dia membalikkan pertanyaan dari gadis di depannya saat ini.


 Bergerak menjauh dari atas gedung tempat kedua remaja ini sedang bertarung menuju gedung menjauh melewati enam gedung besar lain di sekitar mereka. Dia ada di gedung yang ke enam.


 Dari atas gedung yang berbeda nampak seorang Sniper dengan pakaian serba hitam sedang mengawasi pertarungan tanpa kekerasan ini.


"Hanya saling menatap saja sudah terkesan  menakutkan" kata Sniper ini.

__ADS_1


 


__ADS_2