Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 53: Dia Selalu Mengejutkan Ku.


__ADS_3

Chapter 53: Dia Selalu Mengejutkan Ku.


Bay sedang dalam perjalanan menuju tempat dimana temannya Hera ada disana. Keadaan sudah hampir tengah malam dia melewati sebuah rumah yang terdapat banyak anjing anjing sedang mengambil beberapa daging lalu pergi setelah mendapatkan makanan itu.


Bay melihat dari kejauhan dan mereka dengan cepat melahap semua daging daging itu.


Bay berjalan di belakang anjing anjing liar itu yang mulai berlarian menuju arah jalan besar dari area perumahan saat ini ia sedang lewati.


Sudah hampir mendekat ke arah jalan besar. Bay melihat hal hal aneh terjadi pada anjing anjing yang berada di depannya itu.


Mereka mulai mengalami kesakitan melemah raga mereka semakin sulit untuk berjalan seperti biasa.


Bay tak berani mendekati anjing anjing itu yang tersungkur di pinggir jalan dengan suara suara lirih mereka yang terlihat sedang kesakitan.


Salah satu dari mereka menatap kearah Bay yang sedang memperhatikan mereka sedang mulai sekarat.


Bay menunggu seseorang datang menolong anjing anjing itu tapi belum ada yang datang menolong mereka yang sedang sekarat hingga seseorang datang melewati tempat itu dari sekian banyak orang yang melewati jalan itu.


Dan benar itu adalah Good yang kembali setelah melintasi jalan itu sebelumnya dalam beberapa langkah dia mulai tersadar dengan anjing anjing yang tidak bergerak dengan juga sedikit suara di pagi hari ini.


"Ku rasa anjing anjing itu bukanlah anjing peliharaan dan aku tidak dikejar. Ini aneh bukan?" tanya Good bertanya tanya dengan ini.


Dia kembali dan akan memeriksa dengan menggunakan satu kayu panjang berukuran satu dua meter yang ia temukan di sekitar mereka berbaring disana didepan sebuah toko yang masih tertutup.


Mencoba menyentuh mereka dengan kayu itu.


"Aku tak perlu menggerakkan mereka dengan kayu ini" kata Good menaruh kayu itu di tempat semula ia menemukannya.


Dia melihat anjing anjing itu dari jarak enam meter dan mereka benar benar tak terusik dengan kedatangan Good tidak seperti biasanya jika mereka bertemu orang orang yang melintas disana.


Waktu kembali saat Red sudah masuk ke tahun kedua sekolah menengah atas bersama yang lain.


Waktu ini juga ada seseorang yang ia kenal menjadi teman kelasnya menjadi salah satu murid pindahan baru. Seorang gadis sempurna datang memberikan salam sapa lagi kepada bagian hidup Red. Gadis itu adalah Sima.


Bling atau Bay sama saja satu hantu yang sama ada disebelah Red saat ini yang sedang melihat tayangan yang membahas tentang bagaimana membuat sebuah kue klasik.


"Ada sesuatu yang membuat mu bosan?" tanya Bling.


"Bosan?" tanya Red.


"Ya. Bosan" kata Bling.


"Tak ada" kata Red.


"Lalu kenapa hari ini kau tidak ikut mereka hangout?" tanya Bling.


Mereka yang Bling maksud adalah Jun dan kawan kawannya yang lain.


"Aku sedang bosan" kata Red.


.


"Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku" kata Bling.


"Yah. Kau memang sahabat ku" kata Red.


"Semua jawabanmu terdengar sangat jelas" kata Bling.


"Apa yang kamu maksudkan?" tanya Red.


"Kau sedang marah dengan seseorang kan?" tanya Bling.


"Aku tak perlu menjawabnya kan" kata Red.


"Aku tahu siapa orang yang kau maksud" kata Bling.


"Siapapun itu yang kau duga. Aku belum bercerita dia siapa" kata Red.


"Aku tahu kau bukan orang yang menyebalkan" kata Bling.


"Semua orang bisa berubah menjadi menyebalkan sesuai perkembangan hidup yang mereka jalani" kata Red.


"Kau akan membiarkan dia bertindak sesuka hati?" tanya Bling.


"Maksudmu siapa?" tanya Red.


"Maksudku adalah ... . Sudahlah, terserah kamu saja" kata Bling.


Dia mulai bad mood dengan Red.


"Hantu bisa marah rupanya" kata Red malah meledek Bling.


Bling sedang menyembunyikan kenyataan yang akan Red hadapi tentang berapa waktu yang tersisa untuknya bisa bertahan hidup. Ia merasa bahwa semua yang Red alami ini karena kesalahannya yang telah bermimpi diluar seharusnya.


Tanda silang biru masih menyala Bling melihatnya lagi dari arah belakang punggung Red.


"Menyala sangat terang" kata Red dalam hati.


"Mengapa kau mau berteman denganku yang seperti ini?" tanya Bling dalam hati.


Bling melihat Red mengambil tas selempang hitam.


"Kau buru buru sekali mau kemana?" tanya Bling.


"Kau mau ikut tidak. Aku mau beli lip gloss baru" kata Red.


Bling menurut saja kemana sahabatnya pergi. Dia tidak khawatir akan terlihat orang lain selain Red.


Red dan Bling ada di pusat perbelanjaan.


Red berpapasan dengan seseorang dan orang itu Bay merasa dia pernah bertemu dengan orang itu.


Orang itu melihat ke arah Red dengan senyum mempesona namun tetap Red lebih fokus untuk pergi ke toko penjual barang barang kecantikan di salah satu toko di pusat perbelanjaan tersebut.

__ADS_1


"Hey. Dia melihat ke arahmu" kata Bling.


Red cuma berkata, "Lipstik ku bisa habis".


Dia berlari lebih cepat dari Bling yang mengejarnya dari belakang.


"Ya ampun. Aku bisa gila punya teman seperti itu" kata Bling.


Di sebuah acara pertunjukan musik yang didatangi oleh Jun serta penyanyi indie lain ada disana sebagai bintang tamunya yang berlokasi di sebuah kafe baru dekat pantai.


Sammy, Ben, Good, dan juga Bee ada disana melihat acara ini.


Jun sudah selesai menyanyi dan dia mencari Sima yang sudah tidak ada di belakang panggung.


Jun mencari kesana kemari, dia belum menemukannya.


Tidak sampai disitu, dia mencari lebih jauh dari bibir pantai mulai mencari lebih jauh.


Dia belum ditemukan.


"Kenapa dia tak mengangkat panggilan dariku?" tanya Jun.


Dia mencari lagi di area tebing dekat pantai. Hari sudah semakin gelap dan dia belum menemukan keberadaan gadis itu.


Sepuluh menit sebelum Jun selesai menyanyi diatas panggung.


"Dia siapa?" tanya Sima melihat seseorang ada didalam raga Jun.


Dia sampai terjatuh saat dibelakang panggung memberikan dukungan kepada Jun dari belakang panggung.


"Kau tak apa?" tanya seseorang disamping Sima saat melihat Sima terjatuh sendiri.


Sima panik, dia melangkah mundur dari panggung di depannya. Dia bergetar tangan, kedua telinganya ia sentuh sambil merapikan rambutnya yang ada di kedua sisi telinganya menuju kearah belakang telinga.


Dia panik.


Dia mengambil tempat menjauh dari belakang panggung. Beberapa obat ia ambil dari tasnya lalu meminumnya dengan cepat dengan air mineral yang ia ambil dari belakang panggung yang memang tersedia untuk para staf dan bintang tamu.


Obat obatan yang ia ambil dari dalam tasnya sudah ia minum dan dia masih belum hilang rasa takut yang ia rasakan sekarang.


"Dree tadi melihat ke arahku" kata Sima.


Dree adalah hantu bergaun Hitam salah satu teman Jun yang telah meninggal karena bunuh diri.


Orang orang sedang bersorak menikmati musik disepanjang pertunjukan musik sore ini.


Dia memutuskan pergi dari acara tersebut.


Dimana Sima pergi bersembunyi dari kejaran Dree yang memang selalu membuatnya menjadi ketakutan dari awal kematiannya hingga saat ini.


Jun yang memang sudah selesai mengisi acara di kafe Kak Rose dia meminta izin untuk pulang lebih awal tanpa menceritakan bahwa dia pergi untuk mencari Sima.


Sedangkan untuk Sima sudah ada didalam taksi dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menemui psikiater yang menangani masalah kejiwaannya.


Dingin.


Tak banyak suara terdengar disepanjang perjalanan Sima didalam taksi dan apa yang dirasakan selanjutnya adalah Dree muncul dengan tiba tiba disebelah Sima yang sedang melihat kearah depan jalan sendirian di kursi belakang taksi.


Dia menyentuh wajah Sima tanpa gerakan agresif.


Dia mulai berbicara di telinga Sima dengan suara yang sudah hampir bukan Dree yang dulu sebelum ia meninggal tapi Sima masih mengenali suara temannya itu.


"Kau tidak bisa lari dariku" kata Dree hantu bergaun hitam.


Musik didalam taksi lembut berputar.


Driver tak melihat Dree yang sedang ketakutan oleh tekanan yang diberikan oleh hantu itu. Dia sedang fokus menyetir mobil.


Sima tak bisa menyingkirkan tangan Dree dari wajahnya.


Dree lalu dengan kuku dari jari telunjuknya mengarahkan ke arah tenggorokan Sima.


Dia menusuk leher Sima kemudian darah keluar dari sana dan Sima tak bisa melawan dia menjadi seperti patung tak berdaya dengan apa yang dilakukan hantu itu.


Sima menangis disana dengan darah yang mulai berjatuhan mengenai gaun merah mudah yang ia kenakan saat ini.


Ia merasakan rasa sakit di area lehernya akibat Dree yang masih melukai leher Sima dan kini dia mencoba menggores wajah cantik gadis ini.


Taksi sedang berada di lampu merah.


"Nona baik baik saja?" tanya driver taksi berbalik ke arah Sima.


Semua darah dan luka yang Sima dapatkan dari Dree menghilang sekejap saat driver taksi itu berbalik ke arahnya.


"Saya baik baik saja" kata Sima.


Driver itu kembali menjalankan tugasnya untuk mengantar Sima sampai ke rumah sakit.


Sima tersadar dan dia mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering sambil menghapus wajahnya yang terkena air matanya sendiri.


Beberapa detik sebelum hantu yang ada disebelah kanan Sima sedang menyerang gadis itu.


"Hantu itu semakin berani saja" kata Ran yang ada didalam mobil berada di tempat penyeberangan jalan yang sama menunggu lampu yang masih memerah menjadi menguning.


Dia ada di mobil disebelah taksi yang Sima gunakan. Dia mengedipkan matanya mengarahkan ke hantu yang sedang mengganggu seorang yang ada didalam taksi disebelah kanannya.


Hantu itu juga menatap mata Ran saat itu juga langsung menghilang dan dia tersenyum melihat kearah Ran sebelum pergi.


"Dia tak pernah benar benar menghilang meski sudah ku hancurkan" kata Ran.


"Apa mungkin aku yang terlalu payah?" tanya Ran dalam diri sendiri.


"Beberapa bulan dia menghilang dari kehidupan ku dan kini kembali lagi. Siapa dalang dibalik ini semua?" tanya Ran.

__ADS_1


Lampu penyeberangan berubah menjadi kuning semua kendaraan yang ada disana begitu juga Ran juga bergerak maju kedepan melanjutkan perjalanan mereka.


Red sudah mendapatkan lip gloss yang baru saja launching dan itu edisi terbatas yang habis dalam beberapa menit saja. Dia mendapatkan dua yang satu ia pakai dan yang satunya lagi akan ia simpan untuk persediaan.


Dia berjalan di seberang jalan melewati Ran yang ada di lampu merah itu lalu Ran tak sengaja melihat Red dari kaca spion mobil melihat seseorang yang ia kenal bersama seorang hantu.


Ran ingin memutar arah mobil dan ia sedikit ragu untuk melakukan hal itu.


Jarak mereka semakin jauh dan kini hampir tiga puluh meter darinya sedang mengemudikan mobil menuju ke sebuah tempat.


Ran akhirnya memutarkan arah mobilnya mengejar Red.


"Ini semua karena kegengsian ku" kata Ran.


Disana sudah ada Jimmy yang berjalan beriringan dengan Red.


Jimmy dan Red.


Jimmy seperti terlihat sangat senang saat makan es krim bersama dengan Red berjalan di tepi jalan melewati berbagai toko toko disana.


Dengan kecepatan sedang Ran terus mengikuti mereka berdua.


Jimmy dan Red.


"Kau suka es krim nya?" tanya Jimmy.


"Suka" kata Red.


Didalam hati gadis ini berkata lain, dan ia berkata "Aku memang suka es krim. Itu saja".


Sambil membalas senyum menawan penuh sinar positif yang terpancar dari sekeliling Jimmy.


"Kau ingin pergi kemana?" tanya Jimmy.


"Belum terpikirkan" kata Red.


"Kamu mau makan malam dimana?" tanya Jimmy.


"Aku sedang makan es krim" kata Red.


"Oh ya" kata Jimmy.


Bling ada didepan Jimmy tanpa remaja ini bisa melihatnya. Hantu ini ingin mencolok mata Jimmy.


Red berusaha mencegah hantu itu tidak bertindak sesuai emosional semata dengan membuka mata birunya dengan tetap menahan kekuatannya agar tak melukai Bling.


"Sorry" kata Bling.


Hantu itu tak jadi melakukan hal itu pada Jimmy.


Bling fokusnya beralih ke arah mobil yang terlihat sedang mengikuti Red dan Jimmy.


Dia tersenyum jahat pada orang yang ada didalam mobil putih itu.


Dia berpindah tempat duduk disebelah Ran yang sedang mengikuti Red yang sedang bersama dengan Jimmy.


"Ya ampun. Segitunya, kau perlu bantuan ku" kata Bling.


"Aku kira hanya Jun yang sedang mengejarnya" kata Ran.


"Bukankah kau juga tahu niat Jimmy sejak dulu" kata Bling.


"Aku tahu" kata Ran.


"Lalu sekarang kau hanya mengikuti mereka dari belakang?" Tanya Bling.


"Aku sedang menjaganya" kata Ran.


"Terserah kau sajalah. Tapi, kau tidak takut kalau dia lebih memilih Jimmy" kata Bling.


"Rival ku yang sebenarnya adalah Jun bukan dia" kata Ran.


"Hati orang siapa yang tahu" kata Bling.


Red mengetahui sesuatu ada yang janggal kenapa temannya pergi dan masuk kedalam sebuah mobil putih. Dia melambat kan langkah yang juga diikuti oleh Jimmy yang sedang bersama dengannya.


"Dia menelpon ku" kata Ran.


Ran mengangkat panggilan telpon dari Red.


"Ya. Aku Ran" kata Ran.


"Aku akan pergi ke toko buku biasa. Kau bisa datang" kata Red.


Red pura pura tak melihat ada Ran yang sedang didalam mobil yang ada di dekatnya saat ini dengan kaca jendela mobil berwarna hitam.


"Kau sibuk di hari minggu?" tanya Jimmy.


"Tidak. Aku hanya sedang mengabari seseorang" kata Red.


Apa yang dilakukan oleh bodyguard Jimmy.


"Tok tok tok!"


Kaca mobil jendela Ran diketuk oleh seseorang. Kemudian, kaca jendela dibuka.


"Ada apa?" tanya Ran.


"Aku pinjam mobil mu?" tanya Bodyguard Jimmy.


Ran keluar dari mobil yang sudah berhenti saat bodyguard Jimmy datang disamping mobilnya.


"Ini aku kembalikan mobil mu" kata Ran.

__ADS_1


__ADS_2