Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 7: Cool Down Your Room


__ADS_3

Chapter 7: Cool down your room.


 Dia menutup kepalanya dengan bantal di dalam kamar. Malam ini sudah pukul sepuluh malam dia sudah pulang bekerja.


 Setiap dia memanggil namanya saat dia berbicara dengannya semua yang ia tujukan tak ada hal yang berbeda darinya dia tidak berubah. Siapakah dia orang yang membuat Jun tak berdaya tentang dirinya yang pernah jahat kepada orang itu.


 Pagi yang cerah hari ini apalagi sekolah kedatangan murid baru.


 Seorang murid baru datang masuk kedalam kelas pemilik senyum sangat luar biasa menawan.


"Kenapa aku harus bersekolah disini?" Kata Sammy ternyata dia bersekolah dan satu kelas yang sama dengan Ben.


 Mencoba memperkenalkan diri dan dia berusaha agar tak grogi di depan kelas.


 Sammy memperkenalkan diri dengan sangat singkat dia menunjukkan sikap yang berbeda setelah kejadian yang membuat ia dan Ben bertengkar tanpa sebuah perpisahan.


 Dia duduk di depan Bling dengan tanpa berpikir apapun gadis hantu itu berbagi buku dengan Sammy dia akan memindahkan bangkunya di sebelah kiri Sammy duduk di mejanya.


"Kau sedang apa, berikan buku itu tapi kau tetap di meja mu" kata Jun mencegah Bling datang kepada Sammy.


"Aku akan pindah di sebelah mu" kata Jun membawa buku pelajaran di jam pertama berbagi dengan Bling.


 Jun dengan sifat aslinya kembali muncul anak anak disana tentu mendengar apa yang dikatakan oleh Jun. Itu artinya jangan ganggu Bling ataupun Sammy. Kenapa mereka tahu maksud tidak boleh mengganggu Sammy adalah Jun masih mempersilahkan Bling meminjamkan buku pada Sammy.


 Sammy tak bisa tenang dengan pembelaan yang coba Jun berikan dia belum sepenuhnya bebas. Dari arah berbeda dia duduk di dekat jendela sisi kanan paling pinggir di baris kedua dekat juga dengan pintu keluar. Ben terlihat tak peduli lagi dengan Sammy saat ia melihat ke arahnya.


"Aku tidak mungkin pindah sekolah lagi?" Kata Sammy pada diri sendiri.


 Saat Jun dan Bling sedang membaca buku bersama dia semakin sadar ada sesuatu yang berbeda pada dirinya saat ini.


 Dia mengambil ponsel lalu sedikit mencuri celah untuk berkaca melihat perubahan di wajahnya.


"Wah ini bahaya" kata Bling.


 Menutup mulutnya dengan tangan  dia pergi dari kelas dengan cepat meminta izin ke toilet.


 Semua anak anak di kelas melihat Bling terheran.


 Bling membasuh wajahnya di depan cermin toilet wanita.


 Perlahan wajahnya berubah menjadi wajah seseorang dan itu Red.


 Bling sudah keluar dari tubuh Red. Bling memakai setelan baju putih dengan bawahan rok putih panjang selutut berbahan jeans dan sepatu hitam boots dengan rambut panjang diatas bahu menggantung berwarna pink.


"Kenapa aku sangat cantik?" Kata Bling berkaca disebelah Red.


 Red terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia menjauh dari Bling ketakutan tapi merasa heran dengan hantu yang baru keluar dari tubuhnya itu.


"Sorry" kata Bling kepada Red.


"Lalu, bagaimana aku bisa menghadapi teman teman ku? tanya Red.


"Bagaimana kalau kamu mengirim pesan kepada salah satu dari mereka?" Kata Bling memberi saran.


"Aku akan mengirim pesan kepada Sammy" kata Red.


 Lima menit kemudian.


 Sammy datang memberikan tas kepada Red.


"Ini tas milik mu, apa perutmu masih sakit?" tanya Sammy.


 Red membuka pintu toilet sedikit lalu menerima tas miliknya yang dibawakan oleh Sammy. Red beralasan bahwa dia sedang mengalami menstruasi jadi meminta bantuan kepada Sammy tidak mungkin kepada Jun.


"Oh, ya. Kenapa kau tahu nomor ponsel ku?" tanya Sammy.


 Red menjawab dari dalam toilet, dan berkata "Karena kamu adalah teman Red".


"Kau mengenal gadis itu, aku sudah lama mencarinya" kata Sammy.


"Iya. Dia sahabat ku" kata Red.


"Baiklah. Jika perlu apa apa lagi, kau bisa memanggil ku. Aku akan membantumu semampuku" kata Sammy lalu pergi meninggalkan toilet.


 Jam istirahat sudah berakhir dua menit yang lalu. Red mengamati dari dalam pintu toilet agar dia bisa pergi dari sana.


"Apa sudah aman?" tanya Red pada Bling.


"Aman tak ada orang di tempat ini dan yang lain" kata Bling.


 Dia pergi ke suatu tempat yang biasa digunakan oleh Jun, Ben, dan Good untuk membolos dari sekolah waktu kemarin kemarin. Ini rahasia diantara mereka.


 Tas hitam ia pakai di lengan dia berusaha memanjat dinding yang kondisi penuh rumput rumput yang menjalar di setiap sisinya dan dia berusaha menggapai dinding pembatas sekolah itu.


 


 Bling sudah berhasil keluar dari dinding pagar sekolah.


"Akhirnya aku berhasil juga" kata Red. Turun dari dinding yang ia panjat barusan.


 Dia mengambil masker memakainya lalu pergi dari sana mengendap keluar dari lingkungan sekolah.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Bling.


 Red memakai jaket berwarna hitam serasi dengan rok abu abu seragam sekolahnya dan baju kemeja putih dan dasi abu abu kotak menyilang. Dia kemudian mengikat rambutnya dengan ikat rambut merah maroon.


"Kita berpisah disini?" Kata Bling.


"Kau bisa datang kerumah, kau tahu kan?" tanya Red.


"Ada brosur lowongan pekerjaan di tas mu, kau bisa bekerja disana. Pemiliknya sangat ramah" kata Bling.


"Terima kasih Red" lanjut Bling lagi.


 Dia pergi tanpa bayangan yang tersisa di depan Red tadi saling berbicara.

__ADS_1


 Red melihat tanggal bulan di dalam kalender ponsel.


"Sudah berakhir rupanya" kata Red.


"Aku harus tinggal dimana, aku tidak punya uang lagi" kata Red. Dia menyeka air mata, menangis tertunduk duduk didalam bus di jam sibuk ini.


"Apa hanya aku yang mengalami ini?" Kata Red.


 Dia belum berhenti menangisi diri sendiri.


"Aku tidak mau pulang" kata Red.


"Kenapa aku sangat miskin?" kata Red.


 Dia tak mungkin berada di circle lingkungan yang tak ingin menerimanya. Itu semakin membuat jiwanya rapuh lebih dari ini.


 Jun menghubungi seseorang yang ia anggap Bling.


 Red menjawab panggilan dari Jun.


"Aku tak melihatmu. Kau sekarang dimana?" tanya Jun.


"Dia bersama ku" kata Red.


 Jun mendengar suara yang tidak asing.


"Red. Itu kamu?" tanya Jun.


"Iya. Kau tak usah khawatir, dia bersama ku" kata Red.


 Red menutup panggilan dari Jun.


"Red. Red!" kata Jun memanggil namanya namun Red tak menjawab.


 Red langsung membereskan barang barang yang ia miliki di dalam apartemen dari seseorang yang dermawan memberikan padanya sebuah apartemen yang terkenal angker dan kini kembali tak bermasalah setelah ditinggali oleh Red. Dia harus pergi dari sana itu sesuai perjanjian yang ia inginkan dulu sebelum tinggal disana.


 Ia menemukan barang barang milik Bling yang masih ada disana.


"Kau bisa ambil barang barang milik ku. Semua untuk mu" kata Bling  yang ia ingat saat tadi sebelum mereka berpisah.


 Barang barang milik Bling ia juga masukkan kedalam koper besar berwarna hitam bersama pakaian miliknya yang tak banyak.


 Jun di sekolah mengikuti mata pelajaran di kelas. Dia belum bercerita kepada teman temannya bahwa Red telah kembali.


 Pesan yang ia kirim kepada Red belum mendapat balasan dan dia memikirkan gadis ini.


 Red mencari tempat yang ia dapat dari rekomendasi Bling.


 Dia menunggu disana dengan koper besar yang ia bawa.


"Aku terlihat seperti orang yang kabur dari rumah" Red berdiri disana sambil membaca buku catatan pelajaran yang beberapa hari tak ia ikuti di kelas.


 Dia masih memakai masker yang sama saat berada disana. Red terus memperhatikan orang orang yang ia kenal yang ada di dalam mobil di seberang jalan toko dengan kaca jendela yang terbuka saling tertawa penuh rasa bahagia. Red melihat itu semua di lampu merah mereka berhenti dan melaju setelah lampu merah kembali menghijau.


 Ia tahu bahwa mereka akan bahagia tanpa ia ada di keluarganya sendiri.


 Setelah mengetahui bahwa yang ia lihat adalah benar Red. Dia memutar arah memarkirkan motor di depan toko Red berada sekarang.


 Remaja laki laki itu melepas helm pinknya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Remaja laki-laki itu.


 Padahal Red sudah menggunakan masker tapi dia tetap bisa mengenali Red.


"Jimmy?!" kata Red.


"Kau tidak sekolah?" tanya Jimmy.


"Kau sendiri?" tanya Jimmy berbalik.


 Mengalihkan topik bahasan.


"Kau sendirian, dimana Jun?" tanya Jimmy.


"Dia sedang belajar di sekolah" Jawab Red.


"Kau bersama ku saja?" kata Jimmy.


"Maksudmu?" tanya Red.


"Menjadi pacarku?" tanya Jimmy.


 Red tak menjawab pertanyaan Jimmy karena dia tak mau menjelaskan apapun yang tak mungkin membuat orang yang ada di dekatnya itu salah paham apa yang sedang dibicarakan. Semua itu percuma  untuk dilakukan oleh Red.


"Kau tak perlu takut denganku. Aku sudah berubah, aku tidak ikut tawuran lagi" kata Jimmy.


"Aku tak pernah takut dengan mu" kata Red.


"Iya. Aku tahu" kata Jimmy.


 Bel pulang sekolah berbunyi, Jun langsung berlari keluar dari kelas. Ben dan Good melihat hal semacam ini tidak terlalu syok.


 Jun pergi naik bus dengan waktu yang tepat dia menghitung untuk pergi ke apartemen Red. Sesampainya disana, dia menyalakan bel namun tak ada jawaban. Lalu, dia menelpon Red.


"Aku ada didepan apartemen mu, kau dimana?" tanya Jun pada Red.


 Dalam pesan yang sejak di sekolah dikirimkan oleh Jun kepada Red dan belum dibalas hingga pulang sekolah.


 Red mengirim pesan kepada Jun kemudian saat Jun sudah di apartemen Red.


"Aku di Toko Makan Sehat. Aku akan kirimkan lokasinya padamu lewat pesan" kata Red.


 Terdapat banyak cabang dari Toko Makan Sehat di daerah itu sehingga Red mengirim lokasinya dimana ia berada.


 Jun pergi ketempat Red ada disana sekarang setelah menerima alamatnya dari Red.

__ADS_1


"Aku takkan pergi sampai Jun datang kemari" kata Jimmy.


"Kenapa kau senyum senyum sendiri?" tanya Red pada Jimmy.


"Aku akan pindah di sekolahmu" kata Jimmy.


 Red tak menjawab pernyataan temannya itu.


 Berkata dalam hati Red, "Apa sedang trend pindah sekolah. Biayanya kan mahal?".


"Aku lupa, dia siapa" kata Red lagi.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Jimmy.


"Tidak ada" Jawab Red.


 Bling sedang makan es krim bersama Hera. Es krim yang mereka ambil dari toko yang menjual es krim di belakang mereka sekarang di seberang jalan Toko Makan Sehat.


"Dari mana kau tahu aku disini?" tanya Bling pada Hera.


"Mudah untuk ditebak, kau pasti disekitar tempat ini" kata Hera.


 Keduanya sedang mengawasi Red dan Jimmy yang ada di depan toko makan sehat.


"Aku pergi" kata Jimmy.


 Helm nya ia pakai lalu menyalakan motor pergi meninggalkan Red.


 Jun datang dua menit kemudian.


"Red?" kata Jun memanggil.


"Jun. Kau sudah datang" kata Red.


"Ini adalah tempat kerja ku. Kenapa kau disini dan ini kan tas Bling?" tanya Jun.


"Oh, ini. Dia sudah pergi ke bandara untuk perjalanan ke luar negeri. Dia sangat terburu-buru" kata Red.


 Ini sudah ia rencanakan tadi bersama Bling saat masih di sekolah.


"Lalu, sekolahnya?" tanya Jun.


"Aku belum dapat kabar lain tentang Bling. Aku belum bisa menceritakan detailnya, sorry" kata Red.


 Nenek pemilik Toko Makan Sehat datang.


 Ben tidak pulang dengan motornya dia masih disana sendirian tanpa Good ataupun yang lain.


 Sammy ada disana dijemput oleh Jimmy.


"Mereka terlihat sedang bertengkar" kata Ben berpendapat.


 Setelah memastikan hal ini, dia pergi pulang.


"Benarkah. Aku diterima kerja ditempat ini?" tanya Red pada Si Nenek.


"Iya. Tadi, Presdir Ma datang ke rumahku. Dia bilang harus membawa Bling pergi menemui Ibunya. Jadi, dia berkata dari sebagian obrolan kami untuk menerima mu sebagai karyawan ku disini" kata Si Nenek.


 Red sedikit penasaran siapa itu Presdir Ma. Tapi, ia berpikir positif mungkin dia keluarga dari Bling.


 Red dan Jun bekerja di sana bersama Nenek.


"Kau juga boleh tinggal di toko ini. Dibelakang sana ada kamar kosong, pakailah" kata Si Nenek.


 Red sangat kegirangan mendengar kabar baik ini.


"Selamat ya!" kata Jun kepada Red.


 Mereka mulai bekerja pukul empat sore ini lebih awal dari biasanya yaitu pukul lima sore.


 Jun juga membantu Nenek dan Red menyiapkan bahan bahan makanan yang akan dijadikan menu di sore sampai malam nanti.


"Kau tak ingin pulang?" tanya Hera pada Bling.


"Tidak. Aku senang disini" kata Bling.


 Bling dan Hera belum juga pulang ke rumah. Mereka asyik di depan toko es krim melihat orang orang yang melintas di depan mereka.


"Turunkan aku. Sekarang!" kata Sammy pada Jimmy saat perjalanan pulang membonceng motornya.


"Tapi, kita belum sampai" kata Jimmy.


"Tapi, aku ingin turun!" kata Sammy berteriak dan marah lagi pada Jimmy.


 Di pinggir jalan Sammy turun dari motor Jimmy.


"Jangan ikuti aku. Aku sudah berikan uang ku kemarin kan!" kata Sammy. 


 Dia memberikan helm pink milik Jimmy.


 Sammy marah kepada Jimmy karena gadis remaja ini disuruh untuk menipu Ben untuk berpura-pura jatuh cinta padanya lalu Sammy bertugas mengambil uang milik Ben dan memberikan semua uang itu kepada Jimmy.


 Sammy tidak tahan dengan segala perintah Jimmy itu yang membuat Sammy terlihat seperti gadis jahat.


 Tak peduli ia harus pergi jalan kaki untuk sampai kerumah Flow karena ia tak ingin berpacaran lagi dengan Jimmy.


 Jimmy pergi begitu saja meninggalkan Sammy dipinggir jalan kota.


 Orang orang mulai keluar dari kantor di jam ini. Pekerjaan mereka terlihat sudah selesai. Sammy berjalan di antara mereka dan orang orang lain yang sibuk dengan mobilitas tinggi masing-masing.


"Apakah dia baik baik saja. Aku terlalu jahat pada Ben, padahal dia anak yang baik" kata Sammy.


 Flow dirumah dengan peralatan membuat kue.


Dia sedang membuat kue waffle coklat stroberi untuk pesanan pelanggan.

__ADS_1


"Akhirnya, aku diterima kerja!" kata Flow.


 Dia sangat senang mendapat berita gembira ini. Dia mendapatkan pemberitahuan langsung dari perusahaan dibidang makanan tersebut.


__ADS_2