Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 45: Mengambil Waktu Ku


__ADS_3

Chapter 45: Mengambil Waktuku.


Waktu sebelum Red dan teman temannya berkumpul didepan mini market di depan tempat gym milik Ayahnya Ben.


Ada seorang gadis memakai sepatu boot putih sweater hitam dan jaket hitam dan celana hijau lumut panjang dengan helm hitam dan motor sedang mengintai seseorang di sebuah area balapan liar.


"Jun tidak bertingkah diluar kewajaran. Dia masih seperti Jun pemilik raganya yang asli" kata Red.


"Aku juga melihat tak ada hal hal yang berbahaya yang dilakukan oleh Jimmy dan kawan-kawanya kali ini" kata Ran.


Ran sudah berada di area balapan liar lebih awal dari Red mengawasi Jun yang sedang dirasuki oleh hantu bergaun hitam sejak setelah balapan tadi.


Entah kenapa hantu itu menjadi tenang saat berada di raga Jun kali ini. Red dan Ran juga sampai mengikuti Jun keluar dari area balap saat menjemput Sammy pulang audisi akting tak ada keanehan, biasa biasa saja malah lebih terkesan seperti Jun seperti biasa dengan karakter yang ia miliki sehari hari. Ini pendapat Red dan Ran padahal sebenarnya hantu itu sebelum meninggal karena bunuh diri memang berteman dengan Jun dan Sammy. Mereka belum mengetahui ini dan tetap mengawasi Jun dari luar ruang audisi saat menunggu Sammy yang kebetulan ruangan tersebut menggunakan kaca sebagai penyekat baik diruang tempat audisi maupun dinding di luar ruang audisi juga separuh menggunakan kaca sebagai dindingnya sehingga memudahkan Ran dan Red untuk terus mengawasi Jun yang ada disana dengan hantu yang belum mau pergi dari raga Jun.


"Kau kenal teman Jun itu?" tanya Ran.


"Sedikit, belum banyak" kata Red.


"Ini air mineralnya" kata Ran.


"Makasih" kata Red.


Ran memberikan satu botol air mineral yang ia beli dari toko disekitar rumah Sammy.


Mereka berdua sedang di depan rumah Sammy masuk ke sebuah rumah yang menyediakan wahana permainan memukul bola baseball. Memakai masker didalam tempat permainan yang di keliling jaring jaring sebagai dindingnya. Mereka bermain memukul bola baseball bergantian.


Sepuluh menit berlalu, Jun ada di teras halaman rumah Sammy.


"Kau dimana?" tanya Red pada Jun.


Red mengirim sebuah pesan kepada Jun.


Jun sedang mengobrol dengan Sammy.


"Aku sedang dirumah teman" Jun membalas pesan dari Red.


Red mengirim pesan lagi kepada Jun.


"Kita jadi ketemu didepan mini market di depan tempat gym milik Ayahnya Ben?" tanya Red.


"Ya, kita bertemu tiga puluh menit lagi kan?" tanya Jun.


"Ya" kata Red.


Red menyampaikan pesan ini kepada Ran.


"Hantu itu sudah pergi dari raga Jun" kata Red.


"Iya. Tadi, aku melihat hantu itu terbang dari rumah temannya itu" kata Ran.


"Tapi, kita belum bisa pergi. Kita harus memastikan dia tetap baik baik saja" kata Red.


"Kita tak boleh lengah" kata Ran.


Lima belas menit kemudian Jun sudah mulai keluar dari rumah Sammy membawa dua helm satu ia pakai dan satu lagi ia bawa ditangan kanannya.


"Kita ketemu lagi nanti" kata Jun pada Sammy.


"Ok. Bye bye" kata Sammy.


"Bye" kata Jun.


Red dan Ran bersiap untuk mengikuti Jun pergi dari rumah Sammy setelah bertamu barusan.


Perjalanan dari sini sampai mini market di depan tempat gym membutuhkan waktu dua puluh menit dengan kecepatan sedang.


Jun ada didepan Red dan Ran mengendarai motor dengan kecepatan sedang.


Ran dan Red mengendarai motor mendahului Jun berkendara dengan kecepatan lebih cepat dari Jun untuk sampai di tempat itu lebih awal.


Red dan Ran menyembunyikan kedua motor yang mereka pakai tadi di garasi rumah di samping tempat gym milik Ben dengan cepat melepas jaket mereka dan beranjak pergi menuju depan jalan untuk menyeberang menuju depan mini market didepan rumah Ran.


"Cepat!" kata Ran.


Baru dua detik keduanya duduk di Kursi didepan mini market datang Good dan Ben melintas didepan mereka.


"Aku menunggu transfer uang dari mu?" tanya Red.


"Siap!" kata Ran.


"Tunggu satu lagi datang kan" kata Red.


Red sedang menjalani sebuah training untuk bisa bekerja dengan Ran kedepannya menjadi seorang pengusir hantu.


Red memejamkan mata kemudian membukanya kembali dia melihat seorang hantu berambut merah berponi depan lipstik merah memakai blazer hitam kaus hitam dan celana pendek memakai boot hitam.


Ran sedang menerima panggilan telefon memilih berbicara agak jauh dari Red dan teman temannya yang sudah ada disana.


Bergerak cepat disebelah kanan Red berbisik kepada Red lalu segera menghilang.


Pertengkaran diantara Jimmy dan pacarnya telah berakhir dua menit yang lalu.


Red menerima uang yang ditransfer oleh Ran baru saja.


Ran mengedipkan matanya sebelah kanan kepada Red.


"Aku mau ambil motor dulu" kata Red.


Red ikut dengan Ran menunggu didepan rumah Ran lalu ayahnya Ben datang menemui anaknya beserta teman temannya.


"Bisa jaga tempat gym malam ini?" tanya Ayahnya Ben.


"Ayah akan pergi?" tanya Ben.


"Iya. Ayah akan kembali satu jam lagi, kamu bisa jaga sebentar?" tanya Ayahnya Ben.

__ADS_1


"Ya. Satu jam kan?" tanya Ben.


"Ayah akan menambahkan uang jajan mu. Bagaimana?" tanya Ayahnya Ben.


"Setuju" kata Ben.


Red masih menunggu Ran mengeluarkan motornya.


Good dan Jun ikut dengan Ben menjaga tempat gym ayahnya.


Good dan Jun membawa makanan dan buku buku mereka diatas meja. Sedangkan untuk Ben membawa tas kedua sahabatnya.


"Kau mau pulang?" tanya Jun pada Red.


"Ya" kata Red.


"Diantar oleh Ran?" tanya Jun.


"Ya" kata Red.


"Hati hati bawa motornya" kata Jun pada Red.


"Kau akan menginap di tempat gym ini?" tanya Red.


"Darimana kau tahu?" tanya Jun.


"Tasmu terlihat berat" kata Red.


Ran keluar membawa motornya berwarna merah muda.


"Aku antar Red pulang dulu" kata Ran.


Ran mengantar Red untuk pulang ke rumah.


Jun masuk kedalam tempat gym menyusul Good dan Ben yang sudah masuk ke tempat itu lebih dulu.


"Ran tetangga mu?" tanya Jun pada Ben.


"Oh ya. Dia baru pindah dua hari yang lalu" kata Ben.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Ben pada Jun.


Jun tidak menjawab pertanyaan dari Ben. Dia mengambil bantal yang ada di sofa ruang istirahat untuk Ben jika ia ingin menginap di tempat gym.


"Kemana lagi Good itu?" tanya Ben.


Good pergi ke toilet setelah menaruh makanan di meja untuk menggosok gigi dan cuci muka.


Dalam perjalanan mengantar Red pulang kerumah jalanan belum terlalu sepi di pukul sembilan malam.


Ran sudah pasti tidak mudah untuk tidak berhubungan dengan para hantu hantu yang akan ia tangkap. Satu persatu mereka sadar bahwa mereka akan di lenyapkan oleh pengusir hantu ini.


Gadis ini belum sepenuhnya tahu. Bagaimana cara kerja Ran selama ini menangani hantu hantu yang ia tangkap atau dimusnahkan.


"Dia akan menggunakan mu sebagai wadah tempat berkumpulnya para hantu yang ia tangkap. Kau masih percaya padanya" kata hantu yang berambut merah yang tadi mencari waktu sembunyi dari Ran untuk menyampaikan pesan ini kepada Red.


Motor melaju dengan kecepatan sedang mereka seperti tidak terjadi apa apa padahal keduanya sejak siang tadi memang sedang tak baik baik saja. Semua yang terlihat hanyalah sebatas profesional dalam kerja dan hanya bertujuan untuk meredam situasi yang sebenarnya.


Red tersenyum saat masih bersama Ran saat perjalanan pulang Ran melihat wajah gadis ini dari kaca spion motornya. Sebuah senyum kesedihan yang akhirnya terlihat sejak tadi siang ia sembunyikan.


"Aku tak akan bicara memaksa mu mengatakan semua itu" kata Red dalam hati.


Tangan kiri Ran menggenggam tangan Red.


Red tak meraih tangannya, dia sedang menjaga dirinya agar selamat menaiki motor bersama Ran.


Berada di lampu merah.


Ada Jimmy bersama teman temannya menunggu lampu berubah menjadi hijau. Mereka berbaris di belakang kendaraan lain.


Jimmy akan menyapa Red tapi langkahnya tertahan saat wajah Red terlihat lebih jelas saat cahaya kendaraan yang menyinari sekilas ia melihat Red sedang menangis sambil memeluk Ran dari jok belakang motornya.


"Bukankah itu Red" kata Ge.


"Stttttttttt!" kata Jimmy menyuruh Ge tidak bertanya lagi.


Jimmy kembali memfokuskan diri dengan motornya.


Ran menggenggam tangan Red yang sedang memeluknya dengan tangan kirinya saat lampu merah belum berubah.


Lampu merah berubah menjadi hijau Ran kembali mengendarai motor dengan kedua tangannya melaju dengan kecepatan sedang.


Red belum mau bicara kepada Ran.


Dari arah belakang Ran dan Red ada Jimmy dan teman temannya mengikuti mereka berdua dengan kendaraan motor mereka menyelinap diantara para pengendara motor yang lain.


"Apa aku harus pergi agar kau mau memaafkan ku?" tanya Ran.


Red belum menanggapi apa yang dikatakan oleh Red.


Satu kilometer lagi akan sampai didepan rumah Red.


Ran mencoba lagi meraih tangan Red yang sedang memeluknya dengan tangan kirinya itu dengan lembut.


Jimmy memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ran kepada Red dari belakang.


"Siapa pemuda itu. Aku tak pernah melihat sebelumnya?" tanya Jimmy.


Ran telah sampai di rumah Red.


Jimmy menghentikan mesin motornya sendirian disana berjarak dua puluh meter dari rumah Red ia mengamati dua remaja yang ada didepan rumah itu.


Ran membantu melepas helm yang dipakai oleh Red.


"Aku akan menghapus air matamu" kata Ran.

__ADS_1


Ran menghapus air mata Red.


"Maaf" kata Ran.


Percakapan mereka terdengar oleh Jimmy didalam situasi sepi di sekitar rumah Red.


"Kau boleh pergi. Jika ingin pergi" kata Red.


Ran menatap Red.


Jimmy masih disana mendengar ini.


"Apa yang tidak aku ketahui?" tanya Jimmy.


Rintik hujan datang gerimis tak bisa di hentikan jatuh diantara mereka.


"Aku tidak ingin pergi. Aku menunggu mu untuk memaafkan ku" kata Ran.


Lampu rumah Red belum dinyalakan masih padam.


"Aku tidak tahu. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa marah padamu" kata Red.


"Aku lupa bahwa kamu harus ku lindungi" kata Ran.


"Sudahlah. Kamu harus istirahat setelah seharian kerja kan" kata Red.


"Maafkan aku. Jangan pergi, aku bisa sedih" kata Ran.


Red membuka pintu gerbang rumah.


"Jangan lupa mengunci semua pintu" kata Ran.


"Iya" kata Red.


Ran belum pergi dari sana sebelum ia melihat Red masuk kedalam rumah.


Red akan menutup pintu depan rumah dan ia melambaikan tangan kepada Ran sebagai salam perpisahan.


Ran membalas lambaian tangan Red dengan senyum menawan pendekar.


Jimmy dan pendapatnya.


"Dia bukan dari sekolah ku ataupun Red kan" kata Jimmy.


"Dia menjadi rival ku seperti Jun saat ini" kata Jimmy.


"Dan dia sudah menjadi pemenang sebelum Jun ataupun aku bersaing untuk mendapatkan Red" kata Jimmy.


Ran berdiri didepan gerbang rumah Red. Dia menyadari bahwa ada Jimmy ada disekitar rumah Red sedang mengawasi mereka sejak tadi.


Dia bergerak berjalan menuju arah Jimmy dan disaat ia mulai mendekati Jimmy, Jimmy menyalakan motornya lalu pergi dari sana.


Ran melihat ke arah Jimmy pergi dari hadapannya dengan cepat.


Setelah Jimmy sudah tak terlihat lagi dihadapan Ran lagi lalu dia kembali ke depan pintu gerbang rumah Red. Dia mengeluarkan sebuah cahaya putih dari tangannya dan mengarahkan ke arah rumah Red memberikan perlindungan penuh di seluruh sudut bagian rumah mencegah siapapun yang akan berniat masuk kedalam rumah untuk berbuat jahat kepada Red. Kekuatan itu ia sengaja dipasang di rumah Red sebuah kekuatan yang dapat mengakses siapapun yang akan berbuat jahat pada Red.


"Aku sudah bisa pulang" kata Ran.


Dia sudah memasang kekuatan itu dan pergi meninggalkan rumah Red.


Jimmy dengan motornya kembali lagi akan menemui Red dan ia sudah didepan rumah Red turun dari motornya belum melepas helmnya itu.


"Dia sudah tidur belum" kata Jimmy.


Jimmy akan menyentuh pintu gerbang rumah Red dan yang terjadi adalah Jimmy tersetrum lalu jatuh terpental dari sana.


"Apa yang terjadi tanganku sangat panas?" tanya Jimmy.


Dia beranjak berdiri dari jatuhnya ke laut.


Dia mencoba untuk menyentuh kembali gerbang rumah Red dan ia tersetrum lagi.


Dan kali ini ia tidak sampai terpental tapi memang tangannya sampai terbakar besi yang ia sentuh barusan membekas di telapak tangan kanannya.


Dia akhirnya menyerah untuk niatnya masuk kedalam rumah Red.


Menyalakan motor dan mengendarai motornya dengan keadaan tangan terbakar sudah pasti sakit.


"Anggap saja aku habis tawuran lagi" kata Jimmy.


Jimmy pergi dari sana dari rumah Red.


Suasana cukup dingin disana dari kejauhan Ran bersama dengan Hera bersandar di sebuah bangunan rumah di dekat rumah Red bersembunyi sekaligus mengawasi Jimmy tadi yang kembali setelah ia pergi tadi.


"Kau memasang pelindung itu?" tanya Hera.


"Ya" kata Ran.


"Kamu sampai segitu cintanya kepada Red" kata Hera.


"Aku harus melindungi orang yang harus ku lindungi" kata Ran.


"Kau masih sangat muda. Kau belum pernah bertemu dengan gadis yang lebih sempurna dari Red" kata Hera.


"Aku terdengar seperti penipu" kata Ran.


"Maaf tadi aku yang menceritakan dilema mu pada Red" kata Hera.


"Aku tahu dan aku menunggu saat ini" kata Ran.


"Pikirkan ini. Dia adalah gadis yang pantas kau cintai" kata Hera.


"Oleh karena itu aku sedang mencari cara agar bisa menangkap hantu itu" kata Ran.


"Ingat, gadis itu juga memiliki kekuatan yang tidak kamu ketahui" kata Hera.

__ADS_1


Malam yang masih panjang dan Ran serta Hera sudah tak lagi disana disekitar rumah Red.


__ADS_2