Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 142: Kenapa aku bisa melihat hantu?.


__ADS_3

Chapter 142: Kenapa aku bisa melihat hantu?.


 Dia ada di sebuah wilayah yang dingin dingin sekali rasanya ingin lari saja dari tempat itu tak mau menjadi pelampiasan dari seseorang setelah lelah seharian bekerja di kantor.


 Melirik lagi memeriksa apa ia telah berhasil dari pertandingan ini. 


 Semua baru dimulai.


"Kenapa dia harus ikut kalau hanya cuma dia yang tidak memiliki pasangan?" tanya Darren.


 Ombak datang


"Byurrr!"


 Tidak cukup besar.


"Apa dia sangat suka memancing. Ini sudah pukul sepuluh dan katanya baru dimulai" kata Darren.


"Kenapa disini aku yang terlihat mengeluh terus?" tanya Darren.


 Semuanya dengan ketenangan termasuk Darren ikut memancing bersama dengan teman teman Bob yang juga memiliki hobi yang sama yaitu memancing.


 Bisa dilihat juga mereka membawa istri istri mereka dalam kegiatan hobi ini cuma Bob yang masih membawa Asisten Pribadinya.


"Tapi, dipikir pikir dia kasihan juga" kata Darren.


 Beberapa menit kemudian.


"Wahhhhhh!'  


 "Aku dapat lagi!" kata Darren.


 Ini kali kelima dia mendapatkan ikan dalam waktu dua puluh menit semua mata tertuju padanya.


 Dia lebih tenang lagi menunduk bersembunyi juga dari wajah Bosnya yang juga belum dapat ikan sama sekali sejak awal memancing.


"Keberhasilan yang berulang" kata Darren berbisik dengan senang hati menaruh ikan hasil tangkapannya lagi ke sebuah box.


 Darren mulai memasang umpan cacing lagi kemudian melempar umpan itu ke dalam air laut dekat pantai seperti sebelumnya di tempat yang sama.


 Satu menit dua menit kailnya bergerak dan yang terjadi adalah dia dapat ikan lagi dengan tali yang bergerak menarik senar pancing lebih agresif.


 Dia dengan ikan yang ia tangkap lagi dan ini jauh lebih besar.


"Apa hari ini aku sangat beruntung?" tanya Darren berkata ini di sebelah para eksekutif muda disebelah Bob dan terus berjajar disana yang berjumlah enam orang termasuk Bob.


 Memancing lagi.


 Minum teh jahe hangat dalam cup putih.


"Kau asisten anak ini kan?" tanya teman Bob yang bernama Mario.


 Bob sedang fokus memancing.


"Ya. Saya Asisten Presdir Bob" jawab Darren.


"Kau terlihat patuh sekali dengan anak ini" kata Mario.


"Kadang saya membuat masalah" kata Darren malu malu.


"Dia memang terlihat seperti ini tapi sebenarnya hatinya sangat lembut" kata Mario.


 Semua teman teman Bob menahan tawa.


 Bob agak melambung tinggi ketika ada yang berpendapat positif pada dirinya seperti kali ini.


 Bob fokus memancing lagi.


"Besok kau boleh ikut acara seperti ini lagi" kata Mario.


"Iya kan Tuan Bob?" tanya Mario pada Bob.


"Apa. Ajak saja, kenapa izin padaku. Aku bukan ayahnya" kata Bob.


"Dia mulai kambuh" kata Mario.


"Ya. Aku memang seperti ini" kata Bob.


 Dia di geplak pundak bagian kanan dengan sarung tangan pancing oleh Mario.


"Argghhhh!"


 Kata Bob sedikit kesakitan setelah di geplak oleh Mario dengan sarung tangan pancing berwarna putih milik Mario lalu kemudian Bob fokus lagi dengan kegiatan memancingnya lagi.


"Apa ini maksud dari keberuntungan?" tanya Darren dalam hati sambil melihat pancingannya lagi.


 Mengingat lagi mengingat sesuatu yang mengganjal isi pikiran pemuda berusia dua puluh dua tahun ini mengenai bosnya ini.


"Aku pikir mungkin dia memiliki masa lalu dan itu bukan urusanku untuk mengkorek korek kehidupan orang lain" kata Darren.


"Dia juga terlihat sangat menyukai kakak yang tadi" kata Darren.


 Yang dia maksud adalah Flow.


 Darren pergi sebentar meninggalkan alat memancingnya di sebelah Bob.


 Darren membawa hasil pancinganya kepada istri istri teman bosnya yang sedang membuat hot pot yang berukuran cukup besar.


"Ini ikan hasil pancingan dari Darren, Asisten Pribadi Presdir Bob" kata Darren.


 Lalu, Darren langsung kembali ke barisan orang orang yang sedang memancing tadi.


 Istri istri teman Bob agak speechless dengan gaya bicara Darren.


 Kembali ke kegiatan memancing.


 Darren menunggu lagi ikan datang.


 Dua menit kemudian.


"Ren. Ren, kail mu bergerak!" kata Bob.


 Darren tidak menjawab.


"Darren!" kata Bob agak ngegas.


 Darren tidak menjawab.


"Dia sudah tidur!" kata James.


 Teman Bob yang sedang memancing yang berada paling ujung di barisan mereka.


 Bob melihat Darren.


"Aku lupa" kata Bob.


 Dia mudah cepat tidur dimanapun tempat jika itu sudah malam seperti ini di pukul sebelas malam.


 Bob disana hanya dia yang  tidak mendapatkan ikan sama sekali selama satu jam lebih mukanya slow banget tapi nggak bisa dibohongi kalau dia sedang memikirkan sesuatu.


 Diajak ngobrol juga jawabnya cuma satu kata dua kata sama teman temannya.


"Kenapa, baru putus?" tanya Mario.


"Dia sudah lama nggak punya pacar" kata James.

__ADS_1


"Kita lupa" kata Mario.


"Terus kenapa kemari kalau diajak ngobrol susah" kata James.


 Bob masih dengan dirinya sendiri diantara kelima temannya yang lain.


"Masih teman kamu yang itu?" tanya seseorang yang baru mendapatkan ikan.


"Ya. Bred" kata Bob.


"Dia sudah tidur jam segini. Kalau belum telpon sekarang" kata Bred.


"Teman kuliah kamu itu?" tanya Levin.


 Bob masih melamun.


"Iya. Mereka berdua yang kemana mana bareng tapi nggak pacaran" kata Doman.


"Kisah klasik" kata Levin.


"Aku saja nggak tahu. Kenapa mereka nggak jadian dan memiliki pacar sendiri sendiri waktu itu" kata Doman.


"Doman kenapa kamu tahu semuanya dan baru cerita sekarang?" tanya Mario.


"Mantan pacar si gebetan pria ini, tetanggaku sendiri" kata Doman.


"Sudah begitu teman sekolah dasarku lagi" kata Doman.


"Sulit untuk memisahkan mereka" kata Mario.


"Aku kira aku tidak punya teman" kata Bob.


 Dia di cekik dan di tarik oleh kelima temannya yang kesal karena pernyataannya barusan.


 Disaat Bob sudah tak berdaya mereka semua melepaskan tangan mereka dari diri Bob.


Bob mengambil ponsel.


"Besok hari minggu" kata Bob.


"Oh, aku baru sadar" kata Bob.


 Bob melihat ke arah Darren.


"Pantas anak ini ingin pulang cepat" kata Bob.


 Sepuluh menit kemudian acara makan makan seafood dimulai di area dekat pantai ini. Makanan sudah siap dibuat oleh istri istri teman Bob.


"Kau akan terus disini?" tanya Bob pada Darren.


"Ya. Aku bangun" kata Darren.


 Darren dengan mata belum sepenuhnya terbuka berjalan mengikuti bosnya berjalan didepannya.


"Apa kita di kantor?" tanya Darren.


"Perhatikan jalanmu!" kata Bob.


"Ini nyata" kata Darren.


 Makan malam di mulai.


 Suara ombak pantai terdengar jelas dari arah meja panjang terbuat dari kayu. Meja yang disediakan oleh pihak pengelola pantai untuk acara semacam ini.


 Di sisi lain juga dalam malam dengan api unggun yang menyala di antara para pengunjung lain yang juga menyewa tempat ini ada disana.


 Semua makan dengan ekspresi senang di malam ini sedangkan untuk Darren masih belum sepenuhnya membuka mata karena dia mengantuk.


 Menghitung waktu.


 Satu permen lolipop ia buka dari bungkusnya membuang bungkus permen di tong sampah sebelah kiri masih didepan rumah Flow.


 Waktu bertambah tiap detik.


 Malam ini cukup ramai untuk rumah seseorang yang ia jaga sebagai misinya di waktu ini. Namun, tidak untuk Red saat ini karena dia pernah mengalami kejadian akibat ramuan mantra yang diberikan oleh "Orang itu" tanpa sepengetahuannya dan hal ini berakibat fatal baik untuk dirinya serta dua orang lainnya yang juga menerima mantra ramuan yang berwarna biru menyala yang berada dalam sebuah botol kecil dengan tutup kayu.


 Agen lain yang ikut dengan Red merasa sedang terbakar ketika bersama bersebelahan dengan Red. Dia sedang berlindung dengan suhu dingin yang ia aktifkan dari dalam tubuhnya agar terhindar dari bahaya yang bisa merugikan keselamatannya.


 Menghitung waktu dia melihat waktu di ponselnya.


"Berapa lama lagi?" tanya Hech.


"Apa kita bisa mengatur waktu?" tanya Red.


"Kalian memang luar biasa" kata Hech.


"Kenapa kakak mau mengambil misi ini?" tanya Red.


"Karena aku menyayangimu" kata Hech.


 Senyum ceria untuk Red.


"Aku tidak terlalu cantik untuk dicintai" kata Red.


"Hey. Jangan bilang seperti itu" kata Hech.


"Aku kira kakak sudah menikah" kata Red.


"Hahahaha" kata Hech tertawa.


"Aku akan menikah denganmu" kata Hech.


"Kau mengatakan itu sejak kita bergabung dengan Presdir Ma" kata Red.


"Saat itu usiaku dua puluh tahun" kata Hech.


 Kenapa dengan Hech bisa sesantai itu dalam menjalankan misi ini itu karena dia sudah menggunakkan tubuh penggantinya untuk langsung bergerak memantau Flow menjadi angin yang masuk bergabung dengan keluarga Flow.


 Hech melihat ke arah Red.


"Kalau mau nangis nangis saja. Kenapa setiap ketemu kamu, kamu masih seperti ini?" tanya Hech.


"Apa yang kakak bicarakan?" tanya Red.


"Lihat. Pura pura kuat lagi" kata Hech.


"Apa kakak tidak sibuk sekarang?" tanya Red.


"Aku. Aku sangat sibuk ditambah lagi ini" kata Hech.


"Jika aku menjadi istrimu pasti mudah cemburu" kata Red.


"Why. I'm not playboy" kata Hech.


"Sejak dulu banyak gadis gadis mendekatimu" kata Red.


"Mereka. Mereka hanya partner kerja" kata Hech.


"Ya. Kakak terlalu menggemaskan" kata Red.


"Aku cinta padamu" kata Hech.


"Ahhh. Aku ingat kau milik Ran" kata Hech.


 Wajahnya terlihat lebih sedih ketika baru saja mengatakan hal itu.

__ADS_1


 


 Menunggu kapan Flow akan berubah menghilang tapi tak ada perubahan apapun yang terjadi padanya.


 Dia terlihat baik baik saja penuh gembira menikmati makan malam bersama anggota keluarga dan para keponakan yang meminta untuk disuapi makanan oleh Flow.


 Beberapa keponakannya juga sudah tertidur di pangkuan Ibu dan Ayah mereka.


 Di pantai tempat Bob teman temannya sedang mengadakan pesta.


"Aku pergi dulu sebentar" kata Bob.


 Kalimat itu mereka dengar lima belas menit yang lalu dan sampai sekarang dia belum juga kembali di acara makan malam ini.


 Darren merasa takut jika terjadi apa apa pada bosnya itu memutuskan untuk pergi mencari ke arah kemana bosnya pergi.


 Pergi meninggalkan meja makan.


"Bos!" kata Darren memanggil.


"Kau mendengarku" kata Darren.


 Darren memeriksa mobil beserta isinya.


 Tidak ada apapun di tempat itu juga mobil masih dalam keadaan aman tanpa kurang apapun serta juga isinya.


 Dia memeriksa bawah mobil.


"Dia tidak mabuk" kata Darren.


"Lalu kemana dia pergi?" tanya Darren.


 Dia melihat bosnya sudah ada di dalam kursi depan mobil.


"Kapan kau masuk kedalam?" tanya Darren.


 Mulai terjebak dalam kebingungan.


 Mata tertutup, bosnya terlihat tidur.


"Aku seperti ada di film horor" kata Darren.


 Karena takut dia memutuskan untuk menunggu di luar mobil karena ia pikir pesta malam ini juga belum selesai.


 Darren dengan sikapnya yang selalu ingin tahu membuatnya bertanya tanya kenapa hal itu bisa terjadi kenapa hal ini bisa terjadi membuat isi kepalanya penuh tanda tanya.


"Rasa ingin tahu ku membuatku terlihat menyebalkan" kata Darren.


 Seperti adik yang menunggu kakaknya yang sedang ngambek.


 Menunggu hampir lima belas menit, dia tidak bisa tidur karena ia berpikir ini masih termasuk dianggap sebuah lembur kerja. 


 Melihat lagi ke arah dalam mobil tempat bosnya sedang tidur.


"Kemana dia pergi?" kata Darren.


"Dia membuatku banyak bertanya setelah kejadian kemarin dan kejadian saat ini" kata Darren.


 Dalam kondisi gelap seseorang sedang menderita kesakitan akibat sebuah serangan dalam sebuah misi darurat yang harus ia laksanakan secepatnya. 


 Dia seorang hantu wanita dengan rambut lurus berpenampilan serba putih dari atas rambut sampai ujung kaki juga wajah pucat dan bibir putih.


"Bunuh aku!" kata hantu itu.


 Dia sudah tahu konsekuensi ketika mendapat misi ini bisa dikatakan satu kali misi itulah nyawa terakhirnya sebagai taruhan.


"Tak ada gunanya melawanku. Aku juga sudah mati" kata Hantu wanita itu.


 Seorang hantu yang juga merupakan anak buah dari Jamie sedang dicekik oleh seseorang dan sedang mengalami masa dimana energi dan  tubuhnya mulai terserap oleh orang yang sedang mencekiknya.


 Satu tanda merah muda cahaya menuju langit.


 Red dan Hech melihatnya.


Hech pergi menuju arah tanda cahaya itu ditembakkan ke langit.


 Hech datang di tempat itu dan menarik seorang pria yang hampir saja melenyapkan seorang hantu wanita.


"Buggggg!"


 Dia terlempar ke mobil hitam tepat disaat ada Darren sedang ada disamping kanan pintu masuk kemudi mobil.


"Kaget aku!" kata Darren.


"Apa dia turun dari langit. Siapa dia?" tanya Darren.


 Memeriksa orang itu.


 Terkaget menutup mulut tanpa suara.


"Bos!" kata Darren.


 Dia akan membantunya bangun karena bosnya terlihat tidak sadarkan diri.


 Hech datang.


 Darren mulai ditambah kaget.


"Berhenti!" kata Hech.


 Hech langsung menetralkan energi yang dimiliki oleh Bob yang sedang tidak stabil untuk sementara waktu.


 Dalam satu petikan jemari, Bob langsung terbangun.


 Bob membuka mata.


 Melihat Hech dan Darren ada didepannya saat dia terbangun.


"Siapa kau?" tanya Bob.


 Hech menunjukkan  tanda pengenal kepada Bob.


"Aku salah satu agen dari PM" kata Hech.


 Maksud dari PM adalah  dia agen yang kirim dari Presdir Ma secara langsung untuk menangani misi ini.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Bob.


"Kau hampir memakan hantu itu" kata Hech.


"Aaaaaaaa!" 


 Bob ketakutan ketika melihat hantu yang Hech maksud itu.


 Darren tak melihat hantu itu sama sekali padahal dia ada disebelah kanannya persis sedang menyilangkan kedua tangan diatas perut.


"Sepertinya aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini" kata Darren.


 Bob bangun dari rasa sakit setelah terlempar lumayan keras ke samping body mobil.


"Aku malas mencari karyawan baru yang setara denganmu" kata Bob.


 Hech juga bangkit setelah membantu Bob barusan.


 Darren melihat bosnya terlihat baik baik saja setelah terlempar keras di samping mobil barusan.

__ADS_1


__ADS_2