Ghost Partner

Ghost Partner
Chapter 70: Aku Hanya Ingin Lebih Mengenal Mu


__ADS_3

Chapter 70: Aku Hanya Ingin Lebih Mengenal Mu.


"Jika kamu rindu, kenapa tidak kau telfon saja dia?" tanya seorang teman Ran.


"Tunggu apa lagi" kata teman Ran.


Ran berusaha mengambil ponsel mencari kontak Red.


Dimana Red yang sedang di hubungi oleh Ran.


Ran menunggu panggilannya tersambung.


Dia menghubungi gadis yang ia sayangi untuk yang ketiga kalinya.


Ponsel Red sudah bergetar sejak tadi didalam saku rok abu abunya.


Ran masih menunggu.


Bunyi bunyi itu masih memberi tanda bahwa ponsel gadis yang ia hubungi sedang aktif.


"Ran" kata Red.


Ran tersenyum disaat mendengar suara Red.


"Kenapa kau diam saja. Ran?" tanya Red.


"Aku ... " Kata Ran belum selesai bicara.


Kemudian, dia mengaktifkan mode video call bersama Red.


Red berbicara dengan Ran di dekat lapangan basket lalu apa yang terjadi disana sedang saling kejar mengejar terlihat Jun dan Ben serta juga Sammy ikut ikutan.


"Mau bicara apa. Ayo bicara?" tanya Red.


Mereka semua yang sedang kejar kejaran sedang asik bermain lalu sebuah ide usil datang dari Ben. Dia menatap penuh curiga kepada Red lalu dia mengambil ikat rambut Sammy dan memukul lengan Jun kemudian berlari kearah Red yang sedang video call bersama Ran.


"Hallo Ran. Apa kau merindukan gadis ini?" tanya Ben.


Datang orang lain dia adalah rival terbaik Ran, Jun.


Sammy juga ikut mengganggu lebih tepatnya berusaha mengambil ikat rambut miliknya yang tidak bisa terlepas dari tangan Ben.


"Ran" kata Jun.


Dia menyapa Ran.


Ran mau ngomong apa disaat seperti ini semua berebut ingin berbicara dengannya tanpa mempedulikan Red.


"Hai semua. Kalian sehat kan?" tanya Ran.


"Sehat!" kata semua yang ada disana berteriak keras.


Ran tertawa kecil melihat mereka semua nampak sangat gembira.


"Jun. Jangan terlalu dekat dengan Red" kata Ran.


"Aku akan selalu mengganggu Red. Tenang saja" kata Jun.


"Kata Red. Kamu kapan pulang?" tanya Ben.


Red merasa Ben akan membuat keusilan lagi jika di lanjutkan obrolan ini.


"Ran nanti kita ngobrol lagi. Bye bye" kata Red.


Panggilan dari Ran ia akhiri.


Ran disana bersama dengan teman teman temannya masih berbaring diatas rumput luas lapangan kampus.


"Ramai sekali" kata teman Ran yang berasal dari negara yang sama.


"Mereka sangat antusias sekali" kata Ran.


"Aku tak bisa berbicara dengan Red" kata Ran.


Panah panah hitam datang dari segala arah menyerang ke ketiga remaja ini tanpa mereka sadari.


Red sedang mengaktifkan lagi kekuatannya.


Disaat keduanya tak banyak bicara ketika melakukan video call disaat itulah Red sedang mengaktifkan mata birunya menutup ruang untuk berbagai serangan yang datang yang mengincar dia dan ketiga orang yang sedang ikut bergabung bersama Red bertanya kabar dengan Ran.


Disaat Red menerima panggilan telefon dari Ran disaat itulah dia mendapatkan informasi secara tidak langsung dari Ran bahwa ia dan teman temannya sedang dalam bahaya.


Red memberi senyum kepada Ran meyakinkan seseorang yang ada disana bahwa dia bisa berlatih untuk bisa baik baik saja.


Mata birunya telah teraktifkan membuat tameng dinding memutar keempat remaja ini yang dilakukan oleh Red menahan segala serangan misterius itu menahan rasa sakit dari kekuatan jahat itu.


Ran tak akan datang menyapa jika dia tahu bahwa Red sedang baik baik saja.


Mata biru gadis yang ia lihat di layar itu mulai menyala dan ia melihatnya sedang menahan air mata menahan serangan yang sedang datang.


Dia datang kali ini dari kejauhan memberikan peringatan tanda bahaya. Meski itu hanya sebentar akan tetapi dari kejauhan dia berharap bahwa itu bisa berguna untuk gadis yang ia sayang itu.


Disaat layar ponselnya telah berhenti berkomunikasi dengan Ran disaat itulah dia sedang berdoa agar Red bisa bertahan dari serangan serangan panah panah itu.


Ran dia dengan dirinya yang sesungguhnya.


Red menahan sendiri serangan itu tangan kanannya menahan itu semua menyembunyikan rasa sakit itu dibalik tubuhnya yang menghadap mereka dengan memberi senyum kepada ketiganya yang sedang bermain bola basket di depannya sekarang.


"Kau harus menunggu sampai hujan turun" kata Red.


Kekuatan itu akan lenyap ketika hujan turun itu informasi yang Red dapat dari Ran.


"Kau tidak ikut bermain bersama kami?" tanya Jun.


"Tidak. Aku akan menonton kalian saja" kata Red.


Mereka bertiga bermain bola basket.


Hujan belum juga turun Red mencari tempat untuknya bisa duduk menahan semua itu tanpa seseorang tahu atau bahkan curiga dengan apa yang ia lakukan saat ini karena jika ada orang yang melihat ini maka kekuatan yang Red bangun akan melemah dan menipiskan tameng pelindung yang Red bangun pada saat ini.

__ADS_1


Hujan turun.


Benar saja, panah panah itu langsung hancur didalam udara Red melihat itu di depannya sendiri.


Tameng pelindung yang Red bangun bertambah kuat begitu juga dengan kekuatan yang Red miliki.


Tubuh Red menyala membiru dengan mata biru yang lebih terang kuat cahaya yang ia miliki saat ini.


Ran menatap langit yang sangat cerah pagi ini disana air matanya jatuh menatap langit menutup mata membuka kembali.


Awan awan di langit berjalan indah namun Ran sedang bersedih disana.


"Kau bisa menangis?" tanya teman Ran.


Ran menutup matanya kembali.


Red baru bisa memulihkan kekuatan yang ia miliki dibawah turunnya hujan ia bertanya kepada langit mengapa ini benar terjadi kepadanya.


Dia juga menangis melihat ini merasakan ini.


Bayangan hitam datang dengan cepat mengambil kekuatannya kembali dengan tanpa seizinnya bayangan itu membuat Red kembali merindukan dirinya yang dulu yang tidak merasakan rasa itu sebelum ia mendapatkan racun biru itu.


"Maaf" kata yang Red dengar dari seseorang yang ada di dalam raganya sekarang.


Red tak ingin kehilangan seluruh kekuatan yang ia miliki dia dengan keadaan apapun dirancang siap untuk saat ini juga berlari selayaknya siswa siswi lain yang pergi dari derasnya guyuran hujan turun mencari tempat untuk berteduh.


Siswa siswa mulai meninggalkan lapangan sekolah berteduh dari derasnya hujan. Dari dalam kelas seseorang sedang memandang kearah mereka berempat. Dia adalah Jimmy yang sedang ada dibalik jendela ruang kelas.


Tatapan matanya berbeda kali ini tertangkap oleh mata Red sekilas kemudian ia pergi ketika ia tertangkap oleh pemilik mata biru itu.


Keduanya mengalihkan perhatian mereka seakan tak saling menyaksikan kedua remaja ini saling ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Mengapa dia selalu di lindungi oleh Radan?" tanya Red.


"Siapa anak itu?" tanya Red.


"Seberapa penting orang itu untuk kami sebagai orang biasa?" tanya Red.


"Dia terlihat sangat normal dan bahagia. Apa yang ditakutkan oleh mereka semua?" tanya Red.


"Mengapa hidup tak adil untuk kami?" tanya Red.


Hatinya tiba tiba begitu penuh kemarahan melihat apa yang baru saja ia lihat kedua mata yang sama yang dimiliki olehnya dan Ran dimiliki juga oleh Jimmy di waktu tak terduga sedikit identitas yang selama ini tersembunyi muncul dan dilihat oleh Red.


Semua baik baik saja tidak dengan pandangan Red tentang Jimmy sekarang kini telah berubah.


Tidak ada yang berubah seperti pertama kali mereka bertemu penuh kebencian. Kebencian itu datang entah tanpa alasan bukan karena segala fisik atau apa yang ia miliki akan tetapi ketika Red pertama kali ia melihatnya ada sesuatu yang membuat hatinya merasakan sakit yang telah lama terkubur.


"Entah apa. Kenapa dia tak asing bagiku" kata Red.


Mereka berdua ada di depan kelas saling melihat satu sama lain bagaikan seseorang yang penuh kebencian bertemu kembali.


Tanpa suara diantara siswa siswa yang berjalan diantara mereka berdua.


"Kau pasti sangat membenci ku?" tanya Jimmy.


"Apa alasan mu ada disini?" tanya Red.


"Aku hanya ingin tertawa ketika melihat mu" kata Jimmy.


Red dan Jimmy saling berjalan berbeda arah satu sama lain berjalan kedepan melangkah dengan tanpa ragu angin angin mendukung situasi ini dengan petir semakin bertambah mengisi langit diatas gedung.


"Percayalah. Aku bukanlah musuh mu" kata Jimmy.


Jimmy meraih pergelangan tangan Red.


"Jangan menjauh dariku sekali ini saja" kata Jimmy.


"Sayangnya. Aku tidak tahu tentang semua ini yang membuatku bingung" kata Red.


"Aku disini" kata Jimmy.


"Jangan membuat ku bingung dengan diriku sendiri" kata Red.


"Jangan pernah mendekati gadis ini" kata Jun.


Jun membawa gadis itu pergi.


Jimmy telah melepas tangan Red dan dia sungguh tak merelakan dia pergi dari sisinya.


Dia tak bisa melihatnya di sisinya lagi meski ia ingin.


"Itu hukuman untuk ku?" tanya Jimmy.


"Datanglah kepada ku. Aku akan berikan apa yang kau butuhkan" kata Jimmy.


"Sadarlah. Kau bukanlah penolong yang sesungguhnya" kata Hera.


Dia dengan ekspresi penuh kebencian kepada Jimmy.


"Apa aku sehina itu?" tanya Jimmy.


Langkah Hera terhenti ketika akan masuk kedalam kelas Red.


"Kau lebih tahu tentang dirimu sendiri" kata Hera.


Hera pergi ke kelas Red.


Sebenarnya apa alasan Jimmy sangat menyukai gadis itu sejak dulu hingga sekarang benar apa yang dikatakan oleh Hera hanya dia yang tahu jawaban dari serpihan kisah mereka yang terlihat dan ingin sekali dunia ini mengubur kisah itu.


Dinginnya apa yang tersembunyi dari dalam diri Jimmy membuatnya menjadi seperti ini kepada Red. Dia tidak bisa tidak ingin melepas Red bukan entah orang menganggapnya terlalu memaksa seseorang untuk mencintainya tetapi yang ia tahu ini caranya agar gadis itu bisa memaafkan segala yang terjadi diantara mereka berdua.


"Dia benar benar melupakan ku" kata Jimmy.


Usia mereka sangat muda sangat muda tak seharusnya dunia ini ada di masa ini.


Seorang gadis lain yang terbilang lebih dari siapapun ada didepan Jimmy datang menyapanya.


"Jangan datang lagi di kehidupannya" kata Hera.

__ADS_1


Hera muncul kembali berbisik di samping kanan Jimmy ada bersama Sima.


"Dengar kata kataku" kata Hera lagi.


Dan dia menghilang lagi.


Jimmy bersikap manis kepada kekasihnya itu.


"Aku mencari mu sejak tadi" kata Jimmy.


Di hari pertama Red bertemu dengan Jimmy kembali.


Di suatu jalanan pinggir kota disaat gadis ini selesai dengan dua es krim yang ia beli setelah mengantri tadi bersama para pembeli yang lain.


Orang orang mengantri demi es krim yang terkenal lezat di kota dan waktu itu. Red kecil ada disana.


"Aku akan memberikan lebih banyak es krim untuk mu. Maukah menjadi temanku?" tanya Jimmy.


"Teman. Tapi, sorry" kata Red.


Datang Ran disana.


Rupanya Red sedang menunggu teman masa kecilnya itu.


"Siapa dia?" tanya Ran.


"Aku tidak kenal. Ini ambil es krim mu" kata Red.


"Terimakasih. Ayo kita pergi" kata Ran.


"Ayo!" kata Red.


Jimmy akan ditinggal oleh Red sendirian lalu Jimmy mengejarnya meraih tangan Red.


"Lepaskan tanganku!" kata Red.


"Lepaskan tangan mu dari tangannya!" kata Ran.


Ran memisahkan tangan Jimmy dari tangan Red.


Jimmy melepaskan tangannya dari tangan Red.


Jimmy benar benar ditinggalkan oleh Red sendirian.


Red berjalan semakin menjauh dari Jimmy beriringan dengan Ran.


"Besok, jika kau bertemu dengannya lari saja" kata Ran.


Red dan Ran memakan es krim mereka.


"Apa manis?" tanya Red.


"Manis" kata Ran.


"Oh ya. Kau benar tidak mengenal orang tadi?" tanya Ran.


"Tidak. Sungguh aku tidak mengenalnya" kata Red.


"Ada apa dengan mu. Kenapa kau sangat marah dengannya?" tanya Red.


"Tidak. Aku hanya takut orang lain akan berbuat jahat padamu" kata Ran.


"Kau berlebihan sekali" kata Red.


"Kenapa tidak boleh. Pokoknya jangan dekat dekat dengan orang itu" kata Ran.


"Ok" kata Red.


Keesokan harinya setelah Jimmy menemui Red.


Red ditemui oleh Doe yang tiba tiba datang di sekolah gadis ini ketika itu Red masih awal awal masuk sekolah menengah atas.


Di waktu jam mata pelajaran terakhir.


"Setelah pulang sekolah cepatlah datang di sekolah ini" kata Doe.


"Ada apa memangnya?" tanya Red.


"Disana kau akan melihat Ran bersama remaja yang bernama Jimmy" kata Doe.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Red.


"Datang saja. Kau akan tahu jawaban dari pertanyaan mu itu" kata Doe.


Red datang sesuai apa yang di katakan oleh Doe. Dia datang belum terlalu terlambat karena dia menggunakan kekuatan teleportasi untuk sampai di sekolah yang Doe maksudkan.


Benar saja dia melihat seseorang datang disana dengan amarah yang sangat kuat kepada remaja yang bernama Jimmy itu.


Ran berjalan dengan cepat setelah turun dari dalam mobil pribadinya menemui Jimmy. Disaat itulah Red juga berjalan cepat mengejar orang yang ia kenal sebagai sahabatnya itu.


Didepan sekolah Jimmy, mulai berdatangan siswa siswa disana keluar sepulang sekolah berhenti melanjutkan perjalanan mereka dan menonton dua remaja yang diduga akan berkelahi itu.


Red berhenti sejenak ketika mereka sedang melakukan beberapa obrolan.


"Maksudmu apa datang menemui Red lagi?" tanya Ran.


"Aku hanya ingin berterima kasih kepada Red" kata Jimmy.


"Berhenti berbohong. Jangan dekati dia lagi" kata Ran.


"Kau mengerti kan, Apa maksudku" kata Ran.


Ran pergi setelah mengatakan hal itu kepada Jimmy yang dikhawatirkan oleh Red akhirnya tidak terjadi dilakukan oleh Ran kepada Jimmy.


Sahabat Red pergi dan Red belum pergi dari tempat itu orang orang juga mulai membubarkan diri setelah Ran pergi dari sana.


"Kenapa dia tak melawan Ran. Kenapa?" tanya Red.


"Siapa remaja itu?" tanya Red.

__ADS_1


__ADS_2