
Chapter 50: Walking In The Road.
Menonton kisah orang lain atau kisah diri sendiri?.
Sesuatu yang berbalut dengan senyum cantik dan sikap baik baik saja.
"Kalau ketemu sama Jun bisa masalah ini" kata Red.
"Kalau aku maksain buat turun, dia bakal marah" kata Red.
"Memang ini anak selalu bikin orang dalam masalah" kata Red.
Red bawaannya selalu negative thinking kalau ketemu sama Jimmy. Bukan tanpa alasan, tapi memang dia juga sedang banyak urusan yang bikin hidupnya kemungkinan kedepan bakalan kurang tidur setiap harinya.
"Ini Jimmy mau apa?" tanya Red suaranya menggema isi hati.
Lima belas menit untuk sampai ke sekolah dan akhirnya Jimmy sampai didepan gerbang sekolah mengantar Red. Tak berapa lama juga datang Ran yang ada dibelakangnya.
Ada Good juga tiba secara bersamaan diantar oleh driver pribadinya turun dari mobil hitam tipe hatchback.
"Waktu yang sangat tepat" kata Good ada didepan ditengah diantara Ran yang ada disebelah kiri Good sedangkan Red dan Jimmy ada disebelah kirinya.
"Aku ingin menghilang dari mereka" kata Good.
Ran sudah terlihat marah dengan kekaleman yang sudah terlatih.
Jimmy dengan jiwa mudanya yang tak mau mengalah maunya dia yang menjadi pemenang.
Ran mengambil sebuah buku dari dalam tasnya langkah kaki mendekat kearah Red.
Suasana hening diantara siswa siswa lain yang berdatangan di pagi hari ini.
"Kau pasti membutuhkan ini. Aku pergi dulu" kata Ran.
"Terimakasih. Oh ya, ... " kata Red.
Dia belum menyelesaikan kata katanya kepada Ran.
Ran pergi setelah memberikan buku pelajaran yang terbawa oleh Ran kemarin, sebuah buku yang akan digunakan oleh Red sebagai salah satu mata pelajaran hari ini.
"Aku lewat" kata Good.
Good pergi setelah melihat adegan drama sekolah bergenre romantis.
Red melihat wajah Jimmy.
"Kau baik baik saja?" tanya Jimmy.
"Terimakasih sudah mengantar ku" kata Red.
Jimmy menyentuh kepala Red dengan lembut dan senyum kerennya setiap bersama dengan Red.
"Sama sama" kata Jimmy.
Saat itu juga Sammy yang ada didalam bus duduk di dekat jendela sebelah kanan bus yang pada saat itu juga melewati sekolah Red dan melihat ke arah sekolah itu melihat kejadian ini.
Earphone putih miliknya terjatuh dari telinga ke pangkuan yang terdapat tas ransel kotak kuningnya itu.
"Dia sedang mempermainkan wanita lagi, bukan hanya aku" kata Sammy.
Bus melewati sekolah Red perlahan berjalan lagi setelah tadi berhenti di perhentian bus di dekat sekolah temannya itu.
Sammy tak melihat lagi mereka berdua disana, dia menatap lurus jalan di depannya itu dan kembali memasang earphone di telinganya lagi. Mendengar sebuah podcast bahasa asing.
Jimmy menaruh helm yang tadi Red pakai didepan motor pergi setelah mengantar Red sampai ke sekolah.
Red masuk melewati pintu gerbang sekolah.
Good ternyata sedang menunggu dari jarak tadi Red dan Jimmy sedang mengobrol sebentar didepan gerbang sekolah berjarak dua puluh meter sekitar itu.
Mengagetkan Red.
"Dorrrrrrrr!" kata Good.
"Ya ampun!" kata Red.
Berjalan beriringan bersama menuju kelas.
"Nanti sore kamu bakalan lembur kerja di tempat Ben" kata Good.
Red mulai berpikir maksud dari perkataan Good barusan.
"Maksudmu, kau sedang peduli dengan ku?" tanya Red.
"Kalau bisa tetap disana, bekerja dengan rajin" kata Good.
__ADS_1
"Ini tidak ada hubungannya dengan ku kan?" tanya Red.
"Iya benar. Jika kau tetap disana bekerja sampai pukul enam nanti" kata Good.
Jun tak terlihat datang ke kelas Good malahan Ben dan Good sudah menghampiri ke kelas Jun saat jam pertama dimulai.
Di sekolah dari arah jendela kelas Red melihat semua baik baik saja. Dia juga melihat Jun, Good dan Ben sedang bermain bola voli di lapangan sekolah bersama siswa dan siswi yang lain.
Melihat ke arah Bee yang sedang menghafal beberapa kata kata bahasa asing di kursi kelas sendiri.
Siswa siswi yang lain juga beraktivitas seperti apa yang mereka lakukan setiap hari saat di sekolah tak ada hal aneh.
"Aku sedang apa coba masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Good tadi pagi" kata Red.
Dia kemudian duduk di kursinya sambil melanjutkan memakan satu bungkus roti dan satu botol susu dengan rasa stroberi sebagai pengganjal perut di pagi hari.
Sepulang sekolah di tempat peternakan ikan milik Ayahnya Ben.
"Apa ini yang dimaksud dengan kata kata Good tadi pagi?" tanya Red.
Red melihat berapa kotak kolam dengan seluas yang ia tak ingin menghitung dan berapa jumlah kotak kolam yang harus ia bersihkan sekarang.
"Ayo semangat Red!" kata Red.
Peralatan tempur untuk membersihkan kolam sudah ia pegang, dia siap menjelajahi hamparan kolam kolam di depannya.
Red mengeluarkan music box dari dalam tasnya berwarna merah muda metalic.
Music box dinyalakan, dia memutar lagu R&B dan jaz dan juga beberapa lagu dari rapper idolanya.
Sejam sebelumnya sebelum Red pergi bekerja.
Dia berada di kantor polisi untuk melaporkan telah kehilangan buku tabungan dan kartu ATM yang hilang kemarin. Setelah itu, dia juga ke bank untuk melaporkan bahwa dia kehilangan buku tabungan dan kartu ATM yang telah hilang dan mengecek isi dan meminta buku tabungan baru juga kartu ATM baru lagi kepada pihak bank.
Didalam kantor bank.
Red sudah tahu bahwa isi rekening bank miliknya telah hilang, habis tak tersisa setelah sebelumnya ia telah memeriksa rekeningnya dari aplikasi bank yang sudah ia unduh didalam ponsel.
Dia hanya bisa menarik napas menahan jengkel disana lalu Red memasukkan buku tabungan dan kartu ATM kedalam tas ransel merahnya kemudian pergi keluar dari bank setelah mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM baru.
Malam saat Red dan Sima ada di mesin ATM yang berada tidak jauh dari restoran tempat mereka makan malam.
Red masuk lebih dulu ke ruang mesin penarikan uang secara elektronik tersebut mengambil beberapa lembar uang yang ia butuhkan.
Beberapa menit kemudian giliran Sima masuk kedalam ruangan tersebut yang juga memiliki tujuan yang sama seperti yang Red lakukan.
Gadis itu menarik pintu kaca depan bank keluar dari sana berjalan dengan body language seperti tidak terjadi apa apa, ia berjalan lebih cepat menuju tempat perhentian bus karena dia juga harus bekerja.
Satu sandwhich dengan sayur dan mushroom serta satu botol air mineral yang ia beli di salah satu toko saat perjalanan menuju tempat perhentian bus.
Ran ada di suatu tempat mengawasi diatas rumah bertingkat lima yang disewakan memang untuk umum.
Dia ada di lantai atas roof top bangunan tersebut bersama dengan dua hantu wanita di setiap sisinya memantau dua kubu yang akan mulai tawuran, dari utara dipimpin oleh Jun beserta pasukannya sedangkan di sisi selatan dipimpin oleh Jimmy yang juga membawa banyak prajuritnya.
"Coba tebak siapa yang akan menang?" tanya Bay.
"Aku sih yang dari sebelah selatan" kata Hera.
"Aku rasa mereka dari sebelah utara" kata Bay.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Hera kepada Ran.
Ran masih dengan teropong yang digunakan untuk melihat kedua kubu yang sedang bermusuhan itu siap bertarung dalam beberapa menit lagi.
"Lihat polisi di sebelah sana!" kata Ran kepada Bay dan Hera.
Bay dan Hera kompak melihat kearah tempat yang Ran tunjuk barusan.
"Kamu tidak asik" kata Bay.
"Setuju" kata Hera.
Mereka belum sadar kalau polisi sudah hampir datang ke tempat mereka akan melakukan tawuran seperti kegiatan mereka yang tak boleh di skip.
Mereka sudah berjarak tiga puluh meter dengan senjatanya yang mereka bawa untuk saling serang.
Jarak mereka berkurang menjadi dua puluh meter.
Para polisi sudah hampir sampai lima belas meter lagi dari arah barat jalan yang tentu saja dengan suara khas polisi yang biasa menjadi pertanda kedatangan mereka.
Delapan belas meter jarak mereka diantara kedua kubu siswa siswa tersebut.
Mereka semua berbalik arah saat para polisi datang. Mereka mencari tempat tempat perlindungan aman menghindar dari tangkapan para polisi yang berusaha mengejar dan menangkap mereka semua.
"Sebenarnya apa tugasmu disini?" tanya Hera membentak Ran yang sedang memakan satu es krim rasa peppermint.
__ADS_1
Ran tak menghiraukan kata kata Hera barusan tanpa pikir panjang lagi kedua hantu itu menitipkan es krim cokelat mereka kepada Ran lalu terbang keduanya ke arah kedua kubu siswa siswa itu yang berusaha lari dari kejaran para polisi.
"Apa pekerjaan kalian?" tanya Ran tentang keberadaan Bay dan Hera ada ikut bersama Ran dalam misi kali ini.
Hera segera menciptakan angin kencang di bagian selatan dan juga Bay di bagian utara mencegah polisi bisa menangkap mereka semua.
Kepulan asap dan debu ditimbulkan oleh mereka berdua yang mengakibatkan beberapa kerusakan di sekitar tempat itu.
Jun terjatuh akibat angin yang Hera dan Bay buat dia terdiam melihat ke arah angin yang terus berputar kencang di depannya.
Dia melihat bayangan seseorang orang yang berambut panjang lurus memakai baju putih berlengan panjang dan celana panjang berkulit kuning langsat cerah sosok itu melihat ke arah Jun yang ada diatas aspal terjatuh.
Sosok itu melihat ke arah Jun tapi tak mengenali siapa itu Jun bagi dirinya. Dia tetap fokus mencegah agar kerusakan yang ia timbulkan ini tidak terlalu banyak serta tidak menimbulkan korban jiwa.
Ben menarik tangan Jun agar bangun dari sana cepat melarikan diri seperti yang lainnya.
"Bangun cepat!" kata Ben.
Ben menarik paksa temannya itu yang masih melihat kearah Bay.
Good membantu Mirad yang juga mengalami luka dibagian kakinya.
Jun ikut berjalan lebih cepat meninggalkan tempat itu. Dia melihat ke arah angin besar itu kembali berputar di belakangnya.
Dia tak mendapati sosok yang ia lihat itu kembali ada disana yang ia lihat dua angin besar yang berputar dengan cepat di dua titik yang bersebelahan berjarak hanya beberapa meter dengan kedua duanya.
Bukan hanya para polisi yang mengalami luka luka tapi juga siswa siswa yang berhasil melarikan diri itu serta orang orang disekitar tempat itu juga mendapatkan dampaknya.
"Aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ran" kata Bay.
"Apa dia terlalu idealis atau apa maunya!" kata Hera.
Ran dari atas roof top sudah menghabiskan satu es krim peppermint yang tadi ada ditangan berdiri dari kursi panjang yang ia taruh diatas sana.
Menggerakkan telapak tangan menjadi terbuka kemudian dari kejauhan dia sudah melihat dua kubu siswa siswa itu sudah berhasil melarikan diri. Kemudian, telapak tangan kanannya itu ia tutup lalu terbuka bersamaan dengan kedua bola matanya yang berubah membiru mengarahkan kekuatannya ke arah di tempat titik angin angin itu di bentuk oleh Hera dan Bay yang belum berhenti dari sifat penolong mereka.
Mereka berdua berhenti mengeluarkan angin dari kekuatan yang mereka miliki saat ini melihat Ran yang tersenyum di atas gedung yang sedang tersenyum kepada Hera dan Bay dari atas sana dari gedung yang berjarak dua ratus meter tempat keduanya ada di jalan itu.
"Kemari" kata Ran pada Red.
Ran mengikat rambut Red yang sedang bekerja disana.
"Kau kan sedang bekerja kan. Kenapa kemari?" tanya Red.
"Aku sedang memesan beberapa ikan disini" kata Ran.
"Oh" kata Red.
Siapa yang datang dengan banyak orang orang yang melihat ke arah Red dan Ran.
"Aku sudah mengikatnya" kata Ran.
Ran membantu pekerjaan Red sebentar sambil menunggu ikan ikan pesannya yang masih diambil dari dalam kolam oleh para pekerja yang lain.
"Situasi apa ini?" tanya Red melihat banyak siswa siswa yang memakai seragam yang sama seperti seragam sekolahnya.
Red melihat lagi kearah Jun dan yang lainnya yang baru saja datang.
"Ternyata benar. Itu mereka" kata Red dalam hati.
Teriakan lembut dari seseorang yang sering mereka dengar terutama bagi seorang Ben.
Semua kabur kecuali Ben dan Jun serta Good lalu Mirad yang tidak bisa lari dari tempat itu.
"Kau mau apa. Dia malah yang bantu ibu disini" kata Ibunya Ben membicarakan tentang Ran.
Hampir mendekati satu jam Ran telah menggantikan pekerjaan Ben yang ia tinggalkan untuk tawuran tadi.
Ran dan Red pura pura tak melihat Ben sedang dimarahi. Kalau untuk ketiga sahabatnya duduk di atas dinding dinding kolam kolam yang sudah dibersihkan oleh Ran dan Red tadi.
"Besok, jangan pakai motor lagi" kata Ibunya Ben mengambil kunci motor dari tas Ben.
"Selama berapa hari Mah?" tanya Ben.
"Sesuka Mama. Oh ya, Kalian pasti lapar ambil saja makanan dirumah. Mama masak banyak" kata Ibunya Ben.
Semuanya terdiam hening termasuk para pekerja disana selalu stay cool dengan hal semacam ini yang dialami oleh anak bos mereka.
Ibunya sudah terlihat pergi jauh pergi kerumah Bee yang juga sudah menunggu yang terlihat dari Ben yang ada di area usaha keluarga itu.
"Sekarang jam berapa?" tanya Mirad pada Jun.
Jun melihat layar ponsel.
"Lima lebih dua puluh menit. Ada apa?" tanya Jun.
__ADS_1
"Aku lapar" kata Mirad.