Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 1 |


__ADS_3

Chp 1. Invitation.


Ping!


Logo Message keluar tepat di depan wajah pemuda yang sedang mencoba untuk tidur.


Wajah bingung tidak terpancar di dalam dirinya melainkan membuatnya menarik selimut di sampingnya.


Beberapa jam kemudian pemuda tersebut kembali membuka matanya dan mencoba untuk memastikannya sekali lagi.


"...."


Dan gambar itu masih tetap di sana.


"Jadi aku telah terpilih."


Batin pemuda itu dengan menyipitkan matanya, dia berharap jika saja semua ini adalah mimpi.


Tangan pendeknya mencoba meraih logo tersebut, tidak lama keluar sebuah layar hologram bersamaan dengan kembang api keemasan yang berterbangan ke segala penjuru.


_________________ 


[ Invitation ]


Kepada Yth. Evans Mallory


Selamat telah terpilih sebagai salah satu player. Anda memiliki hak untuk memasuki Tower, memproses pemindahan anda 719:59:5**8**


Player telah tergabung : 1.2 M Orang


Waiting list : 1.000 Orang


________°_________


Tatapan kosong nampak pada wajah pemuda dengan rambut acak-acakan itu.


Sesekali mulut pemuda itu menutup dan terbuka, dia mencoba merangkai sebuah kalimat, dirinya kemudian mengeja satu persatu kata dengan suara yang lirih.


Di dalam pesan itu berisi sebuah timer hitung mundur yang mulai berdetak.


Itulah awal mula Evans Mallory, Pemuda berusia 15 tahun terpilih menjadi player dan memasuki Tower.


...***...


...Sekitar 20 tahun yang lalu sebuah benda asing tiba-tiba muncul dari langit dan secara perlahan jatuh menancap di salah sebuah pulau yang tak berpenghuni....


...Indonesia adalah negara kepulauan terdapat 17.504 pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Indonesia, dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama....


...Kini salah satu pulau itu menjadi sorotan dan perhatian berbagai pemerintah dunia karena fenomena sebuah benda asing....


...Pihak pemerintah Indonesia serta negara-negara di sekitarnya mencoba menyelidiki benda asing itu tetapi gagal karena sebuah penghalang tak terlihat yang melingkari pulau tersebut, baik dari atas maupun bawah....


...Keesokannya kejadian aneh mulai bermunculan di seluruh dunia, sejumlah orang menghilang secara tiba-tiba. Berita tersebut membuat heboh semua Negara di dunia. Mereka menjadi bersiaga dan meningkatkan keamanannya selama berhari-hari....


...Tidak lama kemudian sejumlah orang dari berbagai dunia kembali menghilang sampai mereka ditemukan di sebuah pulau dengan menara yang tertancap....


...Semua orang terheran bagaimana cara mereka masuk ke dalam pulau tersebut, padahal banyak hal telah dilakukan pemerintah dunia untuk memasukinya....


...Karena membuat resah berbagai pemerintah dunia mereka segera mengumpulkan berbagai ahli dan peneliti, bahkan pihak militer juga ikut terlibat untuk memecahkan misterinya....


...Beberapa tahun kemudian mereka menemukan sejumlah massa yang masuk ke dalam pulau mendapatkan sebuah pesan yang aneh dan melayang di udara. ...


...Pesan itu berisikan tentang terpilihnya mereka sebagai player dan hak untuk memasuki Tower....


...Setelah timer berhenti di nol maka secara sepihak mereka akan dipindahkan masuk ke sana....


...Pulau yang banyak mendapatkan pusat perhatian seluruh dunia beberapa tahun terakhir itu. ...


...Akhirnya menjadi pulau yang sangat dikenal semua penduduk di dunia....


...Pulau tersebut berada di wilayah Indonesia di suatu pulau yang belum pernah ditemukan sebelumnya....


...***...


Evans melihat di internet dan juga berita maupun live streaming para player di sana. Dalam 20 tahun terakhir pulau itu telah banyak mengalami perubahan yang signifikan.


Pulau yang awalnya dipenuhi dengan hutan rimba dan hewan buas, seolah berganti menjadi sebuah pemukiman dan kota-kota unik yang indah seperti di dalam game.


Evans menghela napas sangat panjang malam itu.


"Merepotkan."

__ADS_1


**


Evans selalu tiba di kelas dengan guru tepat di sampingnya, mereka selalu datang bersamaan.


Evans terkenal dengan datang selalu mepet waktu tentu saja bukan gurunya yang terlambat melainkan Evans di sini. Namun meski begitu Evans masih adalah anak yang baik dan tidak pernah bolos satu kali pun.


Saat tiba di kelas Evans selalu menjadi pertanda bagi semua orang bahwa pelajaran akan segera dimulai. Hingga tidak disangka pagi ini Evans membuat terkejut salah seorang temannya.


"Pagi Ney."


Sapa Evans setelah meletakan tasnya di kursi dan memandangi perempuan cantik yang sedang menggosok kedua bola matanya.


"Tidak dipercaya..."


"Bagaimana kabarmu?"


///


Evans tersenyum canggung karena tidak mendapatkan reaksi dari perempuan cantik itu. Evans kemudian mendekat karena masih tidak juga mendapatkan jawaban.


"Hm. Kau bekerja sangat keras." Evans memperhatikan apa yang sedang dikerjakan oleh Ney.


"Tapi aku masih kalah denganmu sih hihihi. Bagaimana kau bisa bangun pagi Vans?" Ney kemudian menghentikan aktivitas belajarnya dan berbalik bertanya kepada Evans dengan tertawa kecil.


Ney benar meski tingkah yang ditunjukan Evans seperti datang terlambat dan dirasa tidak pernah belajar, tetapi dia adalah yang terpintar di kelasnya. Bahkan dia juga sampai menyabet medali olimpiade, prestasi yang sangat sulit dibuat semua orang.


Ney juga tidak kalah pintar dari Evans, dia menduduki posisi kedua di kelasnya. Setelah keduanya mengobrol dalam waktu yang lama, Evans mulai bergerak menanyakan hal yang mengganggunya semalaman.


"Ney ada yang mau aku katakan." Evans terlihat kesulitan untuk membuat ekspresi yang serius.


"Ya?" Ney tersenyum lebar pada temannya itu. Ney sudah tahu jika Evans sedikit spesial, dalam keadaan seperti apapun dia akan tetap tenang dan datar, dia selalu berpikir dengan penuh logika dan rasional.


Begitulah Evans bahkan suaranya sendiri juga terkesan datar tanpa adanya emosi. Meski begitu Evans masih dapat tersenyum dan bersosial dengan sekitarnya.


"Dengarkan aku, ada seorang pria bodoh. Dia mencintai wanita yang sudah memiliki pacar. Sebenarnya dia sudah mencintai wanita itu sejak lama. Dirinya hanya tidak pernah berani untuk menyampaikan perasaannya sejak awal.


Bahkan Dia sudah suka sejak SD hingga sekarang, entah bagaimana mereka bisa bersekolah di tempat yang sama sampai sekarang. Tetapi..." Evans mendongak untuk melihat ekspresi apa yang dibuat oleh Ney.


"Mereka saling bersaing dan mendukung. Itulah yang dirasakan pria itu. Kisah ini kemudian berakhir dengan wanita pujaannya yang memiliki kekasih dan membuat pria malang itu berakhir menjauh."


Nampak wajah Ney yang sekarang terguncang dengan mata yang berair.


"Sekarang akhirnya pria tersebut dapat bernapas lega dengan menyampaikan hal yang dirasakannya."


Ney yang mendengarkan hanya menaikan alisnya, "Apalagi ini Vans, sudah hentikan bercandaan mu itu."


"Ney, aku tau kau sedang berpacaran. Aku juga tau kau sangat mencintainya, dan ini hanya keinginan egois ku--" Belum selesai Evans meneruskan, suara isak tangis yang lembut mulai terdengar.


"Pergilah Vans. Hiks." Suara Ney sedikit bergetar.


Evans yang melihatnya sedikit terkejut, dia hanya menggigit bibirnya dan melangkah mundur.


Dengan ditemani meja sebagai bantalnya, Evans mencoba untuk tidur.


"Akhirnya." Batin Evans dengan tersenyum tipis. Dia tidak menang dan juga tidak kalah.


Evans memang sengaja memberitahu Ney sebelum kabar tentang dirinya menjadi player tersebar, dirinya akan segera dilatih dan mendapatkan bimbingan penuh selama sepuluh hari dari pemerintah.


Dirinya sendiri telah melapor dan akan mendapatkan satu hak eksklusif. Hak eksklusif akan diberikan kepada mereka para calon player.


Hak itu hanya akan didapat jika menjalani sepuluh hari pelatihan dan bimbingan dari pemerintah. Hak eksklusif adalah hadiah perpisahan yang diberikan oleh pemerintah kepada calon player.


Mereka secara bebas boleh meminta apapun, satu permintaan dan akan langsung dipenuhi.


Beberapa calon player ada yang memiliki permintaan aneh. Tetapi hal itu sangat jarang terjadi contohnya adalah minta untuk dicarikan pacar, kencan dengan seorang artis, dan permintaan yang nyeleneh lainnya.


Apa gunanya jika sudah memiliki pacar tetapi akan meninggalkannya?


Apa gunanya berkencan dengan seseorang yang terkenal jika hanya untuk dilupakan?


Evans bingung sendiri dengan permintaan yang tidak logis dari mereka ini.


Tetapi kebanyakan dari mereka meminta harta seperti uang, perhiasan atau rumah untuk ditinggalkan kepada keluarga mereka.


Karena akan berpisah dengan sangat lama atau bahkan seumur hidup di dalam pulau, hanya ini yang bisa ditinggalkannya.


Evans telah lama mengenal sosok Ney, dirinya pasti akan merasakan iba, kasihan dan bertanggung jawab jika mengetahui yang sebenarnya.


Dia mungkin tidak akan ragu untuk mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya dan memulai hubungan dengannya.


Begitulah sosok Ney yang sangat disukai oleh Evans.

__ADS_1


**


Pagi itu suasana kelas tampak ramai dengan sebuah keajaiban yang mereka pikir tidak akan pernah terjadi meski dunia berakhir.


Semua orang yang masuk ke kelas pasti akan memandang kearah Evans walau cuma sedetik, pandangan mereka seakan melihat hantu padahal dia hanyalah seorang manusia yang sedang patah hati.


Evans memang langka ditemui dijam-jam seperti ini. Sekarang di meja Evans sedang dikelilingi beberapa orang.


"Vans ini masih kurang jam 7 loh, kok bisa bangun sih." Satu orang menyindir Evans.


"Kok di sini bau ya?" Satu orang sarkas.


"Vans main bola yok." Satu lagi hanya ingin bermain.


Evans terlihat menikmati obrolan bersama mereka, dia tersenyum tipis dan tetap tenang seolah sedang tidak terjadi apa-apa.


Ada beberapa orang yang menyinggung Ney, karena tidak biasanya dia diam sendiri di pojokan. Biasanya Ney selalu terlihat bersama dengan Evans.


Seorang pria paruh baya dengan kepala yang penuh uban datang bersamaan dengan dering bel pelajaran. Dia adalah guru pagi itu, buku paket besar juga terlihat di tangan seolah senjatanya.


"Selamat pagi. Semuanya, sekarang bapak akan membagikan nomer yang sudah kalian nantikan dari tadi. Masing-masing ambil satu dan segera berpindah tempat duduk seusai nomor yang kalian dapatkan. Lakukan dengan tenang dan jangan ribut."


Terlihat gulungan kertas-kertas kecil mulai keluar dari saku celananya. Benar juga hari itu adalah hari mereka pindah tempat duduk. Evans baru sadar akan hal itu.


Guru itu menggaruk kepalanya seperti ada yang tidak biasa dan sesuatu yang sangat penting, sesuatu yang selalu menemaninya. Dia akhirnya menyeringai mengetahui hal apa itu.


"Oh, lalu apakah ada yang tau kenapa Evans tidak masuk?" Suasana sekelas langsung menjadi hening.


.


.


.


"Um. Hei." Sapa Evans kepada teman sebangkunya yang baru, terlihat suasana yang agak canggung dan berat di sana.


Evans mengambil inisiatif karena merasa perlu, mereka selalu diam dan berbeda dengan yang lainnya.


Seorang wanita cantik berambut pendek dan berwarna coklat itu sedang mematung dan selalu melihat ke depan.


Tubuhnya yang proporsional dengan mata yang berwarna hitam cerah serta kulitnya yang seputih susu membuat kombinasi yang sempurna, dia adalah Nesya Anindira.


"Kurasa. Kau terlalu memikirkannya Ney. Semuanya telah berlalu. Dalam hal ini memang Aku yang salah." Ucap Evans dengan wajahnya yang melihat ke langit-langit dan kemudian berpaling ke Ney. Akhirnya setelah sekian lama mata mereka bertemu.


"Oh, tidak bukan begitu hanya saja... Um..." Ney mencoba menyanggah perkataan Evans.


Memang seperti itulah Ney, dia tidak ingin membuat orang-orang disekitarnya bersedih apalagi jika Ney sendiri yang menyebabkan hal itu.


"Ney kau adalah perempuan yang baik, lemah lembut dan cerdas. Kau terlalu berlebihan memikirkan perasaan orang lain. Kau mengira kita tidak akan kembali seperti dulu dan aku akan membencimu."


Terlihat sorot mata Evans yang kosong dan gelap dia menatap tajam kearah Ney, berhasil membuatnya sedikit ketakutan.


"Kau telah mengenalku lama, demikian halnya diriku, sekarang tersenyumlah dan tunjukan senyum manismu." Evans pertama kalinya tersenyum lebar kepada Ney.


Ney hanya menjawab dengan anggukan kecil dan perlahan raut wajahnya kembali normal. Memang seperti inilah yang cocok untuknya, batin Evans.


Mereka kemudian mengobrol dan tertawa, sesekali Ney juga terlihat hampir berteriak karena keusilan dari teman sebangkunya itu.


Hari ini mungkin adalah hari terakhir Evans untuk dapat menggoda Ney, dia mungkin tidak bisa menunjukan kesedihan tetapi dalam dirinya, Evans merasakan kesusahan karenanya.


Sangat disayangkan mereka tidak dapat menjadi kekasih.


Padahal siapapun orang yang melihatnya akan berpikiran hal yang sama.


"Mereka adalah pasangan yang ideal."


**


Esoknya sebuah kabar mulai tersebar. Muncul berita yang menghebohkan di sekolah, dua orang siswa di sekolah mereka terpilih untuk menjadi player.


Mereka diwajibkan mengikuti pelatihan dan bimbingan selama sepuluh hari, jadi dua orang yang terpilih itu harus meninggalkan sekolah dan mengikuti pelatihan.


Setiap murid mencoba menerka siapa orang yang dimaksud tetapi hal itu tidak mungkin bisa, karena tujuh orang sedang tidak masuk pada waktu itu.


Sedangkan pihak pemerintah hanya memberikan surat ijin kepada dua orang dan tentu saja pihak sekolah merahasiakannya. Baik pria dan wanita, mereka selalu membicarakan berita ini.


Ney yang sejak tadi diam merasakan perasaan yang buruk karena teman sebangkunya yang tak kunjung terlihat.


Perasaan cemas dan khawatir terpancar jelas di wajah Ney, bahkan membuatnya pucat.


Wajah teman sebangkunya memenuhi pikiran dari Ney.

__ADS_1


Dalam hatinya Ney berdoa semoga perasaan buruknya tidak akan pernah terjadi.


__ADS_2