
Chp. 78 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(12) - Identitas Black Masked Gass(2).
"Hah?! Kau repot-repot meminta ijin hanya untuk menghabisi seorang bocah? Bocah itu bahkan akan mati jika mendapatkan pukulan darimu."
Code-666 yang melihat tekad temannya itu sangat keras kepala dan ingin bertarung dengan seorang bocah ingusan, kemudian tidak memiliki pilihan lain untuk menerimanya.
"Kalau begitu Aku pergi dahulu."
Beberapa saat setelah Code-024 pergi, Code-666 tersenyum tipis melihat punggung temannya itu, "Kau itu masih belum berubah ya."
Tatapan matanya sekarang berganti kearah Lan Suzi dan Roland, di sana terlihat Lan Suzi yang sedang meringis kesakitan setelah mencabut panah yang menancap dibelakang bahunya.
Roland juga sudah tiba di hadapan Lan Suzi, dia sekarang berada beberapa langkah di depan Lan Suzi dan bertugas seolah melindunginya, tetapi Roland sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi kepadnya.
Tubuh Roland sekarang terangkat dari atas tanah, pandangannya menjadi setengah kabur dan mulutnya memuntahkan banyak sekali air dari sana.
"Uhuk! Guhakk!"
Tiba-tiba saja Code-666 sudah ada di depan Roland dengan sebuah tinju yang mengangkat tinggi dan mementalkan Roland ke langit.
"Cepatnya..." Lan Suzi yang melihat pukulan dari Code-666 hanya bisa menahan napasnya bahkan dia sendiri curiga jika kecepatannya melebihi skill kebanggaannya itu.
"Sekarang tamatlah riwayat kalian berdua, Flowers Of Light dan Crazy Dogs. Selamat tinggal, tetapi sebelum itu Aku akan bermain-main sebentar saja dengan kalian sembari menunggu Dia menyelesaikan masalahnya." Code-666 menyeringai dan perlahan berjalan mendekati keduanya.
Roland yang sedang jatuh ke tanah tidak jauh dari Lan Suzi hanya bisa memiringkan kepalanya setelah mendengarkan ucapan orang itu, ada tanda tanya besar dikepala mereka berdua.
"Bagaimana bisa Kau tahu siapa Kami?" Lan Suzi bertanya dengan mengernyitkan dahinya.
...***...
"Lawan yang berbahaya di sana hanyalah Crazy Dogs, Roland. Jika Kita mengerahkan pasukan tingkat Amateur sepertinya masih akan baik-baik saja. Sisanya hanya tinggal Kita berempat bagaimanapun Kita harus mengeluarkan Tuan Massa dari penjara."
Ada lima orang yang berkumpul di sana, mereka adalah para petinggi dari Guild Besar, Moonlight Guild.
"Bagaimana denganku? Kau tidak melupakanku, 'kan?" Seseorang yang tidak disebutkan namanya dalam rencana bertanya kepada semua orang yang ada di sana, khususnya kepada pria yang membuat rencana ini.
"Bagaimana bisa seseorang yang menyebut dirinya sebagai ahli strategi terbaik malah melupakan bintang utamanya haha."
"Oh, Maaf Aku sungguh melupakanmu. Sebentar ya..."
__ADS_1
"Apa Kau bilang?!"
"Pffft." Semua orang yang ada di sana menahan ketawanya setelah melihat tingkah marah dari orang itu.
"Aku hanya bercanda hahaha. Kau akan bersama dengan pasukan tingkat Amateur untuk mengalihkan beberapa penjaga di sana, setelah kabar tentang kalian heboh di bawah, semua pasukan pasti akan dikerahkan untuk kalian.
Setelah itu Kami akan membobol penjara dan melarikan diri bersama Tuan Massa. Rafus mulai sekarang namamu adalah Code-024. Kau adalah pemimpin organisasi penjahat yang bernama 'Black Masked Gass'. Ingat dengan betul jangan gagalkan lagi misi ini, Kau mengerti?"
"Baik Aku mengerti. Serahkan saja semuanya kepadaku." Rafus menepuk dadanya dengan mendengus percaya diri.
"Baiklah jika tidak ada pertanyaan yang lain lagi maka Aku anggap kalian semua sudah mengerti tugas masing-masing."
Semua orang lalu keluar dari sebuah ruangan setelah tidak ada pertanyaan tentang rencana mereka untuk membobol penjara milik The Executor Guild.
**
Di lorong panjang sebuah gedung setelah rapat selesai, Rafus sedang berjalan bersama dengan ahli strategi, mereka berdua adalah teman sekaligus sahabat dekat.
"Laurent benarkah Kau pernah bersama dengan Lan Suzi saat Ekspedisi Ke-15?!" Rafus bertanya dengan tatapan yang penasaran.
"Ada apa denganmu lagi Rafus?"
"Hah? Perempuan lagi. Kau harus fokus dengan misimu untuk besok, setelah itu Kau bebas untuk melakukan apapun." Laurent menatap tajam sahabatnya itu.
"Kau itu terlalu serius dalam segala hal." Rafus yang tidak mendengarkan temannya itu terus mengoceh tentang Lan Suzi.
"Kau tahu katanya Dia mirip dengan seorang dewi. Kemampuannya sangat mengerikan, dia juga satu generasi denganmu dan dipanggil jenius sama sepertimu. Tetapi sayangnya kabar tentangnya sudah tidak terdengar lagi sekarang."
Rafus kemudian bercerita panjang lebar tantang semua yang dia tahu dari Lan Suzi, mulai dari kekuatannya, makanan apa yang disukai bahkan sampai hari ulang tahunnya, meskipun semua yang dia bicarakan itu berasal dari rumor dan berita yang beredar.
"Baiklah Rafus sudah cukup, kepalaku mulai sakit mendengarnya."
"Hahaha maaf, kalau begitu Aku akan pergi dan bersiap untuk besok."
Melihat Rafus yang akan pergi Laurent teringat akan sesuatau yang lupa dia katakan saat di rapat mereka.
"Oh, Rafus khusus untukmu Kau harus menekan kekuatanmu sampai setengahnya dan jangan membahayakan para player yang tidak bisa bertarung di sana."
"Siap dimengerti Code-666 hahaha. Kau sangat cocok dengan nama itu Laurent."
__ADS_1
"Baiklah pergilah kurasa sudah cukup omong kosongnya." Laurent mengkibaskan tangannya kepada temannya itu.
Rafus yang melihatnya lalu hanya tersenyum canggung dengan sikap sahabatnya itu.
Mereka tidak boleh membongkar identitas tentang mereka atau rencana mereka akan hancur berantakan, menunjukan kekuatan mereka saja sudah membongkar darimana mereka berasal.
...***...
Laurent yang sekarang menyeringai kemudian mengambil kuda-kuda, dia berlari dan muncul di belakang Roland.
Roland yang masih memegangi perutnya dan tidak memiliki pertahanan kemudian mendapatkan tinju dari kanan dan kiri pipinya, membuatnya berputar dengan sangat cepat mengikuti arah pukulan.
"Bak!"
"Buk!"
Suaranya sangat keras bahkan sampai membuat Lan Suzi menutup matanya, tidak berani melihatnya. Roland yang sekarang berdiri dengan terhuyung terlihat akan ambruk kapan saja padahal baru dua serangan yang dia terima.
Ditambah Laurent sendiri belum kembali menggunakan senjatanya, "Apa ini benar Crazy Dogs, bukankah daya tahan adalah kekuatan utamamu hahaha."
"Bak!"
"Bak!"
Roland kembali menerima pukulan dari Laurent dan membuat tubuhnya mengeluarkan beberapa butiran cahaya, "Sungguhan hanya dengan enam pukulan dan Kau akan menghilang?"
Napas Roland sekarang menjadi memburu, wajahnya sudah tidak berbentuk lagi, dia melihat HP di layar statusnya juga tinggal menyisakan kurang dari lima puluh, mungkin saja satu kali lagi pukulan dia akan sungguhan menghilang.
Lan Suzi yang melihatnya kemudian tidak membiarkannya terjadi, dia menggunakan skill < Light Speed> miliknya dan muncul tepat dibelakang Laurent.
"Tep!" Laurent tersenyum setelah menangkap pedang menggunakan satu tangannya yang lain, sedangkan Lan Suzi hanya menaikan alisnya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Laurent.
Dirinya menangkap tebasan pedang dari Lan Suzi tanpa terluka sama sekali dan sekarang bergerak mendekatinya, wajah keduanya lalu bertemu dengan jarak kurang dari satu inci.
Laurent kemudian tersenyum dari balik maskernya, dia memperhatikan wajah Lan Suzi dengan seksama dari atas sampai ke bawah.
"Benar apa yang dibilang Rafus. Kau ternyata cantik juga." Laurent menggenggam rambut Lan Suzi dan kemudian menariknya kebelakang.
"Sayangnya Kau sangat lemah." Dia membisikan kalimat itu langsung di telinga Lan Suzi membuat matanya sekarang bergetar mendengarnya.
__ADS_1