Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Intermediate player | 124 |


__ADS_3

Waktu dengan cepat sekali berlalu dan tidak terasa kita sudah akan menjadi senior saja. Dan sebagai senior mereka, kami akan menjawab dan memberikan semua yang terbaik kepada junior kami.


"Bukankah lebih baik jika menjemput mereka dengan cara yang biasa saja. Cukup dengan mobil kita dan kembali, lalu pesta penyambutan setelah itu selesai."


Benar sekali inilah yang kusuka, tidak terlalu merepotkan dan cukup sederhana. Aku mengatakan semua itu dengan sangat cepat.


"Apa kau sudah gila, Evans. Tidak mungkin kan kita bisa melakukan hal itu!"


"Idemu sangat membosankan dan sama sekali tidak kreatif. Ditolak!"


"Apakah kau tidak mengerti perasaan mereka. Bukankah kau masih mengingatnya, bagaimana perasaanmu setelah ditolak para guild besar, huh?"


Mereka semua kemudian tanpa perasaan menolak dan mencemoohku.


Jika mengingat kembali memang benar banyak sekali yang depresi dan kehilangan semangatnya waktu itu. Kurasa sedikit keterlaluan jika hanya sekedar menjemput mereka menggunakan mobil.


Tapi di sisi lain aku sangat yakin jika ideku ini jauh lebih baik daripada milik Didi. Dia meminta kendaraan sebuah helikopter atau balon udara untuk memberikan kesan jangan khawatir kepada mereka.


"Cih ide yang sangat payah. Kalau begitu kita terpaksa untuk mengundi di sini."


Riza mengambil inisiatif dan mencari sebuah botol. Dia menuliskan nama kami di sebuah kertas dan mengundinya.


Tanpa terduga ide milikku keluar sebagai pemenang. Mereka semua tidak memiliki pilihan lain dan menerimanya.


Mereka kemudian pergi dengan menghela napas.


Harus diakui jika keberuntunganku sangat bagus sejak masuk ke dalam pulau. Tetapi mengingat apa yang dikatakan mereka adalah kebenaran, aku akan sedikit mengubah rencanaku di sini.


**


Malam harinya. Aku bersiap untuk pergi dan memanen buah iblis sekali lagi dengan bantuan mobil hantu.


Kepalaku masih sangat sakit karena belum terbiasa dengannya. Setiap kali akan terbang mobil hantu harus melakukan freestyle sampai lima kali sebelum berfungsi dengan benar.


Syukurlah buah iblis masih lengkap dan lokasi Malika belum juga ditemukan para player yang berpetualang di dalam Tower. Aku memasukan 78 buah iblis hari ini ke dalam layar inventori player.


Sebelum kembali ke dalam tenda. Aku memutuskan untuk pergi ke lahan kosong di samping ladang paguyuban dan memastikan dengan benar jika tidak ada seorangpun di sana.


Setelah cukup lama mengamati ke sekitar dan memastikan tidak ada siapapun. Aku mengeluarkan dua buah item dari layar inventori player.


Sepasang karet gelang dan potion pereset keluar dari tanganku. Aku sangat yakin jika setiap apapun yang memiliki aura ungu pasti tidak akan ada yang tidak berguna. Kita hanya perlu menyelesaikan teka-tekinya sampai terpecahkan dan membalik keadaan, sepuluh kali lipat dari sebelumnya.


Pertama. Aku akan mencoba sepasang karet gelang itu. Tidak ada yang berubah di sini, tetapi setelah aku melihat status player. Mengejutkannya, semua statsku berkurang sebanyak lima puluh poin.


_______________


[ Player Info ]


Name : Evans Mallory.


Level : 59 (51.200/60.000)


Race : Human.


Age : 16 th.


Gender : Male.


Job : Farmer (Common class).


HP : 305/305


MP : 315/315


Stats.


STH : 65 (+295) (-50)


SPD : 69 (+295) (-50)


DEF : 60 (+295) (-50)


INT : 70 (+295) (-50)

__ADS_1


Stats point : 0


Stigma.


The One Who Can Find Bugs : The Real Genius ( S )


_________°__________


Strength retaining rubber band memang memiliki kemampuan spesial untuk menahan kekuatan player. Menggunakannya sama saja dengan memberikan tubuh beban seberat dua ton.


Tetapi hal ini tidak memberikan efek apapun kepadaku dan aku masih bisa menggerakkan tubuhku dengan bebas di sana. Sepertinya benda ini akan benar-benar menekan player jika levelnya kembali diulang ( reset ).


Aku sebenarnya meragukan ini tetapi kedua gelang itu tidak membantu apapun dan tidak ada pilihan lain lagi. Dengan mengorbankan 59 levelku dan kembali ke tingkat Amateur player, aku harus berani bertaruh di sini.


Lagipula semua itu hanya untuk sementara, aku memiliki banyak sekali buah iblis di dalam inventori. Membuat keadaanku seperti semula hanya perlu mengkonsumsi sekitar 60 buah iblis.


Aku menarik napas berulang kali di sana karena sedikit gugup, level yang sudah aku memiliki sampai saat ini adalah hasil kerja kerasku sendiri, meskipun harus diakui aku mendapatkan sedikit bantuan dari luar.


'Tiga... Dua.. Satu.'


Aku perlu menghitung mundur untuk mengalihkan pikiranku. Suara tutup botol kayu yang terbuka, berbunyi sangat nyaring di keheningan malam.


Glek, Glek, Glek.


Perlahan tubuhku di selimuti cahaya ungu yang terus berputar. Cahaya itu kemudian menipis dan memudar setelah aku membuka mata.


'Apa sudah selesai, aku tidak merasakan apapun setelah--"


Tepat saat aku mengatakannya, tubuhku seolah ditarik gravitasi bumi dan diminta untuk tunduk kepadanya. Tetapi dengan segera aku langsung menyadari jika itu semua bukanlah berasal dari kekuatan tarikan alam, melainkan dari sepasang karet gelang di pergelanganku.


Tanganku menjadi sangat mati rasa dan seolah hampir copot menahannya.


'Apa-apaan... dengan semua ini...'


Aku bahkan sampai berteriak sangat kencang dan menunduk memegangi tanah di bawahku. Mungkin terdengar konyol tetapi satu-satunya temanku yang membantu tetap menahan beban ini adalah tanah itu.


Beberapa detik kemudian, mataku melebar melihat berbagai layar yang bermunculan.


'Apa yang terjadi... sekarang...'


[ Selamat. +1 "Defense" telah ditambahkan. ]


[ Selamat. +1 "Defense" telah ditambahkan. ]


[ Selamat. +1 "Speed" telah ditambahkan. ]


Aku tidak terlalu mengingatnya tetapi pemandangan yang menemaniku sebelum terlelap adalah gambar layar-layar aneh itu.


Mataku terbuka karena sinar yang menyilaukan dan sangat menusuk. Aku terbangun di sebuah lahan kosong dengan pemandangan sunrise yang menawan. Di sekitarku ada banyak sekali jerami yang di tumpuk dan jerami yang sudah diikat di sana.


Setelah cukup lama memandangi sekitarku aku melihat gelang tangan yang masih melekat. Aku segera teringat apa yang terjadi dan melihat status player, apa yang terjadi malah sangat mengejutkan.


Levelku memang benar kembali menjadi satu, meskipun sekarang sudah berubah menjadi dua.


Tetapi yang mengejutkan adalah stats bawaan milikku, aku sangat yakin jika seluruhnya berada di bawah tujuh puluh dan sekarang...


Stats.


Before -> After


STH : 65 -> 85 (+5)


SPD : 69 -> 79 (+5)


DEF : 60 -> 75 (+5)


INT : 70 -> 70 (+5)


Kecuali stats "INT" yang sama sekali tidak berubah, semuanya bertambah dengan kecepatan yang mengerikan.


Aku kemudian merenungkan semua itu dan menarik sebuah kesimpulan.


Dengan meminum potion, aku mereset levelku kembali menjadi satu yang di mana saat itu aku baru masuk ke dalam pulau. Artinya level satu adalah kita semua sebelum menjadi player

__ADS_1


...seorang manusia biasa.


Lalu dengan mengenakan karet gelang, tubuh kita mendapatkan pelatihan yang tidak masuk akal dan menahan beban seberat dua ton. Tidak mungkin jika hal ini bisa diterapkan di dunia nyata kan? Tetapi dengan bantuan sistem tubuh kita kemudian menjadi berkembang dan lama kelamaan menyesuaikan.


Sehingga muncul banyak sekali notif layar seperti tadi malam.


Stats bawaan yang tadinya tidak bisa ditingkatkan sekarang menjadi mungkin.


Lalu ada yang aneh, kenapa tiba-tiba levelku berubah menjadi dua sekarang? Seharusnya tubuhku masih menerima beban berat, tidak bisa bergerak, dan masih menerima notif tentang peningkatan stats dari sistem.


Sejujurnya hal ini adalah lumrah dan sering disebut semua orang sebagai "Automatic level".


Semua orang mengalami peningkatan levelnya sendiri bahkan tanpa berusaha. Tetapi hanya dalam batas tertentu.


Itulah kenapa para job di atas Common ( Rare, Epic, Legends) akan mendapatkan jumlah bonus exp dari monster, lebih banyak dibandingkan Common itu sendiri. Sehingga job Common sulit melakukan leveling atau menaikan levelnya.


Dimana job di atas Common membutuhkan satu hari untuk mendapatkan level lima.


Job Common membutuhkan sepuluh hari untuk mendapatkan level lima.


Dengan kata lain, latihan ini tidak akan pernah berguna kepada player dengan job selain Common.


Setelah naik ke level dua, maka sistem akan otomatis menganggap kita sebagai player dan mengurangi efek yang diterima, tetapi karet gelang tetap akan mengurangi stats kita sebanyak lima puluh poin.


Setelah memandangi karet gelangku, aku perlahan melepasnya dengan tersenyum tipis.


_______________


[ Player Info ]


Name : Evans Mallory.


Level : 2 (0/1.000)


Race : Human.


Age : 16 th.


Gender : Male.


Job : Farmer (Common class).


HP : 80/80


MP : 75/75


Stats.


STH : 85 (+5)


SPD : 79 (+5)


DEF : 75 (+5)


INT : 70 (+5)


Stats point : 0


Stigma.


One Who Find Bugs : The Real Genius ( S )


_________°__________


- Kembali ke satu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Paham kagak? Kalo kagak... bisa nanya di kolom komen.


Jika paham tetep tinggalkan jejak, Ok.


(╯°□°)╯︵ ┻━┻

__ADS_1


__ADS_2