
Turnamen akan segera digelar setelah Ekspedisi lantai ke dua puluh satu selesai. Dan aku tidak berencana untuk menggunakan seluruh buah iblis pada turnamen itu.
Akan ada banyak pertanyaan jika mereka melihat seorang player yang baru saja masuk sebulan di dalam pulau berhasil memenangkan turnamen.
Belum saatnya buah iblis untuk diketahui umum. Melihat kekuatan paguyuban, mungkin kejadian seperti Bam akan terulang kembali. Lebih baik jika menimbun buah iblis lebih banyak lagi dan memperkuat paguyuban.
Karena itu sekarang aku sedang berada di toko Skill Card Shop di kota Excel, mencari kartu skill yang akan membantuku nanti di dalam turnamen.
Seperti supermarket pada umumnya, toko ini memiliki rak-rak yang berbaris dan ditata rapi lengkap dengan tempelan kertas harga di bawahnya.
Di sini bukan makanan atau benda kebutuhan sehari-hari yang dijual, melainkan sebuah kartu dengan beragam warna dan kelas.
Hawa dingin saat masuk ke dalam membuat tubuhku menjadi lebih segar. Sepertinya mereka juga menginstal ac di dalamnya agar membuat para pelanggan nyaman dan betah berlama-lama di sini.
Pandanganku tertuju pada kartu skill kelas A di dekat kasir. Mereka tidak mungkin menaruh kartu itu di rak-rak seperti kartu yang biasanya. Kartu skill kelas A berjejer dan ditempel rapi di belakang kasir dengan dinding kaca. Kartu itu sengaja dibuat mencolok dari yang lain.
Hanya ada lima kartu skill kelas A di sini. Tetapi keseluruhan kartu itu tidak memiliki aura ungu di tubuhnya, seperti kartu skill kelas A milikku, Swords Energy.
Aku memutuskan untuk mencari-cari kartu skill yang akan berguna untuk di turnamen.
Pertama. Aku memilih melihat kartu skill di katalog rak kelas D. Banyak sekali pilihan di sini, apalagi banyak sekali stok kartu yang sama dan berjejer di belakangnya.
- In to The Wind.
- Black Hurricane.
- Summon Skill: Beast Class D.
- Rage.
- First Sight.
Masih banyak lagi kartu skill kelas D lainnya. Kebanyakan kartu dijual dengan harga antara seribu sampai tiga ribu keping koin.
Jika melihat sisa uang yang kumiliki sekarang kupikir membeli kartu skill dengan kelas di atasnya akan lebih baik.
Money : 15.500 Koin
Sebelum aku sampai di blok kartu skill kelas C. Ada sesuatu yang menarik perhatianku, tepatnya di meja kasir.
Muncul seorang pegawai lainnya yang membawa sebuah bingkisan dan meletakkan benda itu di atas meja.
"Ini adalah stok barang untuk bulan depan."
"Ah. Apakah itu pesanan dari Guild Besar, The Executor?"
"Ya. Mereka akan mengambilnya nanti sore."
__ADS_1
Aku sedikit mengernyitkan kening karena penasaran.
'Apa yang sedang mereka bicarakan. Kenapa guild besar membutuhkannya. Apalagi bingkisan itu memiliki aura ungu di dalamnya.'
Karena penasaran, aku mendekat dengan perlahan kearah keduanya.
"Um... Permisi, boleh aku bertanya di sini. Hal ini tentang benda yang dibungkus kardus besar itu."
Jika Guild Besar yang dibicarakan di sini, maka tentu saja harus meminta ijin terlebih dahulu. Karena kemungkinan bingkisan itu adalah barang rahasia yang penting dan tidak boleh diketahui umum.
"Mhm. Tentu saja, Tuan. Jadi tentang bingkisan ini ya...?"
Seorang kasir perempuan tersenyum manis kepadaku sembari menjawabnya.
Aku sungguh tidak menduga jawaban itu.
Bukankah bingkisan ini sangat penting. Kenapa benda yang memiliki aura ungu seperti itu tidak disimpan dan dijaga kerahasiaannya dengan baik di sini.
"Jadi, kenapa Guild Besar seperti The Executor membutuhkan bingkisan itu."
"Tentu saja kardus ini sangat penting tuan. Karena di dalamnya berisi benda yang digunakan untuk menahan para tahanan di penjara. Ada dua buah item di sini. Pertama..."
Kasir itu menunduk dan mengambil sesuatu di bawah meja. Dia mengeluarkan sebuah botol mirip potion tetapi berwarna ungu.
"Reset Potion. Minuman ini berguna untuk membuat para player yang meminumnya kehilangan kekuatannya dan kembali menjadi nol. Seperti saat mereka masuk ke dalam pulau."
"Ini adalah Strength retaining rubber band. Sepasang karet gelang ini berfungsi sebagai penahan kekuatan para player. Karet ini memiliki beban satu ton masing-masing gelang, sehingga total menjadi dua ton. Karet gelang ini biasa digunakan untuk tahanan yang paling berbahaya dan terkenal di dalam pulau."
Hanya ada satu penjara di dalam pulau dan menjadi tanggung jawab dari Guild The Executor. Penjara paling berbahaya itu kemudian diberi nama dengan "Ground".
Kedua benda ini adalah hal yang wajib dimiliki mereka para tahanan di dalam pulau. Sehingga pantas jika The Executor Guild membeli dan memesan kedua benda ini dalam jumlah banyak.
"Apakah masih ada stok lagi."
Aku bertanya karena penasaran dengan kedua benda itu dan ingin mencobanya sendiri.
"Tentu saja masih ada Tuan. Apakah anda ingin membelinya? Sepasang karet gelang ini dijual dengan harga 1.000 koin. Sedangkan potion pereset ini dijual satu set yang berisi sepuluh botol, dengan harga 500 koin."
'Mahal sekali...'
Kedua benda itu sangat mahal, bahkan seribu koin bisa digunakan untuk makan di sebuah restoran mewah selama satu minggu penuh.
Bukankah sistem terlalu membuat harga yang tidak normal di sini.
"Ini. Tolong bungkuskan satu untukku."
"Baik Tuan. Terimakasih atas pembeliannya."
__ADS_1
Kasir itu sangat bahagia saat mengetahui aku membelinya. Dia tidak penasaran ataupun bertanya, apa yang akan aku lakukan dengan membeli kedua benda ini.
Aku kemudian pergi dari Skill Card Shop dengan membawa...
- Sepasang Strength retaining rubber band.
- 10 × Reset Potion.
- Wind Cutter ( C )
- Burning Star ( C )
Money : 1.500 Koin.
Kasir perempuan itu semakin terlihat senang setelah melihat aku menghabiskan 14.000 keping koin di sana. Mereka juga memberikan kaos sebagai hadiah bonus.
**
Malamnya. Aku dipanggil oleh tiga bersaudara untuk datang ke AR DE Cafe.
Sepertinya mereka menutup kafe lebih awal karena ingin membahas masalah yang sangat mendesak denganku.
Kami sekarang sedang duduk di sofa yang empuk dan mewah dengan meja bundar di tengahnya.
Tidak biasanya mereka mengadakan pertemuan seperti ini sebelumnya, apalagi di sebuah ruangan santai dan vip.
Aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini. Mereka terlihat sedang memasang raut wajah yang sangat serius.
"Jadi... Apakah kalian memiliki ide yang menarik untuk acara yang dua hari lagi akan di mulai?"
"Maksudmu dengan acara...?"
"Apakah tentang menjemput para newbie itu?"
"Benar sekali."
Tiga bersaudara itu terlibat komunikasi dan saling menjawab antara satu sama lain. Sedangkan aku lebih memilih untuk menjadi pendengar saja di sini. Tetapi tentu saja mereka bertiga tidak membiarkan hal itu terjadi.
"Baiklah. Jadi, bagaimana dengan pendapatmu, Evans?"
"Benar kami ingin mendengarnya."
"Pasti kau sangat setuju dengan ide jeniusku tadi. Benarkan, Vans?"
Mereka melihat kearahku dengan wajah sangat berharap dan menunggu di sana.
- Menjemput para newbie.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=