Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 38 |


__ADS_3

Chp. 38 Level 5 : Jun Ichiro vs Evans Mallory - Bentrokan(5).


Setelah melihat keadaan yang menimpa Bam, Jun Ichiro sekarang tersenyum dengan puas, kutukan yang diberikannya sudah seratus persen masuk kedalam alam bawah sadar bahkan sampai meresap ke tulang-tulangnya.


Kutukan itu lah yang akan menempel selamanya dalam diri Bam, membuat seseorang berubah dan menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.


Menggunakan kapaknya itu Jun Ichiro sekarang memukul pipi Bam dengan kuat sampai membuatnya terjatuh kesamping, dengan kekuatannya yang tersisa Bam mencoba untuk berdiri.


Bam yang berhasil berdiri kemudian kembali terdiam seolah menjadi seperti sebuah boneka yang sedang menunggu perintah tuannya.


"Inilah kenapa, kau harus menyadari tempat mu yang sesungguhnya, dasar sampah."


Jun Ichiro sekarang menatap dingin wajah Bam kemudian mengalihkan pandangannya kebelakang kearah kedalaman hutan, dia menemukan sesuatu yang menarik di sana.


"Oh, Sepertinya kita akan kedatangan tamu."


____________________


[ Skill Card : A ]


One Thousand Cursed.


Sebuah kutukan yang membuat musuh kehilangan akal sehatnya, musuh yang terkena kutukan akan berubah berbeda dari sebelumnya. Syarat pengaktifan dengan memancing emosi sedih musuh, skill ini tidak bisa disembuhkan. Tidak mengkonsumsi mana.


Batas penggunaan hanya untuk sekali dan satu orang. Cooldown skill: 24 jam.


Player dengan stats INT diatas 500 tidak akan mendapatkan efek cursed.


_________°__________


...***...


"Hentikan..."


Wajah dingin Evans dengan tatapan mata yang berwarna biru gelap perlahan memberikan kengerian kepada Jun Ichiro. Seluruh tubuhnya sekarang merasakan merinding dan banyak mengeluarkan keringat yang membasahi punggungnya.


Perasaan yang sangat dikenalnya ini mirip dengan saat pertama perjumpaannya dengan Guild Master Sunny, aura yang mendominasi meski tidak terlihat berhasil membuat setiap orang sulit untuk menarik napas.


Aura Evans bahkan berhasil untuk membuatnya mundur kebelakang, tetapi anehnya Jun Ichiro terlihat malah menikmati ketegangan yang demikian.


Jun Ichiro tersenyum dengan mulut yang terbuka lebar membuat napasnya keluar tidak beraturan, belum lagi suara bernafsu yang turut menyertainya hal ini mungkin membuat beberapa orang salah paham.


"Oh, Oh... I-Ini... Ini semua... Ini sangat menyenangkan-!"


"SLASH."


Jun Ichiro membuat ekspresi yang bahagia dengan tersenyum lebar dan menantang Evans sekarang.


Dengan pedang Bam di tangannya, Jun Ichro telah mengeksekusi dan memisahkan kepalanya mengunakan satu ayunan cepat sebelum Evans berniat berjalan kearahnya.

__ADS_1


Evans yang melihatnya kemudian tidak memedulikan bagaimana kondisi Bam, saat ini hanya amarah luar biasa yang terpancar di kedua matanya yang berwarna biru gelap.


Jun Ichiro yang menyaksikannya semakin berbinar kesenangan.


Keduanya sekarang berjarak kurang dari satu meter, meski perbedaan tinggi badan yang sangat jauh tetapi hal ini tidak membuat Evans kesulitan.


Mereka sekarang saling memandang wajah satu sama lain cukup lama di sana.


...***...


"Jadi bisa kau ulangi sekali lagi siapa nama mu itu?"


Jun Ichiro sedang berada di suatu ruangan interview, berbicara dengan salah seorang kandidat player sekaligus yang akan menjadi anggota guildnya.


"Salam Pak. Nama ku Jeffrey Agler." Pria ini kemudian mengenalkan namanya sebagai Jeff.


"Hm? Stats mu luar biasa bahkan..."


Jun Ichiro menggaruk pipinya dan tersenyum canggung, dia sangat tidak menyangka jika akan bertemu dengan seorang newbie yang bisa melampaui player terkuat saat di generasinya.


"Ini... Adalah yang pertama kali kulihat, stats bawaan seseorang bisa sampai seperti ini. Selamat! Anda diterima menjadi bagian dari Sunny Guild-!"


Jun Ichiro menjabat hangat tangan Jeff cukup lama, saat bersalaman itu Jun Ichiro kemudian terpikirkan sesuatu. Setelah duduk kembali dan memeriksa kembali sebuah kertas, dia kemudian bertanya kepada Jeff.


"Tetapi dengan stats yang seperti ini kenapa tidak diposisi pertama? Malahan ada dua orang yang ada di atasmu, Rank kedua ini memiliki skor yang masih wajar tetapi bagaimana-- Apa yang dilakukan oleh Rank Pertama ini sesungguhnya?"


"Iya, iya, itu. Kau tampaknya kenal dengannya."


"Tentu saja, dia adalah temanku!"


Jeff tersenyum bangga lalu menepuk dadanya dengan keras, dia mulai bercerita dengan antusias di sana sampai lebih dari sepuluh menitan.


"Ev, memiliki stats bawaan dengan jumlah tiga puluhan di atasku, saat dia serius semua yang ada di dalam dirinya juga ikut berubah.


Aura, suara, mata dan ekspresi semuanya berubah! Huft... Tetapi sayang sekali dulu saat Aku bertarung dengannya hanya berakhir berimbang."


"Jika seimbang bagaimana bisa stats poinnya di atasmu? Seharusnya yang kalah adalah--"


"Tubuhnya saat itu, tidak bisa untuk mengikutinya." Jeff sekarang menatap tajam kearah Jun Ichiro sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.


Jun Ichiro yang mendengarkan sejak tadi hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Cerita yang sangat tidak masuk diakal menurutnya, jika tidak melihat menggunakan mata kepalanya sendiri dirinya mungkin tidak akan pernah percaya hal ini.


...***...


"Kau sangat pendiam ya? Aku sama tidak mengerti, apakah kau itu sekarang sedang bersedih atau marah..." Jun Ichiro perlahan berjalan mendekati Evans, "Semua yang kau tunjukan, seperti seolah tidak terjadi apapun."


"Mati..."

__ADS_1


Evans memulai serangan dengan cepat kearah titik vital Jun Ichiro namun berhasil dihindarinya.


Karena perbedaan level yang sangat jauh hal itu sekarang membuat Jun Ichiro menjadi di atas Evans.


Pertarungan mereka kemudian berlanjut dengan balasan dari Jun Ichiro. Melihat Evans yang bisa menghindarinya bahkan memberikan dua balasan serangan balik kepadanya, Jun akhirnya hany berdecak kesal.


Jun Ichiro kemudian membuang pedang ditangannya dan menggantinya dengan dua buah kapak, senjata yang sangat dia kuasai.


Sekarang Jun Ichiro lah yang beralih menekan Evans, tenaga yang dikeluarkan juga menjadi sangat berbeda. Jun Ichiro berputar dengan sangat kencang di atas tanah dan menggunakan kakinya sebagai sumbu, mirip seperti sebuah gasing.


Dirinya lalu menghantam tubuh Evans sampai berulang kali, Jun Ichiro yang melihatnya hanya terkekeh dan berbalik mengincar kepalanya.


Entah sudah berapa kali tubuhnya yang terhempas karena menepis itu, tidak tinggal diam Evans kemudian menyerang daerah pinggang kebawah dari Jun Ichiro, karena serangannya yang lain tidak berhasil.


Evans akhirnya mengakibatkan luka yang fatal kepadanya, di sana dia menorehkan begitu banyak luka dalam hitungan detik. Jun Ichiro akhirnya sampai dibuat mundur beberapa langkah dengan membawa begitu banyak luka.


Jun Ichiro sekarang mengambil potion untuknya seketika luka yang ada di kaki dan pahanya sembuh dengan cepat, "Kepar*t."


Jun Ichiro tidak menyadari Evans yang telah menghilang saat dirinya sedang meminum potion, tetapi bukan itu masalahnya melainkan Jun Ichiro sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan Evans.


"Kenapa dia bisa menghilang seperti seorang assasin?" Jun Ichiro mendengus kesal, kali ini dirinyalah yang tidak diuntungkan.


Jun Ichiro kemudian menatap ke sekelilingnya, dia berputar dan mencari keberadaan Evans berkali-kali seperti orang yang linglung.


Tindakannya ini bahkan tidak membuahkan hasil sama sekali dan malah membuatnya semakin panik dengan menenteng kapaknya tinggi untuk bersiaga setiap saat.


< Swords Energy > < A >


Sebuah gelombang energi bercahaya biru terang berukuran persis sebuah gunung seketika menyelimuti daerah di sekitar Jun Ichiro sekaligus menelannya dengan batu besar dan beberapa pohon dibelakangnya.


Ini adalah sebuah serangan dengan area yang luas, serangan ini bahkan menghanguskan semua yang ada dihadapannya dan hanya menyisakan api di sekitar asap tebal hitam yang menjulang tinggi ke langit.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk, Urgh... Brengs*k-!"


Asap tebal ini perlahan semakin menghilang dan menunjukan sosok Jun Ichiro yang sedang bersujud di atas tanah dan berteriak dengan keras.


Raut wajah Jun Ichiro yang sebelumnya sangat menantikan pertarungannya dengan Evans langsung berubah seketika.


Tubuhnya dipenuhi banyak luka goresan dengan darah segar mengalir di beberapa guratan, pakaian yang Jun Ichiro sendiri kenakan menjadi compang-camping bahkan menghilang sampai setengahnya.


Mengingat kembali serangan Evans, jika Jun Ichiro sampai terlambat walaupun sedetik saja untuk berlindung di belakang batu besar, mungkin sekarang dirinya sudah tidak dapat berjalan lagi.


"Huft... Meskipun tetap saja untuk berdiri saja sangat sulit sekarang."


Jun Ichiro sekarang mencoba untuk memaksakan berdiri meskipun kepayahan. Lutut dan kakinya berguncang karena lemas dan perih.


Setelah mengeluarkan potion dari inventorinya Jun Ichiro langsung menenggaknya dengan cepat, hal tersebut tidak menghilangkan efeknya dari potion yang dikonsumsinya sama sekali.


"Skill ini pasti kelas ( A ), bahkan batunya sampai hancur lebur begini..."

__ADS_1


__ADS_2