Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 103 |


__ADS_3

Saat mereka sedang berpisah dan mencari monster ghost sendiri-sendiri, tidak di sengaja Eric melihat sebuah monster ghost yang memiliki ukuran lebih besar dari ghost-ghost kebanyakan, dia kemudian berlari untuk mengikutinya sampai monster itu akhirnya berhenti terbang dan menunggu di bawah nisan kayu besar.


Eric segera berlari ke sana karena dia tidak ingin membuang sejumlah exp yang luar biasa itu.


Tetapi hanya tinggal selangkah saja jarak dari dirinya dengan monster ghost itu, Eric segera berhenti karena melihat seseorang yang tiba-tiba saja muncul dan mendarat di tanah dengan waktu yang bersamaan dengannya, mereka kemudian saling memandangi wajah satu sama lain.


"Eric?!"


"..."


Eric yang melihatnya hanya terdiam dengan wajah yang malas di sana, dia kemudian berdecak kesal setelah melihat monster ghost yang akan menjadi exp nya malah terbang dan menjauh dari keduanya, "Sialan!"


.


.


.


Eric kemudian menceritakan semua apa yang terjadi selama dalam perjalanannya kepada Jeff.


Raut wajah Jeff juga sering berubah-ubah mendengarnya, dia menjadi sangat terkejut setelah mengetahui Evans terlibat di sini.


Jeff juga sudah mendengar sosok Lan Suzi bahkan Jeff sangat mengenalinya sebagai seniornya.


Eric lalu menceritakan Evans yang saat ini sedang berusaha untuk membantu Lan Suzi dan berkata jika rencana Evans ini berhasil, maka akan ada sosok player hebat dan luar biasa yang muncul.


Setelah Eric menceritakan semua itu, tiba-tiba di dekat mereka berdua terdengar suara bising dari pertarungan, mereka kemudian melirik kearah sumber suara.


"Kau dengar suara yang barusan, sepertinya ada pertarungan di sebelah sana." Jeff tersenyum saat mengatakannya, dia seperti sangat menantikan hal ini dan menjadi tidak sabaran untuk unjuk kebolehan.


"Diamlah, aku juga sudah mendengarnya serahkan semuanya kepadaku. Kau pergilah dan lanjutkan leveling mu itu." Eric kemudian berlari lebih dulu ke sumber suara meninggalkan Jeff yang juga berlari menyusulnya dari belakang.


***


Trio monster akhirnya berkumpul sekarang, Evans berada di paling depan dengan Eric dan Jeff yang mengikutinya dari belakang.


"Ke, Kenapa Eric bisa ada di sini? Bukankah sudah kami bilang untuk fokus kepada leveling mu?!"

__ADS_1


"Dan juga siapa lagi pria yang tinggi itu?"


"Sebelumnya ada seorang bocah cilik yang tiba-tiba muncul, belum selesai orang misteriusnya ternyata bertambah lagi seseorang?"


Ketiga belas orang itu menjadi sangat penasaran denga identitas Evans dan Jeff, tetapi ada satu orang yang menyukai situasi saat ini, dia terus-terusan menatap wajah Evans.


Teo sekarang menggenggam kuat pedang besar yang ada di pundaknya, dia sudah menjilati bibirnya berulang kali dengan menatap mata Evans.


Evans yang menyadari nafsu membunuh keluar dari pria di barisan paling depan dari sebelas orang yang lain, kemudian menarik sedikit katana yang ada di pinggangnya.


Teo kemudian melesat dengan sangat cepat dan melewati Lan Suzi ataupun Bella yang sedang mencari tahu situasinya.


"Tang!"


Kedua senjata Evans dan Teo saling bergesekan dan menimbulkan suara yang sangat memekakan telinga, pedang besar milik Teo sedikit lebih unggul di sini, dia berhasil menekan Evans dengan pedangnya yang hampir saja menyayat wajah Evans.


Melihatnya Evans kemudian sedikit memundurkan pedangnya dan tiba-tiba saja dengan kekuatannya itu, Evans berhasil mementalkan pedang besar milik Teo ke belakang dan juga dia sampai bisa menyerangnya, semua itu dapat dilakukannya dengan satu kali tarikan napas saja.


Teo menjerit kesakitan dan reflek bergerak mundur ke belakang sembari memegangi dadanya yang mengeluarkan sebuah cahaya.


Tidak berhenti di sana, Teo tidak dibolehkan untuk beristirahat ataupun mengambil napas dia langsung diserang oleh Eric dan Jeff dari depan, Teo hanya membelalakkan matanya karena mendapatkan serangan kejutan dari keduanya.


< Dark Assasins Exclusive skill: Daggers Swing > < C >


Eric berhasil mengenai sisi kanan tubuh Teo dengan menghilang dan melemparkan sebuah dagger, dagger itu kemudian mengeluarkan sejumlah bayangan hitam di belakangnya, Eric berhasil membuat sebuah terowongan di sana.


Jeff juga tidak kalah dengan Eric dengan menyerang dari sisi kiri, dia mengeluarkan sebuah cahaya dari pedangnya dan menghantamkannya tepat mengenai tulang rusuk dari Teo, dia mematahkan semua tulang-tulangnya.


Akhirnya Teo berulang kali menjerit kesakitan dengan tubuh yang bergemetaran, dia semakin menjadi dengan berteriak seperti orang gila di sana.


Tetapi tiba-tiba saja, hawa dingin muncul dan seberkas cahaya keluar dari belakang Teo.


Teo yang melihatnya kemudian menahan napasnya dan hanya bisa berpasrah karena tidak mampu melawan, Lan Suzi juga bergabung dengan mereka bertiga, dia tiba-tiba saja berada di belakang Teo.


< Light Speed > < C >


Lan Suzi menebas punggung Teo dengan cepat sampai lima kali, dia berhasil membuatnya terjatuh ke tanah dan mendarat di sebuah kaki seseorang.

__ADS_1


Teo kemudian mendongak kearahnya dan tertawa terkekeh di sana, dia melihat banyak sekali butiran-butiran mana yang bertebaran di sekelilingnya dan masuk ke dalam senjata Evans.


< Swords Energy > < A >


Evans berdiri dengan wajah dinginnya dan menatap Teo yang ada di bawahnya.


Teo kemudian menyeringai dan tertawa di sana, sekarang semuanya menjadi lebih jelas baginya.


Evans yang melihatnya kemudian perlahan menurunkan pedangnya dan berhasil melenyapkan Teo dengan sekali tebas, dia juga meninggalkan sebuah kawah panjang di sana.


[ +2.500 EXP ]


**


Hanya dalam hitungan waktu puluhan detik, mereka berempat secara bersama-sama membunuh Ketua Guild dari The Traitors.


Kedua belas orang yang tersisa saat melihat kematian Teo dengan begitu mudahnya, membuat matanya menjadi melebar dan bergetar.


Mereka juga mulai merasakan perasaan takut dan kengerian dari empat orang di hadapannya, mereka menjadi sadar jika telah berurusan dengan lawan yang salah sekarang.


"Jadi, apakah giliran selanjutnya adalah kedua belas orang itu?" Jeff terlihat sedang meregangkan otot leher saat mengatakannya.


"Serangan lemahmu itu tidak akan pernah berguna, lebih baik serahkan mereka semua kepadaku." Eric hanya menyeringai saat membayangkan mereka semua sebagai poin-poin exp yang akan membantunya naik level.


"Tu, Tunggu. Mungkin ada beberapa kesalah pahaman yang terjadi di sini. Kami tidak pernah melakukan perbuatan yang buruk sedikitpun kepada siapapun. Tetapi kenapa anda malah menyerang dan berniat menghancurkan kami semua?"


Kedua belas orang itu menjadi cemas kepada Eric saat mengingat nama guild besar yang ada di belakangnya.


Eric kemudian menjawab sembari mengingat kembali saat ketua guild mereka yang menyerang terlebih dahulu padahal sudah ada Eric di belakangnya. Eric juga mengatakan jika bukan hanya dirinya saja yang berasal dari Guild Besar tetapi ada juga anggota guild besar yang lain di sebelahnya.


Mereka sekilas melirik kearah Lan Suzi tetapi Eric hanya menggeleng, mereka kemudian menatap kearah Jeff, Eric hanya tersenyum kecut dan mengangguk.


Mereka semua terkejut mendengarnya ada tiga orang anggota dari guild besar di sini, dengan mulut yang menganga mereka kemudian bertanya tentang Evans.


Kekuatan yang ditunjukkannya tidak mungkin jika bukan dari guild besar, tetapi Eric yang mendengarnya hanya tertawa kecil di sana.


"Ada apa ini, kenapa mereka malah tertawa?"

__ADS_1


"Apa ada yang salah dengan kita, apakah sosoknya sangat penting sampai kita ditertawakan. Siapakah sebenarnya orang itu?"


Jeff yang melihat Eric terus terkekeh dan tidak berniat meluruskannya kemudian mengembalikan arah pembicaraan ke topik semula, akhirnya mereka semua tidak mengetahui darimana asal Evans dan beranggapan jika sosoknya pasti sangat penting bagi guild besar.


__ADS_2