
Chp. 67 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(2).
Lan Suzi sangat terkejut setelah mengetahui level Evans yang sebenarnya. Sedangkan Evans sendiri berpikir jika semua orang memiliki level yang sama seperti dirinya, mereka juga bisa dapat melakukan hal yang sama persis dengannya.
Evans dengan mudah dapat membunuh seorang monster dari lantai pertama hanya dengan sekali tebas saja. Hal ini membuat Lan Suzi tidak percaya dengan perkataan Evans tentang levelnya, mungkin Evans mencoba untuk menyembunyikannya.
Tetapi setelah Evans menunjukan kartu identitasnya yang di sana tertera level pertama. Lan Suzi hanya bisa menggingit jarinya tidak percaya. Apakah Evans masih seorang manusia, dan juga sebenarnya seberapa kuat dirinya saat masih di dunia. Lan Suzi menggumamkan sesuatu sendirian di belakang Evans.
Lan Suzi saja masih mengingat monster yang pertama kali dibunuhnya, saat itu di lantai pertama dan levelnya yang baru pertama juga. Lan Suzi berhasil membunuh hob goblin yang terus menerus menghindari serangannya.
Lan Suzi membutuhkan puluhan tebasan untuk membunuh monster dan juga dibutuhkan banyak orang (party) untuk membantunya. Sementara Evans, dia sendirian dapat membunuh banyak monster dengan sekali tebas meskipun hanya bersenjatakan sebuah pedang kayu.
"Bukankah itu senjata dari Lantai 0, Kau masih menyimpannya?"
"Sepertinya ini tidak sengaja masuk ke dalam inventori khususku."
Senjata terkuat Evans sekarang telah menjadi drop item karena dirinya yang terbunuh oleh Bam dan sekarang menghilang tidak dapat ditemukan. Saat itu kebetulan juga Evans sedang menyimpan senjatanya di pinggul.
Meskipun sudah mencoba mencarinya ditempat terakhir kali dirinya terbunuh tetapi sama sekali tidak ada hasil.
Kemungkinan pedangnya sekarang telah berpindah kepemilikan. Evans sedikit menyayangkan karena senjata tersebut dibelinya dengan harga yang cukup mahal ( 50.000 Koin ). Apalagi keadaan Evans sekarang sedang tidak memiliki uang lagi.
[ Common Wooden Sword ] [ F ]
Evans sedikit mengeluh tentang senjata kelas ( F ) yang mungkin beberapa kali tebasan lagi, dan pedang kayunya ini akan patah. Evans berniat nantinya untuk meminjam senjata dari Lan Suzi karena tidak memiliki pilihan yang lain lagi.
__ADS_1
Mereka berdua sekarang sedang menuju lantai kedua. Evans berhasil mengalahkan tujuh monster goblin dan satu monster bertipe wolf, hasilnya dia mendapatkan kenaikan 3 level sekarang dan beberapa koin.
Setelah keduanya naik ke Lantai Dua. Satu orang monster tiba-tiba saja datang dan mendekatinya. Evans melihat monster ini mirip dengan belalang sembah, tetapi memiliki tinggi 2 meter lebih dengan tubuh yang berwarna gelap. Monter ini juga memiliki empat tangan, dan memiliki nama Black Kanibal Mantes.
Monster yang satu ini terkenal dengan kecepatan serangan dan ketajaman pisau tangannya. Satu tebasan darinya bisa untuk memotong pohon dalam satu detik. Evans sekarang terdorong jauh karena menahan tebasan dari Mantes besar ini.
Evans juga tidak kalah, dia berlari maju ke depan dan membuat Black Kanibal Mantes terdorong lebih jauh lagi dari yang diperbuat kepadanya dalam satu ayunan. Mereka kemudian terlibat pertempuran sengit, sampai saling bertukar serangan.
Suara pedang yang saling berbenturan mulai terdengar dari kedua belah pihak. Semenit kemudian perbedaan kekuatan dari mereka mulai terlihat jelas. Evans terus saja menghindari serangan dari Black Mantes, dia juga orang yang paling banyak mendaratkan serangan dan membuat Mantes ini sesekali menjerit.
Sayangnya dengan senjatanya yang sekarang, Evans kesulitan untuk menembus cangkang dari Mantes yang memiliki dua lapisan kulit. Evans menahan napasnya, dia menggenggam pedangnya dengan lebih kuat lagi dan melepaskan tenaga yang sangat kuat.
Hasilnya sebuah retakan dari cangkang Mantes terbentuk, Evans tersenyum tipis melihatnya. Dengan cepat Evans terus menerus menyerang retakan yang dibuatnya di kepala Mantes, dan menghindari serangan yang datang kepadanya.
Lan Suzi memejamkan matanya, dia sudah mulai bisa melihat siapa pemenangnya dengan melihat tindakan Evans yang berniat mengakhirinya.
Evans sekali lagi menahan napasnya, dia mundur jauh ke belakang dan berlari secepat yang dia bisa kemudian melompat dengan tingginya meskipun jarak diantara mereka masih sangat jauh.
Evans seolah-olah memiliki sayap saja, dirinya seperti terbang hanya dengan melompat. Evans kemudian menancapkan pedangnya di lubang cangkang kepala Mantes yang sudah terbuka lebar, dengan pedang yang menancap sangat dalam sampai membuat Mantes menjerit.
Evans kemudian menarik paksa kepala Mantes untuk jatuh ke belakang, diikuti dengan sebuah suara leher yang patah. Semuanya dilakukan Evans hanya dalam waktu satu tarikan napas.
Evans sekarang mendarat bersamaan dengan tubuh Mantes. Tidak lama setelahnya Evans mendapatkan tiga buah notif dari sistem.
[ + 15 Koin ]
__ADS_1
[ + 1.000 EXP ]
[ Level Up! ]
Black Kanibal Mantes memang bukanlah Boss Monster Lantai Kedua, tetapi monster ini adalah yang terkuat di sini. Populasi mereka juga cuma ada satu di Lantai Kedua, entah bagaimana bisa monster ini berada di pintu masuk. Tetapi berkatnya Evans jadi mendapatkan jumlah experience point yang sangat banyak dengan membunuhnya.
"Luar biasa, Kau memang sangat kuat." Lan Suzi begitu bersemangat setelah melihat pertunjukan Evans. Lan Suzi tidak bisa membayangkan akan menjadi seberapa kuat Evans nanti di masa depan.
"Bukankah ini adalah hal yang biasa saja." Evans sekarang berada tepat di wajah Mantes dan mencoba untuk menarik pedang kayunya.
Setelah Evans menarik kembali pedangnya, dia melihat begitu banyak guratan dan penyok di tubuh pedangnya bahkan hampir saja dia tidak mengenalinya. Evans bermaksud untuk masih menggunakannya sekali lagi, dia kemudian menyimpannya ke dalam inventori.
"Baiklah sekarang apakah Kita masih akan melanjutkan pencarian lagi." Evans sekarang melirik ke arah Lan Suzi.
Mereka juga sudah mencari keberadaan Bam di Lantai pertama, tetapi tidak ada satupun tanda jika Bam pernah ada di sana.
Dengan membawa separuh anggota Paguyuban Usaha Tani, Bam seharusnya meninggalkan tanda dengan adanya banyak tanaman pohon mirip Malika ditanam di setiap Lantai.
Bagaimanapun Bam membawa semua orang hanya untuk mendapatkan buahnya saja dan menjadi lebih kuat lagi. Sehingga tidak diragukan jika Bam memiliki kebun Malika lebih dari satu atau dua lantai di dalam Tower.
"Kau benar. Kurasa di Lantai Kedua ini Dia juga tidak akan ada. Jika Aku menjadi Bam, pastinya Aku juga akan mengambil lantai yang tidak mudah dijumpai banyak orang dan memiliki area yang sangat luas." Lan Suzi terlihat sedang berpikir begitu keras sampai meletakan tangannya di dagu.
Evans sudah menduga jawaban seperti itu akan keluar dari Lan Suzi, sehingga sekarang dia juga sedang berjaga-jaga dan bersiap, untuk mempersiapkan sesuatu jika ada kondisi yang buruk terjadi nantinya.
Pertama Evans secepatnya harus bertambah kuat, sehingga dia sekarang terlihat serius untuk membunuh monster-monster di setiap lantai. Evans juga berpikir jika semua kekacauan ini harus berakhir di sini sekarang juga, sebelum masalah akan menjadi lebih besar.
__ADS_1