Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 80 |


__ADS_3

Chp. 80 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(14) - Evans vs Rafus(2).


Evans kemudian tersenyum dari balik topengnya, dia mengarahkan katana kristal miliknya dan bersiap di posisinya.


Rafus yang melihatnya kemudian bergerak terlebih dahulu, dia memutar tombaknya dan mengayunkannya dengan sangat cepat sampai kedua senjata mereka bertemu.


"Tang!" Evans yang menepis senjata tombak dari Rafus menggunakan katananya kemudian dipaksa terseret mundur cukup jauh.


Rafus yang melihatnya hanya menyerigai dan terkagum melihat seberapa kuat Evans bisa menahan serangannya, dia sekarang berhadapan dengan Evans menggunakan seluruh kekuatannya, "Sialan, Kau ternyata sangat kuat."


Rafus tidak berhenti di sana, dia kemudian menyerang Evans dengan membabi buta di sana dan memaksa Evans untuk bertahan dengan pedangnya.


"Trang."


"Trang!"


"Krak!" Mata Evans sekarang melebar setelah menerima puluhan ayunan tombak dari Rafus, dia melihat sebuah retakan halus mulai tercipta dari katananya.


Evans yang mengetahuinya hanya berdecak kesal melihat musuh menggunakan senjata dengan kelas yang lebih bagus darinya.


Evans hanya menahan napasnya tangannya sekarang juga sudah kesemutan untuk bergerak karena dipaksa bertahan terus menerus.


"Selain memiliki senjata dengan kelas yang tinggi, kau juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Aku sedikit... Tunggu! Apa itu Blue Birds Crystal Swords? Kenapa bisa yang dulunya pedang suci milik Lan Suzi, sekarang berada ditangan pendekmu itu?!"


Evans yang mendengarnya kemudian berbalik menatap pedangnya, dia lalu mendapatkan sebuah ide yang akan membantunya.


"Ini adalah hadiah karena menemaninya makan malam di restoran mewah, Aku akhirnya juga mengantarkannya sampai ke asrama. Bagaimana."


Evans sekarang tersenyum tipis dan sedikit menaikan salah satu alisnya.


"Kau! Beraninya melakukan hal seperti itu kepada Lan Suzi, cepat berikan senjata itu kepadaku-!" Rafus semakin menjadi-jadi setelah mendengarnya, dia sekarang lebih sembrono dari yang sebelumnya.


Evans yang sudah terbiasa dengan kecepatan dan teknik bermain tombak milik Rafus, apalagi sekarang keadaan Rafus yang dalam amarah luar biasa menjadi keuntungan tersendiri baginya.


Evans dengan mudahnya sekarang berhasil menghindari semua ayunan gaya tombak milik Rafus, tidak ada kesabaran dan ketenangan yang ditunjukkan sama sekali di sana.


Evans juga berhasil melukai Rafus beberapa kali dan sekarang Evans malah yang terlihat lebih mendominasi.


"Bukankah ini, Aku sama sekali tidak membantunya ha-ha-ha."

__ADS_1


Kakek itu hanya berdecak kagum dan tertawa dengan canggung saat melihat Evans dengan cepat dapat terbiasa dengan gaya dan kecepatan Rafus.


"Anak itu... Siapakah Dia sebenarnya, padahal Aku kemari untuk membantunya karena teringat dengan cucuku di luar. Tetapi hal itu menjadi tidak perlu sekarang."


Kakek itu yang bersiap merapalkan supporting skill miliknya sekarang perlahan menurunkan staff-nya dan menonton aksi dari Evans, kebanyakan di sana Evans hanyalah menghindar karena tidak berani beradu senjata dengan Rafus.


**


"Sial!"


"Sial!"


"Sialan!"


"Kenapa bocah gila ini terus-terusan berhasil menghindari seranganku. Apakah Dia sudah terbiasa? Hanya secepat itukah dan Dia bisa mengikutiku."


Rafus sekarang melotot kearah Evans, sangat ingin dirinya menebasnya menjadi dua bagian tetapi tidak bisa karena Evans yang selangkah di depannya.


"Berhenti mengelak, bocah!" Rafus sekarang berhenti menyerang Evans, dia sudah mendapatkan banyak luka sayatan panjang di seluruh tubuhnya.


Rafus memutar tombaknya dengan cepat dan semakin cepat saja sekarang, dia tertawa dengan terkekeh dan mulai mengeluar skill-nya, "Cobalah menghindar dari ini jika kau bisa."


< Fire Tornados > < C >


< Swords Energy > < A >


Evans dengan tenang mengangkat katananya keatas setinggi yang dia bisa, seketika itu juga banyak butiran mana yang bereaksi dan berkumpul masuk kedalam katananya.


Jumlah mana yang ditarik Evans sekarang lebih banyak dari yang sebelumnya bahkan cahayanya sampai menyinari seperempat wilayah dari Lantai Keenam, membuat semua orang yang yang berada di Lantai Keenam berhenti dan menatap cahaya yang berasal dari Evans.


"Apa-apaan ini... Mus-Musta... hil, Apakah itu sebuah skill kelas ( A ), bagaimana bisa seseorang yang bukan siapa-siapa memilikinya..."


Dengan wajah dan tubuh yang pucat ditambah keringat yang banyak mengalir melalui punggungnya, Rafus hanya tergagap dan menelan ludahnya berulang kali.


"Kakek pergilah dari sana, cepatlah." Evans berteriak dan melihat Kakek yang ada dibelakangnya, dia melambaikan tangannya kepada Kakek itu berulang kali karena tidak kuat lagi menahan beban yang ada di dalam katananya.


"Jadi di sini aku hanya menjadi seorang penghambat?!" Kakek itu berlari sekuat tenaga dan menjauh dari pertarungan mereka berdua.


Evans dan Rafus yang sudah menahan bebannya masing-masing kemudian melepaskannya.

__ADS_1


"Hanya segini yang bisa Aku buat?! Sial, apakah Aku akan kalah dengan bocah ingusan ini!" Rafus sampai mengeluarkan banyak otot-otot di seluruh tubuhnya hanya demi membuat ini semua.


Rafus adalah yang pertama kali melepaskan skill-nya.


"WERRR-!"


Api itu membakar apapun yang berada di dekatnya dan berputar seolah gelombang tsunami saja dihadapan Evans. Bahkan Api itu sampai melelehkan tanah yang berada dibawahnya membuatnya mencair.


Evans yang melihatnya masih tenang dan seolah biasa saja dengan pemandangan di depannya.


Dengan perlahan Evans lalu menurunkan beban yang ada ditangannya.


"BOOM!!"


Sebuah gelombang mana keluar darinya dan membentuk sebuah gunung dengan ketinggian yang berbeda jauh dari gunung yang sebelumnya karena level Evans yang juga sudah meningkat lebih banyak.


Kedua skill mereka ini kemudian saling memakan satu sama lainnya dan perlahan menunjukan siapa pemenangnya.


Gelombang mana milik Evans perlahan membuat tsunami yang melingkar itu memisahkan dirinya.


Semua orang yang ada di Lantai Keenam yang melihatnya kemudian menganggap Evans seolah-olah membelahnya seperti lautan saja, mereka terpukau dengan keindahan dan kecantikan gunung yang ada dihadapan mereka.


Gunung itu tidak berhenti di sana, dia memakan dan menenggelamkan Rafus kedalam dirinya. Rafus yang tidak bisa mengelak kemudian hanya berteriak dan merintih kesakitan di sana, dia juga berkali-kali meminta pertolongan kepada temannya itu tetapi tidak pernah datang membantunya.


Semua orang yang ada di sana kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Evans, di sana terlihat dia yang sangat bersusah payah untuk lari menjauh dari gunungan mana yang baru saja diciptakannya sendiri.


"Ada apa dengan orang itu kenapa berlari sampai seperti itu."


"Bukankah dia berhasil menang, kenapa dia mengikuti Kita."


"Hei lihat! Dia melambaikan tangannya kearah kita semua. Dia memang luar biasa-! Dia berlari dengan sangat cepat karena ingin merayakan kemenangannya bersama kita."


"Benarkah itu berarti dia memang seorang pahlawan-- Aw! Ada masalah apa denganmu sih Kek!"


Seorang Kakek sepuh tiba-tiba saja menabrak seseorang didepannya dan berteriak untuk mereka cepat berlari pergi dari sana.


Tetapi mereka hanya tetap diam ditempat dan tidak mempedulikan Kakek itu yang telah berlari jauh meninggalkannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkanlah jejak, Ok


(╯ರ ~ ರ)╯︵ ┻━┻


__ADS_2