Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 97 |


__ADS_3

Pagi harinya semua orang bangun sangat pagi sekali dan kembali melanjutkan perjalanannya.


Sekarang mereka semua sudah tiba di lantai kedua belas, sama seperti lantai sebelumnya di sini sangat panas sampai membuat tanahnya menjadi kering dan gersang, banyak sekali retakan muncul di atas tanah.


Mereka semua kemudian memburu monster-monster di lantai ini sebelum meneruskan perjalanannya.


**


Lantai kedua belas memiliki satu tempat yang unik dan digunakan untuk transit semua player.


Semua orang menyebutnya sebagai pasar karena banyak sekali pedagang yang berjualan di sana dan selendang-selendang kain yang sangat besar dan berwarna-warni menutupi langit-langit, mirip dengan sebuah pasar.


Pasar ini terletak di tengah-tengah lantai kedua belas dengan sebuah rumah petualang yang sangat besar di sana.


Rumah petualang menyediakan penginapan dan fasilitas makan minum dengan harga yang terjangkau.


Di sana kelompok Evans langsung pergi menuju ke tempat rumah petualang setelah harus berdesak-desakkan dengan para pedagang dan para pejalan kaki sampai mereka tiba di sebuah rumah yang sangat besar.


Sebuah rumah yang berwarna putih dengan pintu kayu yang terbuka setengahnya dengan banyak sekali orang yang keluar dan masuk dari pintu itu.


Saat mereka semua membuka pintunya pertama kali, suara yang sangat berisik dari para player di dalamnya langsung terdengar ke telinga mereka.


"Jadi di sini adalah rumah petualang yang terkenal itu?" Mata Top terbelalak dan takjub dengan pemandangan yang ada di dalamnya.


Evans dan Eric yang masuk secara bersamaan setelah Top, hanya melihat ke sekitar dengan wajah yang datar.


"Kalian ini benar-benar... Haa..." Lan Suzi yang melihat mereka berdua hanya memijat keningnya dan menghela napas pelan, "Setidaknya kalian bisa menunjukkan sedikit kekaguman di sini, kan."


Delapan orang yang ada di belakang mereka kemudian tertawa setelah mendengar Lan Suzi mengatakan hal yang seperti itu.


Di dalam rumah petualang hanya ada meja kayu dan kursi yang panjang di sana, di depannya ada sebuah bar yang melayani makanan dan minuman, di belakang bar ada dua buah tangga untuk menuju ke kamar.


Juga di pojokkan rumah petualang terdapat papan besar dengan kertas wajah para player yang menjadi buronan dan misi-misi yang kemudian akan diambil oleh guild kecil atau organisasi lain.


Dengan pengunjung yang tidak pernah berhenti berdatangan di sana, membuat rumah petualang itu selalu sibuk dan buka sampai dua puluh empat jam.


Evans dengan yang lainnya kemudian memesan satu buah meja serta makanan dan minuman sebanyak mungkin, seorang pelayan wanita seksi yang menunggu di sana kemudian mengedipkan matanya dan menjawab dengan tersenyum oke.


Kecuali Evans dan Eric, delapan pria yang ada di sana menjadi cengar-cengir mendapatkan perlakuan yang seperti itu.


Karena tugas mereka sekarang telah selesai, Top dan seniornya akan berpisah dengan Eric, sedangkan Eric di sini akan mendapatkan kelompok yang baru dan meneruskan perjalanannya bersama Evans dan Lan Suzi.

__ADS_1


"Cheers!" Mereka semua tersenyum dan mengangkat gelas minumannya dengan tinggi, kecuali untuk mereka berdua yang masih di bawah umur.


"Puha! Kau harus mengunjungi kami nantinya Lan Suzi."


"Benar, kami akan menunggumu."


"Hahaha, kami tidak akan melupakan jasamu. Setelah kau mengunjungi kantor guild kami di pulau, kami akan memberikan hadiah kepadamu."


Lan Suzi yang mendengarnya hanya tersenyum dan memainkan minuman yang ada di hadapannya.


.


.


.


Sore hari setelah semua orang selesai makan dan minum dengan puas di sana, mereka semua kemudian duduk untuk menunggu kelompok yang baru datang dan menggantikannya.


Beberapa saat kemudian belasan orang berjubah hitam muncul dari balik pintu masuk dengan tersenyum lebar, mereka berjumlah tiga belas orang dan melihat ke sekitar untuk mencari seseorang.


Setelah melihat Lan Suzi di meja makan, ekspresi mereka menjadi berubah dan menghampirinya.


Lan Suzi bergemetar ketakutan sekaligus benci dengan mereka semua. Mereka adalah tiga belas orang yang berkhianat dari Sunny Guild dan mendirikan guildnya sendiri dengan menusuk dari belakang guild nya.


Mereka semua juga adalah para jenius dari generasi Lan Suzi dan masuk di Guild yang sama dengannya.


"Oh, lihatlah bukankah dia adalah Lan Suzi yang lemah itu?"


"Hee... Aku cukup terkesan melihatmu bisa sampai di sini, jadi tidak percuma Sunny Guild memberikan sedikit sumber dayanya kepadamu hahaha."


"Kau pasti sudah berkerja keras menjadi seperti anjing yang sangat patuh kepada majikannya. Apapun itu kau sudah berusaha, tetapi kau tidak akan pernah sampai di level kami."


Mereka semua menyeringai dan tertawa sepuasnya dari balik jubah dengan melihat Lan Suzi yang semakin menunduk.


Dalam kacamata Lan Suzi, dia melihat mereka semua seakan seorang monster hitam besar yang sedang tersenyum menakutkan kearahnya.


Melihat mereka berbicara sembarangan tentang Lan Suzi, para senior Top menjadi tidak terima dan berdiri dari duduknya.


Ketiga belas orang itu hanya terkekeh saat melihat teman-teman dari Lan Suzi mendekatinya.


Sebelum para senior Top lebih dekat lagi, Lan Suzi kemudian berbicara sembari menunduk dan bergemetaran di meja makan.

__ADS_1


"Mereka bukanlah level kita... Kalian berhentilah."


"Apa maksudmu Lan Suzi mereka telah menjelek-jelekkanmu, setidaknya kami akan memukulnya untukmu."


"Sudahlah, kurasa memang benar apa yang mereka katakan."


Para senior Top hanya menaikan alisnya tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Lan Suzi.


"Mereka... Adalah The Traitors guild yang terkenal itu. Kalian tidak akan bisa berbuat apa-apa."


Mendengar nama The Traitors guild disebut Lan Suzi, mereka semua kemudian menundukkan kepalanya dengan tubuh yang bergemetaran karena takut. Aksi mereka berhasil dicegah oleh Lan Suzi.


Melihatnya begitu para anggota dari The Traitors sangat bahagia dan tertawa di sana.


Beberapa saat kemudian para penjaga di rumah petualang datang dan bertanya apa yang sedang terjadi. Setelah menjelaskan bahwa semua hanyalah kesalah pahaman, para penjaga pun kemudian pamit pergi.


Eric yang melihatnya dari kejauhan kemudian menyeringai dan menjadi bersemangat, "Seingatku dulu Ney yang dibully, tetapi sekarang hehe~" Eric lalu menjilat bibirnya apakah kejadian seperti dulu akan kembali lagi pikirnya.


"Hei, aku tahu pikiranmu. Seperti dulu lagi kau akan menghajar mereka semua malam ini kan?" Eric sekarang berbalik dan melihat Evans yang masih duduk tenang di sana, dia kemudian mengacungkan jempol kearahnya, "Lalu ikutkan aku!"


Evans yang mendengarnya kemudian menggelengkan kepalanya.


Eric yang sudah bertahun-tahun mengenal Evans, sudah sangat tahu kapan saat dia serius dan tidak. Kali ini Eric sangat yakin jika Evans serius dengan apa yang diucapkannya, hal itu membuat Eric sangat terkejut dan menaikan kedua alisnya.


"Mustahil... Apakah seleranya sudah berubah sekarang?"


"Tidak itu tidak mungkin! Bagaimanapun aku sangat yakin jika selera Evans adalah perempuan yang sangat baik, ceria dan polos seperti mereka berdua."


"Tapi tunggu dulu... Evans pernah berciuman dengannya. Apakah Evans jadi jatuh cinta kepada preman itu? Tidak mungkin! Ini tidak mungkin..."


"Apa yang sedang kau pikirkan sampai seperti itu." Evans menaikkan sedikit salah satu alisnya, dia melihat Eric yang terlihat bergumam dan menggelengkan kepalanya berulang kali.


Bagaimanapun ini adalah pertarungan dari Lan Suzi sendiri dan Evans memilih untuk mengamatinya, dulu dia selalu membantu Ney dan akhirnya membuatnya menjadi bergantung kepadanya.


Sekarang Evans tersenyum tipis melihatnya, tergantung bagaimana seseorang memandang setiap masalah, bisa jadi masalah itu akan membuat orang itu menjadi lebih kuat.


Dan Evans sangat yakin dengan kekuatan Lan Suzi yang sekarang.


Lan Suzi pasti akan segera menjadi lebih kuat lagi dan berubah menjadi orang yang sangat berbeda dari sebelumnya.


+++++

__ADS_1


__ADS_2