
Chp. 47 Level 6 : Penyelesaian.
Semua hadirin memandang kearah Jun Ichiro sebelum mengalihkannya kepada Enam Hakim Agung, sesekali suara jepret kamera juga terdengar dari para player dengan job dari industri berita.
Sekarang suasana peradilan tampak aneh, beberapa orang terkejut sampai menumpahkan mulutnya, ada yang marah sampai menggebrak meja di depannya dan sebagian yang lain bahkan menutup matanya tidak tega untuk melihatnya.
"Apa ini semua? Kenapa berbeda sekali dari yang Kapten Sunny Guild itu bicarakan?"
"Kapten Sunny Guild berbicara dengan yakin jika kemampuan bocah yang membunuhnya seimbang dengan Intermediate tingkat awal, tapi saat Aku melihat bocah ini kurasa dia belum melewati tingkat Intermediate."
Massa Koujiro dan Vincent Adney memejamkan matanya mereka berpikir telah ditipu oleh bocah dari Sunny Guild.
"Kenapa malah berakhir seperti ini, Jun? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Violet Winston menatap Jun Ichiro dengan penuh harap.
Bukan hanya Violet Winston saja tetapi Kelima Hakim Agung yang lain juga menatapnya.
Mereka bertanya-tanya bagaimana cara untuk penyelesaian hal ini, karena rencana ini dibuat sendiri oleh Jun Ichiro sehingga mereka berpikiran bahwa Jun Ichiro juga pasti memiliki tindakan pencegahannya.
Pasalnya dalam video itu terlihat seorang player muda tengah marah dan dengan tenaganya, dia berusaha semampunya membela diri dari serangan kelima orang yang lain, meski dirinya harus berakhir dengan kekalahan dan mati terbunuh.
Luka yang didapatkan pemuda ini sangat banyak, pertarungan yang ditunjukan bahkan terlihat berat sebelah.
Lima orang melawan satu orang remaja, mereka bertarung dengan serius bahkan tanpa sedikitpun menahan diri.
Apalagi seragam hitam putih dengan jubah X terlihat jelas menandakan asal mereka. Mereka adalah Anggota dari The Executor Guild yang sangat terkenal dengan kekuatannya, kebanyakan anggota mereka juga berada di tingkat Intermediate ke atas.
"Kemungkinan mereka adalah unit yang memberikan hukuman kepada para pelanggar dalam pulau." Salah satu orang di sana berbicara dan membuat kegaduhan di bangku penonton.
"Kau benar! Masalahnya Aku lupa siapa nama unitnya... Um..."
"Itu tidaklah penting mereka telah membunuh seorang player yang tidak bersalah!"
Dengan kejadian ini The Executor guild juga ikut dirugikan karena menyerang player yang lemah. Player yang seharusnya mereka jaga dan lindungi, malah dibunuh tanpa perlawanan yang berarti bahkan sampai disaksikan oleh ratusan orang di sana.
Pastinya The Executor Guild tidak akan dipandang hormat sama seperti sebelumnya, Peter Joh bahkan terlihat melotot kearah Jun Ichiro siap untuk membunuhnya kapan saja.
Jun Ichiro sendiri ketakutan dan bingung, dia tidak pernah memikirkan akan begini hasilnya.
Asal seluruh kekuatan seorang player adalah dari levelnya, sehingga banyak orang rela melakukan apapun untuk menaikan levelnya.
__ADS_1
"Apa dia tidak sayang dengan level yang susah payah dicapainya?" Ekspresi Jun terlihat kusut.
Level sangat menentukan kedudukan mereka di dalam pulau, baik itu uang maupun status semuanya berhubungan dengan level masing-masing player.
"Dari reaksinya bisa dipastikan dia mengetahui tentang Livestreaming ini kemudian sengaja mengalah, tetapi darimana dia mengetahui hal ini?"
Jun Ichiro sangat yakin bahwa Evans telah mengetahui keberadaan dari Livestreaming, sehingga dengan sengaja melakukan perbuatan yang seperti itu.
Tetapi masalahnya produk ini bahkan belum dirilis atau diberitahukan kepada publik, semua ini dilakukan juga atas permintaan dari Jun Ichiro sendiri.
Melihat Jun Ichiro yang terdiam membisu membuat Keenam Guild Master yakin jika dia tidak memikirkan hal seperti ini akan terjadi menimpanya.
Jun Ichiro hanya menggigit bibirnya sendiri dengan wajahnya yang menghitam karena menunduk, entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang tetapi dari luar terlihat sesekali tubuhnya yang bergetar.
.
.
.
"Sekarang Aku mengerti Evans ada dimana..."
"Ish! Kau ini Didi! Semua orang juga sudah melihatnya lebih baik kau sekarang diam saja!" Anton memukul kepala Didi.
"Kalian, bukankah ini semua sudah keterlaluan!" Suara Hendra sekarang bernada tinggi, diikuti dengan sorak sorai pendukung di belakangnya.
"Aku tidak tahu harus berbicara bagaimana lagi, tetapi kalian harus membayarnya dengan memberikan hukuman yang sangat berat kepada Kapten Guild Sunny itu!"
Hendra menunjuk kearah Jun Ichiro dengan amarah yang luar biasa sampai membuat para penonton juga ikut semakin heboh dan mencemooh keputusan yang semula di buat oleh Hakim Agung, Massa Koujiro.
Saat Massa Koujiru akan berbicara lagi untuk memberikan penjelasan, tiba-tiba suara seseorang yang berada di sampingnya memotong.
"Baiklah kurasa terdakwa Jun memang bersalah dalam hal ini, dan hukuman yang lebih berat akan segera diberikan." Suara berat dari Sam menggema ke seluruh ruangan dan membungkam mulut semua orang yang ada di sana.
Violet Winston hanya menundukkan kepalanya tidak berani untuk menentang keputusan dari Sam.
Dalam hatinya Violet hanya bisa meminta maaf berulang kali kepada Jun Ichiro, dirinya tidak dapat membantunya sekarang karena Sam yang sudah bergerak dan langsung turun tangan.
Jun Ichiro yang mendengarkan perkataan Sam hanya dapat mengepalkan tangannya, berharap hukumannya tidak terlalu berat nantinya.
__ADS_1
"Jun Ichiro, kau akan dihukum dengan berat! Denda sebanyak 10.000 Koin dengan hukuman penjara selama 2 tahun, kemudian pengurangan level sebanyak dua puluh, serta dikeluarkannya dari Sunny guild! Apa ada yang masih keberatan?" Sam memiringkan kepalanya bertanya kepada semua hadirin.
Semua orang sekarang hanya dapat diam dan membisu, tidak tahu harus bagaimana tetapi hukuman yang didapat Jun memang sudah cukup sesuai standar, meskipun masih ada saja orang-orang yang merasa tidak senang.
"Baiklah, Massa mari kita akhiri saja sidang kali ini." Sam melipat kedua tangannya melihat tidak adanya orang-orang yang menolak.
Massa menatap Sam sebentar, dirinya seakan sedang kebingungan sebelum akhirnya tersadar.
"Dengan ini, Player Jun Ichiro dihukum sesuai perbuatan yang dia lakukan. Bertobatlah dan jangan ulangi kesalahan mu seperti ini lagi di kemudian hari."
Massa mengetuk palu dengan keras sampai dua kali, sebagai penutup sekaligus pertanda berakhirnya Sidang Akbar hari ini.
**
"Dasar bodoh! Apa yang sebenarnya telah kalian lakukan?!" Wajah Peter Joh sampai memerah melihat kelima anak buahnya.
"Maaf tapi ini semua salah saya Tuan, kumohon jangan berikan semua hukuman kepada Kapten."
"Oh, kau masih berani untuk membalas?" Peter Joh melotot kepada player di hadapannya.
Kelima orang itu langsung menunduk dengan takut dan gemetaran.
"Mulai sekarang kalian semua akan diturunkan dari jabatan kalian, kalian berhak untuk mendapatkannya, jadi... Ugh... Gahh!"
Peter Joh menghentakan kakinya ke tanah dan seketika membuat gempa kecil sebelum akhirnya pergi dari kelima orang bawahannya karena merasa malas bila mengingat kembali.
Melihat pemimpinnya yang telah berjalan menjauh membuat mereka sedikit tenang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semua Guild Besar memiliki jabatan tertinggi mulai dari;
Guild Master,
Wakil Guild Master,
Kapten,
Wakil kapten,
__ADS_1
dan Anggota.
Kelima orang itu memiliki jabatan sebagai Kapten dan Wakil kapten, sehingga mereka terpaksa turun jabatan menjadi anggota biasa dan seorang wakil kapten.