Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 46 |


__ADS_3

Chp. 46 Level 6 : Evans vs Lima Player Asing - Sidang Akbar(5).


"Sepertinya anda masih terlihat ragu." Andy tersenyum tipis melihat Evans yang sekarang sedang memainkan kartu yang diberikannya.


Andy menceritakan tentang produk terbaru dari Broadcasting Alliance. Meski peluncuran Livestreaming masih dirahasiakan, tetapi dia secara blak-blakan memberitahukannya kearah remaja ini dan berharap supaya pria di hadapannya itu bergabung dengannya.


Livestreaming hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang saja, karena peluncuran Livestreaming sendiri terbilang masih baru dan kecil, sehingga hanya orang-orang yang direkrut oleh agensi saja yang bisa melakukan Livestream.


"Maaf aku tidak bisa melakukannya." Evans baru tahu jika dirinya bukanlah seseorang yang suka terlalu banyak di depan kamera seperti yang lain, dia tersadar saat dirinya sedang rekaman untuk ditunjukan kepada dua orang tuanya.


"Tetapi aku sangat menghargai informasi ini." Evans lalu mengeluarkan sesuatu dan memberikannya kepada Andy, "Ambilah informasi seperti ini sangat bermanfaat untuk ku."


[ 1.000 koin ]


"T-Tapi... Tapi... Ini, kan? Ini bukankah terlalu banyak, uang ini juga setara dengan yang anda kumpulkan sendiri di ladang slime."


"Simpanlah aku masih punya banyak." Evans berdiri kemudian melambaikan tangannya kepada Andy sebelum pergi.


"Evans Mallory... Usianya masih belia tetapi dia mampu untuk bersikap seperti itu hahaha. Aku memang mengikuti orang yang benar."


Andy dengan tertawa kecil membayangkan pencapaian apa yang akan dibuat Evans di masa depan nanti.


**


Evans sekarang tersenyum tipis, dia yang sejak tadi penasaran dengan niat orang-orang yang mengikutinya dari belakang.


Dengan bantuan dari Andy, Evans sekarang sepenuhnya yakin jika orang-orang di belakangnya ini memiliki niat tidak baik kepadanya.


Mereka mengikutinya bahkan sejak dirinya keluar dari Asrama Paguyuban Usaha Tani dan sampai dirinya bertemu dengan Andy di kafe.


Mereka mengikuti dari kejauhan dengan jumlah yang awalnya hanya satu orang menjadi bertambah perlahan menjadi lima orang.


Evans segera berbalik arah setelah mengetahui maksud dari para penguntit ini, perjalanannya yang awalnya menuju ke tempat persidangan White house sekarang menjadi Tower Lantai Pertama.


Player yang mengikuti Evans hanya mengernyitkan dahinya penasaran, kenapa Evans malah berbalik dan pergi ke Tower daripada mengikuti persidangan.


Sayangnya mereka tidak pernah memikirkan sedikitpun bahwa pengintaian mereka akan gagal dan diketahui oleh Evans.


Mereka semua adalah orang-orang yang profesional dalam hal Player Kill, bersembunyi adalah skill kebanggaan mereka.


Mereka terus mengintai Evans dibalik kegelapan. Tetapi sesampainya mereka di Lantai Pertama, mereka terkejut dengan aksi Evans.


Mereka berputar dan terus melihat ke sekitar, napas mereka terhenti saat mengetahui targetnya menghilang begitu saja dengan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

__ADS_1


"Cih, kita ditipu olehnya. Dia sepenuhnya mengetahui penyamaran kita!"


"Tetap tenang dan lakukan sesuai rencana. Cari terlebih dahulu keberadaan dari target."


"Lupakan saja! Bahkan aku tidak melihat jejak sedikitpun, bagaimana kita bisa mencarinya?"


Lima orang ini berdecak kesal, mereka tidak pernah mengalami kejadian yang memilukan seperti ini, dalam pikiran mereka yang bisa melakukan hal semacam ini adalah seseorang Assasin yang kuat.


"Baiklah kita harus tetap tenang dan menemukan target secepatnya." Seseorang yang dirasa pemimpin, memberikan perintah untuk berpencar dan mencari target.


Kelima orang ini lalu mengangguk dan berpencar, mereka berlari sekuatnya mencari keberadaan dari target yang menghilang tanpa menyadari senyum tipis orang itu di belakangnya.


< Stealth Like A Assassin > < C >


"Skill kelas ( C ) ini juga lumayan bagus jika saja..." Evans berdiri dengan melihat kelima orang itu pergi dan sekarang mematikan skill nya.


Skill ini khusus dibuat untuk player selain dengan job Assasin, sehingga untuk orang-orang yang memakainya akan mendapatkan hukuman penggunaan mana dua kali lipatnya.


Skill Assasin biasanya hanya menguras 1 mana perdetik nya sehingga untuk kasus Evans, dia harus menguras 5 mana perdetik. Jika penggunaan dalam waktu berjam-jam pasti akan sangat berasa mana yang keluar.


Evans sangat menyayangkan hal yang demikian, seorang Assasin harus bisa mengintai targetnya bahkan dalam waktu berjam-jam sampai berhari-hari.


Membeli satu Kartu Skill kelas ( C ) juga sangatlah mahal dan menghabiskan sebanyak 10.000 koin untuk membelinya, Evans harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih Kartu Skill.


Pilihan yang harusnya diambil harus seperti ( Swords Energy) yang tanpa adanya batasan.


[ Skill Card : C ]


Stealth Like A Assasins.


Menjadikan Anda untuk menghilang dari pandangan musuh, dan orang-orang di sekitar Anda membuat mereka kebingungan dan menjadi lebih waspada.


Sekarang Anda dapat bersembunyi dalam bayangan layaknya seorang Assasins.


Syarat Penggunaan : Skill membutuhkan 5 MP perdetiknya.


Cooldown : Tidak ada.


_________°__________


**


Satu jam lamanya telah berlalu, kelima orang yang berpencar ini serempak kembali ke titik awal.

__ADS_1


Mereka berpikir jika Evans sudah pergi ke White house, tetapi mereka malah tertegun saat melihat Evans yang sedang duduk dan memakan sebuah roti kering di tangan kanannya.


Evans lalu menelan habis potongan roti kering yang terakhir, melihat kelima orang lainnya mendekat Evans mengusap remahan roti yang tersisa di sekitar mulutnya.


"Siapa sebenarnya kalian kenapa mengikuti ku." Seiring pertanyaan Evans, mereka mengambil posisi siap dan mengeluarkan senjatanya masing-masing.


"Tunggu kalian jangan gegabah perintah masih belum dikeluarkan!"


Belum selesai pemimpin mereka berbicara, salah satu dari mereka langsung melesat menyerang Evans membuat pedang keduanya beradu.


"Tang!"


"Keputusan apa lagi?! Kau lihat sendiri dia jelas-jelas menyembunyikan kekuatannya. Dia bahkan dapat menahan serangan ku ini dengan mudah.


Cukup, dia adalah orang yang licik aku yakin dengan itu! Tepat sesuai yang dibilang oleh Tuan Jun Ichiro."


Orang itu mendesak Evans dan memberikan beberapa luka kepadanya sebelum berteriak kembali pada pemimpinnya.


"Apa lagi yang kau tunggu Kapten! Cepat nyalakan Livestreaming sesuai rencana kita. Biarkan semua orang mengerti siapa penjahat yang sebenarnya! Teganya kau melakukan PK kepada player yang lebih lemah darimu... Kenapa orang sepertimu terus bermunculan, sial!"


"T-Tapi ini..." Kapten itu terlihat masih ragu-ragu apakah harus menyalakan kamera dan memulai livestream atau menunggu perintah dari atasannya.


"Ping."


Seketika pesan yang mereka tunggu sedari tadi akhirnya keluar, sang Kapten segera menyalakan kamera dan memberitahu kepada ketiga orang yang lainnya.


Sontak mereka semua langsung mengepung Evans, pertempuran mereka terjadi sangat sengit dan membuat Evans tampak sangat marah.


"Benar begitu majulah kesini dasar penjahat!"


"Kami akan memberikan hukuman yang pantas untuk kau terima, semoga kau dapat merenungkan semua dosa-dosa mu itu!"


"Kekuatan yang sangat kau banggakan ini akan lenyap di sini, di tempat ini!"


Evans banyak menerima tebasan dari senjata yang berbeda, luka yang didapat dari keempat player itu bahkan membuat dirinya kehilangan satu lengannya.


"Sekarang kekuatan mu akan menghilang, setelah kau mendapatkan kekuatan mu kembali... Jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi..."


"Slash."


Seorang Kapten memberikan serangan penghabisan kepada Evans.


[ Anda telah mati. Pengurangan sebanyak 10 level akan diberikan. ]

__ADS_1


Kelima orang yang mengenakan jubah dengan lambang X berpakaian seragam hitam putih mewah, sedang berdiri menatap kesatu arah yang meninggalkan jejak cahaya biru.


Kelima orang dari The Executor Guild tersenyum puas dan bangga karena berhasil menghabisi seorang penjahat menurutnya, tetapi sangat disayangkan hal ini sangat berbanding terbalik dengan situasi di White house sekarang.


__ADS_2