
Chp. 95 Level 14 : Tower Lantai Kesebelas - Trio Monster.
Setelah Eric dan teman-temannya membantai para bandit yang tersisa dan mengambil sebuah benda yang sepertinya adalah miliknya, Eric kemudian berjalan mendekati Evans dan Lan Suzi.
"Hei!" Eric berteriak dengan menatap keduanya di sana.
Lan Suzi yang melihatnya kemudian menunduk dan mengenalkan dirinya, tetapi Eric terlihat tidak peduli kepada Lan Suzi dan tetap berjalan melewatinya sampai tiba di hadapan Evans.
Lan Suzi yang menerima sikap ramahnya ditanggapi seperti itu oleh Eric hanya tersenyum canggung.
"Satu bulan sudah berlalu, sampai level berapa kau sekarang?" Eric menatap langsung ke mata Evans, wajah mereka sekarang berhadapan dengan tinggi badan yang sama.
Evans kemudian terdiam cukup lama dengan menatap mata Eric, dia berpikir cukup lama di sana.
"Aku... Level 56, Tingkat Intermediate Awal."
Seketika mata Eric dan Lan Suzi menjadi melebar mendengarnya, mereka kemudian menganga sedangkan untuk keenam orang yang ada di sana hanya menunjukkan wajah yang biasa setelah mendengarnya.
Eric kemudian berbicara dengan mengernyitkan keningnya dan tersenyum pahit menundukkan wajahnya, "Bagaimana kau bisa sampai seperti itu? Ini konyol sekali... Lagi-lagi kau mengalahkanku, sialan."
Top adalah salah satu dari tujuh orang yang berada di kelompok Eric.
Pertama kali Top bertemu dengan Evans dan Eric adalah saat mereka sedang berada dalam misi untuk membunuh sebanyak mungkin slime di lantai keenol.
Top saat itu memiliki konflik dengan Eric tentang wilayah perburuan mereka, Top kemudian dipaksa untuk mundur dengan kedatangan Jeff dan Evans yang sepertinya berniat akan membantunya dari belakang.
Akhirnya dengan membawa dendam dan amarahnya dari masa lalu itu, Top dapat mengingat dengan jelas wajah mereka bertiga.
Tetapi setelah mendengar level dari Evans, Top kemudian membelalakkan matanya, bagaimana bisa dia membalaskan dendamnya sekarang.
Tidak cukup membuat Top terkejut di sana, Eric juga menambahkan sesuatu.
"Sekarang, aku juga sudah menjadi seorang player dengan Tingkat Intermediate Awal dan level 53.
Padahal aku sudah mendapatkan job dengan kelas yang lebih tinggi darimu, dua kelas lebih tinggi malah. Tetapi kau tetap saja akan menjadi monster bagaimanapun kondisimu ya?"
Eric kemudian menghela napas pelan dan menggelengkan kepalanya, dia mendekat dan memberikan selamat kepada Evans dengan tubuh yang bergemetaran seakan menahan sesuatu dari dalam dirinya.
__ADS_1
Evans yang mendengarnya hanya menaikan sedikit alisnya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya, Eric sekarang sudah berubah ternyata.
Evans kemudian tersenyum tipis dan mengangguk melihatnya.
"Badjingn!! Kepar*t!! Mati sana!! Kau tidak tahu seberapa menderitanya aku selama sebulan di sini, huh?! Tahi kucing!! Eek!! Pada orang-orang yang bilang kerja keras akan memberikan hasil! @$_+@-$!@((*"
Evans seketika terdiam mematung di sana, dia hanya mendengarkan Eric yang meledak dan mengeluarkan semua isi kepalanya.
Di sisi lain Evans juga menghela napas lega karena merasa beruntung tidak mengatakan jika dia mendapatkan semua level itu hanya dalam waktu dua hari setelah dirinya masuk ke dalam Tower.
**
"Ada apa denganmu Top? Kenapa wajahmu menjadi seperti itu?" Salah seorang di sana melirik kearah juniornya dan melihat raut wajah Top yang menaikan kedua alisnya dengan sangat tinggi, dia melamun setelah mendengarkan percakapan Evans dan Eric tentang level mereka.
Di sana Eric kemudian mengingat kembali salah satu temannya yang juga masuk ke dalam Guild Besar, "Setelah si kepar*t Jeff itu mendahuluiku, sekarang gantian dirimu?!"
Evans yang penasaran tentangnya kemudian menanyakan kabar Jeff kepada Eric. Tetapi di sini Eric hanya bercerita banyak tentang kekuatan Jeff.
Jeff ternyata juga sudah masuk di Tingkat Intermediate sama seperti mereka berdua, dia sekarang menjadi level 55 dan mengalahkan Eric.
Top yang mendengar nama Jeff disebut-sebut di sana kemudian memasang telinganya selebar mungkin, tetapi setelah mendengar apa yang barusan Eric katakan dadanya tiba-tiba berasa mau meledak sekarang.
"Hei, Top. Kau masih baik-baik saja kan? Ada apa denganmu, Top? Top-!" Salah satu senior Top dengan panik segera menghampiri juniornya itu, melihat Top yang terjatuh lemas di atas tanah membuat mereka mengerutkan dahinya, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya sekarang.
"Top, ada apa denganmu?"
"Monster... Mereka adalah... monster..." Top kemudian menunjuk kearah Evans dan Eric yang masih berbicara di sana.
"Siapa? Mereka?" Keenam orang yang lain hanya menaikan salah satu alisnya, bingung dengan maksud dari juniornya itu.
"Apakah kalian percaya jika aku mengatakan, mereka adalah para player yang satu generasi denganku?"
"Apa maksudmu? Mereka juga baru sebulan ada di sini?" Mereka kemudian barbalik dan menatap kearah keduanya dengan cepat.
"Aku sudah tahu dari dulu jika Eric adalah seorang jenius tetapi aku tidak menyangka jika ada seorang jenius yang lain dari generasimu."
"...Tiga." Top tiba-tiba saja menyahut pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Tiga?" Enam orang itu kemudian berbalik dan menatap wajah Top secara bersamaan.
"Ada tiga orang jenius di generasiku." Top mengatakannya dengan wajah pucat dan keringat mengalir di dahinya.
Enam orang yang mendengarnya kemudian mematung di tempatnya berdiri, mereka tidak lagi mengerti fenomena apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi saat ini.
Bagaimana bisa seorang player yang baru saja masuk sebulan yang lalu, sekarang sudah mempunyai kekuatan dari seorang Intermediate player.
Mereka yang tadinya hanya bersikap biasa saja saat mendengarkan Intermediate player disebut-sebut karena jumlahnya yang terhitung banyak di sini, sekarang menjadi pucat dan merinding setelah melihat keduanya.
Top sekarang hanya bisa menggigit bibir dan menjambak rambutnya sendiri, pikirannya menjadi sangat kacau sekarang, "Jadi, bagaimana caraku untuk membalas dendam pada mereka bertiga sekarang? Mereka bertiga sudah sangat jauh di atasku. Apakah aku masih bisa mengejar ketiganya?"
.
.
.
Lan Suzi sekarang memberikan tatapan yang kosong, dia sudah mendengar percakapan dari mereka berdua dan jika mengambil kesimpulan maka ada tiga orang monster yang ada di generasi Evans dan salah satunya adalah pria yang bernama Jeff ini, dia sudah disebut oleh keduanya berulang kali.
Lan Suzi kemudian mengingat kembali nama Jeff yang tidak asing di telinganya, dia terkejut setelah mengingat kembali waktu kedatangan anggota baru Guild nya yang bernama Jeffrey Agler.
Lan Suzi kemudian tersenyum pahit, dalam otaknya dia sudah menyalahkan kemampuannya sendiri berulang kali, bagaimana bisa orang lain melakukan hal seperti itu tetapi dirinya tidak bisa melakukannya.
Apa yang salah dengan dirinya?
Lan Suzi lagi-lagi menelan ludahnya dan tersenyum pahit menatap keduanya, dia sangat ingin menjadi seperti mereka.
Apakah memang tidak bisa?
Lan Suzi kemudian menunduk ke bawah dan menatap tanah yang ada di bawahnya, dia berulang kali memainkan kakinya di atas tanah.
+++++
Jangan lupa tinggalkan jejak, Ok
┬─┬ノ(ಠ_ಠノ)
__ADS_1