
Chp. 28 Level 4 : Bam vs Lan Suzi.
Bam menyeringai melihat alasan yang di buat oleh Lan Suzi, diam-diam sebenarnya Bam sudah memperhatikan dari jauh dan mengetahui pembicaraan mereka.
Bam tahu mana yang benar dan salah, dia adalah player yang membela hak semua orang apalagi mereka yang tertindas.
Bam pernah terlibat konflik dengan para player sampai membuatnya dipenjara dan menjalani hukuman setengah tahun, waktu itu dia hanya melindungi player yang dirundung dan membuat mereka semua dilarikan ke rumah sakit, mereka yang tidak terima lalu melaporkan Bam sampai berhasil mendapatkan hukuman penjara.
"Aku sudah tahu apa yang terjadi, katamu seorang petani biasa tidak akan pernah bisa menjadi player yang kuat?" Bam menaikan salah satu alisnya sembari tersenyum sinis menatap mata Lan Suzi.
"Apa maksud anda Tuan Bam, mungkin ada beberapa kesalahpahaman di sini..."
Lan Suzi masih tetap bermain aman karena tidak ada bukti apapun di sini akhirnya membuat Lan Suzi semakin percaya diri.
"Kau, Kau masih berani berbohong?!"
"Jangan percaya dengan dia kak Bam, dia sangat licik-!"
Riza dan Didi kemudian berteriak kearah Bam untuk tidak mendengarkannya.
"Tenanglah aku sudah memperhatikan semuanya dari belakang. Semua yang terjadi, ini semua berawal karena mu." Sorot mata Bam begitu dingin menatap kearah Lan Suzi.
Lan Suzi terlihat tetap masih mencoba untuk memberi berbagai macam alasan tetapi hal itu tetap tidak berguna pada Bam yang sedang menunjukan aura permusuhan padanya.
"Apa kau bisa mengulangi yang kau katakan sebelumnya?"
"Apa maksudmu Tuan Bam? Perkataan apa yang anda maksud ini?"
Bam kemudian berjalan menunduk untuk menghampiri Lan Suzi sembari mengusap leher bagian belakangnya.
"Kau tau, aku tidak suka kepada orang yang membuatku bicara hal yang sama bahkan sampai tiga kali."
Bam sekarang berdiri tepat di depan wajah Lan Suzi, dia menunjukan nafsu membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya.
Bam lalu berniat untuk mengakhiri pembicaraan dan segera bertarung dengannya.
"Maaf Tuan Bam, tapi kau tahu aku adalah satu dari anggota guild besar tidak baik jika ini terus berlanjut..."
__ADS_1
Lan Suzi tidak gentar dengan tatapan mata Bam malah mencoba untuk menantangnya, dan akhirnya pandangan mereka saling bertemu. Keduanya terlihat saling melotot.
"Terus, kau bisa menginjak mimpi seseorang seenaknya? Kau juga harus tahu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini."
Bam memberikan penjelasan tetapi matanya tidak mengarah pada ketiga teman Evans, bukan juga untuk Lan Suzi melainkan seperti mengarah pada dirinya sendiri.
Evans yang melihat bentrokan akan terjadi akhirnya berani bersuara dan memberikan masukan, jika sampai Bam menyerang duluan maka akan berbahaya dan membuat situasi mereka semakin sulit saja.
"Kak Bam, tenanglah kau terlalu emosi."
Bam yang tidak mendengarkan perkataan Evans masih tetap memfokuskan seluruh perhatiannya kepada Lan Suzi, sampai Bam akhirnya dikejutkan dengan tepukan pelan di pundaknya.
Entah sejak kapan Evans sudah berdiri di belakang Bam, dia sangat penasaran akan hal itu tetapi untuk sekarang Bam lebih ingin mendengarkan penjelasan Evans yang memberikan gambaran kerugian seperti apa yang akan diterima Paguyuban Usaha Tani jika ini terus berlanjut.
Bam sama sekali tidak memikirkan hal itu, dia hanya sangat marah karena perkataan Lan Suzi yang sebelumnya.
Setelah mendengarkan Evans, Bam sedikit agak tenang tetapi tiba-tiba dia merasakan sebuah bahaya mengancamnya.
Sebuah ayunan dari pedang panjang tepat mengarah pada keduanya. Bam reflek bisa menghindari hal tersebut tetapi raut wajahnya berubah cemas dengan melihat Evans.
'B-Ba, Bagaimana bisa?' batin Bam melihat Evans yang masih baik-baik saja.
Namun semua itu segera teralihkan kembali pada Lan Suzi, sudah jelas sekarang siapa yang salah bahkan sampai menggunakan senjatanya.
Bam melirik ke arah Evans sebelum mulai membalas serangan, setelah mendapat anggukan darinya Bam kembali tidak ragu untuk menyerangnya dan senyum lebar muncul sebelum pertarungan mereka dimulai.
Melihat senjata lawannya Bam juga tidak tinggal diam, sebuah senjata mulai keluar dari inventori Bam dan perlahan nampak benda yang mirip sarung muncul di kehampaan.
"Dilihat dari senjata mu kau pasti job dari Swordsman."
"Cih, Kau bisa menghindari serangan itu?."
Bam semakin menyeringai setelah mengetahui job dari Lan Suzi dan tidak lama kemudian dari tangan Bam muncul sebuah pedang yang sejenis dengan Lan Suzi.
"Ahh, aku sangat penasaran melawan seorang yang juga menggunakan ilmu pedang, sama sepertiku."
Lan Suzi kebingungan melihat sebuah pedang yang berada di tangan Bam, "Kenapa seorang petani, menggunakan senjata pedang?"
__ADS_1
Tidak menunggu lama setelah pedangnya muncul, Bam berlari mendekat kearah Lan Suzi dan mengayunkan pedangnya, membuat pedang keduanya sekarang beradu.
"Trang!"
Suara dua buah benda yang berbenturan sangat keras itu membuat Lan Suzi mundur kembali.
Lan Suzi tidak mengira jika kekuatan yang Bam gunakan melebihi dirinya. Meski begitu Lan Suzi tampak masih tenang karena yakin dengan keterampilan berpedangnya.
"Trang."
"Trang."
"Trang."
Setelah beradu tiga jurus itu Lan Suzi kemudian menaikan kedua alisnya, dia menjadi semakin marah dan tidak sabaran sekarang.
Lan Suzi lalu mempercepat ayunan pedangnya dan membuat Bam untuk menyesuaikan kecepatan dengannya.
'Seorang petani bisa menggunakan pedang?! Ini--' Mulut Lan Suzi menganga sebelum mulai menggigit bibirnya sendiri tidak percaya, apa yang sebenarnya sudah dia lakukan selama dua tahun ini, sampai seorang petani seperti Bam saja bisa menggunakan pedang seperti itu.
Bukan hanya Lan Suzi yang dibuat terkejut dengan permainan berpedang Bam, melainkan semua orang yang menyaksikan juga bereaksi sama seperti Lan Suzi kecuali seseorang.
Senyum tipis sekarang menghiasi bibir Bam, yang tadinya berpikir mereka akan seimbang atau kalah, namun sekarang Bam malah yang sejak tadi mendominasi.
"Apa-apaan dengan senyum menjijikan itu?! Kau pikir sekarang aku sedang melawak, hah?"
Lan Suzi menurunkan pedangnya dan kemudian membuat pemanasan kecil, Bam yang melihat hal itu bingung dan hanya meningkatkan penjagaannya.
"Huft... Aku menggunakan ini saat sedang terjepit saja, jadi bersyukurlah melihat skill tingkat tinggi seperti ini." Lan Suzi menarik napas sangat dalam sampai bahkan membuat penuh oksigen seluruh paru-parunya.
< Light Speed > < C >
Lan Suzi kembali meraih pedangnya sebelum tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.
Lan Suzi hanya meninggalkan seberkas cahaya di tempatnya berdiri, Bam yang melihatnya hanya menelan ludahnya sekarang dia tidak tahu di mana tempat kemunculan Lan Suzi.
Bam sekarang melihat ke segala arah dan menerka saja di mana Lan Suzi muncul, tetapi tiba-tiba saja sebuah benda yang sangat dingin sekarang menempel di sisi sebelah kanan leher dari Bam.
__ADS_1
"Oh, Kau juga bisa menghindari ini? Kau pasti bukan player biasa." Setelah perkataan Lan Suzi itu, dia kembali menghilang.