
Pagi harinya Evans, Eric, dan Lan Suzi pergi bersama dengan The Traitors guild. Mereka keluar dari rumah petualang setelah melakukan sarapan di sana.
Ada sebuah kejadian di saat mereka semua sedang sarapan di satu meja, Bella salah satu anggota dari The Traitors melemparkan sebuah apel ke piring makan Lan Suzi, dia membuat semua makanan Lan Suzi terpental berhamburan ke segala arah sampai mengenai wajahnya.
"Kau harus tumbuh lebih kuat lagi dengan banyak makan, makanlah apel merah itu. Apel itu hadiah kecil dariku."
Bella yang melihat makanan Lan Suzi tumpah sampai mengenai mata dan pipinya kemudian tertawa kecil, "Oh, maaf wajah cantikmu sampai kena ya? hihihi."
Bella kemudian melotot kearah Lan Suzi setelah melihatnya hampir membuang apel yang diberikan, "Hei, jangan berani kau membuangnya. Jika kau melakukannya maka..."
Lan Suzi yang mendapatkan aura intimidasi dan begitu menakutkan dari Bella akhirnya dengan terpaksa memakan apel itu.
"Nah, begitu baru yang namanya anak baik hihihi." Bella mendekat dan mengusap rambut Lan Suzi dengan kasar.
.
.
.
Masih di lantai kedua belas terlihat ada dua buah kelompok yang sedang melakukan leveling nya, mereka memburu monster Beruang Gurun di sana, kelompok pertama adalah The Traitors guild yang membantu Eric sedangkan kelompok yang kedua adalah Evans dan Lan Suzi.
Di lantai yang gersang ini memiliki sebuah reruntuhan kuno dan tenggelam di gurun pasir yang hanya seluas satu lapangan sepak bola itu.
Di sini adalah habitat dari para monster yang sering disebut beruang gurun, mereka memiliki tubuh yang tiga kali lebih besar dari beruang aslinya.
Lan Suzi terlihat sangat kesusahan melawan tiga ekor beruang gurun di hadapannya, dia terus melirik Evans agar mendapatkan ijin darinya untuk menggunakan senjata kelas ( C ) miliknya.
Sedangkan ketiga belas orang yang melihat Lan Suzi sangat lemah itu tidak dapat menahan ketawanya dan gelak tawa terdengar di sana, mereka semua menjadi meragukan kelayakan Lan Suzi menerima sebuah gelar.
"Flowers of Light? Cuma begitu?"
"Bukankah dia cocok untuk Flowers of Weak? hahaha."
Lan Suzi yang mendengar semua orang menjelekkan namanya memilih untuk menghiraukannya dan berfokus dengan beruang gurun yang ada di depannya, dia hanya tersenyum pahit dan menggigit bibirnya sendiri.
Di sini Evans ingin menyadarkan Lan Suzi jika dirinya selalu menggunakan gerakan yang tidak perlu dan terlalu banyak membuang tenaga.
Evans berpikir jika Lan Suzi sangat lembut dalam memainkan pedangnya entah itu saat dia melawan musuh ataupun monster, intinya Lan Suzi terlalu baik kepada semua orang mungkin hal itu lah yang membuatnya terhambat.
Evans akan merubah total semua gaya berpedang dari Lan Suzi, dia cukup mengincar seluruh area vital dari semua musuhnya tanpa belas kasihan dan membunuhnya dengan sekali tebas tanpa menunggu mereka siap, sampai akhirnya Lan Suzi akan menjadi monster dan membuat musuhnya ketakutan dengan auranya saja.
__ADS_1
**
Teo menyuruh semua anggotanya untuk beristirahat, mereka sekarang berada di bawah reruntuhan kuno.
Evans tidak membiarkan Lan Suzi untuk beristirahat di sana, dia menarik Lan Suzi dan mencari tempat latihan yang jauh dari semua orang.
Mereka latihan di sebuah tanah berpasir saat matahari sedang berada dipuncaknya.
Mereka melakukan sparing berkali-kali sampai akhirnya Lan Suzi terjatuh dengan memegangi punggungnya.
Mereka telah berlatih selama satu jam di sana, Evans sekarang mengijinkan Lan Suzi untuk beristirahat.
Lan Suzi kemudian berteduh di bawah reruntuhan kuno dan merebahkan tubuhnya di atas lantai berbatu, belum selesai dia menarik napas di sana tiba-tiba saja Lan Suzi disiram dengan seember penuh air di wajahnya.
"Ah, maaf kukira kau akan mati kehausan jadi aku membawakanmu seember penuh air. Bagaimana rasanya apakah tubuhmu menjadi lebih baik?"
Tiga orang anggota dari The Traitor guild tersenyum dan tertawa di sana, mereka adalah dua orang pria dan satu wanita.
Lan Suzi yang melihat seluruh bajunya menjadi basah kuyup kemudian berdiri dari tempatnya dengan tubuh yang bergemetaran dan menunduk.
"Ternyata dia memang benar-benar sudah berkembang, dia tidak menangis seperti dulu lagi hahaha."
"Hahaha."
Lan Suzi hanya terdiam di sana, dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka bertiga dengan mata yang memancarkan semangat berapi sekarang.
"Kalian semua tunggulah saja balasannya nanti." Lan Suzi berjalan dengan menggigit bibirnya dan melotot dari belakang mereka semua.
**
Teo sekarang bedecak kesal karena tidak dapat melihat kemampuan Evans sekali pun sebelumnya.
Evans hanya menyerang satu beruang gurun di sana, tetapi dia terlihat sangat tidak serius dan hanya bermain-main. Teo kemudian memukul dengan keras tembok yang ada di hadapannya sampai menembusnya.
"Apakah Guild Master salah? Ataukah mungkin kekuatannya yang asli hanya lah sebatas ini?"
Teo terlihat menghela napas sangat panjang di sana, dia kemudian menarik tangannya dan melihat sebuah lubang yang ditinggalkannya. Teo cukup terkejut melihatnya, dia kemudian menyeringai karena mendapatkan sebuah ide.
Di lubang itu, Teo melihat Lan Suzi yang sedang mendapatkan masalah dari para anggota guildnya.
"Hm... Sangat menarik." Teo mengusap jenggot tipisnya berulang kali.
__ADS_1
Teo kemudian berjalan untuk menemui mereka bertiga dan orang-orang dari guild nya yang lain.
.
.
.
Setelah beristirahat di sana, mereka kemudian melanjutkan perjalanannya ke lantai tiga belas. Evans dan Eric sedikit mengernyitkan dahinya saat melihat pemandangan yang ada di depannya.
Sebuah medan yang mirip kuburan dengan dihuni banyak sekali monster bertipe ghost di sini. Banyak juga batu nisan yang berjejer sembarangan di sini dan pohon-pohon kering tanpa memiliki satupun daun di rantingnya.
Mereka berjalan cukup lama untuk mencari monster di sini, monster bertipe ghost sangat sulit untuk ditangkap karena mereka selalu berterbangan ke sana kemari dengan sangat cepat dan tidak beraturan.
Entah karena sedang bosan atau semacamnya salah satu anggota dari The Traitors guild tiba-tiba saja menjegal kaki Lan Suzi saat perjalanannya sampai terjungkal ke tanah di depannya.
Mereka semua tertawa dan tersenyum melihatnya dan merasa jika hal seperti itu sangatlah lucu untuk dilakukan.
Evans yang melihatnya kemudian menjulurkan tangannya kearah Lan Suzi, "Apakah kau butuh bantuanku sekarang."
Butuh waktu yang cukup lama untuk Lan Suzi menjawabnya tetapi setelah Evans mengeluarkan sebuah katana dari inventorinya, Lan Suzi kemudian segera menjawab dengan berteriak tidak di sana.
Lan Suzi kemudian segera berdiri dengan tangan dan kakinya sendiri tanpa membalas uluran tangan dari Evans, dia berjalan untuk menyusul rombongan yang telah meninggalkan mereka berdua.
Evans yang melihatnya dari belakang kemudian tersenyum tipis.
Teo tiba-tiba saja berhenti di tengah perjalanannya, dia mengusulkan kepada semua orang untuk berpencar dalam mencari monster di sini.
Setelah mendengarnya Evans sekilas melihat semua orang tersenyum tipis dan segera kembali seperti semula, Evans kemudian terlihat sedang berpikir di sana, ada sesuatu yang mencurigakan dari mereka semua.
"Jika terus begini kita tidak akan pernah menemukan satupun monster di sini. Lagipula tidak ada player yang bisa menangkap ghost saat mereka sedang terbang.
Kita harus menunggu mereka berhenti terbang dan menyerangnya saat mereka berdiri di suatu tempat."
"Aku sangat setuju dengan Teo."
"Ya, jika terus begini kita tidak akan pernah mendapatkan apapun."
Mereka semua setuju dan menganggukkan kepalanya untuk berpisah dijalannya sendiri-sendiri, setelah melihat Evans dan Lan Suzi berpisah dengan berlainan arah, mereka semua kemudian menyeringai dari belakang.
+++++
__ADS_1