Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 105 |


__ADS_3

Semua orang yang ada di belakang Bella menjadi antusias saat melihatnya mulai serius dan bersorak-sorai di sana.


Tetapi belum selesai saat golem itu dipanggil, muncul sebuah kilat kuning dan menghantam kepalanya dengan sangat kuat sampai membuatnya terpecah, raja golem itu akhirnya jatuh roboh dengan bersujud di hadapan Lan Suzi.


"Ini... Tidak mungkin... Seberapa kuat skill nya itu?" Bella bergidik ngeri melihatnya, mata semua orang kemudian memandang kearah Lan Suzi yang sedang turun dengan perlahan dari kepala raja golem.


Lan Suzi berjalan dengan santai kearah semua orang, masih dengan mata dinginnya.


Bella yang tersadar bahwa musuhnya kembali mendekat kemudian mengumpulkan mananya yang tersisa dan sekali lagi memukul tanah yang ada di bawahnya, dia menggunakan satu lagi kartu skill nya yang lain.


< Wall of Sanctuary: The Last Hope > < B >


Jika kartu skill yang sebelumnya sebagai bentuk penyerangan yang paling kuat dan digambarkan sebagai sebuah pedang, maka kartu skill yang kali ini adalah bentuk pertahanan yang paling kuat dan digambarkan sebagai sebuah perisai, keduanya adalah spesial skill kelas ( B ) milik Bella.


Sebuah kilat kecil yang berwarna biru bergerak sangat cepat dan saling menyambar satu sama lain, kilat itu berkumpul disekitar Bella dan mengangkat tanah yang ada di bawahnya lalu membentuk sebuah tembok dan perlahan semakin meninggi, sekarang sebuah rumah yang kecil terbuat dari tanah berdiri dengan gagahnya.


Rumah perlindungan yang kecil ini memiliki berbagai seni ukiran dan gambar yang banyak sekali ditemukan disekitar tembok.


Meskipun semuanya sudah tertutup rapat bahkan tidak ada sedikitpun cahaya ataupun suara dari luar yang bisa masuk ke dalamnya, tetapi tidak ada dari mereka semua yang berbicara ataupun bernapas lega di sana.


Mereka semua masih tetap ketakutan dengan membayangkan apa yang akan terjadi jika rumah perlindungan ini sampai tertembus.


Suasana di dalam rumah sempit itu sangat hening sampai tiga menit akhirnya berlalu, mereka semua mulai bisa tersenyum manis dan bernapas lega setelah melihat tidak ada apapun yang terjadi di sana.


"Tidak mungkin rumah perlindungan bisa tertembus, bahkan advanced player saja perlu menyerang dua hingga tiga kali untuk menembusnya."


"Kau benar, hahaha. Mereka semua memang adalah sekumpulan monster yang kuat, tetapi bisa apa mereka jika kita sudah ada di dalam sini?"


Bella yang mendengarnya juga ikut mulai merasakan lega, dia kemudian melepaskan genggaman tangan yang ada pada palunya yang sudah menempel erat di tanah.


Palunya yang menempel itu adalah sebuah kunci untuk mereka semua jika ingin keluar dari rumah perlindungan, tetapi tidak untuk sekarang pastinya.


Rumah perlindungan memiliki daya tahan yang sangat kuat bahkan bisa untuk menerima serangan kelas ( A ) sampai lima kali banyaknya.

__ADS_1


Rumah perlindungan juga tidak terlalu banyak menguras mana hanya pemakaian pada awalnya saja.


Semua orang yang ada di dalamnya berpikiran jika akan keluar setelah menghabiskan satu pekannya di sini atau jika ingin lebih pasti lagi, mereka semua bisa menghabiskan sampai satu bulannya di sini.


Mereka semua tertawa karena membayangkan kelompok Evans dan yang lainnya akan menunggu di luar selama berhari-hari dan berakhir dengan sia-sia.


Setelah melepasnya, Bella sekarang berdiri dengan mengusap butiran keringat yang ada di dahinya dan berbalik untuk melihat keadaan semua orang, tetapi alangkah terkejutnya dia saat melihat sesosok perempuan yang sangat cantik dengan rambut berponi dan panjang itu menyeringai melihatnya.


Perempuan itu berdiri di paling belakang semua orang dan menyeringai saat Bella menyadarinya.


Bella menelan ludah saat melihatnya, "Apa? Bagaimana kau bisa ada di sini?"


"Huh? Apa maksudmu Bella. Tunggu, kau mau pergi kemana!"


Seseorang di sana berteriak sangat kencang saat melihat tingkah aneh Bella, hingga membuat semua orang untuk berbalik dan ikut menontonnya.


Bella yang berlari bermaksud untuk mengangkat palunya yang menancap di tanah tetapi dirinya dihalangi oleh semua orang saat jaraknya sudah tinggal selangkah lagi dengan senjatanya.


"Kau sudah gila!"


Untung saja Bella langsung dicegah oleh semua orang di sana, jika tidak maka rumah perlindungan akan langsung runtuh dan mereka akan berhadapan dengan sekumpulan monster kuat di luar.


"Itu, di belakang ada Lan Suzi, bodoh!"


"Hah?! Apa maksumu itu?!"


Semua orang yang mendengarnya hanya mengernyitkan keningnya dan langsung berbalik untuk memastikan, tetapi sama sekali tidak ada apapun di sana.


Lan Suzi menghilang tepat saat semua orang akan berbalik untuk melihatnya, dia berlompatan di antara tembok yang ada di sana dan meninggalkan seberkas cahaya.


Bella yang melihatnya kembali karena diminta oleh teman-temannya kemudian hanya menaikan salah satu alisnya dan mulai kembali tenang.


Jika dipikir-pikir hal itu sangat tidak mungkin terjadi mau bagaimanapun kecepatan dari Lan Suzi, dia tidak akan sempat masuk ke dalam rumah perlindungan yang hanya dibuat dalam waktu satu detik.

__ADS_1


**


Lan Suzi sekarang memantul di dalam tembok rumah perlidungan dengan kecepatan cahaya miliknya sampai ke pucuk atap rumah, dari atas dia melihat pemandangan berkumpulnya semua orang dan tersenyum tipis.


Lan Suzi kemudian melepaskan pegangannya pada tembok, dirinya terjun dengan bebas dan sangat cepat sembari memegangi senjatanya.


Lan Suzi menunjukkan keterampilan berpedangnya di udara dan seketika seseorang terbelah menjadi dua bagian.


Mata semua orang menjadi terbelalak saat melihatnya, mereka sangat terkejut dengan salah satu temannya yang tiba-tiba terjatuh dan di belakangnya muncul sosok Lan Suzi yang sedang menatap dingin mereka semua.


"Jadi itu tadi bukan hanya mimpi? Dia sungguhan ada di sini?!" Bella yang menganga segera tersadar dan kembali berlari untuk mencabut palunya demi melawan Lan Suzi.


Saat dalam masa berlarinya itu Bella terus menerus mendengar jeritan yang keluar dari teman-temannya yang ada di belakang, suara pedang beradu dan suara daging yang dikoyak sering kali terdengar.


Setelah Bella berhasil memegangi ujung palunya itu, dia segera mengangkatnya dengan tinggi sekuat tenaga dan meninggalkan sebuah lubang retakan di bawahnya.


Tembok-tembok yang ada di dalam rumah perlindungan akhirnya bergetar hebat dan akan mulai runtuh sebentar lagi, sebuah retakan muncul satu persatu di sekitarnya dan saat Bella akan berbalik sebuah asap kabut yang berasal dari tembok rumah perlindungan menghalanginya.


Perlahan cahaya-cahaya dari luar juga mulai menembus masuk ke dalam dengan suara teriakan banyak orang yang masih terdengar sangat jelas di telinganya.


"Boom!"


Tanah yang ada di sekitar rumah perlindungan bergetar sangat hebat karena jatuhnya tembok satu persatu dan akhirnya rumah perlindungan itu hanya berdiri sekitar lima menit di sana.


Dengan napasnya yang memburu Bella mulai menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi, tetapi masih belum terlihat karena banyak sekali asap yang mengepul disekelilingnya.


Melihatnya Bella menjadi sangat kesal dan berdecak di sana, dia segera mengusirnya dengan mengayunkan palunya keatas dan seketika semua angin membawa semua asap itu bersamanya.


Entah ekspresi seperti apa yang harus Bella tunjukkan saat ini, dia melihat banyak sekali tubuh yang bergeletakkan di bawah Lan Suzi dan dikenali sebagai anggota guild nya sendiri.


Semua orang terluka dan memancarkan butiran cahaya terang sampai ke langit dengan ditengahnya berdiri Lan Suzi yang menatap kearahnya dengan sangat dingin.


Bella hanya menahan napasnya, dia sendiri tidak yakin bisa menang jika melawan seluruh anggota guildnya sendiri dan keluar tanpa mendapatkan luka gores sedikitpun.

__ADS_1


"Sekarang adalah giliranmu. Bagaimana kau memilih untuk mati?" Di sana Lan Suzi mengangkat pedangnya dan memposisikan ujung pedangnya itu untuk tepat mengenai wajah Bella.


__ADS_2